Anda di halaman 1dari 10

KEWAJIBAN

HUKUM
MENGHABISKAN LABA BERSIH DARI
SEKIAN FEE AUDIT UNTUK SUATU
TUNTUTAN

ORANGE & RANKLE

KASUS

PERUSAHAAN SOFTWARE
LINGKUNGAN HUKUM YANG
BERUBAH
PROFESIONAL AUDIT MEMPUNYAI
TANGGUNG JAWAB DIBAWAH HUKUM UNTUK :

qMemenuhi apa yang telah di cantumkan di dalam


kontrak dengan klien .

qBila ada kegagalan dan/atau ketidak mampuan


melaksanakan kontrak sehingga gagal menyajikan
pelayanan yang baik atau tidak memperhatikan
keamanan.

qDalam keadaan tertentu bertanggung jawab terhadap


pihak diluar klien (pihak ketiga).
 Timbul dari kekurang pahaman para pemakai laporan keuangan
 Menyebabkan adanya tuntutan kepada perusahaan akuntan publik

 Kesalahan Usaha
Terjadi bila usaha tersebut tidak dapat mengembalikan kepada para
peminjam atau tidak dapat memenuhi harapan pemegang saham karena
keadaan ekonomi atau keadaaan usaha.

 Kesalahan Audit
Terjadi ketika auditor mengeluarkan pendapat audit yang salah karena
tidak memenuhi syarat yang tercantum pada “standar audit yang dapat
diterima.

 Resiko Audit
Memperlihatkan resiko yang dihadapi auditor yang menyatakan
bahwa laporan keuangan tersebut sudah benar sehingga pendapat
auditor yang tidak bermutu sudah diterbitkan, tetapi pada kenyataanya
laporan tersebut ternyata tidak benar dan tingkat materialitasnya tinggi
Konsep Hukum yang Menyebabkan “Kewajiban”

 Jika Akuntan Publik gagal dalam menjalankan tanggungjawabnya,


klien dapat menuntut.

 Konsep kehati-hatian (Prudent Person Concept)


 Standar kehati-hatian dimana auditor diharapkan dapat menyelesaikan tugasnya

 Kewajiban atas tindakan rekan lain


 Jika seorang karyawan terbukti tidak tepat dalam menjalankan audit, partner dianggap
bertanggungjawab terhadap hasil karyawan tsb.

 Tidak ada komunikasi yang rahasia


 Akuntan Publik tidak mempunyai hak menurut (common law) untuk menahan informasi
dari pengadilan dengan menyatakan bahwa informasi tsb. rahasia

 Syarat hukum yang berpengaruh terhadap


“kewajiban” Akuntan Publik
 Dapat dilihat dalam tabel 5-1

 Sumber kewajiban hukum


 4 sumber kewajiban hukum auditor
KEWAJIBAN TERHADAP KLIEN

 Tanggung jawab auditor kepada klient :

- kesalahan menyelesaikan kontrak karena tidak


sesuai dengan tanggal yang disepakati
- pembatalan proses audit yang tidak
bertanggungjawab
- kegagalan menemukan kecurangan (pencurian
harta perusahaan)
- melanggar syarat audit yang kerahasiaanya harus
dijaga

• Pembelaan auditor terhadap klien

- Tidak adanya kewajiban melaksanakan jasa


pelayanan
- Tidak ada kelalaian dalam pelaksanaan kerja
- Kelalaian kontribusi
KEWAJIBAN TERHADAP PIHAK KETIGA MENURUT
COMMON LAW (HUKUM ADAT)
q Sebuah KAP mungkin berkewajiban kepada pihak ke tiga jika terjadi
kerugian pada pihak penggugat karena mengandalkan laporan keuangan
yang menyesatkan

 Doktrin (kasus) Ultramares


 Contoh kasus untuk pertama kali terjadi kewajiban pada pihak ke
tiga.

 Pemakai yang dapat ditentukan sebelumnya


 Merupakan anggota dari pemakai jasa yang dapat diandalkan oleh
auditor dalam hal laporan keuangan. Contoh kasus :
 Credit Alliance
 Restatement od Torts

 Pembelaan auditor terhadap tuntutan pihak ketiga :

 tidak adanya kelalaian dalam penyelesaian pekerjaan (lebih disukai)


 Kelalaian kontribusi (tidak berlaku)
 Ketiadaan hubungan timbal balik (tidak adanya hubungan
antara pemakai laporan dengan laporan keuangan)
 Keterbatasan tugas
KEWAJIBAN PERDATA MENURUT
HUKUM SEKURITAS FEDERAL
Securitas Act-tahun 1933 (Hukum Sekuritas)
• Securitas exchange act of 1934 (Perubahan
Hukum Sekuritas – tahun 1934)
• Pasal 10b-5 dari securitas exchange act of
1934
• Auditor defenses -1934 act (Pembelaan
Auditor -1034)
• Sangai SEC
• Racketeer influenced and corrupt
organization act
• Foreign corrupt practises act tah 1977
KEWAJIBAN KRIMINAL
Cara terakhir para Akuntan Publik dianggap bertanggungjawab

memaksa praktisi untuk sangat peduli dan menggunakan itikas


baik dalam kegiatannya

Kasus US vs Simon (lihat Gambar 5-9)

Menipu orang lain dengan sadar

terlibat dalam laporan keuangan yang palsu


Melindungi Masing-masing Akuntan Publik
Terhadap Kewajiban Hukum
 Hanya berurusan dengan klien yang memiliki integritas
 Mempekerjakan staf yang kompeten dan melatih serta mengawasi mereka
dengan pantas
 Mengikuti standar profesi
 Mempertahankan independensi
 Memahami usaha klien
 Melaksanakan audit yang bermutu
 Mendokumentasikan pekerjaan dengan memadai
 Mendapatkan surat penugasan dan surat pernyataan
 Mempertahankan hubungan yang bersifat rahasia
 Perlunya asuransi yang memadai
 Mencari bantuan hukum
 Pilihlah jenis organisasi dengan kewajiban terbatas
 Melatih “rasa tidak percaya/keragu-raguan” yang profesional