Anda di halaman 1dari 49

dr.

Oedojo Soedirham, MPH, MA, PhD Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UNAIR 2010

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

Riset kualitatif mempunyai sejarah yg panjang, berbeda, dan kadangkala menyakitkan dalam disiplin-2 ilmu manusia (human disciplines). Misalnya, di dalam sosiologi, karya Chicago School (Mazhab Chicago) pada tahun 1920an dan 1930an menegakkan pentingnya penelitian kualitatif untuk studi kehidupan kelompok manusia. Di dalam antropologi, selama pada waktu yg sama, studi-2 Boas, Mead, Benedict, Bateson, RadcliffeBrown menggambarkan kerangka (outline) dari metode lapangannya.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

Agendanya jelas: si pengamat pergi ke tempat yg asing untuk mempelajari adat (custom) dan kebiasaan (habit) masyarakat dan budaya yg lain. Dg cepat, riset kualitatif dipakai dalam disiplin-2 sosial dan perilaku, termasuk pendidikan, sejarah, ilmu politik, business, kedokteran, keperawatan, kerja sosial, dan komunikasi.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

Riset Kualitatif adalah sebuah bidang penelitian di dalam hak-haknya sendiri. Hal tsb melintasi disiplin-2, bidang, dan subyek masalah. RISET KUALITATIF dikelilingi oleh sebuah kelompok keluarga istilah, konsep, dan asumsi-2 yg saling berkaitan. Hal tsb mencakup tradisi yg dihubungkan dg fondalisme, positivisme, postfondalisme, postpositivisme, poststrukturalisme, dan/atau metode2, dihubungkan dg studi-2 kultural dan interpretif.
oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com) 4

5/1/2013

Terdapat literatur-2 yg terpisah dan rinci pada banyak metode dan pendekatan yg termasuk dalam kategori riset kualitatif, misalnya studi kasus, politik dan etika, peneliitian partisipatif, pewawancaraan (interviewing), pengamatan oleh peserta (partisipan), metode visual, dan analiisis interpretif.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

Riset kualitatif adalah keadaan kegiatan yg menempatkan si pengamat dalam dunia. Hal ini terdiri dari sekumpulan praktek material yg interpretif yg membuat dunia terlihat. Praktek-2 tsb mengubah dunia. Mereka mengolah dunia ke dalam urutan representasi, termasuk catatan lapangan, wawancara, percakapan, fotograf, rekaman, dan memo-2 pribadi. Pada tingkatan ini riset kualitatif melibatkan sebuah pendekatan yg interpretif dan naturalistik terhadap dunia. Hal itu berarti bahwa para periset kualitatif mempelajari segala sesuatu dalam lingkup natural mereka, upaya membuat masuk akal dari, atau, menginterpretasikan, fenomena berkaitan dg arti yg dibawa orang kepada mereka.
oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com) 6

5/1/2013

Riset kualitatif, sebagai sekumpulan kegiatan interpretif, menghormati tidak ada satu praktek metodologi atas yg lain. Sebagai tempat untuk diskusi, atau wacana, riset kualitatif adalah susah untuk didefinisikan secara jelas. Riset kualitatif bukan milik salah satu disiplin keilmuan. Para periset kualitatif menggunakan semiotik, naratif, isi (content), wacana, arsip dan analisis fonemik, bahkan statistik, tabel, gambar dan angka.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

Resistensi akademis dan disiplin thd riset kualitatif menggambarkan politik yg melekat dalam bidang wacana ini. Tantangan thd riset kualitatif banyak sekali. Peneliti kualitatif disebut sebagai wartawan, atau ilmuwan lunak (soft scientist). Karya mereka disebut sebagai tidak ilmiah (unscientific), atau hanya eksploratori, atau subyektif.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

Kata kualitatif secara tak langsung menyatakan suatu penekanan pada kualitas entitas dan pada proses dan arti yang secara eksperimen tidak terkaji atau terukur yg berkaitan dg kuantitas, jumlah, intensitas, atau frekuensi. Para periset kualitatif menekankan sifat realitas yg secara sosial dikonstruksikan, hubungan erat anatar periset dg apa yg diteliti, dan hambatan situasional yg membentuk penelitian.
oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com) 9

5/1/2013

Sebaliknya, studi-2 kualitatif menekankan ukuran dan analisis hubungan sebab-akibat antara variabel, bukan proses. Para pendukung studi-2 ini mengklaim bahwa karya mereka dikerjakan dalam kerangka kerja bebas-nilai (value-free).

