Anda di halaman 1dari 73

ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI

[BASIC
PRINCIPLES

]
HANSEN]

[SENG

QUESTIONS????
APA ITU ESTIMASI? TIPE-TIPE ESTIMASI?

METODE-METODE ESTIMASI?
APA YANG HARUS DIMILIKI ESTIMATOR?

4/24/2013

Seng Hansen

PENDAHULUAN
Estimasi biaya proyek konstruksi adalah perencanaan perkiraan biaya terhadap sumber daya yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu proyek. Dalam perkiraan biaya yang dihasilkan juga mempertimbangkan penyebab variasi biaya proyek dengan tujuan agar proyek dapat dikelola dengan baik (PMI, 2000).
Estimasi biaya proyek konstruksi adalah perkiraan dari keseluruhan biaya yang akan dikeluarkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi serta sumber daya apa saja yang diperlukan untuk dapat menyelesaikan proyek tersebut. Estimasi biaya dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian anggaran biaya, tingkat resiko yang mungkin terjadi secara efektifitas pembiayaan guna mencapai harga penawaran yang kompetitif atau dapat bersaing dalam proses pelelangan konstruksi (Yusuf, 2010).
4/24/2013 Seng Hansen 3

PENDAHULUAN
Estimasi biaya pekerjaan konstruksi adalah seni memperkirakan (the art of approximation) kemungkinan biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan atas informasi yang tersedia pada waktu estimasi dibuat, misalnya berdasarkan spesifikasi teknis.
Estimasi definitif dilakukan saat proses rekayasa sudah selesai setidaknya 80% dan definisi ruang lingkup proyek sudah jelas. (AHSP 2012, hal 67)

4/24/2013

Seng Hansen

APA ITU ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI?


Sebuah perkiraan biaya proyek yang dipersiapkan untuk memastikan kesuksesan finansial (profit) proyek tersebut

Formula

BQ = (VOLUME x HARGA SATUAN)


14/06/1434 5

TUJUAN ESTIMASI
Owner

Sebagai dasar untuk menyetujui anggaran pelaksanaan proyek yang ekonomis dan reasonable dan mendapatkan perkiraan total biaya pekerjaan.

Designer

Sebagai dasar untuk memastikan sebuah anggaran yang ekonomis dan reasonable dapat diterima oleh owner tanpa mengesampingkan public safety sesuai dengan peraturan dan spesifikasi teknis konstruksi.
14/06/1434 6

TUJUAN ESTIMASI
Contractor

Sebagai dasar untuk memberikan harga penawaran yang realistis dan akurat sehingga dapat diterima oleh klien dan memperoleh reasonable profit bagi perusahaan.

Project Eng

Sebagai dasar untuk meminta anggaran pelaksanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan proyek sehingga memenuhi 3 aspek manajemen proyek (mutu, waktu, dan biaya).
14/06/1434 7

TUJUAN ESTIMASI
Winning the project without gaining profit is a losing proposition. On the other hand, ensuring greater profit without winning the project is a futile exercise.

14/06/1434

TIPE-TIPE ESTIMASI
Rough Order of Magnitude (ROM) Estimates
Dibuat tanpa detailed engineering Tingkat akurasi +50% s/d -30% dari biaya aktual

Factor (Benchmark) Estimating


Berdasarkan data historis yang kemudian dibuat dalam bentuk skala atau faktor/rasio

Budget (Planning) Estimates


Berdasarkan preliminary atau partial engineering data Tingkat akurasi +30% s/d -15% dari biaya aktual

Detailed (Definitive) Estimates


Berdasarkan gambar dan data yang sudah final Tingkat akurasi +20 s/d 10% dari biaya aktual
14/06/1434 9

CONTOH
Berapa harga bangunan 5 lantai, masing-masing luasnya 400 m2 per lantai dan diketahui harga standar bangunan di daerah tersebut sebesar Rp 1.500.000,00 / m2?
Faktor pengali = 1,162
Harga bangunan = Harga Satuan Per m2 Bangunan x Luas Total x Faktor Pengali = Rp 1.500.000,00 x (5 x 400) x 1,162 = Rp 3.486.000.000,14/06/1434 10

