Anda di halaman 1dari 57

Anatomi Fisiologi Sistem Endokrin

By Marsell

Struktur
Terdapat 2 (dua) tipe kelenjar, yaitu eksokrin & endokrin Kel. eksokrin melepaskan sekresinya ke dlm duktus pd permukaan tbh, ex ; kel. keringat, kel. lambung, kel.lakrimalis atau kel. saliva Sebaliknya, kelenjar endokrin tdk mempunyai duktus, sekresinya langsung dilepaskan ke dalam darah. Kelenjar sistem endokrin termasuk : Pulau langerhans pada pankreas. Gonad (ovarium dan testis) Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid, paratiroid, serta timus

Fungsi kelenjar endokrin : Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan kedalam darah yang diperlukan oleh jaringan-jaringan dalam tubuh tertentu Mengontrol aktivitas tubuh. Merangsang aktivitas kelenjar tubuh. Mengatur metabolisme oksidasi, meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus. Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral dan air.

Hormon berasal dari kata Yunani yg artinya

membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon adalah zat yang dilepaskan kedalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ yang mempengaruhi kegiatan didalam sel-sel. Sebagian hormon merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino, sisanya merupakan steroid yaitu zat lemak merupakan derivat dari kolesterol. Hormon aldosteronkel. adrenalmembantu mengatur keseimbangan garam dan air dengan cara menahan garam dan air serta membuang kalium.

H.antidiuretik (vasopresin)k. hipofisemenyebabkan

ginjal menahan air. Bersama aldosteron membantu mengendalikan tekanan darah H. Kortikosteroid k. adrenalmemiliki efek yang luas keseluruh tubuh terutama sebagai : anti peradangan, mempertahankan kadar gula darah,tek darah, kekuatan otot, memebantu mengendalikan keseimbangan garam dan air. H. Kortikotropin k. hipofisemengendalikan pembentukan dan pelepasan hormon oleh korteks adrenal. H.erotropoietinginjalmeransang pembentukan sel darah merah. H.estrogenindung telurmengendalikan perkembangan ciri seksual dan sistem reproduksi wanita. H.glukagonpankreasmenigkatkan kadar gula darah.

H.perumbuhank. hipofisemengendalikan tumbang

meningkatkan pembentukan protein. H.insulinpankreasmenurunkan kadar gula dalam darah, mempengaruhimetabolisme glukosa, protein dan lemak disel tbh. Luteinizing hormon, follicle stimulating hormonk.hipofisemengendalikan fs reproduksi (pembentukan sperma dan sementum),pematangan sel telur, siklus menstuasi. Mengendalika ciri seksual pria dan wanita. H.oksitosink.hipofisemenyebabkn kontraksi otot rahim dan saluran susu di payudara. H.paratiroidk.paratiroidmengendalikan pembentukan tulang, mengendalikan pelepasan kalsium dan fosfat. H.progesteronindung telurmempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman sel telur yang dibuahi, mempersiapkan kelenjar susu.

H.prolaktink. hipofisememulai dan mempertahankan


pembentukan susudikel susu. H.renin dan angiotensinginjalmengendalikan tek darah. H.tiroidk.tiroidmengatur pertumbuhan, pematangan dan kecepatan metabolisme. Tyroid stimulating hormonk.hipofisemeransang pembentukan dn pelepasan hormon oleh kelenjar tiroid. Kelenjar-kelenjar endokrin utama yang lain a.l : K. hipofisis atau k. pituitary K. tiroid dan paratiroid K. supranal atau adrenal K. pankreas (pulau langerhans) K. gonad

Beberapa organ menghasilkan hormon yg murni memberikan efek setempat. Ex; ginjal menghasilkan renin yg mempengaruhi TD, & eritropoetin yg mempengaruhi pembentukan eritrosit.

