Anda di halaman 1dari 30

Kapsul

Apa yang dimaksud dengan kapsul?

Kapsul adalah sediaan padat yng terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin; tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai (Depkes RI, 1995).

Jenis jenis kapsul


Berdasarkan bentuknya dalam farmasi, kapsul dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : Kapsul cangkang keras terdiri atas wadah dan tutup yang dibuat dari campuran gelatin, gula dan air, jernih tidak berwarna dan pada dasarnya tidak mempunyai rasa. Biasanya cangkang ini diisi dengan bahan padat atau serbuk, butiran atau granul. Ukuran kapsul mulai dari yang besar sampai yang kecil yaitu 000, 00, 1, 2, 3, 4, 5. Kapsul gelatin lunak dibuat dari gelatin dimana gliserin atau alkohol polivalen dan sorbitol ditambahkan supaya gelatin bersifat elastis seperti plastik. Kapsul-kapsul ini mungkin bentuknya membujur seperti elips atau seperti bola dapat digunakan untuk diisi cairan, suspensi, bahan berbentuk pasta atau serbuk kering (Ansel, 1989).

Kelebihan dan Kekurangan


Bentuknya menarik dan praktis

Cangkang kapsul tidak berasa sehingga dapat menutupi obat yang memiliki rasa dan berbau tidak enak
Mudah ditelan dan cepat hancur/larut dalam perut sehingga obat cepat diabsorpsi Dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda beda sesuai kebutuhan pasien Kapsul dapat diisi dengan cepat karena tidak memerlukan tambahan/pembantu seperti pada pembuatan pil dan tablet

Tidak dapat digunakan untuk zat zat yang mudah menguap karena pori pori kapsul tidak dapat menahan penguapan

Tidak dapat diguakan untuk zat zat yang higroskopis (menyerap lembab);
Tidak dapat digunakan untuk zat zat yang dapat bereaksi dengan cangkang kapsul Tidak dapat diberikan untuk balita Tidak bisa dibagi bagi

Faktor faktor yang mempengaruhi


kompaktib ilitas pada alat suhu yang digunakan selama operasi untuk mengatur kepekatan.

fluiditas

lubrikasi

bentuk bahan obat yang akan disalut

bahan dalam pembuatan kapsul baik eksipien maupun zat aktifnya,

pelepasan obat/disol usi

Eksipien
Dalam suatu sediaan farmasi, selain zat aktif juga dibutuhkan eksipien/ bahan penolong. Cangkang kapsul dan intnya mungkin mengandung beberapa eksipien seperti berikut : Diluent : bahan pengisi, untuk meningkatkan bulk, fluiditas dan

kompaktibilitas. Filler dibagi menjadi 2 jenis yaitu hdrofilik dan hidrofobik. Contoh : laktosa, amilum, avice, manitol, sorbitol, kalsium fosfat. Glidans : umumnya sebagai pelicin. Bertujuan untuk meningkatka fluidistas campuran serbuk. Contoh : pati jagung, magnesium stearat, colloidal cilicas, natrium stearat Disintegrants : sebagai bahan penghancur, untuk membentuk kapiler air guna pembasahan serbuk sehingga mudah larut. Contoh : Amilum, croscarmellose sodium)

Eksipien
Surfactant ( surface active substances ) :merupakan reagen yang berada di permukaan batas 2 zat yang tidak bercampur, memiliki 2 gugus yaitu lipofil dan hidrofil. Berfungsi untuk meningkatkan pembasahan dari massa serbuk dan meningkatkan kelarutan. Contoh : Natrium Lauril Sulfat, Natrium Docusate Hidrofilisasi : proses peningkatan pembasahan dan kelarutan suatu obat yang mempunyai kelarutan redah dengan penambahan polimer yang hidrofilik

Selain yang telah disebutkan diatas, beberapa eksipien lain yang mungkin terkandung dalam kapsul ialah flavouring substances, colouring matter (misalkan Iron oxide, tartrzine,indigo carmine) , sweeteners, antimicrobial agents, solvent (misalkan air).

