Anda di halaman 1dari 24

Penanggulangan Korupsi dan UNCAC

Topo Santoso FHUI Program Magister Hukum

Jakarta, 9 Maret 2011

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption, 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003) Paper Individual (UAS) Bagaimana implementasi UNCAC di Indonesia ?

Defining corruption
World Bank definition: the abuse of public power for private gain

Types of corruption
United Nations Convention Against Corruption (UNCAC): bribery trading in influence embezzlement abuse of functions illicit enrichment

State obligations under UNCAC


-

Prevention Criminalisation International cooperation Asset recovery

Problems with the UNCAC


Preventive measures: optional nature Criminalisation: distinction between mandatory and optional criminalisation No monitoring mechanism or sanctions Can grand corruption be combated?

4 element penting melawan korupsi


Suatu infrastruktur hukum antikorupsi domestik yang efektif Kerjasama internasional untuk saling membantu dalam bidang hukum Dukungan aktif dari rakyat negara yang bersangkutan Kemauan politik untk membuat strategi antikorupsi pemerintah bisa berjalan

Titik awal

Titik awal dari setiap masyarakat dalam upaya memberantas korupsi harus memandang ke dalam sebab-sebab mendasar dari korupsi di negara tersebut Ini memungkinkan desain dan penerapan suatu program nasional antikorupsi sesuai keadaan negara tertentu Mesti ada komitmen yang kuat dari pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil untuk memastikan langkah-langkah dijalankan secara efektif dan berkelanjutan

Contoh Faktor Penyebab, al :


Penegakan hukum yang lemah (rendahnya probabilitas untuk tertangkap, dituntut dan dihukum + mafia birokrasi) Administrasi birokrasi yg membuka peluang (perijinan, kewenangan yg luas, mrantai birokrasi, dll) Gaji rendah, peluang terbuka, kesenjangan gaji, dll Rendahnya etika dan moralitas ; dll

UNCAC

Merupakan kulminasi dari berbagai upaya besar dan konsensus sejumlah besar negara Tujuan: 1. untuk mempromosikan dan memperkuat langkahlangkah guna mencegah dan memerangi korupsi secara lebih efisien dan efektif 2. untuk mempromosikan bantuan dan dukungan kerjasama internasional dan bantuan teknis dalam pencegahan dan perang melawan korupsi termasuk dalam pemulihan aset 3. untuk mempromosikan integritas, akuntabilitas, akuntabilitas dan manajemen urusan publik dan properti publik dengan baik

Struktur UNCAC

Bab I Bab II Bab III

Bab IV Bab V Bab VI Bab VII Bab VIII

: Ketetapan-ketetapan Umum tujuan konvensi : Langkah-langkah preventif : Kriminalisasi dan Penegakan Hukum : Kerjasama Internasional : Pemulihan Aset : Bantuan Teknis dan Pertukaran Informasi : Mekansme dan Implementasi : Ketetapan-ketetapan Final

Tema-tema umum BAB II konvensi

Memastikan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam proses administrasi Meningkatkan dan menjaga standar etika di tempat kerja Menerapkan mekanisme pemantauan eksternal dan pengawasan pejabat-pejabat tertentu Meningkatkan kesadaran masyarakat sipil tentang masalah akibat korupsi dan secara aktif melibatkannya dalam usaha pemerintah mencegah tindak kejahatan itu

Bab II Langkah-Langkah Preventif


Pasal 5 14 Pasal 5 secara umum menggambarkan kewajiban-kewajiban untuk mengambil langkah-lankah mencegah terjadinya korupsi Mis. mengembangkan dan menerapkan atau menjalankan kebijakan antikorupsi yang mempromosikan partisipasi masyarakat dan menunjukkan prinsip-prinsip supremasi hukum, manajemen urusan publik dan properti publik dengan baik, integritas, transparansi, dan akuntabilitas dst

Prinsip-prinsip yang Mendasari Konvensi


Tanggungjawab berbagai pemerintahan untuk mengembangkan kebijakankebijakan antikorupsi yang efektif Perlunya melibatkan masyarakat sipil sebagai peserta dalam menerapkan kebijakan-kebijakan tersebut Pentingnya kerjasama internasional bagi efektifnya langkah-langkah yang direkomendasikan oleh konvensi ini

Langkah-langkah Implementasi
Pasal 6 UNCAC Memberikan mandat agar implementasi dari kewajiban-kewajiban Pasal 5 dilakukan oleh sebuah lembaga yang diberi kebebasan sehingga dapat menjalankan fungsi-fungsinya secara efektif dan bebas dari pengaruh manapun.

