Anda di halaman 1dari 44

Ade Ismail A. K., drg.

Memperbaiki prognosis gigi dan menempatkan kembali (reattachment) Memperbaiki estetis Mengoreksi kelainan morfologi dan juga untuk :
Mencegah akumulasi plak Mencegah poket kambuh kembali

Perawatan poket/ penyakit periodontal Memperbaiki masalah yang berhubungan dengan kelainan morfologi Kombinasi keduanya Untuk persiapan preprostetik untuk penempatan implant gigi

Medical History lengkap Tekanan darah dicatat Kepastian terapi bedah setelah kontrol plak, scaling, root planing, restorative, prosthetic, endodontik, orthodontic, occlusal stabilization dan prosedur spinting telah sempurna dan kasus-kasus tersebut telah di- reevaluasi Inform consent bedah hrs komplit dalam semua kasus, dan dokumentase periodontial adalah suatu keharusan

1. Seleksi prosedur harus didasarkan pada:

Simpel Predictability Efisiensi Mucogingival considerations Topografi tulang di bawahnya Anatomis dan keterbatasan fisik (mulut kecil, gagging, foramen mentale) Usia dan faktor sistemik (Cardiac arrythmias dan murmurs, DM, history of radiation treatment, hypoparathyroidisme, hyperparathyroidisme, dll)

2. Semua insisi hrs bersih, halus, dan pasti.

Indecision: tidak rata, kasar, membutuhkan waktu penyembuhan lbh lama.

3. Semua flap hrs di desain untuk dapat dimanfaatkan sec.maksimum dan retensi gingiva berkeratin shg dapat mempertahankan zone fungsional dari gingiva cekat dan mencegah prosedur sekunder

4. Flap di desain untuk ases cukup dan visibility 5. Keterlibatan dari area yang tidak terlibat harus dihindari 6. Desain flap hrs mencegah terbukanya tulang yang tidak penting dg hasil hilangnya tulang dan pembentukan dehisensi atau fenestrasi

7. Maksud prosedur utama lebih disukai untuk maksud sekunder 8. Dasar flap hrs luas sbg aspek koronal mengikuti vaskularisasi adekwat 9. Tissue tags harus diambil akan mempercepat healing dan mencegah regrowth jaringan granulasi 10. Stabilisasi flap cukup penting untuk mencegah , perdarahan yang tidak perlu, pembentukan hematom, tulang terbuka, dan kemungkinan infeksi

Tergantung tipe & keparahan Inisial terapi harus sempurna Diagnosa harus cermat dan akurat Pertimbangan prognose Efektivitas dan efisiensi Informed consent

Kuretase dan ENAP Gingivectomy Gingivoplasty Frenectomy Flap Surgery

Kuretase (curettage) - scraping - pengerukan - pengkuretan Membuang dinding poket yg mengalami granulasi/fibroblastik/angioblastik dan inflamasi.

Mengambil/membuang jar granulasi yang mengalami inflamasi kronis pada dinding poket Jaringan granulasi - koloni bakteri - subgingival kalkulus - destruksi epit sulkus - destruksi epit attach

Poket dangkal moderat (3-5 mm) Oedematous, inflamasi, non fibrotik Kontur gingiva relatif baik Ada kontra indikasi bedah perio lanjut Recall visit untuk maintenance poket yang rekuren

Periodontitis ditandai terbentuknya poket periodontal, resorbsi tulang alveolar, kegoyahan gigi
Newman dkk, 2000. Clinical Periodontology

Dinding poket fibrotik Poket yang dalam Keterlibatan percabangan akar Daerah sulit dijangkau / asesibilitas<<

Kelanjutan skeling dan root planing Menghilangkan jaringan granulasi Membuat luka baru Closed method / blind method

1. Anaestesi lokal dgn cytoject

2. Masukkan kuret sampai dasar poket, sisi tajam pada epitel sulkuler 3. Lakukan pengerokan (kuret) bbrp kali 4. Irigasi 5. Tekan daerah operasi 3-5 menit 6. Suturing ( tentative) 7. Aplikasi periodontal dressing 8. Kontrol 1 minggu

Perbaikan epitel sulkus 2 - 7 hari Perbaikan epitel cekat 5 hari Pengkerutan gingival margin 7 hari Penyembuhan sempura 2 minggu
Carranza & Newman, 1996)

1. Prosedur sulit secara teknis

2. Butuh waktu > lama 3. Penyembuhan hampir sama dgn insisi/bedah 4. Hasilnya tdk terlalu signifikan dibandingkan skeling & root planing saja
Lindhe, 1984

Modifikasi kuretase dengan insisi dinding poket ENAP = open kuretase

Indikasi umum = kuretase Jika diperlukan eksisi Gingiva keratin adekuat Localized regio anterior, papilla interdental Periodontitis ringan/sedang Apabila tidak mementingkan estetik

