Anda di halaman 1dari 56

TRAUMA KEPALA

~ CEDERA KEPALA TERTUTUP


~ FRAKTUR KRANIUM
~ HEM INTRAKRANIAL PASCA TRAUMA
Dr. M. Hariadi Jl. Menganti No. 456 Gresik Phone: 031-71152551
ANATO
MI
IRISAN
KORONER

DURAMATER
SINUS

FALX
DURAMATE
R
ER
DURAMAT
B
ONE

ARACHNO SUB ARACHNOID


ID SPACE
MEKANISME

IMPACT/NON IMPACT

KOMPRESI
GERAKAN OTAK THD.
TENGKORAK
GELOMBANG KEJUT
CEDERA KEPALA
TERTUTUP
• CEDERA KEPALA/OTAK RINGAN (GCS 14
-15)
• CEDERA KEPALA SEDANG (GCS 9 - 13)
• CEDERA KEPALA BERAT (GCS 3 - 8 )

CEDERA OTAK PRIMER


Cedera pada otak yang langsung
terjadi:
• Kontusio serebri, Hematom epidural
dll
CEDERA OTAK SEKUNDER
Cedera pada otak yang diakibatkan
karena cedera otak primer: Edema
GLASGOW COMA
• SCALE
Respon buka mata
• Spontan : 4
• Perintah suara : 3
• Rangsang nyeri : 2
• Rangsang nyeri idak ada respon : 1
• Respon bicara
• Orientasi baik :5
• Gangguan orientasi
:4
• Rangsang nyeri membuat kata :3
• Rangsang nyeri mengerang
:2
• Rangsang nyeri tidak ada respon :1

• Respon motorik
• Menurut perintah : 6
• Rangsang nyeri melokalisir
:5
• Rangsang nyeri menjauh : 4
• Rangsang nyeri fleksi abormal : 3
• Rangsang nyeri ekstensi abnormal
:2
• Rangsang nyeri tidak ada respon : 1
AVPU
ALERT
VERBAL RESPONSE
PAIN RESPONSE
UNRESPONSIVE
CEDERA KEPALA RINGAN
GCS 14-15
Diagnosis
Periksa CT Scan kepala, indikasi :
o GCS < 15
o Cushing’s Reflek / repons ( Hipertensi, Bradikardi )
o Sakit kepala menetap, muntah lebih 3 kali, setelah diberi injeksi
o Luka bacok, luka tembak, korpus alienum
o Teraba fraktur, atau pada foto polos kepala terdapat fraktur
o Riwayat kejang
o Lateralisasi ( Pupil anisokor, hemiparese / hemiplegi )
o Permintaan keluarga

Pemeriksaan foto lain atas


indikasi
Periksa darah rutin dan Faal
Penatalaksanaan
PEDOMAN : Advance Trauma Life Support

 Standard precautions
 Primary survey
Airway with c- spine protection
Breathing
Circulation with hemorrhage control
Disability
Exposure
Secondary Survey
History
Physical exam: Head-
to-toe
Tube and fingers in
every orifice
Complete neurologic
exam
Special diagnostic tests

Infus : 50 cc / kg BB
/ hari
• RL
• D5 ½ NS
• Anak/bayi sesuai umur/berat
badan
D5 ¼ NS
•Analgetik : Metampiron,
ketorolac
•Antiemetik : Metoclopramide,
Ondansetron
•Antibiotik : Ceftriaxone,
sefoperason
•Antikejang : Diazepam,
phenitoin
•Neurotropik : Piracetam,
citicholine,
•Antiedema : Mannitol 20 %
•Sedatif : Midazolam
Perawatan
Pedoman Perawatan Umum penderita cedera kepala
berdasar pada hal-hal berikut:

Oksigen 4 liter / menit pakai kanul hidung, bila ada


masalah Airway / Ventilation, Oksigen 10 – 12 liter /
menit, memakai masker non rebreathing.
Pasang pulse oxymetry
Puasa
Pakai bantal tipis, kontraindikasi : fraktur servikal
Ubah posisi tidur tiap 4 jam untuk menghindari
hipostatik pnemonia dan dekubitus
Cegah ekspos keratitis
Jaga tempat tidur selalu tetap kering dan
bersih dengan memasang kateter urin (bila
tida ada kontra indikasi), hal ini juga untuk
memonitor balans cairan
Mengurangi gelisah
Cegah hipertermi, setiap kenaikan
temperatur 10 dari suhu normal cairan
ditambah 10-15% dari kebutuhan
Operatif
Klinis :
Penurunan neurologis progresif
Tanda-tanda herniasi
Tanda-tanda penekanan batang otak
Masih terdapat refleks batang otak
Gambaran CT Scan
MASSA
( HEMATOM)
Pergeseran garis tengah ≥ 5 mm
Penekanan struktur terdekat
Penutupan / penyempitan sisterna
basalis
Pada lesi fossa posterior : aliran
likuor buntu / kompresi batang otak
Kriteria Masuk Rumah Sakit (MRS)
Pernah pingsan
GCS < 15
Gangguan neurologis ( lateralisasi,
kejang )
Kondisi neurologis menurun
Keluhan menetap dengan obat injeksi
Fraktur Basis Kranii
Mabuk, epilepsi, pernah operasi kepala
Disertai penyakit lain yang berat
Umur > 50 tahun
Tempat tinggal di luar kota
Tidak ada yang mengawasi di rumah
Atas permintaan keluarga
Kriteria Keluar Rumah Sakit
(KRS)