Struktur Hormon :
Hormon t.d beberapa tipe kimiawi, a.l : - protein (rantai ikatan kompleks panjang dari asam amino) ex : h. insulin pankreas - Peptida (rantai pendek lebih sederhana dari asam amino) ex : hormon-hormon hipofisis posterior - Glikoprotein (kompleks protein & karbohidrat) ex ; h. perangsang tiroid - Senyawaan aromatik sederhana tiroksin - steroid ex ;h.korteks adrenal & h. seks

KELENJAR HIPOFISIS (Master of Glands)


Kelenjar hipofisis berada di bawah kontrol hipotalamus, yg mengontrol fx. seksual dan tiroid, pertumbuhan, & metab. air, protein, lemak, & karbohidrat. Kelenjar ini memp. diameter + 1 cm, terletak di dasar tengkorak, dalam tlg sfenoid yg disebut sella tursika. Kelenjar hipofisis t.d 2 lobus : 1) Lobus anterior 2) Lobus posterior

Lobus anterior kel. hipofisis menghasilkan sejumlah hormon yg bekerja sbg zat pengendali produksi sekresi dari semua organ endokrin lain. Lobus anterior menghasilkan : 1. H. pertumbuhan/growth hormon (hormon somatotropik) ad. protein yg berfungsi u/ menstimulasi pertumbuhan. tumor hipofisis yg menghasilkan GH dpt terjadi. Pd masa kanak2 gigantisme (raksasa) Pd org dewasa akromegali, dengan pertumbuhan rahang, tangan, dan visera yg berlebihan. Kerusakan hipofisis pd masa kanak2 dwarfisme

(kerdil)

2. H. tirotropik (TSH/Tyroid Stimulating Hormon) ad. glikoprotein yg menyebabkan pelepasan tiroksin.


3. H. adrenokortikotropik (ACTH) ad. polipeptida sederhana yg menyebabkan pelepasan kortikosteroid dari kel. suprarenal Adenoma kortikotropik t.d. sel-sel pensekresi ACTH. Kebanyakan tumor ini dikenal dengan penyakit Cushings Syndrom

4. H. gonadotropik (FSH/Follicle Stimulating Hormon) fx : merangsang perkembangan folikel Graff dlm ovarium & spermatogenesis di dlm testis. 5. Luteinising Hormon (LH) atau Interstitial Cell Stimulating Hormon (ICSH) ad. glikoprotein yg mengendalikan sekresi estrogen & progesteron dlm ovarium & testoteron di dlm testis. 6. H. Prolaktin ad. protein yg mengendalikan sekretori dari payudara selama kehamilan & laktasi, dan mempertahankan adanya korpus luteum selama hamil.

Lobus posterior menghasilkan :

1. H. antidiuretik (ADH/vasopresin) fx : mengatur


reabsorbsi air yg melalui ginjal. Jika hipofisis mengalami kerusakan shg ADH tdk disekresi diabetes insipidus, tdpt aliran konstan dlm volume yg besar dari urine yg encer. 2. H. oksitosin fx : merangsang kontraksi uterus pd saat persalinan & pengeluaran ASI dari payudara, membantu involutio uterus setelah melahirkan.

KELENJAR TIROID
t.d. 2 buah lobus yg terletak di sebelah kanan & kiri trakea. Kelenjar ini diperdarahi o/ arteri tiroid superior & inferior. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon triiodotironin (T3) & tiroksin (T4) yg berfx sbg perangsang proses oksidasi, mengatur penggunaan O2 & pengeluaran CO2.

Fungsi kelenjar tiroid terdiri dari : 1. Bekerja sebagai peransang proses oksidasi. 2. Mengatur penggunaan oksidasi 3. Mengatur pengeluaran karbondioksida 4. Metabolik dalam pengaturan susunan kimia dalam jaringan 5. Pada anak mempengaruhi perkembangan fisik dan mental. Hiposekresi kel. tiroid :

pd anak2 kretinisme (gejala : retardasi mental & hambatan pertumbuhan fisik) pd org dewasa miksudema (gejala : proses metabolik mundur, BB meningkat, gerakan lamban, cara berpikir & bicara lamban, dan kulit menjadi tebal & kering, rambut rontok & jarang, suhu badan di bawah normal, denyut nadi perlahan

Hipersekresi kel. Tiroid

hipertiroidisme (gejalanya kebalikan dari

miksudema ; kecepatan metabolisme & suhu tbh , BB , gelisah & mudah marah, denyut nadi , cardiac output , gagal jantung

dikenal dgn istilah penyakit Grave atau gondok

eksoftalmus/gondok beracun, dgn ciri khas mata tampak menonjol keluar.