Contoh progran KPK dalam pencegahan korupsi


1. 2. 3. 4.

5. 6.
7. 8. 9. 10. 11.

Penerapan Good Governance Konsep Integrity Island (bandingkan dg Rencana Integrity Nasional- Mal ?) Manajemen berbasis kinerja Minimalisasi korupsi proses pengadaan barang & jasa Pakta integritas Menciptakan mekanisme pengaduan masyarakat Memperkuat lembaga audit & auditor Memperkuat pemda dlm bentuk identifikasi kemauan politik & kapasitas untuk melaksanakan reformasi lokal Reformasi pada pelayanan sektor publik dg kebijakan one stop services Membuat kode etik & aturan perilaku Membuka akses masyarakat atas informasi Mobilisasi publik melalui pendidikan & ukuran peningkatan kesadaran Pelatihan serta investigasi untuk jurnalistik

Kejaksaan dan pengadilan


Pasal 11 UNCAC Berbicara tentang penguatan integritas dari lembaga pengadilan dan kejaksaan dan menggarisbawahi pentingnya dua komponen CJS tersebut. Kedua lembaga ini disebut secara khusus menunjukkan peran penting yang dimainkan dalam memberantas korupsi

Bab III Kriminalisasi dan Penegakan Hukum


Konvensi meminta negara peserta untuk menciptakan, atau mempertimbangkan untuk menciptakan, cara-cara penindakan terhadap: penyuapan kpd pejabat publik (ps 15) Penyuapan kpd pejabat publik asing (ps 16) Penyalahgunaan properti publik oleh pejabat publik (ps 17) Pertukaran pengaruh (ps 19) Pemerkayaan diri secara tidak sah (ps 20) Penyuapan di sektor swasta (ps 21) Penggelapan properti di sektor swasta (ps 22) Pencucian hasil kejahatan (ps 24) Penyembunyian properti hasil kejahatan konvensi (ps 24) Menghalangi proses pengadilan (ps 25)

Bab III

Pertanggungjawaban legal person (ps 26) Tanggungjawab dalam hal penyertaan (ps 27) Pembatasan waktu untuk kejahatan korupsi (p 29) Ketentuan khusus soal yurisdiksi ekstrateritorial (ps 42) Penuntutan dan hukuman bagi mereka yang terlibat dalam kejahatan konvensi Langkah-langkah untuk membekukan, menyita dan memusnahkan hasil kejahatan (ps 31) Perlindungan bagi saksi-saksi (ps 32), para informan (ps 33), kaki tangan (ps 37) Boleh menggunakan putusan hakim sebelumnya dari yurisdiksi luar negeri (ps 41) Mekanisme untuk mengatasi UU Kerahasiaan bank (ps 40)

Tanggungjawab penegakan hukum dalam mematuhi konvensi


Pasal 36 Harus ada suatu badan khusus dalam memerangi melalui penegakan hukum. Badan ini harus diberi kebebasan agar dapat menjalankan fungsi-fungsinya secara efektif dan tanpa pengaruh apapun

Bab IV -VI

Menekankan pentingnya kerjasama diantara berbagai negara dan perlunya memastikan bahwa mereka yang bersalah melakukan kejahatan konvensi harus dicegah untuk menikmati keuntungan hasil kejahatannya

Bab IV
Ekstradisi (ps 44) Pemindahan orang-orang yang dihukum (ps 45) Saling membantu bidang hukum (ps 46) Pemindahan pengadilan pidana (ps 47) Kerjasama penegakan hukum (ps 48) Teknik-teknik investigasi khusus (ps 50)

Bab V Pemulihan Aset

Pasal 51-59 konvensi Rincian kewajiban dalam hubungan dengan sistem pengawasan dalam negeri terhadap lembaga-lembaga keuangan, sistem penyingkapan bagi pejabat publik, kerjasama internasional untuk menyita dan pemulihan properti dan pembentukan satuan intelijen finansial

Bab VI Bantuan Teknis dan Pertukaran Informasi


Latihan di dalam negeri oleh negara-negara peserta sehingga akan ada penerapan secara efektif kewajibankewajiban terhadap konvensi Negara-negara peserta juga didorong untuk saling membantu di area ini menyediakan bantuan materi finansial dan teknis kepada negaranegara berkembang dalam upaya memperkuat kemampuannya untuk mencegah dan memerangi korupsi Pasal ini menekankan sifat internasional perang melawan korupsi dan perlunya persahabatan antara negara-negara sehingga akan membuka kerjasama yang melayani berbagai hal yang dibutuhkan negara-negara tersebut.