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

10

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF

Kejelasan tentang maksud (purpose): tipologi


Purpose merupakan kekuatan pengontrol dalam riset. Keputusan ttg rancangan, pengukuran, analisis, dan

pelaporan semuanya mengalir dari purpose. langkah pertama dalam sebuah proses riset adalah kejelasan tentang purpose.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

11

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF

Kejelasan tentang maksud (purpose): tipologi


Sentralitas purpose dalam membuat keputusan metode

adalah bukti dari pengkajian alternatif purpose:

1. basic research to contribute to fundamental knowledge and theory 2. applied research to illuminate a societal concerns 3. summative evaluation to determine program effectiveness 4. formative evaluation to improve a program 5. action research to solve a specific problem

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

12

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF


BASIC RESEARCH
Tujuan dari basic research adalah pengetahuan atas

nama pengetahuan. Para peneliti yg terlibat dalam basic research ingin mengerti bagaimana dunia ini berjalan. Mereka tertarik dalam meneliti sebuah fenomena agar supaya mendapatkan sifat-2 realitas yg berkaitan dg fenomena tsb. Tujuan periset dasar (basic) adalah untuk mengerti dan menjelaskan.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

13

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF


BASIC RESEARCH
Para periset dasar biasanya bekerja di dalam disiplin

khusus, seperti fisika, biologi, psikologi, ekonomi, geografi, dan sosiologi. Pertanyaan dan masalah yg mereka pelajari muncul dari tradisi-2 di dalam disiplin-2 tsb. Tiap disiplin

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

14

Discipline Anthropology

Basic Questions What is the nature of culture? How does culture emerge? How is it transmitted? What are the functions of culture? Why do individuals behave as they do? How do human beings behave, think, feel, and know? What holds groups and societies together? How do various form of social organization emerge and what are their functions? What are the structures and processes of human social organizations?

Psychology Sociology

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

15

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF


BASIC RESEARCH
Penelitian kualitatif memberikan sumbangan pada

basic research melalui grounded theory (Glaser and Strauss, 1967), pada dasarnya adalah sebuah strategi induktif untuk menghasilkan dan mengkonfirmasikan teori yg muncul dari keterlibatan yg dekat dan kontak langsung dengan dunia empiris. Riset ini biasanya meminta kerja lapangan yg lama dan intensif.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

16

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF


APPLIED RESEARCH
Para periset terapan bekerja pada masalah manusia. Maksudnya untuk memberikan sumbangan

pengetahuan yang akan membantu orang mengerti sifat dari masalah sehingga orang dpt lebih mengontrol lingkungannya secara lebih efektif.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

17

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF


APPLIED RESEARCH
Sumber pertanyaan ada dalam masalah dan konsen-2

tg dialami oleh orang. Tujuan penelitian terapan adalah untuk menghasilkan solusi potensial pada masalah manusia dan sosial. Para periset terapan mengambil temuan, pengertian, dan eksplanasi dri basic research dan mengaplikasikannya pada masalah dan pengalaman dunia nyata.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

18

Applied Research Field Applied Anthropology

Illustrative Problems to be studied How can the culture of a small minority group be preserved when that group is engulfed by a large or more powerful people with a different culture? How can individuals become aware of, take control of, and change dysfunctional attitudes and behaviors? How can people of different races, religion, or socioeconomic statuses live and work together productively within a community?

