Anda di halaman 1dari 21

Robi Suhendar (142011028) Aldy Pratama (142011034) Risca Ekananda (142011038)

Kaustik soda (soda api) dengan rumus kimia NaOH mempunyai berat molekul 40, berbentuk padatan putih dan mudah larut di dalam air. Soda kaustik bersifat basa, tidak berbau dan tidak berwarna . soda kaustik merupakan bahan kimia yang sangat korosif dan reaktif.

Kaustik soda pada mulanya diproduksi dari soda abu dengan proses lime soda pada abad ke-18. Dimana proses ini juga dikenal dengan proses Leblance. Pada mulanya, reaksi yang terjadi masih kurang sempurna sehingga produk kaustik soda yang dihasilkan masih dikotori oleh soda abu.

Soda kaustik mula-mula dibuat secara batch dengan proses kaustikisasi soda abu dengan kapur padam. Reaksi: Na2CO3 + Ca(OH) 2 2NaOH + CaCO3

Seiring dengan perkembangan peralatan pembangkit listrik arus searahyang pesat, sejak akhir abad 19, pembuatan soda kaustik secara elektrolisis lebih banyak dipakai, dibanding proses kaustikisasi. Pada tahun 1960-1969 proses elektrolisis untuk memproduksi kaustik soda dan klorin mulai dikembangkan, maka proses lime soda sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan secara perlahan-lahan hingga tahun 1968.

Produksi kaustik soda di dunia sebagian besar dipakai sebagai reagensia di laboratorium dan juga digunakan untuk bahan baku industri-industri hilir.

Industri pulp dan kertas merupakan salah satu pengguna terbesar produk soda kaustik di seluruh dunia, dimana soda kaustik digunakan sebagai bahan baku dalam proses pulping dan bleaching. Soda kaustik juga digunakan dalam proses daur ulang kertas bekas, yaitu dalam proses de-inking kertas bekas.

Dalam industri tekstil, soda kaustik digunakan dalam pemrosesan kapas disamping juga dalam proses pewarnaan serat sintetik seperti nilon dan polyester.

Dalam industri sabun dan deterjen, caustic soda digunakan dalam reaksi saponifikasi, yaitu reaksi konversi minyak nabati menjadi sabun. Caustic soda juga digunakan dalam pembuatan surfaktan anionic yang merupakan komponen penting dalam produk deterjen maupun produk pembersih.

Industri minyak dan gas bumi (migas) memanfaatkan caustic soda dalam tahap eksplorasi, produksi maupun pemrosesan minyak dan gas alam, dimana caustic soda digunakan untuk menghilangkan bau yang berasal dari hidrogen sulfida (H2S) maupun mercaptan.

Dalam proses produksi aluminium, caustic soda digunakan untuk melarutkan bijih baiksit yang merupakan bahan baku dalam produksi aluminium. Dalam industri kimia, caustic soda digunakan sebagai bahan baku atau bahan kimia proses yang menghasilkan berbagai produk kimia hilir, seperti bahan plastik, obat-obatan, pelarut, kain sintetik, adesif, zat pewarna, cat, tinta, dan lain-lain.
Caustic soda juga digunakan secara luas untuk menetralisasi limbah yang bersifat asam dan juga untuk menyerap komponen dalam gas buang yang bersifat asam.

Mercury

Cell (Sel Merkuri) Cell (Sel Diafragma) Cell (Sel Membran)

Diaphragm Membrane

Proses sel membran menggunakan jenis membran tertentu untuk memisahkan ion klorin dan ion natrium. Membran membiarkan ion natrium berpindah melewati membran sedangkan gas klorin dan larutan garam (brine) tetap berada pada bagian yang terpisah dari ion natrium. Ion natrium tadi bereaksi dengan air untuk menghasilkan larutan kaustik soda.

Ionisasi larutan garam NaCl: H2O + H2O H3O+ + OHNaCl Na+ + ClReaksi pada anoda (+): ClCl2 + 2e 4OHO2 + 2H2O + 4e Reaksi pada katoda (-): 2H3O+ + 2e H2 + 2H2O Na+ + e Na Reaksi total: 2 NaCl + 2H2O H2 + Cl2 + 2NaOH

Cl2 + H2O HCl + H2O HOCl + H2O

HCl + HOCl H3O+ + ClH3O+ + OCl-

Jika Na+ ber-migrasi balik: Na+ + ClNa+ + OClNaCl NaOCl

Larutan kaustik soda dengan kemurnian yang tinggi memiliki konsentrasi kontaminan yang rendah di dalam produk yang dihasilkan. Konsentrasi garam (NaCl) biasanya kurang dari 30 ppm (dengan konsentrasi maksimum 75 ppm), konsentrasi natrium klorat (NaClO3) biasanya berkisar antara 3 ppm (dengan konsentrasi maksimum 5 ppm), konsentrasi natrium karbonat (Na2CO3) biasanya berkisar antara 0,03% berat (dengan konsentrasi maksimum 0,05% berat), konsentrasi natrium sulfat (Na2SO4) biasanya berkisar antara 15 ppm (dengan konsentrasi maksimum 20 ppm). Larutan kaustik soda yang dihasilkan dari proses sel membran paling sering dinyatakan dengan membrane grade.

Larutan kaustik soda yang dihasilkan dengan menggunakan proses sel membran biasanya berkisar antara 33-35% berat. Untuk memekatkan larutan kaustik soda tersebut ke konsentrasi 50% digunakan proses evaporasi. Konsentrasi garam dalam larutan kaustik yang akan dievaporasikan tidak lagi berada pada konsentrasi yang cukup signifikan, hal ini dikarenakan sifat osmotik selektif dari membran sehingga mengurangi beban evaporasi larutan kaustik. Jumlah maksimum garam yang melewati membran bisa mencapai 75 ppm.