Manufaktur Kapsul keras


Kapsul keras secara tradisional dimanufaktur dari gelatin. Gelatin adalah istilah umum untuk campuran fraksi protein yang dimurnikan baik yang diperoleh dengan hidrolisis parsial asam (tipe A gelatin) atau dengan hidrolisis basa parsial (tipe B gelatin) dari kolagen hewan

Manufaktur Kapsul keras


Pencelupan Pemutaran Pengeringan

Penggabungan

Pemotongan

Pelepasan

Sorting

Printing

Manufaktur Kapsul keras

Filling

Proses Manufaktur Kapsul - Keras

Manufaktur Kapsul lunak


Kapsul gelatin lunak dapat dibuat dengan cara pross lempeng dengan menggunakan seperangkat cetakan untuk membentuk kapsul atau dengan cara die process ( berputar atau bolak balik) yang lebih efisien dan produktif

Manufaktur Kapsul lunak

ODT
ODT atau Oral disintegrating Tablet merupakan sediaan tablet yang

mampu hancur segera dalam mulut meskipun hanya ada sedikit


cairan dalam rongga mulut. Ketika ODT diletakkan dalam rongga mulut, Saliva (air ludah) akan segera masuk ke dalam pori-pori

sehingga menyebabkan tablet akan sedgera hancur. Oleh karena itu


ODT dikenal juga sebagai quick dissolve, fast melt, fast dissolving, rapid dissolve. Tablet ODT lebih cepat hancur sehingga mampu menghantarkan Zat Aktif untuk lebih cepat diabsorpsi dalam tubuh, baik dalam mulut maupun dalam lambung. (Adi Nugroho, 2011)

Kelebihan
Kelebihan ODT dibandingkan sediaan solid : - stabilitas yang baik - ketepatan dosis - kemudahan produksi - ukuran pengemasan yang kecil dan praktis dibawa berpergian. ODT juga memiliki kelebihan dibandingkan formulasi cair : - kemudahan penggunaan obat - tidak ada resiko sesak nafas (tersendak) akibat obstruksi fisik bentuk solida di tenggorokan (Fu, et.al., 2004) - kecepatan absorpsi dan onset obat yang cepat, serta ketersediaan hayati yang tinggi.

Kekurangan
Di samping berbagai kelebihan ODT seperti yang telah disebutkan di atas, banyak sediaan ODT memiliki kekurangan dalam hal keterbatasan jumlah obat yang dapat diformulasi setiap unit dosisnya. Untuk bentuk sediaan ODT yang diformulasi dengan teknik pengeringan beku atau liofilisasi (freeze drying atau lyophilisation), formulasi dosis obat secara umum harus kurang dari 400 mg untuk senyawa obat yang tak larut dan kurang dari 60 mg untuk senyawa obat yang larut air. Selain itu, terkait sifat bentuk sediaan ODT yang rapuh (fragile), diperlukan pengemasan khusus yang mana tentu akan menambah biaya produksi (Ghost, et.al., 2005).

faktor2

Jenis eksipien
Jenis eksipien yang digunakan dalam formulasi biasanya merupakan campuran air dengan polimer terlarut dan kristal gula. Mannitol dan polisakarida alami seperti gelati dan alginat biasa digunakan. Mikroenkapsulasi dan kompleksasi dengan perubahaan ion resin dapat dikombinasikan dengan rasa dan pemanis tambahan untuk memberikan rasa yang lebih baik dari obat. Selain itu, crospovidon yang memiliki rumus kimia 1-etenil-2pirolidon homopolimer ini merupakan serbuk bewarna putih, mudah mengalir, tidak berasa, tidak berbau dan higroskops. Crospovidon pada hal ini digunakan sebagai bahan disintegran dengan konsentras 2 5%. Untuk pemanis, formulasi ODT biasa menggunakan aspartam.