KELENJAR PARATIROID

Tdp 4 kel. paratiroid yg normalnya ditemukan pd permukaan posterior kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid menghasilkan h. parathormon yaitu polipeptida yg berfx. mengatur metab. zat kapur/kalsium & mengendalikan jlh zat kapur dlm darah & tulang. Hipoparatiroidisme tjd kekurangan kalsium dlm darah (hipokalsemia) tetani (gejala khas : kejang2, khususnya pd tangan & kaki)

Hiperparatiroidisme akibat tumor peningkatan kalsium darah tulang menjadi dekalsifikasi & rapuh fraktur. Juga dpt menyebabkan batu ginjal & gagal ginjal akibat pengendapan kalsium dlm ginjal. KELENJAR ADRENAL/SUPRARENAL Terletak di kutub atas setiap ginjal, tepat di sebelah luar fasia ginjal. Warnanya kuning keemasan & memp. sangat banyak suplai darah.
Kelenjar adrenal t.d : 1.Bagian luar (korteks) menghasilkan h. steroid yg t.d 3 kelompok utama : a) mineralokortikoid yg paling penting adalah aldosteron meningkatkan reabsorbsi natrium kembali ke dalam darah dari urine & kemudian menyimpan natrium dalam tubuh.

b) Glukokortikoid termasuk kortisol (hidrokortisol) adalah yg terpenting membantu proses metab. karbohidrat. c) Hormon seks menghasilkan h. androgen & estrogen
2. Bagian medula menghasilkan adrenalin (epinefrin) & noradrenalin (norepinefrin) - noradrenalin menaikkan TD dengan jln merangsang serabut otot di dlm dinding pembuluh darah u/ berkontraksi. - adrenalin membantu metab. karbohidrat dgn jln menambah pengeluaran glukosa dari hati.

KELENJAR PANKREAS
Kepulauan Langerhans pd pankreas t.d 2 tipe sel : 1) sel-sel alfa () yg besar & terletak di perifer mensekresi glukagon fx : me kan kadar gula darah dengan menggerakkan glikogen dari hepar & juga memobilisasi simpanan lemak & menyebabkan pelepasan cepat insulin dari pulau Langerhans. 2) sel-sel beta () yg lebih kecil yg bergerombol di sekitar kapiler & mensekresi insulin fx : me kan kadar gula darah. Efek dasarnya adalah u/ meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel-sel, meningkatkan sintesis protein dlm sel, meningkatkan lapisan dasar lemak, dan penting utk pemecahan asam lemak sempurna oleh hepar.

Defisiensi insulin hiperglikemia (gejala : kadar gula darah tinggi, BB menurun, lelah, poliuri (sering BAK), polidipsi (mudah haus), polifagi (rasa lapar berlebih), kulit kering, mulut & lidah kering.

Hipersekresi insulin hipoglikemia, tjd akibat kelebihan dosis insulin, psn tdk makan (muntah) sesudah injeksi insulin syok hipoglikemik.

KELENJAR TIMUS
Timus terletak di belakang sternum, di depan paru-paru & jantung, berwarna kemerah-merahan. Timus relatif besar & seperti daging pd masa bayi, dan menjadi lebih kecil setelah masa pubertas. Timus sangat penting dalam perkembangan sistem limfatik (pertahanan tubuh)

KELENJAR GONAD Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin betina baik pada manusia atau hewan. pada perempuan mempunyai dua buah ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon. ovarium berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti esterogen dan progesteronpersiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang dibuahi. sel telur diovulasikanketuba fallopi dan bergerak pelan menuju rahimjika dibuahi sel telur akan melakukan implantasi pd dinding uterus dan berkembang mjd proses kehamilan.

2. Testis adalah kelenjar kelamin jantan pada priadua

testis dibungkus dgn skrotum. selama pubertas, testis berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran tergantung pada produksi sperma (bnyaknya spermatogenesis), cairan intestinal, dan produksi cairan dari sel sertoli. Pada umumnya kedua testis tidak sama besar, hal ini kr struktur anatomis pembuluh darah.