METODE-METODE ESTIMASI
Berdasarkan Project Manajement institute (PMI) tahun 2000 adalah: a. Estimasi Analogi Estimasi analogi atau estimasi top-down adalah estimasi yang menggunakan biaya aktual dari proyek yang pernah dikerjakan sebelumnya dimana proyek sebelumnya memiliki persamaan karakteristik dengan proyek yang akan dikerjakan. Hal ini dilakukan karena keterbatasan informasi yang diperoleh mengenai proyek yang akan dikerjakan. Estimasi analogi juga merupakan bentuk lain dari expert judgement .Secara umum estimasi analogi menghabiskan biaya yang sedikit dibandingkan metode lainnya, namun hasilnya kurang akurat. Metode ini biasanya digunakan bila: 1. Proyek yang sebelumnya pada kenyataannya sama bukan hanya dari tampilannya saja. 2. Membutuhkan estimasi secara cepat.
14/06/1434 11

METODE-METODE ESTIMASI
b.

1.
2. 3.

Model Parameter Model parameter melibatkan penggunaan karakteristik proyek yang digunakan sebagai parameter dalam model matematis untuk memprediksi biaya. Model parameter dapat berupa persamaan sederhana dimana biaya dapat ditentukan berdasarkan luas bangunan ataupun suatu persamaany ang kompleks dimana diperlukan alat bantu perangkat lunak dalam aplikasinya dan melibatkan banyak variabel pengaruh dalam perhitungannya. Antara biaya dan tingkat akurasi dalam metode ini sangat besar variasinya. Metode ini umumnya digunakan bila: Informasi proyek sebelumnya digunakan untuk mengembangkan model agar menjadi akurat. Parameter yang digunakan dalam model sudah terukur. Model terskala (contohnya model dapat digunakan untuk proyek dengan skala kecil maupun besar).
12

14/06/1434

METODE-METODE ESTIMASI
c. Estimasi Bottom-up Metode ini melibatkan proses estimasi secara individual dari masing-masing kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek kemudian dirangkum dalam biaya proyek keseluruhan. Biaya dan tingkat akurasi estimasi bottom up adalah digerakkan berdasarkan ukuran item pekerjaan individual, semakin sedikit item pekerjaan dapat meningkatkan biaya dan tingkat akurasi. Tim manajemen proyek harus mempertimbangkan penambahan tingkat akurasi dibandingkan dengan penambahan biaya.

14/06/1434

13

METODE-METODE ESTIMASI
d. Komputerisasi Penggunaan alat bantu komputer dalam estimasi biaya seperti penggunaan WinEst atau software lainnya yang menggunakan analisa statistik sudah banyak digunakan dan sangat membantu dalam proses estimasi biaya yang menghasilkan perkiraan biaya yang akurat.
14/06/1434 14

METODE-METODE ESTIMASI
e. Metode lain Metode lainnya yang dapat digunakan adalah analisis penawaran yang dilakukan oleh kontraktor dalam dokumen penawaran suatu proyek konstruksi.

14/06/1434

15

METODE-METODE ESTIMASI
Menurut Oberlender dan Peurifoy (2002) dalam Estimating Construction Costs, estimasi biaya konstruksi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a. Estimasi Taksiran (Approximate Estimate)

Estimasi ini biasanya dilakukan untuk memberikan informasi bagi pemilik (owner) secara cepat untuk memutuskan apakah proyek akan dibangun atau tidak. Selain itu estimasi taksiran juga untuk tujuan perhitungan pajak yang perlu dibayarkan jika proyek diimplementasikan (Litupeirissa, 2007)
14/06/1434 16

METODE-METODE ESTIMASI
b. Estimasi Secara Rinci Estimasi secara rinci dilakukan untuk dua penggunaan, yaitu untuk mengajukan penawaran harga terhadap suatu pekerjaan dan digunakan sebagai basis dalam melakukan kontrol dari suatu proyek. Estimasi biaya secara rinci dapat dilakukan setelah lengkap data/informasi dari proyek seperti tersedianya dokumen gambar, spesifikasi teknis dan persyaratan pendukung lainnya. Estimasi ini akan memberikan hasil yang lebih akurat dengan semakin lengkapnya dukungan dari data/informasi yang dimiliki. Estimasi ini juga dapat dilakukan oleh owner guna dijadikan acuan bagi harga penawaran yang diajukan oleh penawar. Tingkat akurasi dari estimasi ini berkisar antara + 15% dan 15% (Litupeirissa, 2007)
14/06/1434 17

