Anda di halaman 1dari 29

AKUNTANSI DASAR

Kalau Mudah, Mengapa Dipersulit?


Disampaikan Oleh: Drs. Agus Hermawan
Divisi Pelatihan Absindo - Jabar

MENGAPA AKUNTANSI?
Q.S AL-BAQOROH : 43 Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku Q.S. AL-KAHFI : 30 Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sholeh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amalannya dengan baik (ihsan)

HIKMAH YANG BISA DIAMBIL


Q.S AL-BAQOROH:43 Kewajiban seorang muslim untuk membayar zakat berimplikasi harus adanya perhitungan yang tepat. Q.S AL-KAHFI:30 Allooh SWT memberikan pahala kepada orang-orang yang beramal secara ihsan & itqon (baik dan profesional)

MENGAPA AKUNTANSI ?
QS. AL-BAQOROH: 282

Intisarinya:
1. Apabila bermuamalah secara tidak tunai untuk waktu yang ditentukan, harus ada yang menuliskannya. 2. Jangan jemu menuliskannya baik hutang itu kecil maupun besar sampai bata waktu membayarnya.

SIFAT AKUNTANSI SYARIAH

Penentuan Laba Pelaporan yang baik Rugi yang tepat karena perusahaan bertanggung jawab Ketaatan pada kepada masyarakat hukum syariah untuk Keterikatan pada Berguna perhitungan zakat keadilan

PENGERTIAN
proses pengidentifikasian, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
Accountability Pembukuan harus dapat dipertanggung jawabkan kebenayanya karenanya harus didukung oleh bukti bukti yang jelas dan otoratif. Auditability Pembukuan dapat dengan mudah dipahami oleh pemakai laporan , mudah ditelusuri dan mudah dilakukan pencocokan bukti (tracing). Simpllicity Pembukuan disesuaikan dengan praktis, sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan KJKS/UJKS/BMT tanpa mengubah prinsip prinsip penyusunan laporan keuangan.

KEGIATAN AKUNTANSI
Identifikasi dan pengukuran data yang relevan untuk pengambilan keputusan. Pemrosesan data dan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan. Pengkomunikasian informasi kepada pihak pemakai laporan. Kegiatan-kegiatan tersebut terjadi secara berulang-ulang sehingga membentuk siklus.

SIKLUS AKUNTANSI
Laporan Akuntansi Pemakaian Informasi Akuntansi

Pencatatan

Pengikhtisaran

Transaksi

Penggolongan

Menganalisa & Mengikhtisarkan

Mulai dari Neraca.


A K T I V A
P A S S I V A

Penggunaan Dana

Sumber/ Asal Dana

KEMANA?

DARIMANA ?

Modal Awal pendirian BMT Sukses Rp 10 juta

A K T I V A
Kas 10.000.000

P A S S I V A

Modal

10.000.000

10.000.000

10.000.000

KEMANA ?

DARIMANA ?

Belanja Komputer/Aktiva Tetap Rp 2.000.000 (cash)

A K T I V A
Kas 8.000.000

P A S S I V A

Aktiva Tetap

2.000.000

Modal

10.000.000

10.000.000

10.000.000

KEMANA?

DARIMANA ?

Masuk tabungan Rp 5.000.000

A K T I V A
Kas Kas 8.000.000 13.000.000

P A S S I V A Tabungan 5.000.000

Aktiva Tetap

2.000.000

Modal

10.000.000

10.000.000 15.000.000

10.000.000 15.000.000

KEMANA ?

DARIMANA ?

Mencairkan pembiayaan Rp 1 juta

A K T I V A
Kas Kas Pembiayaan 12.000.000 13.000.000 1.000.000

P A S S I V A Tabungan 5.000.000

Aktiva Tetap

2.000.000

Modal

10.000.000

15.000.000

15.000.000

KEMANA ?

DARIMANA ?

Menerima Angsuran Rp 100.000, dan basil Rp 50.000

LAPORAN LABA RUGI P A S S I V A A K T I V A A. PENDAPATAN 50.000 Kas Kas Kas B. BEBAN 12.100.000 12.150.000 12.000.000 C. LABA RUGI Pembiayaan 1.000.000 Pembiayaan 900.000 Tabungan 0 5.000.000

50.000

Aktiva Tetap

2.000.000

Modal

10.000.000

Laba
15.000.000 15.050.000

50.000
15.050.000 15.000.000

KEMANA ?

DARIMANA ?

