“STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN

PERIKANAN WINI, NUSA TENGGARA.”

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

KELOMPOK KADAL
RIZKY PANGESTU
HUSNI MUHAROM
MIFTAH FIRDAUS
HARI SETIADI
RULYWAN

LATAR BELAKANG
Kabupaten Wini memiliki banyak potensi alam yang sangat
menjanjikan serta Posisi yang Strategis. Namun sayangnya,
prasarana (pelabuhan) angkutan laut di Perairan ini masih belum
ada. Hal ini mengakibatkan potensi perikanan yang ada di pulau
tersebut belum dapat dimaksimalkan dengan baik. maka pada
daerah ini dicanangkan adanya pembangunan sarana dan prasarana
(pelabuhan) angkutan laut sebagai perintis jalur transportasi laut.

MAKSUD & TUJUAN
Maksud dan tujuan dari Pekerjaan Pembangunan Pelabuhan
Perikanan Wini ini adalah untuk memfasilitasi kegiatan usaha
penangkapan ikan yaitu sebagai pusat pengembangan masyarakat
nelayan, tempat berlabuh kapal perikanan, tempat pendaratan ikan,
pusat pemasaran dan pembinaan mutu hasil perikanan, pusat
penyuluhan dan pengumpulan data dan pusat pelaksanaan
pengawasan sumber daya ikan.

KONDISI LOKASI PELABUHAN .

KONDISI ADMINISTRATIF DAN GEOGRAFI Perbatasan : Utara = Laut Sawu & Timor leste Timur = Kabupaten Belu Selatan = Kabupaten Timor Tengah Selatan Barat = Kabupaten Kupang Kabupaten Wini terletak di belahan utara Pulau Nusa Tenggara memanjang dari barat ke timur dan mempunyai pantai sepanjang 52.22 Km. secara geografis terletak pada posisi 9° 10 ' 40” lintang selatan dan 124° 30 ' bujur timur. .

500 m dan sisanya 993. .19 Km2 adalah daerah dengan ketinggian diatas 500 meter.KONDISI TOPOGRAFI & BATIMETRI Topografi Merupakan daerah daratan dan pada umumnya berbukit kurang dari 100 m dari atas permukaan laut 1777.60 Km2 berketinggian 100 . Bathimetri Dari hasil survey batimetri tersebut dapat disimpulkan bahwa perairan di sekitar Pelabuhan Perikanan Wini cenderung landai dan berpalung.

JAM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 17 18 19 20 21 22 Tanggal 23 24 25 175 140 115 95 100 115 137 163 191 210 210 179 148 120 90 70 66 67 83 109 130 157 175 175 165 145 127 110 105 115 140 160 180 200 220 215 190 156 119 87 60 50 55 70 100 120 150 180 155 150 135 120 120 120 140 157 180 200 220 225 230 180 150 110 80 50 40 40 70 90 130 140 170 140 140 133 130 130 145 160 175 200 215 220 220 200 170 130 80 75 40 30 45 83 90 130 125 129 130 145 120 130 145 160 170 190 200 215 220 215 200 168 120 100 70 50 60 90 120 140 150 140 127 115 120 138 140 150 163 185 195 200 205 210 190 180 159 125 100 80 75 60 70 85 90 95 100 118 125 130 145 155 160 165 179 185 190 195 195 190 160 150 140 107 94 78 60 70 95 90 110 140 140 150 155 157 160 163 168 170 180 180 178 175 175 173 160 140 118 85 90 105 109 115 120 134 140 150 155 156 159 160 168 150 158 160 170 165 170 168 165 160 136 110 90 85 26 27 28 29 30 1 87 90 90 105 121 137 150 170 170 170 165 160 158 160 145 155 155 165 175 155 150 140 125 118 105 100 95 110 125 145 150 170 175 170 168 155 138 132 126 135 145 155 159 160 155 140 140 135 129 110 105 109 120 137 160 169 189 182 176 166 148 120 105 97 116 136 150 160 165 161 150 137 115 93 84 79 93 125 144 168 188 200 180 155 130 100 87 78 88 107 128 152 169 174 163 143 120 99 89 93 108 139 162 184 200 208 179 155 117 88 61 50 60 76 94 119 140 162 157 148 130 107 95 100 112 130 151 174 197 215 206 186 150 110 68 48 67 85 106 126 120 140 157 154 .KONDISI HIDROOCEANOGRAFI Data Elevasi muka air hasil pengukuran pasang surut untuk hasil survei di lokasi Pelabuhan Perikanan Wini.