METODE-METODE ESTIMASI

14/06/1434

18

PROSES ESTIMASI

Oberlander, 2001

14/06/1434

19

TAHAPAN-TAHAPAN ESTIMASI DALAM SEBUAH SIKLUS PROYEK


Budgetary Estimate
Programming Estimate Schematic Estimate

Preliminary Estimate
Final Estimate

Construction Estimate

14/06/1434

20

TAHAPAN-TAHAPAN ESTIMASI DALAM SEBUAH SIKLUS PROYEK


BUDGETARY ESTIMATE
Perkiraan total biaya proyek oleh owner secara cepat Perkiraan ini berguna sebagai sebuah dasar untuk mengetahui apakah posisi finansial owner (dana yang tersedia) mencukupi rencana proyek atau tidak. Digunakan pada tahap Konseptual.
14/06/1434 21

TAHAPAN-TAHAPAN ESTIMASI DALAM SEBUAH SIKLUS PROYEK


PROGRAMMING ESTIMATE
Perkiraan item utama pekerjaan dalam bobot (%) Perkiraan ini berguna sebagai sebuah dasar untuk mengalokasikan biaya item-item pekerjaan utama. Digunakan pada tahap Project Definition.
14/06/1434 22

TAHAPAN-TAHAPAN ESTIMASI DALAM SEBUAH SIKLUS PROYEK


SCHEMATIC ESTIMATE
Perkiraan item pekerjaan utama oleh desainer Perkiraan ini lebih akurat dimana spesifikasi material dan bill of quantities telah diketahui/ditetapkan. Digunakan pada tahap Project Planning.
14/06/1434 23

TAHAPAN-TAHAPAN ESTIMASI DALAM SEBUAH SIKLUS PROYEK


PRELIMINARY ESTIMATE
Perkiraan biaya proyek oleh kontraktor Perkiraan yang berfokus untuk memenangkan tender dan memperoleh keuntungan. Digunakan pada tahap Project Tendering.
14/06/1434 24

TAHAPAN-TAHAPAN ESTIMASI DALAM SEBUAH SIKLUS PROYEK


FINAL ESTIMATE
Perkiraan dari pemenang tender Perkiraan yang berfokus dalam kontrol/pengendalian biaya dan memperoleh keuntungan. Digunakan pada tahap Pre-planning (sebelum memulai pekerjaan di lapangan).
14/06/1434 25

TAHAPAN-TAHAPAN ESTIMASI DALAM SEBUAH SIKLUS PROYEK


CONSTRUCTION ESTIMATE
Perkiraan konstruksi yang didasarkan dari rencana pelaksanaan pekerjaan

Perkiraan yang berfokus dalam optimasi sumber daya, produktifitas, dan penghematan biaya (cost savings).
Digunakan pada tahap Project Execution.
14/06/1434 26

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA


1. Pelajari proyek yang ditenderkan
2. Dapatkan gambar rencana, spesifikasi,

3.
4. 5. 6.

proposal dll dan lakukan pengecekan Lakukan on-site visit dan ocular inspection Kumpulkan data penting dan akurat Tentukan metode pelaksanaan pekerjaan Persiapkan dengan baik dan jelas perkiraan biaya tersebut
27

14/06/1434

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA


1. Pelajari proyek yang
5W 2H
WHO?
WHAT? WHERE? WHEN?

ditenderkan
Awali dengan memahami tentang apa sebenarnya proyek tersebut.

5W2H

WHY? HOW?
HOW MUCH?

14/06/1434

28

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA

14/06/1434

29

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA


2. Dapatkan gambar rencana, spesifikasi, proposal dll dan lakukan pengecekan
Dapatkan dan pelajari dokumen-dokumen yang tersedia.
Tujuan:

COMPLETENESS & CLARITY


Memastikan perkiraan yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan

Qualified? Capable? OK or NOT?


