Anda di halaman 1dari 24

Referat

MIOMA UTERI
Nur Rahmat Wibowo

Definisi1,5,6
Mioma uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat kenyal, batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau multipel. Fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroid

Epidemiologi2,7
Tidak ditemukan pada wanita belum menarche Jarang sekali pd wanita sebelum usia 20 tahun Paling banyak usia 3545 tahun Lebih sering pada wanita nulipara atau kurang subur Setelah menopause kebanyakan sarang myoma lisut, hanya 10% yang masih bertumbuh 212% dari semua pasien ginekologi yg dirawat Berdasarkan otopsi, Novak menemukan 27% wanita berumur 25 tahun mempunyai sarang mioma

Etiologi7
Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial. Umur Paritas Faktor ras dan genetik Fungsi ovarium

Patofisiologi7
Mioma merupakan monoclonal dengan tiap tumor merupakan hasil dari penggandaan satu sel otot. Etiologi yang diajukan termasuk di dalamnya perkembangan dari sel otot uterus atau arteri pada uterus, dari transformasi metaplastik sel jaringan ikat, dan dari sel-sel embrionik sisa yang persisten. Penelitian terbaru telah mengidentifikasi sejumlah kecil gen yang mengalami mutasi pada jaringan ikat tapi tidak pada sel miometrial normal. Penelitian menunjukkan bahwa pada 40% penderita ditemukan aberasi kromosom yaitu t(12;14)(q15;q24).

Patofisiologi
Meyer dan De Snoo mengajukan teori Cell Nest atau teori genioblast. Percobaan Lipschultz yang memberikan estrogen kepada kelinci percobaan ternyata menimbulkan tumor fibromatosa baik pada permukaan maupun pada tempat lain dalam abdomen. Efek fibromatosa ini dapat dicegah dengan pemberian preparat progesteron atau testosteron. Pemberian agonis GnRH dalam waktu lama sehingga terjadi hipoestrogenik dapat mengurangi ukuran mioma.

Klasifikasi9
Menurut tempatnya di uterus dan menurut arah pertumbuhannya, maka mioma uteri dibagi 4 jenis antara lain:9 1. Mioma submukosa 2. Mioma intramural 3. Mioma subserosa 4. Mioma intraligamenter

Jenis-Jenis Mioma Uteri

Mioma Submukosa
Berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Dijumpai 6,1% dari seluruh kasus mioma. Sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. Mioma jenis lain meskipun besar mungkin belum memberikan keluhan perdarahan, tetapi mioma submukosa, walaupun kecil sering memberikan keluhan gangguan perdarahan.

Mioma Intramural
Terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium. Karena pertumbuhan tumor, jaringan otot sekitarnya akan terdesak dan terbentuk simpai yang mengelilingi tumor. Mioma yang terletak pada dinding depan uterus, dalam pertumbuhannya akan menekan dan mendorong kandung kemih ke atas, sehingga dapat menimbulkan keluhan miksi

Mioma Subserosa
Apabila mioma tumbuh keluar dari dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus dan diliputi oleh serosa

Mioma Intraligamenter
Mioma subserosa yang tumbuh menempel pada jaringan lain, misalnya ke ligamentum atau omentum kemudian membebaskan diri dari uterus sehingga disebut wondering parasitis fibroid

Gejala dan Tanda11,12


Perdarahan abnormal Rasa nyeri Gejala dan tanda penekanan Infertilitas dan abortus

Diagnosis5
Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium Anemia Imaging
o USG : massa padat dan homogen pada uterus o Histerosalfingografi: mendeteksi mioma uteri yang tumbuh ke arah kavum uteri pada pasien infertil. o MRI lebih akurat untuk menentukan lokasi, ukuran, jumlah mioma uteri namun biaya pemeriksaan lebih mahal

Penatalaksanaan3,7
Konservatif Terapi Operatif Terapi Medikamentosa

Terapi Konservatif
Penderita dengan mioma kecil dan tanpa gejala tidak memerlukan pengobatan, tetapi harus diawasi perkembangan tumornya