KONDISI HIDROOCEANOGRAFI Grafik Pasang Surut Hasil Pengamatan Data Pasang Surut 250 Elevasi (cm) 200 150 100 50 0 0 60 120 180 Jam ke 240 300 360 .

23 17. Berikut Tabel Komposisi Angin dari Stasiun BMG Pelabuhan Wini.51 46.00 .21 4.KONDISI ANGIN Data yang digunakan untuk analisa angin merupakan data yang diperoleh dari stasiun pengamatan Badan Meteorologi dan Geofisika yakni BMG Pelabuhan Wini. Arah Utara Timur Laut Timur Tenggara Selatan Barat Daya Barat Barat Laut Calm Kecepatan (knot) <3 18 22 13 11 76 3 1 0 3-6 54 19 18 48 147 7 12 6 6-9 174 58 48 339 753 36 66 83 9-12 128 66 28 202 538 35 12 24 >12 163 43 14 55 235 16 9 7 Jumlah 537 208 121 655 1749 97 100 120 154 3741 Persentase (%) 14.59 2.12 100.75 2.35 5.56 3.67 3.

TAHUN 1997-2006 SANGSIT .12 > 12 Panjang tongkat menunjukan persentase kejadian dan tebal tongkat menunjukan besar kecepatan (dalam satuan knot) Panjang Tongkat menunjukan persentase kejadian dan tebal tongkat menunjukan besar kecepatan (dalam satuan knot).BALI UTARA KONDISI ANGIN Windrose Pelabuhan Wini. Angka didalam lingkaran menunjukkan persentase kejadian an <3 3-6 6-9 9 . Angka didalam lingkaran menunjukkan persentase kejadian angin. .

5 .50 TL T Arah Panjang Fetch (km) barat 5. U BL B 22.1 utara 73.3 timur laut 135 timur 4.50 22.2 barat daya 110.KONDISI FETCH Fetch adalah daerah pembentukan gelombang yang diasumsikan memiliki kecepatan dan arah angin yang relatif konstan.

jalur pesisir pada kawasan ini belum secara intensif dieksploitasi oleh neiayan Iokal. peralatan dan modal. Pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut di sekitar kawasan tergolong masih sederhana. ketrampilan. . Sehingga secara visual jalur ini masih terkesan sepi dari aktifitas eksplotiasi karena belum ada peralatan penangkapan milik nelayan yang memadai.KONDISI LINGKUNGAN MASYARAKAT Sebagian besar aktivitas eksploitasi oleh nelayan setempat didominasi oleh usaha perikanan tangkap dan budidaya tambak yang bersifat tradisional. Rendahnya aktifitas penangkapan ini cukup berkaitan dengan kapasitas sumberdaya nelayan dari sisi pengetahuan. Keadaan saat ini menunjukkan bahwa.

STUDI KELAYAKAN PELABUHAN .

.ANALISIS SWOT Melakukan pendekatan dan mempelajari faktor-faktor yang menjadi kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness) maupun faktor-faktor yang merupakan peluang (opportunity) dan ancaman/hambatan (Threat).

