Anda di halaman 1dari 42

EMERGENCY MEDICINE 1 -PEMICU 2

TUTORIAL A7

LEARNING ISSUES
1) Etiologi dan DD kejang+ penurunan kesadaran 2) Patofisiologi kejang akibat hipoglikemi disertai gangguan elektrolit 3) Langkah-langkah primary dan secondary survey 4) Penatalaksanaan kejang 5) Vital sign pada anak dan Interpretasi hasil lab 6) Penatalaksanaan hipoglikemi dan gangguan elektrolit 7) Jenis-jenis status epileptikus 8) Penatalaksanaan status epileptikus 9) Farmakologi obat anti-kejang 10) Prognosis dan Indikasi rujuk

Etiologi dan DD kejang dan penurunan kesadaran

Etiologi dan DD kejang dan penurunan kesadaran


Etiologi -kejang demam -infeksi meningitis, ensefalitis -gangguan metabolik: hipoglikemi,hiponatremi, hipoksemia,gangguan elektrolit, gagal ginjal dan hati. -trauma kepala -keracunan: alkohol,teofilin - penghentian obat anti-epilepsi

DD 1.KELAINAN INTRAKRANIUM -Meningitis -Ensefalitis -Abses otak -Trauma otak 2.GANGGUAN METABOLIK - Hipoglikemi -def.vitamin B6 -hiponatremia -hipokalsemia

Patofisiologi kejang

Patofisiologi kejang
Metabolisme glukosa energi Na + K ATPase (mempertahankan beda potensial) membran potensial muatan listrik terlepas terus-menerus kejang

Glutamat GABA inhibitori A permeable Cl B second messenger membuka Ca+ channel eksitatori

permeable Na&K
depolarisasi

Langkah-langkah primary dan secondary survey

Langkah-langkah primary dan secondary survey

Penatalaksanaan kejang

Penatalaksanaan Kejang Akut


- Diazepam Dosis: IV 0,3 0,5 mg/kgbb/kali (maksimum 20mg), kecepatan 1 mg/menit Intra Rektal: BB10Kg: 10mg A. Jika kejang berhenti, lanjutkan dengan pemberian - Fenobarbital Dosis: Usia 1 bulan 1 tahun: 50mg IV Usia > 1 tahun: 75mg IV Rumatan (4 jam kemudian) Hari I-II: 8 10mg/kgbb/hari, dibagi 2 dosis Lanjutan: 4 5mg/kgbb/hari, dibagi 2 dosis B. Jika kejang tidak berhenti, ulangi pemberian diazepam (5 menit dari pemberian awal C. Jika kejang tidak juga berhenti setelah pengulangan, berikan:

- Fenitoin Dosis: 10 20mg/kgbb, IV, kecepatan 1mg/kgbb/menit Setelah pemberian Fenitoin, harus dilakukan pembilasan dengan NaCl fisiologis guna menghindari iritasi vena D. Jika kejang berhenti setelah pemberian Fenitoin, diberikan: - Fenitoin Dosis: 4 8 mg/kgbb/hari (12-24 jam setelah dosis awal) Catatan: - Selama keadaan belum membaik, obat diberikan secara suntikan - Setelah membaik, obat dapat diberikan secara oral - Dosis harian tidak boleh > 200mg/hari

Vital sign pada anak dan interpretasi hasil lab

Vital sign pada anak


a) Heart Rate b)Pernapasan

c) Suhu

d) Tekanan darah

Interpretasi hasil lab

Natrium (Na)
Anak Bayi
135-145 mEq/L 134-150 mEq/L

Kalium (K)
Anak
Bayi
3,6 5,8 mEq/L
3,6 5,8 mEq/L

Klorida (Cl)
Anak
98-110 mEq/L 95 -110 mEq/L

Bayi

Kadar gula darah normal anak = 60-100 mg/dl

Penatalaksanaan Hipoglikemi

Penatalaksanaan Hipoglikemi
minuman karbohidrat (jus jeruk, jus apel, soft drink) tidak sadar, muntah ---> bolus 0,5 -1g/kg glukosa IV anak lebih tua 1-2ml /kg D

lebih muda 2-4 ml/kg D


neonatus bolus lebih kecil 0,25 - 0,5g/kg D follow terapi bolus dengan 10% glukosa dgn pertahankan konsentrasi glukosa sekitar 80mg/dl.