Terapi Operatif
Miomektomi
pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan uterus

Histerektomi
pengangkatan uterus, yang umumnya tindakan terpilih

Terapi Medikamentosa14
Terapi medikamentosa masih merupakan terapi tambahan atau terapi pengganti sementara dari operatif. Preparat yang selalu digunakan untuk terapi medikamentosa adalah analog GnRH, progesteron, danazol, gestrinon, tamoksifen, goserelin, antiprostaglandin, agen-agen lain (gossipol,amantadine).14

Bagan Penatalaksaan Mioma Uteri5

Komplikasi15
Degenerasi ganas
leiomiosarkoma ditemukan hanya 0,320,6% dari seluruh mioma; serta merupakan 5075% dari semua sarkoma uterus Kecurigaan akan keganasan uterus apabila mioma uteri cepat membesar dan apabila terjadi pembesaran sarang mioma dalam menopause.

Torsi (putaran tangkai)


Torsi gangguan sirkulasi akut nekrosis sindrom abdomen akut.

Nekrosis dan infeksi


gangguan sirkulasi darah padanya

Prognosis
Rekurensi setelah miomektomi terdapat pada 1540% penderita dan 2/3-nya memerlukan pembedahan lagi

Tinjauan Pustaka
1. Yuad H., 2007. Miomectomi Pada Kehamilan. Diunduh dari: http://www.ksuheimi.blogspot.com. Accested : March 01, 2008. 2. Santoso, 2007. Mioma Uteri. Diunduh dari http://www.pinkerzzz03.blogspot.com. Accested : March 01, 2008. 3. Coronado, GD et all. Complications in pregnancy, labor, and delivery with uterine leiomyomas: a population based study. Obstet Gynecol. 2000;95;764769. 4. Antoni S, 2008. Sekilas tentang Tumor (Myoma) Rahim . Available from : http://www.klinikandalas.wordpress.com. Accested : March 02, 2008 5. Suwiyoga K, 2003. Mioma Uterus dalam Buku Pedoman Diagnosis-Terapi dan Bagan Alir Pelayanan Pasien. SMF Obsgin FK UNUD RS Sanglah, Denpasar. 201-206 6. Sutoto J. S. M., 2005. Tumor Jinak pada Alat-alat Genital dalam Buku Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo, Jakarta.338-345 7. Jevuska O, 2007. Mioma Geburt. Available from: http://www.oncejevuska.blogspot.com. Accested : March 01, 2008. 8. Kapita selekta

9. Baziad A. Pengobatan medikamentosa mioma uteri dengan analog GnRH. Dalam: Endokrinologi ginekologi edisi kedua. Jakarta: Media Aesculapius FKUI, 2003; 151-156. 10. Gross K, Morton C, Genetic and development of fibroid. Clin Obstet and Gynecology 2001; 44: 335-349 11. Anonim. Mioma Uteri. Data modifikasi tahun 2009. Terdapat pada website www.wikipedia.com. Disadur pada tanggal 26 Januari 2010. 12. Sutoto J. S. M., 2005. Tumor Jinak pada Alat-alat Genital dalam Buku Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo, Jakarta.338-345 13. Anonim. Mioma Uteri. Data modifikasi Januari 2009. Tersedia pada website www.widiantopicaobsgyn.com. Disadur pada tanggal 26 Januari 2010. 14. Brosens I, Deprest J, Dal Cin P, et al. Clinical significance of cytogenetic abnormalities in uterine myomas. Fertil Steril, 1998; 69: 232-235 15. Sutoto J. S. M., 2005. Tumor Jinak pada Alat-alat Genital dalam Buku Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo, Jakarta.338-345 16. Meloni AM, Surti U, Contento AM, et al. Uterine leiomyoma: cytogenetic abnormalities in uterine myomas are associated with myoma size. MolHum Reprod, 1998; 4:83-86