Manufaktur
Tahap fase akhir dari produksi melibatkan segelan lepuhan melalui panas

tahap 1 dimulai dengan persiapan bulk dari larutan obat cair atau suspensi dan dengan dosis yang tepat selanjutnya kemudian dilumerkan

Lumeran ini yang pada akhirnya akan membentuk tablet dan oleh karena itu diintegrasikan dengan produk tablet

Tahap kedua dari manufaktur ialah membutuhkan untuk melewati pengisian blister melalui proses pembekuan kriogenik untuk mengontrol ultimalisasi ukuran dari kristal es

Non oral

NO!

Kelebihan dan kekurangan


Dapat digunakan untuk obat yang tidak bisa diberikan melalui rute oral karena gangguan saluran cerna seperti mual, pasien dalam keadaan tidak sadar, atau pada saat pembedahan.

Dapat diberikan pada bayi, anak-anak, lansia yang susah menelan, dan pasien gangguan Mental
Zat aktif tidak sesuai melalui rute oral, missal karena efek samping pada saluran cerna, atau mengalami First Pass Effect (FPE)

Daerah absorpsinya lebih kecil Absorpsi hanya melalui difusi pasif Pemakaian kurang praktis Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang rusak oleh pH di rectum

Jenis eksipien
Belom nemu

Faktor faktor
Pemilihan zat aktif Pemilihan basis Pemilihan bahan pembantu yang dapat meningkatkan homogenitas produk, kelarutan, dll

Faktor faktor
1. Pemilihan zat aktif
Suatu zat aktif dapat dberikan dalam bentuk suppositoria jika: Dapat diabsorpsi dengan cukup melalui mukosa rektal untuk mencapai kadar terapeutik dalam darah (absorpsi dapat ditingkatkan dengan bahan pembantu). Absorpsi zat aktif melalui rute oral buruk atau menyebabkan iritasi mukosa saluran pencernaan, atau zat aktif berupa antibiotik yang dapat mengganggu keseimbangan flora normal usus. Zat aktif berupa polipeptida kecil yang dapat mengalami proses enzimatis pada saluran pencernaan bagian atas (sehingga tidak berguna jika diberikan melalui rute oral). Zat aktif tidak tahan terhadap pH saluran pencernaan bagian atas. Zat aktif digunakan untuk terapi lokal gangguan di rektum atau vagina. Sifat dari zat aktif yang mempengaruhi pengembangan produk ini ialah sifat fisiknya, densitas bulk dan kelarutan.

2. Pemilihan basis Karakteristik basis yang menentukan selama produksi : kontraksi keinertan, pemadatan, viskositas Karakteristik basis yang menentukan selama penyimoanan : ketidakmurnian (minimalisir kontaminasi bakteri), pelunakan, stabilitas Karakteristik basis yang menentukan selama penggunaan : pelepasan, toleransi Karakteristik pemilihan basis berdasarkan karakteristik fisikokimianya : jarak lebu, bilangan ioin, indeks hidroksi

Pemilihan bahan pembantu yang dapat meningkatkan homogenitas produk, kelarutan, dll Bahan pembantu digunakan untuk : Meningkatkan penggabungan dari serbuk zat aktif Meningkatkanhidrosifilisitas Meningkatkan viskositas Mengubah suhu leleh Meningkatnya kekuatan mekanis Mengubah penampilan Melindungi dari degradasi Mengbah absorpsi (Lieberman, Disperse System, thn 1989, vol 2, 537-54)

Manufaktur
Metoda pembuatan : 1. Pencetakan dengan tangan (manual) 2. Pencetakan dengan kompresi / cetak kempa / cold compression 3. Pencetakan dengan penuangan / cetak tuang / fusion

Manufaktur
Penyiapan Metode Penuangan cetakan Pembuatan basis supo

Penyiapan zat aktif

pencampuran dan penuangan

pendinginan dan penyempurnaan