Patofisiologi Umum Gangguan Sistem Endokrin


Gangguan fx endokrin dapat terjadi akibat : peradangan atau infeksi tumor atau keganasan degenerasi idiopatik Dampak yang ditimbulkan dpt berupa : Perubahan bentuk kelenjar disertai perub. sekresi hormonal Pe an sekresi hormon (hiperfungsi kelenjar) Pe an sekresi hormon (hipofungsi kelenjar) Penyebab gang. sistem endokrin ; - primer penyebab ada pd kel. penghasil hormon - sekunder penyebab ada pd kel. di atasnya

- tertier penyebabnya di luar primer & sekunder, ex :penggunaan


obat-obatan ttt

Pengkajian Umum Sistem Endokrin


Data Demografi
- usia & jenis kelamin - BB & TB - tempat tinggal Rwyt Kesehatan Klg obesitas, gang tumbang, kel.kel tiroid, DM, infertilitas Rwyt Kesehatan & Keperawatan Klien - tanda2 seks sekunder yg tdk berkembang, ex : amenore, bulu rambut tidak rumbuh, buah dada tdk berkembang, dll - BB tdk sesuai dengan usia, ex : selalu kurus meskipun byk mkn - gang.psikologis, ex : mudah marah,sensitif, sulit bergaul & tdk mampu berkonsentrasi,dll - hospitalisasi, kaji alasan hospitalisasi, kpn tjdnya - penggunaan obat-obatan saat skrg & masa lalu, ex : hidrokortison, kontrasepsi oral, & obat antihipertensif

Riwayat Diit
Hal2 yg perlu dikaji : Adanya nausea, vomiting, & nyeri abdomen pe an & pe an BB yg drastis Nafsu mkn atau Pola mkn & minum sehari-hari Kebiasaan mengkonsumsi makanan Status Sosek - Diskusikan bgmn klien & klg memperoleh makanan sehat & bergizi - Hindarkan pertanyaan yg mengarah pd jumlah atau nilai pendapatan melainkan > difokuskan pd kualitas pengelolaan nilai ttt

Masalah Kesehatan Sekarang


Apa yg dirasakan klien apakah mslh atau gejala yg dirasakan tjd

secara tiba2 atau perlahan & sejak kpn dirasakan Bgmn gejala itu mempeng.ADL Bgmn pola eliminasi fekal maupun urine Bgmn fx seksual & reproduksi Apakah ada perub. fisik yg sgt mengganggu klien

Identifikasi hal2 yg b/d fx hormonal scr umum, spt : Tingkat Energi - Perub. kekuatan fisik dihub.dgn disfungsi kel. tiroid & adrenal - Kaji kemamp.klien dalam melakukan ADL & asupan makanan klien apakah berlebih atau kurang
Pola Eliminasi & Keseimbangan Cairan - Dipengaruhi scr langsung o/ ADH, aldosteron, & kortisol - Kaji tentang pola berkemih & jlh volume urine - Apakah klien sering terbangun malam hari u/ berkemih Tumbang - Scr langsung tumbang ada di bwh pengaruh GH, kel.tiroid, & kel.gonad - Kaji adanya gang.tumbang, apakah tjd sejak lahir, atau selama proses tumbang, atau bahkan teridentifikasi kapan gejala muncul - Kaji pertambahan ukuran tubuh, tkt inteligensia, kemamp. komunikasi,& kejiwaan klien

Pemeriksaan Fisik
Melalui pemeriksaan fisik, ada 2 (dua) aspek utama yg dpt digambarkan, yaitu : kondisi kelenjar endokrin hanya dpt dilakukan pd kel.tiroid & kel. gonad pria (testis) kondisi jaringan atau organ sbg dampak dari gang.endokrin INSPEKSI amati penampilan umum klien kelemahan berat, sedang, & ringan amati bentuk & proporsi tubuh Pd pemeriksaan wajah, amati bentuk & ekspresi wajah seperti bentuk dahi, rahang, & bibir Pd mata amati adanya edema periorbita & exophtalmus Amati lidah klien thd kelainan bentuk & penebalan, ada tidaknya tremor saat diam atau bila digerakkan gang. tiroid

