Anda di halaman 1dari 21

Assalamualaikum wr.

wb
Tutor : Dr. Suryani Ketua : SUDARIA NINGSIH SEKRETARIS : SURYA INDAH PUTRA ANGGOTA : SRI RAHMI DAULAY SUCI PRATIWI SUCI RAMADHANI SULAIMAN SUNDARI SURYA FAHROZI SURYA KENCANA SYAELA FITRI SYAFRIDA HANDAYANI SYAHLIZA SYAHPUTRA SGD XXI

WANITA YANG PUCAT & LEMAH


Seorang wanita, usia 45 tahun, datang ke poli penyakit Dalam dengan keluhan muka pucat sejak 3 bulan yang lalu dan dirasakan semakin memberat sejak 2 minggu ini. Kelihan muka pucat disertai lemah badan, cepat lelah dan mata berkunang-kunang. Keluhan sesak nafas dan jantung berdebar (-). Keluhan muntah darah dan BAB hitam sebelumnya (-). Keluhan gusi berdarah, mimisan dan lebam-lebam pada tubuh (-). Keluhan mata kuning dan BAK seperti air the (-). Riwayat keluar cacing dari anis sejak 3 bulan yang lalu. Os adalah seorang petani dan jarang memakai sendal sewaktu bekerja. Os makan 3 kali sehari dan dengan porsi dan gizi yang cukup.

Pasien masuk poli penyakit dalam dengan keadaan composmentis, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 80x/menit reguler, respiratori rate 18x/menit, suhu 36,5C. Pada pemeriksaan fisik dijumpai pasien underweigh. Pada mata dijumpai konjungtiva anemis, mulut: papil atrofi (+), lain-lain tidak dijumpai kelainan. Dari pemeriksaan darah rutin : Hb 7,3 gr/dl, leukosit 8500 ul/menit, Ht 18%, trombosit 280.000, MCV : 65, MCH :18. Pada pemeriksaan feses rutin dijumpai telur cacing tambang (+). Pada pemeriksaan morfologi darah tepi kesan hipokrom mikrositer, anisositosis, dan poikilositosis. Pada pemeriksaan status hematologis SI 18, TIBC 450. Saniturasi transferin 4%. Pemeriksaan lain dalam batas normal.

TERMINOLOGI
Composmentis : Tingkat kesadaran sepenuhnya baik terhadap diri maupun lingkungan sekitarnya. Papil Atrofi : Dilihat dari lidah papil-papil kelihatan mengecil MCV ( Mean Corpusculare Volume ) : ukuran sel darah merah

MASALAH
1. 2.

3.

Wanita dengan keluhan muka pucat disertai lemah badan, cepat lelah dan mata berkunang-kunang. Keluar cacing dari anus sejak 3 bulan lalu tapi Os makan 3 kali sehari dan dengan porsi dan gizi yang cukup. Dari pemeriksaan darah rutin : Hb 7,3 gr/dl, leukosit 8500 ul/menit, Ht 18%, trombosit 280.000, MCV :65, MCH :18, pada feses dijumpai cacing tambang, morfologi darah tepi kesan hipokrom mikrositer, anisositosis, poikilositosis, status hematologi SI 18, TIBC 450, dan saniturasi transferin 4%.

MCH ( Mean Corpusculare Hb ) : keadaan Hb dalam eritrosit Hipokrom : Mengandung sejumlah kecil kromosom yang abnormal, ditandai dengan kekurangan pigmentasi yang abnormal, khususnya kromatin dalam inti sel Mikrositer : Sel yang mengecil Anisositosis : Besar sel yang tidak sama terutama pada sel darah merah. Poikilositosis : Kelainan darah yang ditandai dengan adanya eritrosit berbagai bentuk

Saturasi : Kadar transferin dalam darah ( tingkat kejenuhan ) Transferin : Persentase teosferin yang diberikan dengan besi serum sapel yang dihitung berdasarkan rumus digunakan pada pasien dengan def besi atau beban yang terlalu berat. TIBC : Kapasitas ikatan besi total.

Pembahasan Masalah
1.

2.

3.

Kemungkinan wanita tersebut anemia, dehidrasi, dan hipotensi karena didukung adanya muka kelihatan pucat, lemah badan, cepat lelah, dan mata berkunang-kunang. Kemungkinan Os kehilangan zat besi sebagai akibat infeksi cacing tambang. Disebabkan makanan yang Os makan diserap cacing tambang karena cacing tambang menyerap berupa darah dan zat besi. Dari pemeriksaan didiagnosis anemia deferensial besi karena ditemukan Hb, MHC, & MCH dan didukung morfologi darah tepi kesan hipokrom mikrositer, anisositosis,poikilositosis, dan juga TIBC yang meningkat.

Tepi darah Telur cacing hipokrom Hb, MCV, &MCH TIBC Leukosit normal Saturasi transferin tambang (+) mikrositer
Pemeriksaan lab Keluar cacing riwayat Muntah Sesak nafas & Mata berkunang-kunang jantung berdebar darah & BAB hitam Makan secara rutin Gusi berdarh, mimisan & lebamlebam

POHON TOPIK

Anemia defesiensi besi

Muka pucat

lemah

Keluhan +
Ke poli penyakit dalam Os petani

Keluhan (-)

Tujuan pembelajaran
Untuk mengetahui tentang anemia, pembagian anemia, gejala klinis dan penyebab anamia. Untuk mengetahui pemeriksaan yang harus dilakukan & pengobatannya.