ASPEK MANAJEMEN Layout Pelabuhan B         C U                   A                                                                                     Selat Ombay MENYETUJUI .

tambat.muat. dimana zona kegiatan tersebut perletakannya dalan site berdasarkan kriteria : • Pembagian menurut zona I (> 10 GT). zona III. . • Area bongkar. • Kebutuhan kedekatan massa terhadap laut. Pada zona I dan II ikan yang didaratkan setelah dilelang di TPI langsung dibawa ke industri pengolahan atau lagsung dipasarkan atau diangkut ke pengolahan tradisional. selain ukuran kapal yang berlabuh juga pola kegiatan produksi.ASPEK MANAJEMEN Berdasarkan Tata Ruang dan Tahap Pengembangan : Berdasarkan gambar dapat disusun zona kegiatan. Yang membedakan antara zona I. zona II. ikan hasil tangkapan dari zona I dimuat ke kapal carrier untuk ekspor dalam keadaan beku. zona II (7 – 10 GT) dan zona III (<7 GT). Sementara itu zona ekspor.

Pembangunan jangka panjang tahapan 15 tahunan diarahkan pada peningkatan kelas Pelabuhan Perikanan Wini menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera sebagai Cek Point. . Pembangunan jangka menengah yakni dalam kurun waktu 10 tahunan diarahkan pada pemantapan kegiatan usaha perikanan di Pelabuhan Perikanan Wini.ASPEK MANAJEMEN Tahapan pembangunan 5 tahunan atau yang disebut pembangunan jangka pendek diarahkan pada upaya mengatasi masalah ketersediaan prasarana perikanan.

• Arah. • Penempatan posisi dermaga mempertimbangkan arah angin. • Panjang dermaga disesuaikan dengan kapasitas kebutuhan kapal yang akan berlabuh. • Lebar dermaga disesuaikan dengan kapasitas kebutuhan kapal yang akan berlabuh. . memuat perbekalan (loading).ASPEK OPERASIONAL TEKNIS Dermaga Berfungsi sebagai tempat membongkar muatan (unloading). mengisi perbekalan (servicing) dan berlabuh (idle berthing). Dasar pertimbangan bagi perencanaan dermaga sebagai berikut: Bathimetri laut (kedalaman perairan). • Ketinggian demaga memperhatikan kondisi pasang surut. • Berjarak sependek mungkin dengan fasilitas darat. • Lebar dermaga disesuaikan dengan kemudahan aktivitas dan gerak bongkar muat kapal dan kendaraan darat. • Elevasi muka air rencana yang ada (hasil analisa pasang surut). kecepatan dan tinggi gelombang pada perairan (hasil peramalan gelombang). arus dan perilaku pantai yang stabil.

ASPEK OPERASIONAL TEKNIS ALTERNATIF TIPE STRUKTUR DERMAGA • Deck on Pile • Sheet Pile • Caisson .

ASPEK OPERASIONAL TEKNIS .

• Bengkel. • Menara ( Mercu suar) • Peralatan Bengkel • Reklamasi lahan Penataan Parkir • Pagar Keliling • Jaringan Draniase.ASPEK OPERASIONAL TEKNIS Dibutuhkan bengunan Penunjang agar operasional Pelabuhan Perikanan dapat berjalan dengan baik. • MCK dan Musholla • Pos jaga • Pintu Pagar dan . Diantara bangunanbangunan penunjang yang dibutuhkan adalah: • TPI (Tempat pelelangan ikan) • Kantor • Bangsal pengolahan ikan dan lantai jemur (Pendamping) • Kios (Pendamping) • Depo Solar. • Jaringan air bersih • Gudang.

ASPEK OPERASIONAL TEKNIS Breakwater (Pemecah Gelombang) .

ASPEK OPERASIONAL TEKNIS Pembangunan Trestel Pelabuhan .

ASPEK OPERASIONAL TEKNIS Pembangunan Causeway .

ASPEK PASAR .

sehingga tujuan pembangunan sub sektor perikanan dapat tercapai sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.ASPEK PASAR Letak Pelabuhan Wini sangat strategis. karena disamping dekat dengan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur juga berbatasan langsung dengan negara baru Timor Leste sehingga mempunyai peluang yang sangat strategis untuk perdagangan antar negara. Potensi sumberdaya perikanan. maka Pelabuhan Perikanan Wini Kabupaten Timor Tenggara Utara akan dapat tumbuh dan berkembang secara cepat dan terarah. Sedangkan dari aspek administrasi pemerintah terbagi atas 24 Kecamatan. potensi daya beli masyarakat dan potensi lainnya memperkuat prediksi ini. Berdasarkan aspek regional sebagaimana dikemukakan diatas. pemasaran. . potensi sumber daya manusia. 130 Desa dan 33 Kelurahan.