Amati bentuk leher, apakah leher tampak membesar,

simetris atau tidak amati warna kulit (hiperpigmentasi atau hipopigmentasi) pd leher. Infeksi jamur, penyembuhan luka yg lama, bersisik, & petekia > sering dijumpai pd klien dgn hiperfungsi adrenokortikal. Hiperpigmentasi pd jari, siku, & lutut dijumpai pd klien hipofungsi kel. adrenal Vitiligo atau hipopigmentasi pd kulit tampak pd hipofungsi kel.adrenal sbg akibat destruksi melanosit di kulit oleh proses autoimun. biasanya tjd di wajah, leher, & ekstremitas

Penumpukan massa otot yg berlebihan pd leher bag.

belakang (Buffalow neck) & terus sampai daerah klavikula shg klien tampak bungkuk tjd hiperfungsi adrenokortikal Amati keadaan rambut aksila & dada. pertumbuhan rambut yg berlebihan pd dada & wajah wanita disebut hirsutisme. Striae pd buah dada atau abdomen sering dijumpai pd hiperfungsi adrenokortikal.

PALPASI
2 (dua) kelenjar yg dapat dipalpasi kel.tiroid & testis Normalnya, kelenjar tiroid tdk teraba, namun isthmus dpt diraba dgn menengadahkan kepala klien. - lakukan palpasi kel.tiroid per lobus, apakah ada rasa nyeri saat dipalpasi - Untuk hasil yg lebih baik, pemeriksa berada di belakang klien dgn posisi kedua ibu jari perawat di bag.belakang leher & keempat jari-jari lain ada di atas kel.tiroid - Palpasi testis dilakukan dgn posisi tidur & tgn perawat harus dlm keadaan hangat. Normalnya testis teraba lembut, peka thd sinar & kenyal seperti karet.

AUSKULTASI
Auskultasi daerah leher. Di atas kel.tidoid dpt
mengidentifikasikan bruit (bunyi yg dihasilkan akbt turbulensi pd pemb.darah tiroidea)

Normalnya, bunyi ini tdk terdengar, namun dpt

diidentifikasi bila tjd pe an sirkulasi darah ke kel.tiroid sbg dampak pe an aktivitas kel.tiroid

PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL. Keterampilan koping, dukungan klg, teman/kerabat perawat harus mengkaji sejauh mana pengetahuan klien tentang sehat sakit sehingga akan mempengaruhi persepsi klien terhadap dirinya sendirioleh kr perub yang dialami menyangkut perub fisik, fs sexual dll.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK SISTEM ENDOKRIN


Pemeriksaan Diagnostik pd Kelenjar Hipofise Foto kranium u/ melihat kondisi sella tursika adanya tumor atau atrofi Foto tulang (osteo) u/ melihat kondisi tulang, ex : gigantisme & akromegali CT-scan otak u/ melihat adanya tumor pd hipofise atau hipotalamus Kadar Growth Hormon (GH) - Nilai normal 10 g/ml pd anak & org dewasa. Spesimen adalah darah vena + 5 cc Kadar Tiroid Stimulating Hormon (TSH) u/ menentukan apakah gang kel.tiroid bersifat primer atau sekunder.Dibutuhkan darah + 5 cc. Nilai normal 6-10 g/ml

Kadar Adrenokortikotropik (ACTH) dilakukan dgn test

supresi deksametason. Spesimen yg diperlukan adalah darah vena + 5 cc & urine 24 jam Hasil normal bila : - ACTH menurun kadarnya dalam darah. Kortisol darah < 5 ml/dl - 17-Hydroxi-Cortiko-Steroid (17-OHCS) dlm urine 24 jam < 2,5 mg Cara sederhana dpt dilakukan dgn pemberian deksametason 1 mg per oral tengah malam, baru darah vena diambil < 5 cc pd pagi hari & urine ditampung selama 5 jam. Nilai normal bila kadar kortisol darah < 3 mg/dl & ekskresi 17 OHCS dlm urine 24 jam < 2,5 mg