Periodontitis berat poket dalam Poket infrabony gingiva keratin sempit Kerusakan tulang alveolar Jaringan hiperplastik Keterlibatan furkasi daerah interproksimal sulit dijangkau

Aksesibilitas > kuretase Pengambilan jar granulasi > optimal dan terkontrol Bisa untuk poket yg lebih dalam (dibandingkan kuretase) Efektif untuk poket suprabony yang oedematus (juga fibrosis ringan) Sedikit kerusakan pada jaringan lunak Merupakan prosedur yg predictable untuk eliminasi poket

Tdk untuk poket //mukogingival junction Tidak untuk defek tulang Tidak untuk kerusakan daerah apikal poket Menimbulkan resesi gingiva Sulit tentukan daerah epithel attachment

Scaling dan root planing dilakukan kurang lebih 1 minggu sebelum tindakan. Anastesi lokal (infiltrasi/ cytoject) Pengukuran kedalaman pocket Incisi interneal bevel dengan scalpel no 11 dan 15, di bagian facial, lingual dan interproksimal Jaringan yang mengalami inflamasi dan granulasi diambil dengan scaler dan kuret Permukaan akar di haluskan dan dibersihkan dari semua kotoran (kalkulus, semen nekrotik) Irigasi normal salin Suturing Penutupan luka dengan periodontal pack

Definisi :
Tindakan bedah gingiva dengan mengambil jaringan lunak poket atau gingival enlargement. Sehingga akan terbentuk tepi gingiva yang baru. Dengan kontur dan bentuk serta ketajaman tepi yang normal baik secara anatomis maupun fisiologis, sehingga setiap gingivectomy selalu di ikuti dengan gingivopalsti.

Poket supraboni dengan kedalaman 4 mm Poket supraboni dengan dinding gingiva yg fibrous dan keras. Pembersaran gingiva Perikoronitis Perwatan furcation involvement Interdental gingival crater

Tak dapat mempertahankan kebersihan mulut Inflamasi akut Bifurcatio involvement yang disertai kerusakan tulang pada gigi posterior Frekuensi karies tinggi Malposisi gigi Penyakit sistemik yang tidak terkontrol

Persiapan (SRP, perbaikan restorasi, memperbaiki occlusal disharmony) Anastesi Marking pocket depth Incisi (discontinuous/ continuous) SRP Gingivoplasty Irigasi saline Periodontal pack

Gingivectomy.flv

Tindakan pembentukan kembali gingiva untuk menciptakan fisiologis kontur gingiva tanpa adanya pocket. Dikerjakan dengan pisau bedah, skalpel, diamond stone dan alat rotasi seperti brush, rubber brush, dll. Prosedur membentuk kembali gingiva dengan menciptakan garis tepi gingiva dalam bentuk escalloped, tipis dan menciptakan groove dari interdental gingiva

Adalah suatu tindakan bedah periodontal untuk mengoreksi perlekatan frenulum maupun otot yang tinggi baik diikuti gingiva cekat sempit maupun yang lebar. Tujuan : untuk menghilangkan atau mengoreksi adanya tarikan frenulum maupun perlekatan otot terhadap marginal gingiva selama mulut berfungsi agar plak maupun debris tidak terjerat ke dalam sulkus gingiva. Dengan adanya koreksi terhadap kelainan tersebut, diharapkan inflamasi pada tepi gingiva dapat dihindari Untuk keperluan perawatan ortodonsi (adanya diastema pada gigi incisivus sentral)

Terapi fase awal Anastesi di bagian distal dan mesial frenulum Insisi horisontal pada mucogingival junction Arteri clamp atau nedlee holder dijepitkan samapi dasar frenulum dan menempel pada gingiva, sehingga daerah irisan di superior nedle holder agak longgar Insisi di daerah superior nedle holder untuk melepaskan bibir. Untuk mencdegah perdarahan maka di jahit terlebih dahulu di daerah bibir Kemudian bagian frenulum inferior kita lepaskan dari mukosa alveolaris maupun dasar frenulum

Mukosa alveolaris dihilangkan sampai dasar periosteum termasuk serabut-serabut nya juga dihilangkan. Untuk mencegah relaps, dilakukan fenetrasi ke daerah permukaan tulang dengan alat kuret dikerok dan dibersihkan semua jaringan dan serabut periosteum kita ambil supaya tidak ada pertemuan serabut bagian koronal dengan apikal Apabila terjadi diastema maka pengambilan jaringan periosteum sampai bagian palatinal Irigasi dengan salin kemudian di tekan selama 3-5 menit untuk menghilangkan jendalan darah Pemasangan periodontal pack

SEBELUM

SESUDAH

frenectomy.DAT