Applied Psychology

Applied Sociology

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

19

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF


EVALUATION RESEARCH
Sekali solusi thd masalah teridentifikasi, kebijakan dan

program dirancang untuk mengintervensi dalam masyarakat dan membawa perubahan. Harapannya, intervensi dan perubahan akan efektif dlm membantu menyelesaikan masalah. Akan tetapi, keefektivan dari setiap intervensi oleh manusia adalah merupakan persoalan untuk diteliti.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

20

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF


EVALUATION RESEARCH
Jadi langkah lanjut pada kontinuum riset adalah

melakukan riset evaluasi dan kebijakan untuk menguji keefektivan solusi spesifik dan intervensi manusia. Riset evaluasi mengkaji proses dan outcome yang ditujukan oleh upaya solusi.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

21

1. MERANCANG STUDI KUALITATIF


ACTION RESEARCH
Action research bertujuan menyelesaikan masalah

spesifik di dalam sebuah program, organisasi, atau masyarakat. Secara eksplisit dan purposefully menjadi bagian daripada proses perubahan dengan melibatkan orang di dalam program atau organisasi dalam mengkaji masalah mereka sendiri agar supaya menyelesaikan masalah tersebut.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

22

MERANCANG STUDI KUALITATIF


ACTION RESEARCH
Sebagai hasilnya, perbedaan antara riset dan action

menjadi sangat kabur dan metode riset cenderung untuk kurang sistematis, lebih informal, dan sangat spesifik pada masalah, orang, dan organisasi di mana riset tsb dilakukan.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

23

RESEARCH EXAMPLES

Basic research
Applied research

What are the variations in types of families and what functions do those variations serve?
What is the divorce rate among different kinds of families in Indonesia and what explains different rates of divorce among different groups?

Summative evaluation research


Formative evaluation research Action research

What is the effectiveness of a federal and state-funded educational program teaching family members communication skills?
How can the communication program teaching family coping skills be improved? What are the programs strengths and weaknesses? A self-study by family members in a particular mosque, organization, or community to figure how they can be more supportive of and help each other.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

24

PURPOSEFUL SAMPLING
Penelitian kualitatif biasanya berfokus pada kedalaman

(in-depth) pada sampel yg secara relatif kecil, bahkan hanya single case (n = 1), dipilih secara purposif. Sebaliknya penelitian kuantitatif tergantung pada sampel yg besar dan dipilih secara acak. Tidak hanya teknik sampling nya berbeda, tetapi logika setiap pendekatan adalah unik karena tujuan masing-2 strategi berbeda.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

25

PURPOSEFUL SAMPLING
Logika dan kekuatan purposeful sampling terletak

pada pemilihan information-rich cases untuk studi dalam kedalaman. Information-rich case adl mereka darimana seseorang dapat mengerti sesuatu yg berharga tentang isu-2 sentral pentingnya thd tujuan daripada riset, jadi istilahnya purposeful sampling.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

26

2. STRATEGI LAPANGAN DAN METODE OBSERVASI


Folk wisdom about human observation. What people

see is highly dependent on their interests, biases, and backgrounds. Our culture tells us what to see our early childhood socialization instructs us in how to look at the world, and our value systems tell us how to interpret what passes before our eyes.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

27

2. STRATEGI LAPANGAN DAN METODE OBSERVASI


The of observational data is to describe the setting that

was observed, the activities that took place in that setting, the people who participated in those activities, and the meanings of what was observed from the perspective of those observed. The description must be factual, accurate, and thorough without being cluttered by irrelevant minutiae and trivia.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

28

2. STRATEGI LAPANGAN DAN METODE OBSERVASI


Variations in observational methods

Variations in Observer Involvement (Participant or Onlooker) Overt or Covert Observation Variations in Duration of Observations Variations in Observational Focus

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

29

2. STRATEGI LAPANGAN DAN METODE OBSERVASI


What to observe: a sensitizing framework
Context Goals Inputs Recruitment Intake Implementation Processes Outcomes Products Impacts
oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com) 30