14/06/1434

30

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA


2. Dapatkan gambar rencana, spesifikasi, proposal dll dan lakukan pengecekan
-Gambar rencana dan detail -Spesifikasi teknis -Lingkup pekerjaan -Peraturan-peraturan -Jaminan -Material -Dokumen kontrak
14/06/1434 31

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA


3. Lakukan on-site visit dan ocular inspection
-Transportasi -Utilitas -Peraturan lokal -Pelayanan gawat darurat -Kemampuan vendor & supplier -Tingkat keamanan -Kondisi cuaca setempat -Situasi lokasi proyek
14/06/1434 32

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA


4. Kumpulkan data penting dan akurat
-Daftar harga material terakhir (dari buku, data bank/historical data, quotation) -Tingkat produktifitas terakhir -Kinerja perusahaan terakhir (progress report, cash flow) -Analisis SWOT
14/06/1434 33

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA


5. Tentukan metode pelaksanaan pekerjaan
Complicated vs Simple Project
Experienced vs First-timer Normal duration vs Crash Program Conventional vs Modern Safety-focus
14/06/1434 34

LANGKAH-LANGKAH MENYIAPKAN ESTIMASI BIAYA


6. Persiapkan dengan baik dan jelas perkiraan biaya tersebut
Review asuransi, jaminan Review kebijakan upah Review BQ (volume & harsat) Persiapkan WBS
Jangan sampai ada item pekerjaan yang terlewatkan!!!
14/06/1434 35

QUESTION
Apakah selama ini ada historical data

bahwa perkiraan biaya yang telah dibuat oleh anggaran telah berjalan baik atau tidak?
Sebuah

perkiraan yang baik adalah apabila biaya aktual setelah proyek selesai berkisar antara 5 10% dari biaya perkiraan yang dibuat anggaran; tanpa memperhitungkan kejadian-kejadian unforeseen dan unusual.
14/06/1434 36

YANG HARUS DIMILIKI OLEH ESTIMATOR


Pengetahuan mendetail pekerjaan konstruksi Memiliki pengalaman di proyek Mempunyai informasi terkait kebutuhan material, peralatan,

masalah overhead dan segala jenis biaya Kemampuan menilai yang baik Bersikap hati-hati, akurat dan penuh pertimbangan Pekerja keras dan pantang menyerah Kemampuan untuk mengumpulkan, mengelompokkan dan mengevaluasi data-data estimasi Kemampuan memvisualisasi seluruh tahapan pekerjaan konstruksi Kemampuan membuat keputusan yang cepat dan tepat
37

14/06/1434

INPUT DATA DALAM ESTIMASI


Work Breakdown Structure (WBS) Jenis resource dan jumlah yang dibutuhkan pada setiap

komponen WBS Unit rate resource, seperti pekerja biaya per jam dan material biaya per m3 Estimasi durasi kegiatan Informasi historis yang berasal dari proyek-proyek sebelumnya, atau data biaya estimasi komersil atau pengetahuan tim proyek Bagan yang menjelaskan kode yang digunakan untuk melaporkan informasi keuangan dalam buku kas perusahaan
38

14/06/1434

WBS
Bangunan Gedung

Prelim.

Fondasi

Struktur

Finishing

M&E

Pagar

Tiang

Kolom

Dinding

Mekanikal

Pile cap

Balok

Lantai

Elektrikal

Slab

Plafon

14/06/1434

39

WBS
Bangunan Jalan

Prelim.

Subgrade

Sub base & Base

Surface

Bangunan

Access road

Timbunan

Sub base course Base course

Binder course Wearing course

Jembatan

Galian

Culvert

14/06/1434

40

WBS
Bangunan Jembatan

Prelim.

Jalan Pendekat

Bangunan Bawah

Bangunan Atas

Bangunan Penunjang

Acess road

Timbunan Galian Perkerasan

Fondasi

Girder

Protection

Abutment & Pilar

Slab

Drainase

14/06/1434

41

WBS diterjemahkan ke dalam BQ dalam bentuk teks


No 1 Uraian Preliminaries 1.1 Jalan kerja 1.2 Temporary office 1.3 Dewatering Fondasi 2.1 Fondasi Tiang 2.1.1 Pengadaan tiang 2.1.2 Pemancangan tiang 2.1.3 Pemotongan tiang 2.2 Fondasi Langsung 2.2.1 Galian tanah 2.2.2 Pasangan batu kali 2.2.3 Timbunan kembali Satuan Ls Ls Ls Volume

