Anda di halaman 1dari 11

KATA-KATA HIKMAH

Janganlah tertawa melihat orang jatuh, sebab tidak ada suatu yang jatuh disengaja, tetapi bersyukurlah kepada Tuhan karena kita sendiri tidak jatuh. Di dalam hal jatuh janganlah percaya kepada diri sendiri dan kepada datarnya jalan karena menurut laporan dinas lalu lintas lebih banyak mobil jatuh di tempat datar. Jika dibandingkan dengan yang jatuh di tempat pendakian atau penurunan yang berbelok belok. ALMARHUM BUYA HAMKA

KATA-KATA HIKMAH
Apabila bertemu dengan masalah, Lihat pangkal awal penyebabnya untuk membuat keputusan.. guna menyelesaikannya.
ALMARHUM BUYA HAMKA

KATA-KATA HIKMAH
Ikhlas dan sejati akan bertemu di dalam senyuman anak kecil,senyum yang sebenarnya senyum,senyum yang tidak disertai apa-apa
ALMARHUM BUYA HAMKA

KATA-KATA HIKMAH

Kata - kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras
ALMARHUM BUYA HAMKA

KATA-KATA HIKMAH
Hawa nafsu membawa kesesatan dan tidak berpedoman dan akal menjadi pedoman menuju keutamaan. Hawa nafsu menyuruh mengelamun, berangan-angan, tetapi akal menyuruh menimbang ALMARHUM BUYA HAMKA

KATA-KATA HIKMAH
Tidak semua orang yang menolak kebenaran itu tidak tahu bahwa yang ditolakkanya itu benar

ALMARHUM BUYA HAMKA

KIASAN DALAM BUKU FALSAFAH HIDUP


Kalau

kail panjang sejengkal, jangan laut hendak diduga Artinya: Jangan melakukan sesuatu yang diluar batas kemampuan.

ALMARHUM BUYA HAMKA

KIASAN DALAM BUKU FALSAFAH HIDUP

Siapa pandai meniti buih, selamat badan ke seberang Artinya: Dalam mengarungi kehidupan manusia harus memperbanyak pengalaman, merenungi makna penderitaan, penuh keawasan dan kehati-hatian dalam bertindak, maka akan selamatlah hidupnya, penuh dengan martabat dan derajad mulia.

ALMARHUM BUYA HAMKA

PANTUN HAMKA

Biarlah bumi berkalang kabut Huru-hara meliputi alam Aku tenang tidaklah ribut Hati tetap, jiwaku tentram

Makna terkandung: Bikinlah jiwa itu laksana batu karang di ujung pulau, jadi empasan segala ombak gelombang. Ajari jiwa berjuang, menghadapi kesusahan, bencana dan balak, halangan dan rintangan, karena mesti demikianlah kerja kita dalam hidup. Semua dinanti, ditunggu dengan dada lebar dan tangan terbuka sehingga tidak terkejut jika datang yang lebih besar dan hebat. Sebesarbesarnya musuh yang datang dan bencana yang tiba, bentengnya telah ada, yaitu hati kita sendiri.

ALMARHUM BUYA HAMKA

PANTUN HAMKA

Setali pembeli kemenyan Sekupang pembeli ketaya Sekali lancung keujian Seumur hidup orang tak percaya

Makna terkandung: Sekali kita jatuh maka payah kita akan tegak kembali, sebelum masyarakat menghukum kita pun harus menghukum diri sendiri, banyak-banyak membaca diri.
ALMARHUM BUYA HAMKA

PANTUN HAMKA

Tak usah kami diberi kain Dipakai kain akan luntur Tak usah kami diberi nasi Dimakan nasi akan habis Berilah kami hati yang suci,muka jernih Budi baik dibawa mati

Makna

terkandung: Manusia harus pandai membalas jasa, pandai menarik hati dan menempatkan diri. Berikanlah kepada seseorang itu apa yang diharapkan dan diinginkannya, itulah salah satu cara untuk menarik hati.
ALMARHUM BUYA HAMKA