Anda di halaman 1dari 31

TERMODINAMIKA

Oleh : Andhi Fahrurroji, M. Sc., Apt

Termodinamika cabang ilmu fisika yang membahas tentang energi, berbagai hukum mengenai perubahan energi dalam sistem serta untuk melihat hubungan antara kalor dengan energi mekanik dan yang lain membentuk kerja Didalam termodinamika mempelajari hubungan bermacam-macam bentuk tenaga dalam suatu sistem Pada sistem kimia termodinamika digunakan untuk menentukan feasibiliti, arah, dan kesetimbangan posisi reaksi kimia.

Didalam termodinamika hanya mempelajari hubungan tenaga awal dan akhir dari sistem tersebut. Tenaga dari sistem adalah jumlah tenaga potensial dan tenaga kinetiknya. Tenaga potensial adalah tenaga yang dimiliki oleh sistem karena kedudukannya terhadap sistem lain Tenaga kinetika adalah tenaga dari sistem karena gerakannya, gerakan sistem secara keseluruhan.

Sistem bagian dari alam yang dijadikan objek penelitian Lingkungan bagian dari alam yang tidak termasuk ke dalam sistem (antara sistem dan sekitar dikelilingi oleh batasan) Kerja enrgi yang mengalir melalui bidang batas dan yang dapat diubah untuk mengangkat suatu masa pada sekeliling Kalor energi yang mengalir melalui bidang batas yang disebabkan akibat adanya perbedaan temperatur sistem dan lingkungan

Antaraksi sistem dengan lingkungan, ditentukan oleh dinding yang membatasi sistem dengan lingkungannya. Untuk ini dibedakan secara garis besar 3 macam sistem.
Sistem terisolasi, bidang batas membatasi mencegah interaksi antara lingkungan dan sistem. Tidak dapat mengadakan pertukaran energi dan materi dengan lingkungannya. Sistem tertutup, tidak ada aliran massa pada bidang batas/atau dapat terjadi pertukaran energi antara lingkungan dan sistem/ dimana dinding dapat tembus energi tetapi tak tembus zat. Hanya terjadi pertukaran energi tidak termasuk materinya. Sistem terbuka, dimana dinding dapat tembus energi dan zat. Dapat mengadakan pertukaran energi dan materi dengan lingkungan

Sifat tenaga/ energi kerja


Hanya ada pada bidang batas Hanya ada selama perubahan sistem Berpengaruh pada sekeliling Positif masuk ke dalam sistem Negatif keluar dari sistem

Proses eksotermik proses pelepasan energi kalor ke lingkungan (e.g) Proses endotermik merupakan proses penyerapan kalor dari lingkungan menuju sistem (e.g; penguapan air)

Energi Internal
merupakan total energi kinetik dan potensial molekul dalam sistem. U merupakan fungsi dari energi internalsebagai sistem yang spesifik yang memberikan nilai yang spesifik saat diberi tekanan dan suhu. Namun pada prakteknya nilai U tidak dapat di ukur.

Keadaan suatu sistem dinyatakan dengan merinci harga dari beberapa variabel termodinamika yang relevan dengan sistem. Yang disebut variabel termodinamika ialah besaran-besaran makroskopik yang dapat diukur, dan harganya bergantung atau menentukan keadaan sistem. E.g: tekanan, volume, kerapatan zat, tegangan permukaan, dsb. Ada dua macam variabel termodinamika:
variabel intensif, yang besarnya tak bergantung pada jumlah zat variabel ekstensif, yang besarnya bergantung pada jumlah zat.

Keadaan Setimbang
Suatu sistem disebut ada dalam keadaan setimbang bila variabel-variabelnya tak berubah dengan waktu (dalam batas-batas ketelitian yang wajar), dan dalam sistem tak ada aliran-aliran energi maupun zat. Sistem setimbang bila tidak terjadi perubahan yang berarti antara sistem dengan lingkungannya tidak saling mengadakan kontak.

Contoh-contoh sistem setimbang:


gas dalam satu silinder, air dan uap dalam tempat tertutup, sebatang besi pada suhu kamar.

Yang bukan keadaan setimbang: batang besi antara dua suhu, sistem yang berdifusi. Sistem setimbang memerlukan rincian yang paling sedikit bagi variabel-variabelnya. Macam-macam keadaan setimbang 1. kesetimbangan mekanik, tidak ada kerja 2. kesetimbangan termal, tidak ada perubahan suhu 3. kesetimbangan listrik, tidak ada perpindahan muatan.

Jika sistem tertutup maka T sistem > T Lingkungan maka kalor akan keluar sistem T sistem < T Lingkungan maka kalor akan masuk sistem Cara perpindahan kalor: 1. Radiasi energi gerakan foton berupa gelombang elektromagnetik,,,ex. Cahaya matahari 2. Konduksi energi gerakan partikel berupa aliran tumbukan materi yg berdekatan scr berkesinambungan,,,ex. Aliran panas pd logam 3. Konveksi energi gerakan partikel berupa aliran molekul gas atau cairan,,,ex. Pencairan es oleh air panas Bila sistem diberi beda potensial maka sistem dapat mengalirkan listrik ke lingkungan,,,beda potensial jika adanya aliran listrik ke dalam sistem

Bentuk Energi

Sifat Intensif

Sifat Ekstensif

Unit energi

Panas Pengembangan Permukaan Elektrika kimia

Suhu Tekanan Tegangan permukaan Beda potensial Potensial kimia

Perubahan entropi Perubahan volume Perubahan luas

Kalori Erg Erg Joule Kalori

Kuatitas elektrik Jumlah mol

Bagi sistem-sistem yang ada dalam kesetimbangan termal satu dengan yang lain, berlaku suatu hukum yang kemudian dikenal sebagai hukum ke-nol termodinamika. Hukum ke-nol menyatakan,
Bila ada dua sistem, masing-masing setimbang termal dengan suatu sistem ketiga, maka kedua sistem harus setimbang satu dengan yang lain.