TAMBAHAN
Anemia Anemia dalah suatu tanda dengan hemaglobin kurang dari 12 gr% eritrosit atau hematokrit kurang dari normal. Jenis-jenis anemia 1.Anemia megaloblastik Anemia megaloblastik adalah gangguan yang disebabkan oleh defek sintesis DNA dalam sel-sel terutama dari hematopoietik. Klasifikasi anemia megaloblastik dapat dikelompokkan dalam : defesiensi kobalamin, defesiensi asam folat, dan sebab-sebab lain. Asam folat dan B12 adalah zat yang berhubungan dengan unsur makanan yang sangat diperlukan bgi tubuh. Peran utama dari asam folat dan vitamin B12 adalah dalam metabolisme intraseluler. Bila kedua zat tersebut mengalami defesiensi, akan menghasilkan tidak sempurnanya sistesis DNA. Hematopoiesis sangat sensitif pada defesiensi vitamin tersebut, dan gejala awal ialah anemia megaloblastik. Untuk membuat diagnosis perlu diperhatikan gejala klinis dan laboratoris. Tetapi ditunjukkan untuk penggantian atau menghilangkan defesiensi tersebut.

2. Anemia difesiensi besi Dasar kelainan : kadar zat besi dalam plasma & Hb kurang. Etiologi Kehilangan besi sebagai akibat perdarahan menahun dapat berasal dari : saluran cerna, saluran genitalia perempuan, saluran kemih, & saluran nafas. Faktor nutrisi : akibat kurangnya jumlah besi total dalam makanan atau kualitas besi Kebutuhan besi meningkat Gangguan absorbsi besi : gastrektomi

Patogenesis Perdarahan menahun menyebabkan kehilangan besi sehingga cadangan besi makin menurun. Jika cadangan besi menurun, disebut iron depleted state. Keadaan ini ditandai oleh penurunan kadar ferin serum, peningkatan absorbsi besi dalam usus, seta pengecatan besi dalam sumsum tulang negatif.

Gejala anemia defesiensi

Gejala khas defesiensi

Turunya Hb di bawah 7-8 g/dl. Gejala ini berupa badan lemah,lesu,cepat lelah, mata berkunangkunang serta telinga mendenging. Koilonychia : kuku sendok, kuku menjadi rapuh, bergaris-garis verikal & dan menjadi cekung. Artofi papil lidah Stomatis angularis Disfagia : nyeri nelan Atrofi mukosa gaster Pica : keinginan utk memakan bahan yang tidak lazim

Pemiksaan lab

Diagnosis

Kadar Hb & indeks eritrosit: didapatkan anemia hipokromik mikrositer dengan penurunan kadar Hb mulai dari ringanberat. MCV & MCH menurun. MCV <70fl hanya di dapat pada anemia defesiensi besi dan thalasemia major. Hapusan darah tepi menunjukkan anemia hipokronik mikrositer,anisositosis, & poikilositosis. Leukosit dan trombosit pada umumnya normal. Konsentrasi besi serum menurun pada ADB dan TIBC meningkat. Tahap pertama adalah menentukan adanya anemia dengan mengukur kadar Hb atau Ht. tahap kedua adalah memastikan adanya defesiensi besi, sedangkan tahap ketiga menentukan penyebab dari defesiensi yang terjadi.

Penatalaksanaan
Terapi umum Istirahat Diet : diet tinggi kalori dan protein Mendikamentosa : preparat zat (sulfasferosus 3x1 tablet) b. Terapi komplikasi : digitalis
a.

besi

ANEMIA APLASTIK
EPIDEMIOLOGI anemia Aplastik didapat umumnya muncul pada usia 15 sampai 25 tahun ; puncak insidens kedua yang lebih kecil muncul setelah usia 60 tahun. perjalanan penyakit pada pria juga lebih berat daripada perempuan. Peebedaan umur dan jenis kelamin mungkin disebabkan oleh risiko pekerjaan, sedangkan perbedaan geografis mungkin disebabkan oleh pengaruh lingkungan.

PATOFISIOLOGI DAN PATOGENESIS Anemia aplastik dianggap disebabkan paparan terhadap bahan-bahan toksik seperti radiasi, kemoterapi, obat-obatan atau senyawa kimia tertentu. Penyebab lain meliputi kehamilan, hepatitis viral, dan fascitiitis eosinofilik. Jika pada seorang pasien tidak diketahui faktor penyebabnya maka pasien digolongkan anemia aplastik idiopatik. Obat yang banyak menyebabkan anemia aplastik adalah kloramfenikol.obat-obatan lain yang juga sering dilaporkan adalah fenilbutazon, senyawa sulfur, emas, dan anti konvulsan, obat-obatan sitotoksik misalnya mileran atau nitrosourea. penyakit infeksi yang dapat menyebabkan anemia aplastik sementara atau permanen, misalnya virus EpsteinBarr, influenza A, dengue, tuberculosis atau milier.

MANIFESTASI KLINIS DAN DIAGNOSIS Anemia aplastik mungkin muncul mendadak (dalam beberapa hari) atau perlahanlahan (berminggu-minggu atau berbulanbulan). Hitung jenis darah menentukan manifestasi klinis. penegakan diagnosis memerlukan pemeriksaan darah lengkap dengan hitung jenis leukosit, hitung retikulosit, dan aspirasi serta biopsi sumsum tulang

PEMERIKSAAN LABORATORIUM jenis anemia adalah normokrom normositer. Kadang-kadang, ditemukan pula makrositosis, anisositosis, dan poikilositosis. Adanya retikulositosis setelah dikoreksi menandakan bukan anemia aplastik.

PENATALAKSANAAN terapi standart untuk anemia aplastik meliputi imunosupresi atau transplantasi sumsum tulang (TST). Faktor-faktor seperti usia pasien, adanya donor saudara yang cocok (matched sibling donor), dan faktor-faktor resiko seperti infeksi aktif atau beban transfusi harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah pasien paling baik mendapat terapi imunosupresi atau TST.