5/1/2013

2. STRATEGI LAPANGAN DAN METODE OBSERVASI


Folk wisdom about human observation The value of observational data Variations in observational methods What to observe: a sensitizing framework Source of data Doing fieldwork: the data gathering process

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

31

2. STRATEGI LAPANGAN DAN METODE OBSERVASI


Observations,interviews, and documentation: Bringing together multiple perspectives on a program The stages of fieldwork Entry into the field What you say and what you do Routinization of fieldwork Bringing fieldwork to a close Summary guidelines for fieldwork

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

32

3. WAWANCARA KUALITATIF Inner perspectives


Maksud dari interviewing adl menemukan apa yg ada

di dalam dan pada pikiran seseorang. Tujuan open-ended interviewing adl untuk mengakses perspektif orang yg sedang diinterview. Kita menginterview orang untuk mendapatkan segala sesuatu yg tidak dapat kita observasi secara langsung (perasaan, dsb). Isunya bukan apakah data observasi lebih diinginkan, valid, atau berarti ketimbang data self-report.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

33

3. WAWANCARA KUALITATIF Variations in qualitative interviewing


Ada 3 pendekatan dasar untuk mengumpulkan data

kualitatif melalui interview open-ended. Masing-2 melibatkan jenis persiapan , konseptualisasi, dan instrumentasi yg berbeda. 1. informal conversational interview 2. general interview guide approach 3. standardized open-ended interview

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

34

3. WAWANCARA KUALITATIF Variations in qualitative interviewing (lanj.)


Ke 3 pendekatan tsb berbeda dlm tingkatan pada mana

pertanyaan ditentukan dan distandarkan sebelum interview terjadi. Informal conversational interview mengandalkan selruhnya pada pertanyaan-2 spontan dalam alur yg alamiah dari suatu interaksi, biasanya interview ini terjadi sebagai bagian dari participant observation. Selama interview ini orang tsb mungkin tidak merasa bahwa mereka sedang diinterview.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

35

3. WAWANCARA KUALITATIF Variations in qualitative interviewing (lanj.)


General interview guide approach melibatkan garis besar

(outline) sekumpulan isu yg akan dijajaki dg masing-2 responden sebelum interview dimulai. Susunan tidak perlu kusus dan kata-2 pertanyaan utk mendapatkan respon ttg isu-2 tidak ditentukan sejak awal. Penuntun interview hanya sebagai daftar tilik dasar selama interview utk meyakinkan bahwa ada informasi yg sama yg harus didapatkan dari masing-2 informan, tetapi tidak ada standar pertanyaan yg ditentukan sebelumnya.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

36

3. WAWANCARA KUALITATIF Variations in qualitative interviewing (lanj.)


Standardized open-ended terdiri dari sekumpulan

pertanyaan yg secara hati-2 kata-2nya disusun dg maksud sekuensnya sama, dengan pertanyaan yg esensinya sama. Fleksibilitas dalam probing kurang lebih terbatas, tergantung pada sifat intervuiew dan keterampilan interviewer.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

37

3. WAWANCARA KUALITATIF The interview guide


Adalah daftar pertanyaan atau isu yang akan dijajaki selama

dalam interview. Disiapkan agar dpt yakin bahwa pada dasarnya informasi yg sama didapatkan dari sejumlah orang dengan mencakup material yg sama. Daftar ini menyediakan topik-2 atau subyek di dalam mana si periset bebas menjajaki, probe, dan bertanya yg akan membentangkan dan menjelaskan subyek tsb. Jadi pewawancara bebas melakukan percakapan dalam subyek, bertanya spontan.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

38

3. WAWANCARA KUALITATIF The interview guide (lanj.)


Keuntungan penuntun ini meyakinkan bahwa pewawancara

telah hati-2 memutuskan bagaiman yg terbaik menggunakan waktu. Penuntun ini khususnya berguna dalam melakukan interview kelompok. Penuntun ini dapat dikembangkan lebih kurang rinci, tergantung pada tingkat pada mana periset mampu menspesifikasi isu-2 penting sebelumnya dan pada tingkat mana dirasakan bahwa sekuens kusus pertanyaan penting ditanyakan dalam cara yg sama atau dalam urutan yg sama.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

39

3. WAWANCARA KUALITATIF The content of interviews


Sejumlah keputusan harus dibuat dalam perencanaan

interview. Apakah interview itu spontan atau disiapkan secara hati-2 What questions to ask? How to sequence questions? How much detail to solicit? How long to make the interview? How to word the actual questions?