M M M Bh M3 M3 M3

3
14/06/1434 42

KLASIFIKASI PEKERJAAN
Untuk keperluan keseragaman, dalam SMM dibuat penjelasan tentang klasifikasi pekerjaan, sebagai pedoman dalam menyusun B.Q

Sebagai contoh SMM Malaysia, untuk building work , klasifikasi dirinci sbb :

N0 A B C D E

Item General Rules Preliminaries Demolition Excavation and Earth work Piling and Diaphragm Walling Concrete work Brick and Block work

No H I J K L M N

Item Under pinning Masonry Water proofing & Asphalt work Roofing Wood work Structural steel work Metal work Dst
43

F G

14/06/1434

KLASIFIKASI PEKERJAAN
Sebagai contoh CESMM Inggris, untuk civil work klasifikasi dirinci sbb :

N0
A B C D

Item
General Items Ground Investigation Geotechnical and other specialist proeses Demolation and site clearance Earth work Insitu concrete Concrete Ancillaries Pre cast concrete Pipe work - pipes Pipe work- fitting andv alve Pipework- manhole and pipe work ancillaries

No
L M N O P Q R S T U V W

Item
Pipe work- support and protection Structural metal work Miscellanious metal work Timber Piles Pilling ancillaries Road and Paving Rail Track Tunnels Brick, Block work, Masonry Painting Dst
44

E F G H I J K
14/06/1434

STANDARD METHOD OF MEASUREMENT


Standard method of measurement (SMM) biasanya dibuat oleh satu Negara/Institusi yang berwenang, untuk digunakan sebagai pedoman di Negara tsb.
Ada beberapa Standard Method of Measurement (SMM) yang biasa digunakan di Indonesia, yaitu :

Hong-Kong Standard Method of Measurement Singapore Standard Method of Measurement


Malaysia Standard Method of Measurement Australia Standard Method of Measurement Dan lain-lain
14/06/1434 45

URUTAN MENGHITUNG BQ
Dalam metode menghitung kuantitas pekerjaan, melalui uruturutan sbb :

Taking off, kegiatan mengambil ukuran suatu elemen

bangunan, dari dokumen gambar, dan dimasukkan ke dalam suatu formulir, beserta keterangan rinci tentang elemen tsb

Squaring, kegiatan menghitung satuan dari ukuran yang


telah diambil dalam proses taking - off squarekan, untuk direkap berdasarkan rekapitulasi

Abstracting, kegiatan mengumpulkan elemen yang telah di Billing, kegiatan menyiapkan draft B.Q tiap item pekerjaan
46

FORMULIR YANG DIGUNAKAN


Nama Proyek No. gambar Lembar kerja
Timesing
(1)

: .. : .. : Hal :../
Dimension
(2)

Squaring
(3)

Description
(4)

III

II

IV

47

FORMULIR YANG DIGUNAKAN


Kolom (1), disebut Timesing digunakan untuk menunjukkan banyaknya elemen yang dimensi-nya sama, yg terdapat dlm gambar atau rumus perkalian Kolom (2), disebut Dimension digunakan untuk mengukur dimensi dr elemen dlm gambar yg akan dihitung kuantitasnya. Cara penulisan angkanya ada kesepakatannya Kolom (3), disebut Squaring digunakan untuk menghitung kuantitas elemen 2 yg diukur Kolom (4), disebut Description digunakan untuk memberi nama elemen 2 yg diukur

48

PENULISAN ANGKA
Ada perjanjian cara penulisan angka pada formulir sbb : Angka dg dua digid dibelakang koma berarti panjang dg satuan m

Angka bulat, tanpa angka dibelakang koma berarti jumlah dg satuan bh/biji
Dua buah Angka, diatas dan dibawah, dengan masing2 memiliki dua digid dibelakang koma, berarti luas dg satuan m2 Tiga buah Angka, yg tersusun menjadi tiga baris, dengan masing2 memiliki dua digid dibelakang koma, berarti volume dg satuan m3
49

PENULISAN ANGKA
Contoh-contoh sbb :

Panjang
Jumlah Luas

:
: :

