Anda di halaman 1dari 26

BESI & BESI COR

Besi
Fe atau Ferrum yang berarti

elemen suci telah ditemukan sekitar 4000 SM (zaman besi), tanpa diketahui penemunya Besi tidak terdapat dalam keadaan murni karena Fe valensi nol tidak stabil sehingga mudah bereaksi dengan unsur lain. Kelimpahan besi di kulit bumi menempati urutan keempat dengan persentase sekitar 5%.

Definisi
Besi, merupakan elemen kimia

dengan rumus Fe, yang secara teknik merupakan material dengan kandungan Fe 99,8% sampai 99,9% (electrolitic iron) Prinsip pembuatannya , besi mengambil unsur oksigen dari Magnetite Fe3O4 (56 % Fe) bijih besi Fe O , Fe O , dll 2 3 3 4 dengan penambahan reduktor sehingga dihasilkan logam Fe (proses reduksi)

Definisi
Besi termasuk material yang mudah diolah Besi murni tidak begitu kuat, tetapi bila dicampur dengan Hematite logam lain dan karbon didapat baja yang sangat

Fe2O3 ( 40-65 %Fe )

keras. Biji besi mengandung hematite (Fe2O3) yang dikotori oleh pasir (SiO2) sekitar 10 %, serta sedikit senyawa sulfur, posfor, aluminium dan mangan

Limonite 2Fe2O3.3H2O (20-55% Fe )

Fungsi & Kegunaan


Logam besi: digunakan untuk

membuat konstruksi jembatan, badan kendaraan, rel kereta api, dan konstruksi bangunan lainnya. Stainless steel : digunakan untuk membuat peralatan industri, peralatan rumah tangga , dan komponen kendaraan bermotor.

Fungsi & Kegunaan


Baja nikel, baja mangan, baja

kromium: untuk membuat senjata dan kawat. Besi (III) klorida atau feri klorida digunakan dalam pengolahan limbah dan pengecatan. Besi (II) sulfat : digunakan dalam perawatan tekstil dan pengerasaan alumunium, pembuatan tinta.

Fungsi & Kegunaan


Besi (II) oksida (FeO) : sebagai pewarna

tegel atau ubin. Senyawa besi juga terdapat pada sayur-sayuran, dan dalam tubuh kita. Contohnya: Hemoglobin, terdapat dalam darah. Myoglobin, terdapat di dalam selsel otot, mengandung Fe bentuk Ferro. Fe(OH)3 : digunakan untuk bahan cat
Besi (III) klorida atau feri klorida digunakan sebagai katalis dan koagulan

Pengolahan Besi
Proses pengolahan bijih

besi untuk menghasilkan logam besi dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace).

Pengolahan Besi
Proses Pengolahan Besi dari bijihnya dapat

berlangsung dengan urutan berikut: a.Bahan bahan dimasukkan ke dalam tanur melalui bagian puncak tanur. Bahan bahan ini berupa: 1.)Bahan utama yaitu bijih besi yang berupa hematit (Fe2O3 ) yang bercampur dengan pasir (SiO2) dan oksida oksida asam yang lain (P2O5 dan Al2O3). Batuan batuan ini yang akan direduksi. 2.)Bahan bahan pereduksi yang berupa kokas (karbon). 3.)Bahan tambahan yang berupa batu kapur (CaCO3) yang berfungsi untuk mengikat zat zat pengotor.

Pengolahan Besi
b.Udara panas dimasukkan di bagian bawah tanur sehingga

menyebabkan kokas terbakar. H = - 394 kJ . C(s) + O2(g) CO2(g) c.Gas CO2 yang terbentu kekmudian naik melalui lapisan kokas yang panas dan bereaksi dengannya lagi membentuk gas CO. H = +173 kJ. CO2(g) + C(s) 2 CO(g) d.Gas CO yang terbentuk dan kokas yang ada siap mereduksi bijih besi (Fe2O3). Reuksi ini dapat berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu: 1.)Pada bagian atas tanur, Fe2O3 direduksi menjadi Fe3O4 pada suhu 500o C. 3 Fe2O3(s) + CO(g) 2 Fe3O4(s) + CO2(g)

Pengolahan Besi
2.)Pada bagian yang lebih rendah, Fe3O4 yang terbentuk

akan direduksi menjadi FeO pada suhu 850o C. Fe3O4(s) + CO(g) 3 FeO(s) + CO2(g) 3.)Pada bagian yang lebih bawah lagi, FeO yang terbentuk akan direduksi menjadi logam besi pada suhu 1.000o C. FeO(s) + CO(g) Fe(l) + CO2(g) e.Besi cair yang terbentuk akan mengalir ke bawah dan mengalir di dasar tanur. f.Sementara itu, di bagian tengah tanur yang bersuhu tinggi menyebabkan batu kapur terurai menurut reaksi: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)

Pengolahan Besi
g.Kemudian di dasar tanur CaO akan bereaksi dengan

pengotor dan membentuk terak (slag) yang berupa cairan kental. Reaksinya sebagai berikut: CaO(s) + SiO2(s) CaSiO3(l) 3 CaO(s) + P2O5(g) Ca3(PO4)2(l) CaO(s) + Al2O3(g) Ca(AlO2)2(l) h.Selanjutnya, besi cair turun ke dasar tanur sedangkan terak (slag) yang memiliki massa jenis lebih rendah dari besi cair akan mengapung di permukaan.