HK. Pertama TERMODINAMIKA


Total energi termodinamik terisolasi pada sistem adalah konstan Adanya Hubungan kalor, energi dalam dan kerja yang menyertai perubahan sistem Kalor yg menyertai reaksi = perubahan entalpi yang dapat ditentukan tanpa percobaan Energi dpt dubah dr satu bentuk ke bentuk lain, tapi tidak dapat diciptakan/dimusnahkan. Energi kemungkinan keluar dari sistem hanya dalam dua cara, yakni dapat berupa panas atau kerja. Kesimpulannya, kemungkinan dapat menggambarkan perubahan pada energi internal total sebagai penjumlahan energi yang hilang atau penambahan kerja dan panas, ketika U tidak dapat berubah dengan cara yang lain. Maka perubahan dapat dilihat pada persamaan: U=q+w Dimana q supplai kalor pada sistem; w kerja pada sistem. U, q dan w positif jika energi pada sistem meningkat akibat dalam bentuk kalor dan kerja, dan negatif ketika energi keluar dari sistem dalam bentuk kalor dan kerja.

Hukum pertama termodinamika adalah asas kekekalan energi, yang menyatakan bahwa dalam tiap proses selalu harus diperhatikan prinsip kekekalan energi. Besaran energi yang merupakan suatu fungsi keadaan yang disebut sebagai energi dalam, U. Harus berupa fungsi keadaan, karena besar energi tersebut tak bergantung dari cara memperolehnya.

U U akhir U awal

Kalor, q adalah energi yang mengalir (berpindah) oleh karena perubahan suhu Kerja, w adalah energi selain kalor Menurut mekanika, kerja (atau usaha) adalah gaya kali lintasan, dimana gaya adalah yang searah dengan lintasan Tanda w positif, bila sistem menerima kerja, dan negatif bila sistem melakukan kerja.

U dq dw

Energi Dalam Hasil dari gerakan molekul, elektron & inti dlm suatu sistem yg dipengaruhi : tekanan, volume & suhu
E = E2 E1

Gerakan pada molekul 1. Gerakan translasi (perpindahan tempat) 2. Gerakan rotasi (berputar) 3. Gerakan Vibrasi (bergetar)

LANJUTAN
Proses Isotermal proses pada suhu tetap akibatnya energi dalam tetap Proses isovolume / isochor proses pada volume tetap, akibatnya sistem tak melakukan kerja Proses Adiabatis proses tidak menyerap/melepaskan kalor

LANJUTAN
Kondisi Panas tetap Temperatur tetap Gas ideal pd suhu tetap Volume tetap q=0 dT = 0 dT = 0 dV = 0 Proses Adiabatis Isotermal Isotermal Isokhorik isobarik modifikasi dE = -w W = w maks dE =0 q=w w = P dV = 0 dE = qv dH = qp dE =dH-p dV

Tekanan tetap dP = 0

HK. KeDua TERMODINAMIKA


Panas mengalir secara spontan dr bahan lebih panas ke benda dingin Gas mengalir dr tekanan tinggi ke rendah Difusi berjalan dr konsentrasi tinggi ke rendah Energi bebas : energi yg dpt dibebaskan utk kerja yg dilakukan dlm cairan, gas, padatan atau campuran reaksi Energi bebas menurun saat reaksi fisika/kimia terjadi

LANJUTAN
Proses spontan pd suhu & tekanan tetap akan diikuti berkurangnya energi bebas-tanda kecenderungan terjadi perubahan scr alamiah/spontan Bhn padat mencair panas rendah & derajat keteraturan tinggi-panas tinggi & derajat ketidakteraturan lebih rendah (kenaikan entropi)

LANJUTAN
Panas scr isotermal tdk tersedia utk kerja, panas tdk pernah dpt diubah mjd kerja scr sempurna Entropi & Ketidakteraturan Ketidakmungkinan mengubah seluruh energi dari kalor menjadi kerja, diakibatkan oleh ketidakteraturan molekul Suatu reaksi spontan yg menyangkut sistem & lingkungannya berlangsung dg kenaikan entropi, jika mencapai kesetimbangan : perubahan entropi bersih dr sistem & lingkungannya = nol

HK. KeTiga TERMODINAMIKA


Entropi zat murni berbentuk kristal adalah nol pd suhu nol absolut

TERMOKIMIA
cabang ilmu kimia yang mempelajari kalor yang menyertai reaksi. Ditinjau dari jenis reaksi terdapat 1. kalor pembentukan (H ) kalor yang menyertai pembentukan 1 mol senyawa langsung dari unsur2nya 2. kalor penguraian (H ) kalor yang menyertai penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya

Lanjutan
3. Kalor penetralan kalor yang menyertai pembentukan 1mol air dari reaksi penetralan 4. Kalor reaksi kalor yang menyertai suatu reaksi dengan disertai koefisien yang paling sederhana

Penentuan kalor reaksi


Cara percobaan dengan cara percobaan laboratorium dengan alat kalorimeter (alat yang akan mengukur kalor yang dihasilkan atau diserap dalam suatu reaksi) Jika reaksi eksotermik maka kalor akan menaikkan suhu air dalam kalorimeter Jika reaksi endotermik maka kalor akan diserap suhu air dalam kalorimeter akan turun Suhu air didalam percobaan merupakan suhu lingkungan

Lanjutan
Cara perhitungan Menggunakan HK. Hess kalor yang menyertai suatu reaksi tidak bergantung pada jalan yang ditempuh tetapi bergantung pada keadaan awal dan akhir