Jenis-jenis status epileptikus

Jenis-jenis status epileptikus


Generalized tonic-clonic SE - paling >>> , - sadar Simple partial SE -tonic/clonic - (-) kerusakan otak -epilepsi partial continua Complex partial SE - (+) penurunan kesadaran , gerakan otomatis, staring,screaming +/- confused , +/- unresponsive , penurunan fungsi kognitif Absence seizures -episode berkelanjutan (jam-hari) ---> segera ditreat -berhubungan dengan neurologis - (+) eyelid myocionia

Nonconvulsive SE
Myoclonic seizures

Penatalaksanaan Status epileptikus

Farmako Penatalaksanaan Status Epilepticus

Pemberian
Diazepam IV,IO Rectal

Dosis
0,3 mg/kg 0,5mg/kg

Ulangan
5 mnt 5-10mnt

Kec.
<2mg/mnt

Lorazepam
Midozolam Fenitoln Fenobarbital

IV,IO

0,1 mg/kg
0,2 mg/kg

2x/10mnt
2x/5-10mnt

<2 mg/mnt

IM

IV,IO
IV

20 mg/kg
20 mg/kg

1mg/kg/menit

Protokol penatalaksanaan SE pada anaak


Pastikan ABC baik 1-5 menit Diazepam 0,3mg/kgIV 0,5-0,75 mg/kg PR Midozolam 0,2 mg/kg

--> kejang belum berhenti 5-10 menit 10 menit Diazepam Midozolam 15 menit 35 menit Fenitoin Fenobarbital

sama sama
20mg/kg IV max 1gr 20mg/kg IV,bolus 5-10mnt

--> jika belum stop 10 menit setelah fenobarbital,terapi SE refraktor 45-60menit Midozolam IV Infus

Farmakologi obat anti-kejang / anti-epilepsi

Farmakologi obat anti-kejang/anti-epilepsi

Klasifikasi:
Inhibisi kanal Na:
Fenitoin, karbamazepin, fenobarbital, as. Valproat, Iamotigrine, Topiramat

Inhibisi kanal Ca:


Etosuksimid, as. Valproat, klonazepam

Peningkatan inhibisi GABA:


BZD, barbiturat, gabapentin, tiagabin, viga batrin

Penurunan eksitasi Glutamat:


Iamotrigrin, topiramat

Gol. Hidantoin
Fenitoin, mefenitoin, erotoin Secara umum:
D: 50% terikat albumin, kuat terikat pd jar. Saraf durasi lama M: hati (hidroksilasi) E: 90% bersama empedu urin

Indikasi: kejang tonik klonik, parsial fokal

Gol. Barbiturat
Fenobarbital, primidon Fenobarbital
Bekerja pada reseptor GABAa ion Cl masuk Terapi kejang dan kejang demam Penghentian harus bertahap cegah bangktan kembali dan status epileptikus

Primidon
Lebih efektif untuk kejang parsial dan umum tonikklonik, kec: lena Sebagian akan dioksidasi dlm tubuh fenobarbital Efek samping: kantuk, ataxi, pusing, sakit kepala, mual

Gol. Oksazolidion
Trimetadion obat epilepsi tipe absans, sejak 1960 diganti oelh etosuksimid

Gol. Suksimid
Etosuksimid, metsusiksimid, fensuksimid Paling efektif untuk bangkitan lena Efek samping: mual, sakit kepala, kantuk, dan ruam kulit

Benzodiazepin
Diazepam, Klonazepam, Nitrazepam Bekerja pada reseptor GABAa
A: sempurna di sal. Cerna, kec: klorazefat D: terikat kuat pada protein plasma M: hati, dengan desakilasi, hidroksilasi, konjugasi

Diazepam pilihan utama status epileptikus

As. Valproat
Epilepsi tonik-klonik, kurang efektif untuk parsial Dengan hiperpolarisasi potensial istirahat membran neuron akibat peningkatan daya konduksi membran thdp kalium Efek (-): kantuk, ataksia, tremor

Karbamazepin
Antikonvulsan, trigeminal neuralgia, neuropati, perbaikan psikis Efek (-): pusing, vertigo, ataxia, diplopia, mual, muntah, steven johnson syndrome

Lainnya..
Fenasemid Carbonic Anhidrase Vigabatrin Iamotigrin Gabapentin Topiramat Tiagabin Zonisamid

39

40

Prognosis & Indikasi rujuk


produces potentially life-threatening disturbances in physiologic function. mortality rate = 5% >> no.of deaths occur in symptomatic group (have serious, life threatening CNS disorder known before onset of status epilepticus.

if abscence of progressive neurologic insults.met disorder --> morbidity


Indikasi merujuk Status epilepticus SKDI-tingkat kemampuan 3b -mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pem.fisik+ pem.tambahan lain yang diminta oleh dokter (cth: pem.lab/ x-ray)

41

Kesimpulan
Anak laki-laki 4 tahun menderita status epileptikus disebabkan hipoglikemi dan hiponatremia.

42