20,00 m
15 bh 20,00 10,00 m2

Volume

Kesepakatan Q.S :

20,00 10,00 5,00

m3

Angka teratas menujukkan Panjang

Angka ditengah menujukkan Lebar


Angka terbawah menujukkan Tinggi
50

KOORDINAT CARTESIAN
Dalam menentukan panjang , lebar, mengikuti aturan koordinat cartesian X, Y, dan Z
Y

Sumbu X, untuk menyatakan panjang Sumbu Y, untuk menyatakan lebar


Sumbu Z, untuk menyatakan tebal/tinggi
51

CONTOH PENGISIAN
Timesing (1) Dimension (2) Squaring (3) Description (4)

3/
15/

22,00
10,00 4,00

66,00 m

Pipa baja D 3 inchi

600,00 m2

Pas Bata tebal 15 cm

2/10/

12,00 12,00 0,10

288,00 m3

Beton lantai

Pipa baja diameter 3 sepanjang 22.00 m sebanyak 3 bh atau 66,00 m Pasangan bata tebal 15 cm, panjang 10,00 m , lebar 4,00 m, sebanyak 15 bh 52

TANDA DOTTING
Bila selama perhitungan, ditemukan beberapa elemen yang sama dengan ukuran yang sama, tetapi belum terhitung, maka timesing tidak diperlukan lagi , tetapi sebagai gantinya menggunakan tanda Dotting

Timesing (1)
15/ 2

Dimension (2)
10,00 4,00

Squaring (3)

Description (4)
Pasangan bata tebal 15 cm

680,00 m2

Cara membaca tanda dotting dalam perhitungan sebagai berikut : Squaringnya adalah = (15+2) x 10,00 x 4,00 m2 = 680,00 m2 Jadi dotting diartikan menambah (15+2)
53

TANDA DEDUCTION/DDT
Permukaan dinding yang mempunyai lubang untuk pintu atau jendela, prosesnya tetap diambil ukuran seluruhnya, kemudian baru dikurangi atau deduction dengan luasan pintu/jendela, dengan menggunakan tanda Ddt Timesing (1) 15/ 2 4/ Dimension (2) 10,00 4,00 2.10 1,00 Squaring (3) Description (4) Pasangan bata tebal 15 cm

680,00 m2

Ddt

8,40 m2 671,60 m2

54

TANDA NIL
Prosedur untuk mengatasi kesalahan perhitungan yang telah terjadi dilakukan dengan suatu cara menggunakan tanda Nil
Timesing (1) 2/ Dimension (2) 10,00 12,00 0,10 12.00 12,00 0,12 Squaring (3) Description (4)

NIL

24,00 m3

Beton pada .

4/

69,12 m3

Beton pada ..

55

TIMESING SEBAGAI RUMUS


Timesing kadang-kadang juga dipakai untuk menyatakan rumus yang digunakan sebagai faktor pengali
Timesing (1) 22 7 Dimension (2) 6,00 6,00 Squaring (3) Description (4) Luas lingkaran dengan jari2 6 m

113,14 m2

1 2

3,00 4,00

6,00 m2

Luas segi tiga, dengan lebar alas 3m tinggi 4 m

56

PROSEDUR BILLING

Sebelum memulai pekerjaan menghitung, dibuat lebih dahulu Taking Off List, untuk memudahkan pekerjaan Selalu membuat urut-urutan pekerjaan dengan aturan sebagai berikut :
Dari ruang ke ruang lain searah jarum jam

Item yang sejenis dikelompokkan


Dimulai dari lantai bawah sampai lantai atas Bagian yang telah dihitung agar ditandai untuk

menunjukkan bahwa bagian tersebut telah dikerjakan


57

CONTOH BILL OF QUANTITIES


No
1

Description
Preliminaries 1.1 Jalan kerja 1.2 Direksi keet 1.3 Pagar proyek 1.4 Dewatering 1.5 Dst Pekerjaan Tanah 2.1 Galian tanah 2.2 Timbunan kembali 2.3 Dst Pekerjaan Fondasi 3.1 Beton 3.2 Form Work 3.3 Reinforcement 3.4 Dst