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

40

3. WAWANCARA KUALITATIF The content of interviews


Hal-2 tsb adalah pertanyaan ukuran yang akan

mempengaruhi kualitas respon interview. Ada 6 macam pertanyaan dasar:


Experience /Behavior questions (does/have done) Opinion/Value questions (cognitive/interpretive process) Feeling questions (emotional response) Knowledge questions (factual information) Sensory questions (what is seen, heard, touched, etc) Background/Demographic questions (characteristics)

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

41

FOCUSING THE ANALYSIS

ORGANIZING THE DATA


CONTENT ANALYSIS INDUCTIVE ANALYSIS

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

42

Tantangan
Maksud dari penelitian kualitatif adalah menghasilkan

temuan. Proses pengumpulan data bukan akhir dari segalanya. Puncak kegiatan penelitian kualitatif adalah analisis, interpretasi, dan presentasi temuan. Tantangannya adl membuat masuk akal sejumlah data yg besar, mengurangi volume informasi tsb, mengidentifikasi pola yg bermakna, dan mengkonstruksikan kerangkakerja untuk mengkomunikasikan esensi dari apa yg diungkapkan oleh data.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

43

Tantangan (lanj.)
Masalahnya adl we have few agreed-on canons for

qualitative data analysis, in this sense of shared ground rules for drawing conclusions and verifying their sturdiness (Miles and Huberman, 1984). Tidak ada formula utk menentukan kemaknaan. Tidak ada cara-2 yg secara sempurna mengulangi proses pemikiran analitik dari periset. Tidak ada tes reliability dan validity yg langsung.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

44

Tantangan (lanj.)
Singkatnya, tidak ada aturan absolut kecuali

mengerjakan yg terbaik dg kepandaian yg penuh untuk secara adil menggambarkan data dan mengomunikasikannya apa yg diungkap oleh data sesuai dg tujuan dari studi. Hal in tidak berarti tidak ada tuntuan yg membantu dalam menganalisis data. Tetapi tuntunan dan saran prosedural bukan aturan (rule). Penggunaan tuntunan menuntut pertimbangan dan kreativitas.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

45

Tugas pertama dalam analisis kualitatif adalah deskripsi. Analisis deskriptif menjawab pertanyaan dasar. Deskripsi harus dipisahkan secara hati-2 dari interpretasi. Interpretasi melibatkan penjelasan temuan, menjawab pertanyaan mengapa melekatkan kemaknaan pada hasil kusus, dan meletakkan pola-2 ke dalam kerangkakerja analitik.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

46

Data yg dihasilkan oleh metode kualitatif sangatlah banyak. Pertamakali yg harus dikerjakan adalah yakin bahwa semuanya sudah ada di sana. Kemudian analisis formal dimulai. Pada dasarnya pengaturan (penyimpanan) data merupakan kerja yg kreatif tidak ada cara yg baku tentang mengorganisir data, menganalisis data, dan menginterpretasikan data kualitatif.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

47

Content analysis adl proses pengidentifikasian, coding, dan pengkategorian pola primer dalam data. Hal ini berarti penganalisisan content interview dan observasi.

Coding Notes: Dibaca semua catatan lapangan atau interview dan membuat komentar di pinggir atau bahkan melekatkan kertas tempel yg berisi dugaan/ide/gagasan tentang apa yg dapat dikerjakan dg bagian data yg berlainan. Bisa memakai singkatan-2 seperti: P = program; Obs = observasi; dsb.

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

48

5/1/2013

oedojo soedirham (oedojo@yahoo.com)

49