Acuan ini merupakan arahan untuk pembuatan Detail Desain Pelabuhan Perikanan Wini. Dalam rangka pengembangan sarana dan prasarana tersebut sebelum kegiatan konstruksi perlu dilakukan kegiatan Detail Desain. • Peningakatan suplai ikan untuk konsumsi lokal. • Peningkatan ekspor. • Menciptakan lapangan kerja baru • Menciptakan Pelabuhan Perikanan yang bersih dan higienis. Pengembangan prasarana perikanan ini diharapkan akan memberikan dampak antara lain: • Meningkatkan pendapatan nelayan.ASPEK LEGALITAS LINGKUNGAN Dengan diberlakukannya Undang-Undang Perikanan Nomor 31 Tahun 2004 diharapkan menjadi faktor positif dalam mengakselerasikan pembangunan perikanan tangkap. . • Memberikan pelayanan prima bagi pengguna jasa.

ASPEK EKONOMI & FINANSIAL Pendapatan dari kunjungan kapal .

905 20.000 33.000 Lift On/Off 367.023.097 5.000 1.750 1.908.789.250.100 354.000 27.330 246.093.068.440.039.246.959 48.875 5.652.417 45.988 7.420 5.536.354.502.425.003.867.995.930 21.111.280.755.729.224.100.600 6.499 625 2.099.916.864.000 11.455 301.404.040 142.300.737.500 293.060.000 27.283 24.185.921.167.585.044.644 26.000 5.047 5.663 55.982 27.207.800 56.380.338.301 1.550 287.507 5.006 11.234.420 14.489 26.028.811.435.610.563 3.161.879.002 250 1.516.250 28.366.103.750 28.678.000 75.963 6.546.668.421.900 3.494.545 1.565.994 17.468.000.736.000 319.748.752.937.000 296.019.550 2.851.979.316.783.969.509.000 47.800 94.065.611.188 .930.634.268.222.544.920 853.922.335.442.000 159.375 213.777.747.735.012 13.074.189.626.325 26.703.712.523 55.000 699.018.292.791.250 22.693 23.406.830 244.425 5.171.350 46.628.874.682.999 1.000 7.482.919.ASPEK EKONOMI & FINANSIAL Pendapatan dari arus muatan Arus Muatan Tahun Dermaga Lap.963 54.375 373.707.938 1.675 53.259.000 4.423 23.750 3.845.988 29.300 146.000.662.714.752.150 297.789.000 26.397 5.063 TOTAL CFS Tracking Bongkar Muat Penumpukan 171.640 13.750 17.075 Lift On/Off 73.000 2.495 22.262.177.831.481.750 26.472.475.563 5.913 7.000 7.262.155.205 5.000 17.704.983.050 2.920 512.000 20.350 368.424.500 19.250 363.156.000 39.764.529.000 5.500 199.315.125 50.725 40.248.188.800.656.074.232 25.000 22. Penumpukan Kas Masuk CFS Lapangan Penumpukan 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 20 ft 5.470 358.800 1.014.722.400 1.512 9.953 4.418.315.975 45.250 35.818.012.197 49.920 342.750.800 8.900 1.300 366.401.598 54.202.000.000 63.963 51.800 3.467.262 1.500 375 2.500 290.370 3.490.796.723.050 2.728.352.000 49.258.980 24.000 683.113.250 1.688.155 44.000 179.500 1.994 20 ft 4.700 1.050 1.750 56.550 252.150 5.050 2.013 10.552.629.000 119.000 80.405 43.188.500 249.400 741.667.241.938 3.579.760.000 5.000 599.953 54.375 6.899.573.914.000 160.567.625 1.908.241.316.995 20 ft 40 ft 502 125 1.989 40 ft 2.000 1.988 35.439.376.800 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 45.446.000 189.888.000 798.292.200 733.913 25.000 31.723.713.538.862.988 50.300 2.288 1.372.515.169.019.350 32.000 Bongkar Muat Penumpukan 1.383.567 49.660.000 7.625 25.623.800 38.409.200 1.000 139.857.013 15.125.708 22.500 18.375 1.007 7.050 52.000 3.200 1.744.829.075 1.000 33.349 1.123.650 1.933 23.680.551.913 43.450 1.988 40 ft 2.350 3.000 2.590.000 27.598 24.025 26.245 13.001.287.595.482 25.992.739.750 7.835.109.999 750 3.845 47.200.130.007 12.798.226.586.500 875 3.250 5.008.607.969.548.086.182.000 293.191.253.968.875 Tracking 19.075 241.768.989 45.424.313 5.000 399.000 1.316 1.815.999 5.444.367 1.303.525.150 4.074.910.013 24.580.424.294.400 1.000.839.940.950.012 22.500 915.000 1.000 34.500 52.200 1.173.215.664.184.332 1.000 32.274 1.960.332 27.265 5.000 16.209.937.989 31.830.000 899.500 732.955.955.500 24.662.460.550 166.514.336.639.817.256 4.500 549.250 44.432.000 5.875 1.775 824.492.000 314.101.494 14.599.538 7.119.005.406 34.592.837.292.247.000 239.386 19.420 8.413 4.698.250 4.662.175 23.000 6.900 1.109.994 25.002 500 2.675.650 53.467 5.440 1.062.050 3.668.495 15.875 640.354.660.876.329 5.000 237.108.610.119.688.035 309.726.708.532.867 46.234.450 22.250 3.734.610.385 47.765.675 5.300 219.725.200 79.288 53.500 1.047.860.363.720 1.143.300 2.500 4.000 998.900 1.000.919.800 1.221.300 2.400 371.750.371.472.575.060 1.131.400 2032 56.438.700 299.463 50.009.385 305.125 1.441.800 5.000 5.800 15.134.921.075.750 1.776.442.500 10.375 1.862.506 675 9.500 44.818.603.728.000 26.850.500 35.333.302.