Unit

Quantities

Ls Ls Ls Ls

1 1 1 1

M3 M3

200,00 100,00

M3 M2 Kg

100,00 400,00 20.000,00

58

ANATOMI BIAYA KONSTRUKSI


Menurut Direktorat Bina Marga dalam Panduan

Analisis Harga Satuan (PAHS) (2006), komponen estimasi biaya konstruksi adalah sebagai berikut

14/06/1434

59

ANATOMI BIAYA KONSTRUKSI

14/06/1434

60

ANATOMI BIAYA PROYEK


Biaya langsung (direct cost)
a. Bahan/material b. Upah/labour/man power

c. Alat/equipment
Biaya tidak langsung (indirect cost)

a. Overhead
b. Biaya tidak terduga/contingencies c. Profit
14/06/1434 61

Biaya tidak langsung


Biaya overhead
- Overhead kantor: sewa kantor, fasilitas

kantor, honor pegawai kantor, ijin usaha, anggota asosiasi, CSR,dll - Overhead proyek: gaji personil proyek, gudang, listrik, pagar, bank garansi, as built drawing, rapat2, survey, dll

14/06/1434

62

Biaya tidak langsung


Biaya tak terduga (contingencies)

Alokasi biaya untuk kejadian2 yang mungkin bisa terjadi bisa tidak. Contoh: naiknya muka air tanah, banjir, longsor, dll.biasanya dinyatakan dalam persen dari total biaya Semakin detail kontraktor memperhitungkan biaya konstruksi (termasuk metode pelaksanaan), semakin kecil nilai contingencies.
14/06/1434 63

Biaya tidak langsung


Keuntungan (profit)

Keuntungan adalah hasil dari jerih payah pekerjaan + hasil dari faktor resiko. Biaya konstruksi sebenarnya tidak dapat dikurangi karena pasti dikeluarkan. Yang dapat ditambah atau dikurangi adalah besarnya margin keuntungan.

14/06/1434

64

Biaya langsung
Volume dapat dihitung dari gambar tender. Unit cost terdiri dari harga bahan, upah, biaya peralatan untuk 1 satuan volume pekerjaan (Rp/m, Rp/m2, Rp/buah, dll)
Biaya langsung = Vol. pekerjaan x unit cost (harsat)

14/06/1434

65

ANALISA HARGA SATUAN


Metode menghitung harga satuan: 1. Analisa BOW (Burgeslijke Openbare Werken) Ada koefisien2 2. Cara SNI 3. Cara Bina Marga Upah berdasarkan man day / man hour 4. Cara modern 5. Gabungan & pengalaman
14/06/1434 66

TAHAPAN ANALISA HARGA SATUAN


Gambar Rencana Daftar Jenis-Jenis Pekerjaan Daftar Volume Pekerjaan

Daftar Bahan

Koefisien Bahan

Daftar Upah

Koefisien Upah

Daftar Alat

Koefisien Alat

Harga Bahan

Harga Upah

Harga Alat

Harga Tiap Jenis Pekerjaan

Rencana Anggaran Biaya per Kelompok (Badan Penelitian dan Pengembangan Dep. PU) 67

Rencana Anggaran Biaya Total 14/06/1434

14/06/1434

68

14/06/1434

69

14/06/1434

70

PRICE SOURCES
Cost book
Historical data Parametric database

Development of specific tasks (labour unit

cost, equipment unit cost, material unit cost)

14/06/1434

71

REFERENSI
Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP).

Bidang Pekerjaan Umum. Kementerian PU. Handbook: Construction Cost Estimating. Department of Defense USA. Materi Pelatihan QS Bill of Quantities oleh Ir. Sukarno Aw, MM.

14/06/1434

72

58 00 58

60 00mm 60 m

56 00 56

54 00 54

52 00 52

50 00 50

48 00 48

46 00 46

44 00 44

1:1 0 1:100 0

1 0mm 1m

20 2

30 3

40 4

50 5

60 6

70 7

80 8

90 9

100 10

110 11

14/06/1434
38 00 38 40 00 40 42 00 42 44 00 44 48 00 48 54 00 54 58 00 58 50 00 50 46 00 46 52 00 52

56 00 56

60 00mm 60 m

1:1 1:100 0 0 1 0mm 1m 20 2 30 3 40 4 50 5 60 6 70 7 80 8

73