Sadar dan tidak pernah


pingsan
Tidak ada gangguan
neurologis
Muntah atau nyeri kepala
berkurang
atau hilang
Ada yang mengawasi di rumah
Tempat tinggal dalam kota
Kriteria Masuk ICU
• GCS 3-8 (Cedera Kepala Berat )
• GCS 9 – 13 (Cedera Kepala Sedang )
• GCS 14 – 15 (Cedera Kepala Ringan )
dengan lateralisasi atau
perlu observasi ketat
• Cedera kepala dengan neurologis
menurun progresif
• Cedera kepala dengan multitrauma
FRAKTUR KRANIUM

Klasifikasi:
• Vault
• Depressed / impresi
• Linear
• Diastase
• Basilar
• Dengan / tanpa likuorea
• Dengan / tanpa gangguan saraf kranial
FRAKTUR DEPRESSED/IMPRESI
Fragmen fraktur
melesak melebihi
atau sama dengan
tebal tulang

Gaya benturan besar mengenai


bidang kranium yang sempit.
SKULL PHOTO
CT SCAN
PENATALAKSANAA
N
TERBUKA: KEJADIAN < 24 JAM CITO
OPERASI
> 24 JAM
KONSERVATIF

TERTUTUP : KONSERVATIF
( KOSMETIK)
CITO BILA MEMENUHI
SYARAT INDIKASI OPERASI
FRAKTUR LINIER
Foto polos kepala:
• Gambaran fraktur linear, kedua ujung lancip
• Bukan pada tempat anatomis

CT Scan kepala :
• Gambaran diskontinuitas tulang kranium
• Gambaran patologi intrakranial yang lain

PENATALAKSANAAN
KONSERVATIF
FRAKTUR DIASTASE

FRAKTUR YANG MENGENAI


SUTURA

PENATALAKSANAAN
KONSERVATIF
FRAKTUR BASIS KRANII
PATOFISIOLOGI
BENTURAN DITERUSKAN KE
SEGALA ARAH

BASIS KRANII: TIPIS

REMOTE FRACTURE
TANDA & GEJALA
Tergantung dari fossa yang
terjadi fraktur
• Anterior : Brill haematom, Bloody
rhinorrhea
Komplikasi : Blind (avulsi optikus),
Anosmia (nervus
olfaktorius)
• Media : Bloody otorrhea
Komplikasi : Bell’s palsy (nervus
fasialis)
Gangguan
pendengaran ( nervus VIII)
• Posterior : Battle sign
ANTERI
OR
MEDIA

POSTER
IOR
PENATALAKSAN
AAN
BILA DISERTAI LIKUORHEA
 ANTIBIOTIKA I.V SAMPAI KEBOCORAN
BERHENTI
 BED REST
BILA 1 MINGGU TIDAK BERHENTI
 ANTIBIOTIKA I.V, ACETAZOLAMIDE
3X1
 STOOL SOFTENER
 DILARANG MENGEJAN
 DIVERSI LUMBAL PUNKSI
BILA 2 MINGGU TIDAK BERHENTI
 TOMOGRAM/CT SISTERNOGRAFI (CARI
LOKASI DEFEK)
HEMATOM
INTRAKRANIAL
PASCA TRAUMA

HEMATOM EPIDURAL
HEMATOM
SUBDURAL
HEMATOM
HEMATOM EPIDURAL
PATOFISIOLO
GI BENTURAN
INBENDING TULANG +
DURAMATER
TULANG KEMBALI DURAMATER
TERTINGGAL
TERCIPTA RUANG EPIDURAL

TERISI DARAH
SUMBER PERDARAHAN

ARTERI / VENA
MENINGICA MEDIA
VENA DIPLOE
SINUS VENOSUS
ARTERI / VENA MENINGICA
MEDIA
VENA DIPLOE
SINUS VENOSUS
TANDA DAN
GEJALA
 JEJAS / HEMATOM PADA
KULIT KEPALA
 LUCID INTERVAL
 TANDA PENINGKATAN TIK
 NEUROLOGIS:
• PUPIL ANISOKOR
IPSILATERAL
• HEMIPARESE
LUCID INTERVAL
1 2 3
SADA
R
SADA
R
PINGSAN/
TIDAK TIDAK
SADAR SADAR
LAGI
Ct Scan
PENATALAKSAN
AAN
BILA MEMENUHI INDIKASI TREPAN
OPERASI ASI

PERAWATAN PENDERITA
BEDAH SARAF
HEMATOM
SUBDURAL
PATOFISIOL
OGI
AKSELERASI/DESE SHEARING
LERASI FORCE

ROBEKAN PEMBULUH
DARAH
COUP / CONTRA COUP
BRIDGING VEIN
ARTERI/VENA KORTIKAL
BRIDGING VEIN
ARTERI/VENA
KORTIKAL
Hematom subdural
akut
Hematom subdural
subakut
Hematom subdural
kronik
PENATALAKSAN
AAN
BILA MEMENUHI INDIKASI TREPAN
OPERASI ASI

PERAWATAN PENDERITA
BEDAH SARAF
PERDARAHAN
INTRASEREBRAL
PATOFISIO
LOGI
AKSELERASI/DESE
LERASI

ROBEKAN PEMBULUH DARAH


PARENKHIM OTAK
COUP / CONTRA COUP
PENATALAKSAN
AAN
BILA MEMENUHI INDIKASI TREPAN
OPERASI ASI

PERAWATAN PENDERITA
BEDAH SARAF
TERIMAKASIH