Anda di halaman 1dari 17

Anggota Kelompok

Aryandi Mahendrata N (10208002) Daniel Harapan (10208011) Riefki Pranata (10802018) Titi Dartini (10208030) Reza Amali B. (10208032) Widyo J (10208038) Muhammad Mufti M. (10208039) Malinda Sabrina (10208051) Raditia M.W. (10208052) Taufik Octavinaldi (10208064) Christian Chandra (10208006)

CONTENT
Definisi dan Dasar Hukum Tujuan dan azas Hak dan Kewajiban Konsumen Contoh Kasus Kesimpulan

Definisi
Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan

Dasar Hukum
UUD 45, mengamanatkan bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), Lahirnya Undangundang ini memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh perlindungan atas kerugian yang diderita atas transaksi suatu barang dan jasa.

Tujuan
Sesuai dengan pasal 3 Undang-undang Perlindungan Konsumen, yaitu Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa

Tujuan
Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-hak nya sebagai konsumen

Meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen.

Azas Perlindungan Konsumen


Asas Manfaat Asas Keadilan Asas Keseimbangan Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen Asas Kepastian Hukum

Hak Konsumen
Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa Hak untuk didengar pendapat dankeluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan

Hak Konsumen
Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya

Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif

Kewajiban Konsumen
Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa

KewajibanKonsumen
Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut

Contoh Kasus: Konsumen vs BII


Bram, nasabah BII produk jasa perbankan Tabungan Super Pundi dan BII Cabang Fatmawati Jakarta.

BII menaikkan biaya administrasi penutupan rekening tabungan dari Rp10.000 menjadi Rp20.000 mulai 2 Januari 1998 tanpa pemberitahuan dan persetujuan terlebih dahulu konsumen.
Pelanggaran Pasal 18 ayat (1) huruf g, ayat (3), Sanksi Pasal 62 ayat (1) UUPK.

Kasus:
Konsumen vs PT Unilever
PT Unilever memasang iklan Unilever Peduli di Jawa Pos 18 Juni 1998: bagi 3000 pengirim pertama akan mendapatkan paket produk dari PT U. Ahmad Ansori mengirim 18 Juni 1998 ke alamat PT U 24 Juni 1998, iklan yang sama muncul, Ansori mengirim lagi. Agustus 1998, PT U mengumumkan bahwa pada tiga hari pertama 21 Juni 1998, PT U telah menerima 5000 pucuk surat. Pasal 13 ayat (1), 62 ayat (2) UUPK.

Sumber: Bidang Pengaduan YLKI, Register Kasus No. 858/SDM/YLKI/1998, 9 Okt 1998.

Contoh Lain Kasus


Insiden rokok meledak Kasus Prita vs RS Omni Internasional Peredaran produk makanan Cina yang mengandung melamin Produk-produk cacat yang dijual ke masyarakat

Kesimpulan
Perkembangan ekonomi dan industrialisasi sangat kuat, hal ini dapat menyebabkan konsumen menjadi lemah

Untuk itu kekuatan konsumen perlu digalang.


Dengan kelembagaan yang kuat, produsen diharapkan akan lebih berhati-hati dalam memproduksi barang dan jasa. Apabila kepentingan konsumen dilanggar, gerakan konsumen dimungkinkan masuk ke bidang politik ekonomi, sebab telah diatur dengan jelas pada UUPK