Anda di halaman 1dari 22

Mushawwir Umar 06.06.

0004
REFERAT

MALFORMASI ANOREKTAL

PENDAHULUAN
Atresia

ani atau anus imperforata atau malformasi anorektal adalah suatu kelainan kongenital tanpa anus atau anus tidak sempurna. 1 dari tiap 5000-10000 kelahiran. Atresia ani berkisar dari 1500-5000 kelahiran dan 20 % -75 % bayi menderita anomali lain.

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi

Atresia ani atau anus imperforata atau malformasi anorektal adalah suatu kelainan kongenital tanpa anus atau anus tidak sempurna.

Epidemiologi
1

dalam 5000 kelahiran.

Laki > perempuan. Fistula rektouretra pada bayi laki-laki, diikuti fistula perineal. Pada bayi perempuan anus imperforata diikuti fistula rektovestibular dan fistula perineal. Letak rendah > letak tinggi

Embriologi

Patofisiologi

Kegagalan penurunan septum anorektal Manifestasi klinis diakibatkan adanya obstruksi dan adanya fistula.

Etiologi
1. Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan daerah dubur 2. Gangguan organogenesis dalam kandungan 3. Berkaitan dengan sindrom down

Klasifikasi
Wingspread
Jenis

Kelamin Laki-Laki :
fistel urin

Golongan I :
Kelainan

Atresia rectum Perineum datar Fistel tidak ada Kelainan fistel perineum Membrane anal Stenosis anus Fistel tidak ada

Golongan II :

Gambaran 2. malformasi anorektal pada laki-laki.

Cont...
Jenis

Kelamin Perempuan
I:

Golongan

Kelainan kloaka Fistel vagina Fistel rektovestibular Atresia rectum Fistel tidak ada

Golongan

II :

Kelainan fistel perineum Stenosis anus Fistel tidak ada

Gambaran 3. malformasi anorektal pada perempuan

Melbourne membagi berdasarkan garis pubokoksigeus

a. Letak tinggi b. Letak intermediet c. Letak renda

Klasifikasi tipe defek menurut Alberto Pena

Laki-laki

Perempuan

Defek kompleks

Defek letak rendah. Fistel kutaneus, stenosis Fistel kutaneus (perineal) anal, membrane anal, dan malformasi bucket handle.

Kelompok defek heterogen lain

Fistel rektouretra bulbar

Fistel vestibular

Fistel rektouretra prostatika

Fistel vagina

Fistel rektovesika

Anus imperforata tanpa fistel

Anus imperforata tanpa fistel

Atresia dan stenosis rectum

Atresia dan stenosis rektum

Kloaka persisten

Manifestasi klinis
1. Perut kembung 2. Muntah 3. Tidak bisa buang air besar 4. Pada pemeriksaan radiologis dengan posisi tegak serta terbalik dapat dilihat sampai dimana terdapat penyumbatan.

kelainan yang ditemukan bersamaan dengan malformasi anorektal

1. Kelainan kardiovaskuler 2. Kelainan gastrointestinal 3. Kelainan tulang belakang dan medulla spinalis 4. Kelainan traktus genitourinarius

Diagnosis
Anamnesis

Pemeriksaan fisik Radiologis

Penatalaksanaan
Leape

(1987) menganjurkan pada :1

a. Atresia letak tinggi dan intermediet dilakukan sigmoid kolostomi atau TCD dahulu, setelah 6 12 bulan baru dikerjakan tindakan definitif (PSARP) b. Atresia letak rendah dilakukan perineal anoplasti. c. Bila terdapat fistula dilakukan cut back incicion d. Pada stenosis ani cukup dilakukan dilatasi rutin.

Prognosis

Prognosis baik apabila gejala obstruksi segera diatasi.

KESIMPULAN
Atresia

ani atau anus imperforata atau malformasi anorektal adalah suatu kelainan kongenital tanpa anus atau anus tidak sempurna. Gejala itu dapat berupa: Perut kembung, Muntah, Tidak bisa buang air besar, Pada pemeriksaan radiologis dengan posisi tegak serta terbalik dapat dilihat sampai dimana terdapat penyumbatan.

CONT
Penatalaksanaan

atresia ani tergantung klasifikasinya :

a. Atresia letak tinggi dan intermediet dilakukan sigmoid kolostomi atau TCD dahulu, setelah 6 12 bulan baru dikerjakan tindakan definitif (PSARP) b. Atresia letak rendah dilakukan perineal anoplasti. c. Bila terdapat fistula dilakukan cut back incicion d. Pada stenosis ani cukup dilakukan dilatasi rutin.

CONT

Keberhasilan penatalaksanaan atresia ani dinilai dari fungsinya secara jangka panjang, meliputi anatomisnya, fungsi fisiologisnya, bentuk kosmetik serta antisipasi trauma psikis.

TERIMA KASIH