Anda di halaman 1dari 9

MENGENAI

Oleh: Kelompok II (Dua) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Rinaldi Pranata Sitepu Hetty Restika Sari Andi Aris Munandar Gibran Sapta Wiguna Alia Nur Fitrillah Fanni Fatonah Ashadi Surya Darma Shela Febrianti Ginanjar Zaki Mukhyidin (1000077) (1000497) (1002480) (1003090) (1003133) (1005218) (1006745) (1008992) (0707296)

Sejarah Singkat Teh


Banyak sumber yang menyatakan bahwa Bangsa China adalah bangsa yang pertama kali mengkonsumsi teh sekitar 2737 SM. Tanaman Teh pertama kali masuk ke Indonesia pada 1684 , berupa biji teh dari Jepang yang dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer. Pada tahun 1826 tanaman teh berhasil ditanam di Kebun Raya Bogor, dan pada tahun 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Berhasilnya penanaman percobaan skala besar di Wanayasa (Purwakarta) dan di Raung (Banyuwangi). Teh dari Jawa tercatat pertama kali diterima di Amsterdam tahun 1835. Teh jenis Assam mulai masuk ke Indonesia (Jawa) dari Sri Lanka (Ceylon) pada tahun 1877, dan ditanam oleh R.E. Kerkhoven di kebun Gambung, Jawa Barat. Dengan masuknya teh Assam tersebut ke Indonesia, secara berangsur tanaman teh China diganti dengan teh Assam, dan sejak itu pula perkebunan teh di Indonesia berkembang semakin luas. Pada tahun 1910 mulai dibangun perkebunan teh di daerah Simalungun, Sumatera Utara.

Teh Hitam

Pengolahan Teh Hitam


Proses ini dilakukan selama 14-18 jam Hasil pelayuan yang baik ditandai dengan pucuk layu yang berwarna hijau kekuningan, tidak mengering, tangkai muda menjadi lentur, bila digenggam terasa lembut dan bila dilemparkan tidak akan buyar serta timbul aroma yang khas seperti buah masak.

Proses ini biasanya berlangsung selama 90-120 menit, dengan menggunakan Open Top Roller (OTR), Rotorvane dan Press Cup Roller (PCR) : untuk teh hitam orthodox dan Mesin Crushing Tearing and Curling (CTC) : untuk teh hitam CTC.

Gambar 1. Diagram alir pengolahan teh hitam Sistem Orthodox

yaitu bahan baku yang berupa pucuk halus dari hasil pemetikan medium murni, karena pucuk yang halus sangat membantu kelancaran proses penggilingan. Pucuk teh halus ini minimal harus 60% dan utuh. Proses pelayuan membutuhkan waktu 4-6 jam dan masih memerlukan pelayuan bahan kimia, sehingga pelayuan diperpanjang menjadi 12-16 jam. Pengayakan ini sangat berguna dalam pengolahan, yaitu untuk memisahkan pucuk dari berbagai kotoran. Mesin giling CTC mampu menghancurkan daun dengan sempurna, sehingga seluruh sel daunnya pecah, dengan demikian menghasilkan oksidasi enzimatis (fermentasi) senyawa-senyawa polifenol lebih banyak. Penghancuran daun yang merta ini, akan menunjang terjadinya berbagai proses biokimia, antara lain adalah proses oksidasi enzimatis polifenol, perombakan pektin oleh enzim dan perombakan klorofil oleh enzim. Fermentasi bubuk basah memerlukan suhu udara rendah 25C dan kelembaban 90%-100%. Fermentasi pada pengolahan CTC ini dapat memakai fermenting trays, dibeber dilantai atau continous fermenting mechine (CFM). Waktu fermentasi antara 80-85 menit. Hasil fermentasi teh CTC lebih merata, karena bubuk basah lebih kecil dan rata. Pengeringan dilakukan sampai kadar air pada bahan mencapai 3-5%. Sortasi teh kering pada pengolahan CTC lebih sederhana dibandingkan dengan teh hitam orthodox. Keringan teh CTC ukurannya hampir seragam dan serta-serat yang tercampur dengan keringan hanya sedikit. Di samping memisahkan serat dan tangkai, sor tasi kering juga dapat memisahkan partikel-partikel teh yang ukurannya seragam.

Gambar 1. Diagram alir pengolahan teh hitam Sistem Orthodox

Tabel Perbedaan Pengolahan dan Hasil dari Sistem Orthodox dengan Sistem CTC
Pengolahan teh Sistem Orthodox dengan Sistem CTC Perbedaan hasil teh Sistem Orthodox dan Sistem CTC

Beberapa Produk Hasil Olahan dari Teh Hitam

KUALITAS TEH HITAM


Dalam ranah perdagangan teh hitam, secara umum ada tiga kriteria yang menjadi sandaran dalam sistem penilaian mutu. Ketiga kriteria tersebut adalah kenampakkan (appearance), warna dan rasa air seduhan (inner quality) serta yang ketiga adalah ampas seduhan (infusion). Teh yang clean (bersih), even (rata) dan blackish (kehitaman) adalah beberapa sifat mutu teh yang mudah dikenali melalui deteksi indera mata.

BEBERAPA MANFAAT TEH HITAM


Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Menurunkan kolesterol dan resiko serangan jantung Mencegah aterosklerosis Menurunkan hipertensi Memperkecil resiko stroke Memiliki manfaat anti diabetes Anti kanker Meningkatkan metabolism Membantu merampingkan tubuh dan mempertahankan berat badan ideal Meningkatkan stamina Meningkatkan kesiagaan daya pikir dan meredakan stress Menurunkan resiko penurunan daya pikir Meningkatkan daya tahan tubuh Mengatasi infeksi bakteri dan jamur Mencegah karies gigi dan bau mulut/halitosis Sebagai minuman kesehatan dan anti penuaan dini Memelihara kesehatan lainnya, antara lain: Menghambat osteoporosis (keropos tulang), menurunkan asam urat, meredakan migren dan lain-lain.