Pemeriksaan Diagnostik pada Kelenjar Tiroid


Up take Radioaktif (RAI) u/ mengukur kemampuan kel.tiroid
dalam menangkap iodida Persiapan : - klien puasa 6-8 jam - jelaskan tujuan & prosedur Pelaksanaan : - klien diberi Radioaktif Jodium (I) per oral sebanyak 50 microcuri. Dengan alat pengukur yg ditaruh di atas kel. tiroid diukur radioaktif yg tertahan - juga dpt diukur clearence I melalui ginjal dengan mengumpulkan urine selama 24 jam & diukur kadar radioaktif jodiumnya. Banyaknya I yg ditahan o/ kel.tiroid dihitung dlm persentase sbb : Normal : 10 35% < 10% dpt tjd pd hipotirodisme > 35% dpt tjd pd tirotoxikosis atau pd defisiensi jodium yg sdh lama & pd pengobatan lama hipertiroidisme

T3 dan T4 Serum Spesimen yg dibutuhkan adalah darah vena sebanyak 5-10 cc nilai normal pd org dewasa : T3 : 0,2 0,3 mg/dl T4 : 6 12 mg/dl nilai normal pd bayi/anak T3 : 180 240 mg/dl
Up take T3 Resin u/ mengukur jlh hormon tiroid (T3) atau tiroid binding globulin (TBG) tak jenuh. Protein Bound Iodine (PBI) u/mengukur jodium yg terikat dgn protein plasma. Nilai normal 4-8 mg% dalam 100 ml darah. Scanning Tyroid - Radio Iodine Scanning - Up take Iodine. Nilai normal 10-30% dalam 24 jam

Pemeriksaan Diagnostik pada Kelenjar Paratiroid - Pemeriksaan Radiologi u/ melihat adanya kalsifikasi tulang, penipisan, & osteoporosis. - Pemeriksaan Elektrocardiogram (ECG) u/ mengidentifikasi kelainan gambaran EKG akbt perub. kadar kalsium serum thd otot jantung. Pada hipoparatiroid, akan dijumpai gel. Q-T yg memanjang, sedangkan pd hiperparatiroid interval Q-T mungkin normal. - Pemeriksaan Elektromiogram (EMG) u/ mengidentifikasi perub.kontraksi otot akbt perub.kadar kalsium serum.

Pemeriksaan Diagnostik pada Kelenjar Pankreas


Pemeriksaan Glukosa - gula darah puasa (Fasted Blood Sugar) u/ menilai kadar gula darah setelah puasa selama 8-10 jam Nilai normal : Dewasa : 70-120 mg/dl Bayi : 50-80 mg/dl Anak-anak : 60-100 mg/dl

- Gula darah 2 jam setelah makan (2 jam PP/post

prandial) u/ menilai kadar gula darah 2 jam setelah makan

Pemeriksaan Diagnostik pada Kelenjar Adrenal


Pemeriksaan Hemokonsentrasi Darah
Nilai normal pada : Dewasa wanita : 37-47% Pria : 45-54% Anak-anak : 31-43% Bayi : 30-40% Neonatal : 44-62% Spesimen darah dpt diperoleh dari perifer seperti ujung jari atau melalui punksi intravena. Bubuhi antikoagulan ke dalam darah u/ mencegah pembekuan. Pemeriksaan Elektrolit Serum (Na, K, Cl) dengan nilai normal : Natrium : 310-335 mg (13,6-14 meq/L) Kalium : 14-20 mg% (3,5-5,0 meq/L) Chlorida : 350-375 mg% (100-106 meq/L)

Pada hipofungsi adrenal akan tjd hipernatremia & hipokalemia, sebaliknya pd hiperfungsi adrenal akan tjd hiponatremia & hiperkalemia. Percobaan Vanil Mandelic Acid (VMA) u/ mengukur katekolamin dalam urine 24 jam. Nilai normal 1-5 mg.
Stimulasi Test u/ mengevaluasi & mendeteksi hipofungsi adrenal. Dapat dilakukan thd kortisol dgn pemberian ACTH. Stimulasi thd aldosteron dgn pemberian sodium.