Besi Cor / Besi Tuang


Besi tuang biasanya

banyak dipergunakan untuk pembuatan rumah pompa, rumah mesin, suku cadang mesin, ornamen dan peralatan rumah tangga

Definisi
Sebaimana namanya besi ini dibuat dengan

cara dituang atau dicor, bahan ini diperoleh dari besi gubal, besi gubal ini dilebur untuk memperoleh tingkat kandungan karbon yang diinginkan kemudian dituang atau dicor atau dicetak untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan Besi cor kelabu merupakan salah satu jenis besi cor yang tergolong penggunaannya paling banyak

Definisi
Komposisi besi tuang adalah unsur-unsur

kimia yang digunakan dalam proses pengolahan dan pengecoran : 1. Karbon 2. Silikon 3. Mangan 4. Sulfur 5. Fosfor

Definisi
Ada beberapa jenis Besi Tuang (Cast Iron) /

Besi Cor yaitu : 1. Besi Tuang Putih (White Cast Iron). 2. Besi Tuang Mampu Tempa (Malleable Cast Iron) 3. Besi Tuang Kelabu (Grey Cast Iron). 4. Besi Tuang Nodular (Nodular Cast Iron)

Fungsi & Kegunaan


Aplikasi pada besi tuang :

a. pipa yang menahan tekanan luar sangat tinggi b. tutup lubang saluran drainase dan alat saniter yang lain c. bagian struktur rangka yang menahan gaya desak d. bagian mesin, blok mesin, dan sebagainya e. pintu gerbang, tiang lampu dan sebagainya, f. sendi, roll, jembatan g. Bagian kendaraan bermotor: blok mesin, tutup silinder, rumah engkol, selubung silinder, roda daya, tromol rem, dst

Pengolahan Besi Cor


Besi tuang di hasilkan dengan cara mencairkan

besi kasar di dalam dapur (Furnace) yang sesuai, terlebih dulu di tambahkan besi bekas atau baja bekas sebelum proses pencairan berlangsung atau sebelum proses penuangan selesai

Pengolahan Besi Cor


Peleburan besi tuang biasanya di lakukan

dalam kupola proses peleburannya kontinyu , begitu logam mencair dialir ke luar tungku, di tampung di alat perapian depan lalu di angkut menggunakan ladel untuk di tuang pada cetakan Proses pengolahan meliputi, peleburan, pembuatan model dan membuat cetakan

Pengolahan Besi Cor


Dilihat dari penuangan logam ke cetakan ,

jenis cetakan yaitu :


Cetakan diam stationary mould Investment Casting (Presisi) Green sand moulding Dry sand moulding Cetakan Pasir Loam (tanah liat) moulding Hot box proses, CO2 proses dan Shell moulding Investment Casting Cetakan bergerak non-stationary mould Centrifugal casting

Pengolahan Besi Cor


Klasifikasi Cetakan ditinjau dari bahan pembuat nya, terdiri dari:

a). Cetakan pasir basah (green sand moulding) b). Cetakan kulit kering (skin dried moulding c). Cetakan pasir kering (dry sand moulding d). Cetakan lempung (loam moulding) e). Cetakan furan (furan moulding) f). Cetakan CO2 g). Cetakan logam h). Cetakan khusus

Pengolahan Besi Cor


Lanjutan Proses Pengecoran (Penuangan) 1. Pembongkaran Benda Coran

Setelah, logam cair di dalam cetakan membeku,maka benda cor nya di keluarkan Benda cor yang dikeluarkan, masih sangat kotor, untuk itu perlu di bersihkan

Pengolahan Besi Cor


2. Pembersihan Benda Coran

Catatan: - Untuk memudahkan pengeluaran model, maka model harus berbentuk tirus - Untuk bentuk-bentuk yang sulit, cetakan dapat dibuat lebih dari 2 (dua) bagian.

Pengolahan Besi Cor


Perlakuan Panas Coran

Pengolahan Besi Cor


Bila logam cair membeku, maka akan

terjadi solidifikasi jika tidak dikendalikan dengan baik, maka akan terjadi ronggarongga penyusutan yang besar. Solidifikasi harus dikendalikan sedemikian rupa Pada gambar ilustrasi diatas, terlihat gradien suhu dan garis-garis isotermal serta arah aliran panas di dalam suatu benda coran

Pengolahan Besi Cor


Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan: - menyiapkan logam cair stand-by di daerah saluran penambah - memasang chill di daerah panas terperangkap, jadi panas cepat keluar - menempat kan bahan kimia eksotermik di daerah benda coran - menempatkan pompa vacuum dibagian bawah cetakan, sehingga logam cair mengalir lebih cepat untuk mengisi seluruh ronggarongga cetakan
http://www.industrialmetalcastings.com/