Membeli 1 rim kertas Rp 20.000

LAPORAN LABA RUGI P A S S I V A A K T I V A A. PENDAPATAN 50.000 Kas Kas Pembiayaan 12.130.000 12.150.000 B. BEBAN Tabungan 20.000 5.000.000

C. LABA RUGI 900.000

30.000

Aktiva Tetap

2.000.000

Modal

10.000.000

Laba Laba
15.030.000 15.050.000

30.000 50.000
15.050.000 15.030.000

KEMANA ?

DARIMANA ?

PERSAMAAN AKUNTANSI

AKTIVA

PASSIVA

HARTA
HARTA

=
=

KEWAJIBAN + MODAL
KEWAJIBAN + MODAL + (Pendapatan Biaya)

ATURAN DEBET - KREDIT


Debet : perkiraan di sisi kiri Kredit : perkiraan di sisi kanan
AKTIVA Perkiraan-Perkiraan Aktiva KEWAJIBAN Perkiraan-perkiraan Hutang

Debet untuk Penambahan

Kredit untuk Pengurangan

Debet untuk Pengurangan

Kredit untuk Penambahan

Modal Perkiraan-perkiraan Modal Debet untuk Pengurangan Kredit untuk Penambahan

Perkiraan 1. Harta 2. Kewajiban 3. Modal 4. Pendapatan 5. Beban Debet Kredit Kredit Kredit Debet

+
Kredit Debet Debet Debet Kredit

MENJURNAL
Dahulukan Perkiraan Debet, Kemudian perkiraan kredit D: nama perkiraan Rp.. K: nama perkiraan Rp

Di baca: perkiraan debet pada perkiraan kredit sebesar Rp..

Modal Awal pendirian BMT Sukses Rp 10 juta

A K T I V A
Kas Jurnal: D: Kas K: Modal Rp 10.000.000 10.000.000

P A S S I V A

Rp 10.000.000 Modal 10.000.000

10.000.000

10.000.000

Belanja Komputer/Aktiva Tetap Rp 2.000.000 (cash)

A K T I V A
Kas Jurnal: D: Peralatan K: Kas Rp 2.000.000 8.000.000

P A S S I V A

Rp 2.000.000 Modal 10.000.000

Aktiva Tetap

2.000.000

10.000.000

10.000.000

Masuk tabungan Rp 5.000.000

A K T I V A
Kas Jurnal: D: Kas K: Rp 5.000.000 Tabungan 13.000.000

P A S S I V A Tabungan 5.000.000

Rp 5.000.000 Modal 10.000.000

Aktiva Tetap

2.000.000

15.000.000

15.000.000

Mencairkan pembiayaan Rp 1 juta

A K T I V A
Kas Pembiayaan Jurnal: D: Pembiayaan K: Aktiva Tetap Kas 2.000.000 Modal 12.000.000 1.000.000

P A S S I V A Tabungan 5.000.000

Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 10.000.000

15.000.000

15.000.000

Menerima Angsuran Rp 100.000, dan basil Rp 50.000

A K T I V A
Kas 12.150.000

P A S S I V A Tabungan 5.000.000

Pembiayaan
Jurnal: D: Kas K: K: Aktiva Tetap

900.000

Rp 150.000 Pendapatan Pembiayaan 2.000.000 Rp 50.000 10.000.000 50.000 15.050.000 Rp 100.000 Modal Laba

15.050.000

Membeli 1 rim kertas Rp 20.000

A K T I V A
Kas Pembiayaan Jurnal: D: Biaya K: Aktiva Tetap Kas 2.000.000 15.030.000 Rp 20.000 Rp 12.130.000 900.000

P A S S I V A Tabungan 5.000.000

20.000 10.000.000 30.000 15.030.000

Modal Laba

PENGELOMPOKAN TRANSAKSI
Setiap transaksi yang masuk dikelompokkan ke dalam posnya masingmasing sehingga akan diketahui total nominal masing-masing pos. Pengelompokan transaksi dimasukkan ke dalam Buku Besar masing-masing pos

BUKU BESAR
Contoh Format: BUKU BESAR KAS

Tgl
07

Keterangan

Debet
3.000.000

Kredit
10.000.000

Saldo
7.000.000

Paraf

Menunjukkan total kas yang ada. Nilai tsb masuk ke dalam neraca hari tsb

TOTAL SALDO PADA BUKU BESAR DIPINDAHKAN KE DALAM LAPORAN KEUANGAN (NERACA & LABA RUGI)