ASPEK EKONOMI & FINANSIAL Pendapatan Kas Masuk .

ASPEK EKONOMI & FINANSIAL Biaya Investasi Awal .

ASPEK EKONOMI & FINANSIAL Biaya Investasi Awal .

ASPEK EKONOMI & FINANSIAL Rincian Gaji Karyawan .

ASPEK EKONOMI & FINANSIAL Perhitungan Kas Keluar .

517.338 . 20 tahun = 47.809.ASPEK EKONOMI & FINANSIAL NPV i=12%.

63 » Layak (Untung) .978/76.854.371.ASPEK EKONOMI & FINANSIAL BCR=B/C=123.824.014.639 = 1.

ASPEK EKONOMI & FINANSIAL IRR .

ASPEK EKONOMI & FINANSIAL Payback Periode = 25 bulan = tahun ke-2 bulan ke-1 .

PENUTUP .

. Sehingga dapat mengakomodasi serta menunjang Perekonomian di wilayah tersebut.KESIMPULAN Pelabuhan Perikanan Wini sangat layak untuk dibangun dan dikembangkan. Dukungan dari Masyarakat serta Pemerintah sangat perlu untuk Pengembangan Pelabuhan ini. Dilihat dari beberapa Aspek Pelabuhan Perikanan Wini sangat memadai SARAN Dengan melihat Perkembangan Pelabuhan dimasa yang akan dating serta lokasi yang sangat strategis yang dimiliki oleh Pelabuhan Wini ini maka diharapkan Pembangunan Pelabuhan ini berkelanjutan sesuai dengan perkembangan perikanan serta pasar yang tersedia.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful