Anda di halaman 1dari 33

BIODATA

SINUSITIS MAKSILARIS

END

SHELL Y

PRAMA

SHELLY STEPHANIE BINTORO


08700174 JEMBER, 16 MEI 1990 PLAYGROUP KRISTEN IMANUEL SITUBONDO TK KRISTEN IMANUEL SITUBONDO SD KRISTENIMANUEL SITUBONDO SMP KRISTEN IMANUEL SITUBONDO SMA KRISTEN PETRA 2 SURABAYA

IDA AYU PRAMA YANTHI


08700084 KLUNGKUNG, 7 AGUSTUS 1990 TKK SWASTYASTU DENPASAR SDK SWASTYASTU DENPASAR SDN 2 PALANGKARAYA SDK ST. DON BOSCO PALANGKARAYA SLTPK ST. PAULUS PALANGKARAYA SMAN 4 DENPASAR

ANATOMI

KOMPLIKASI

SINUSITIS MAKSILARIS

PENATALAKSANAAN

DIAGNOSA BANDING

4 pasang sinus paranasal: 1. mulai dari yang terbesar yaitu sinus maksila 2. sinus frontal 3. sinus etmoid 4. sinus sphenoid 2 golongan besar sinus paranasalis I. anterior sinus paranasalis, yaitu sinus frontalis, sinus ethmoidalis anterior, dan sinus maksilaris. II. posterior sinus paranasalis, yaitu sinus etmoidalis posterior dan sinus sfenoidalis

Sinus maksilaris (Antrum of Highmore) adalah sinus yang pertama berkembang Pertumbuhan dari sinus ini adalah bifasik dengan pertumbuhan selama 0-3 tahun dan 7-12 tahun Sinus maksilaris orang dewasa berbentuk piramida dan mempunyai volume kira-kira 15 ml (34 x 33 x 23 mm). dasar dari piramida adalah dinding nasal dengan puncak yang menunjuk ke arah processus zigomatikum. Dinding anterior mempunyai foramen intraorbital, Atap dibentuk oleh dasar orbita Dasar sinus berlanjut menjadi pneumatisasi sinus maksilaris. Oleh karena itu berhubungan dengan penyakit gigi di sekitar gigi rahang atas, yaitu premolar dan molar Cabang dari a.maksilaris interna mendarahi sinus ini. Termasuk infraorbita, cabang a.sfenopalatina, a.palatina mayor, v.aksilaris dan v.jugularis sIstem dural sinus. Sedangkan persarafan sinus maksila oleh cabang dari n.V.2 yaitu n.palatina mayor dan cabang dari n.infraorbita.(1) Ostium sinus maksilaris terletak di bagian superior dari dinding medial sinus

FUNGSI SINUS PARANASAL:


kelembaban udara inspirasi

membantu pengaturan tekanan intranasal dan tekanan serum gas


mendukung pertahanan imunitas meningkatkan area permukaan mukosa meringankan volume tengkorak membantu resonansi suara menyerap goncangan dan mendukung pertumbuhan muka

1. DEFINISI

2. PEMBAHASAN

4.DIAGNOSA

3. KLASIFIKASI

6. PROGNOSA

5. PEMERIKSAAN PENUNJANG

7. EDUKASI

Sinusitis berasal dari akar bahasa Latinnya sinus, akhiran umum dalam kedokteran -itis berarti peradangan karena itu Sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri maupun jamur

1.

merupakan sinus paranasal yang terbesar, letak ostiumnya lebih tinggi dari dasar, sehingga aliran sekret atau drainase dari sinus maksila hanya tergantung dari gerakan silia dasar sinus maksila adalah dasar akar gigi (prosesus alveolaris), sehingga infeksi gigi dapat menyebabkan sinusitis maksila ostium sinus maksila terletak di meatus medius , disekitar hiatus semilunaris yangsempit, sehingga mudah tersumbat

2.

3.

4.

1. 2.

3.

4.

5.
6.

Gangguan fisik akibat kekurangan gizi, kelelahan, atau penyakit sistemik. Gangguan faal hidung oleh karena rusaknya aktivitas silia oleh barotrauma, asap rokok, polusi udara, atau karena panas dan kering. Kelainan anatomi yang menyebabkan gangguan saluran seperti : Atresia atau stenosis koana Deviasi septum Hipertroti konka media Polip yang dapat terjadi pada 30% anak yang menderita fibrosis kistik Tumor atau neoplasma Hipertroti adenoid Odema mukosa karena infeksi atau alergi Benda asing Berenang dan menyelam pada waktu sedang pilek Trauma yang menyebabkan perdarahan mukosa sinus paranasal Kelainan imunologi didapat seperti imunodefisiensi karena leukemia dan imunosupresi oleh obat.

Virus

(rhinovirus, virus parainfluenza, dan virus influenza.) Bakteri (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenza, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan moraxella catarralis) Bakteri anaerob juga terkadang ditemukan sebagai penyebab sinusitis maksilaris, terkait dengan infeksi pada gigi premolar. Jamur (Rhizopus, rhizomucor, Mucor, Absidia, Cunninghamella, Aspergillus, dan Fusarium.) Peradangan menahun pada saluran hidung. Penderita Asma, rinitis alergika, rinitis vasomotor pada kasus sinusitis akut. Penyakit tertentu. Gangguan sistem kekebalan, penderita kelainan sekresi lendir, fibrosis kistik tumor nasal atau tumor sinus (squamous cell carcinoma), granulomatus (Wegeners granulomatosis atau rhinoskleroma

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

INFEKSI BAKTERI ATAU FAKTOR PREDISPOSISI LAIN MUKOSA SINUS MENEBAL OSTIUM TERTUTUP KONGESTI MUKOSA ( OBSTRUKSI ANATOMI ) BENDUNGAN SEKRET PERUBAHAN METABOLISME GAS MUKOSA SILIA DAN EPITEL RUSAK PERUBAHAN LINGKUNGAN ( BAKTERI BERKEMBANG BAIK) INFLAMASI ( SEKRET TERTIMBUN )

BAGAN PATOFISIOLOGI

KLINIS PENYEBAB

1.

Sinusitis akut, bila infeksi beberapa hari sampai beberapa minggu. (<3 minggu)
Sinusitis subakut, bila infeksi beberapa minggu hingga beberapa bulan. ( 3minggu-3bulan ) Sinusitis Kronis, bila infeksi beberapa bulah hingga beberapa tahun. ( >3bulan )

2.

3.

1.

RHINOGENIK penyebab kelainan / masalah di hidung Segala sesuatu yang menyebabkan sumbatan pada hidung dapat menyebabkan sinusitis. Contohnya rhinitis akut (influenza), polip, dan septum deviasi
DENTOGENIK/ODONTOGENIK penyebabnya kelainan / masalah gigi yang sering menyebabkan sinusitis infeksi adalah pada gigi geraham atas (pre molar dan molar).

2.

AKUT

SUBAKUT

KRONIS

KRITERIA DIAGNOSIS

Demam,

malaise Nyeri kepala yang tak jelas yang biasanya reda dengan pemberian aspirin. Sakit dirasa mulai dari pipi ( di bawah kelopak mata ) dan menjalar ke dahi atau gigi. Sakit bertambah saat menunduk. Wajah terasa bengkak dan penuh Nyeri pipi yang khas : tumpul dan menusuk, serta sakit pada palpasi dan perkusi. Kadang ada batuk iritatif non-produktif Sekret mukopurulen yang dapat keluar dari hidung dan kadang berbau busuk Adanya pus atau sekret mukopurulen di dalam hidung, yang berasal dari metus media, dan nasofaring. pembengkakan dan edema kulit yang ringan Tenderness daerah pipi rinoskopi anterior tampak mukosa konka hiperemis dan edema mukopus atau nanah di meatus medius rinoskopi posterior tampak mukopus di nasofaring (post nasal drip) transiluminasi, sinus yang sakit akan menjadi suram atau gelap Pemeriksaan radiologi yang dibuat ialah posisi waters, PA dan lateral air fluid level pada sinus yang sakit. Pemeriksaan mikrobiologik sekret ditemukan bermacam-macam bakteri

Gejala hanya

klinisnya sama dengan sinusitis akut

tanda-tanda radang akutnya (demam, sakit kepala hebat, nyeri tekan) sudah reda
Hasil

pemeriksaan sama dengan sinusitis akut

Postnasal

drip Rasa tidak nyaman dan gatal di tenggorok Pendengaran terganggu karena oklusi tuba eustachii Nyeri atau sakit kepala Infeksi pada mata yang menjalar dari duktus nasolakrimalis Gastroenteritis ringan pada anak akibat mukopus yang tertelan tidak seberat sinusitis akut dan tidak terdapat pembengkakan pada wajah rinoskopi anterior dapat ditemukan sekret kental, purulen meatus medius atau meatus superior, dapat juga ditemukan polip, tumor atau komplikasi sinusitis. rinoskopi posterior tampak sekret purulen di nasofaring atau turun ke tenggorok. Pemeriksaan mikrobiologik sekret ditemukan bermacam-macam bakteri

KRITERIA MAYOR
a. Sekret nasal yang purulen b. Drainase faring yang purulen

KRITERIA MINOR
Edema periorbital Sakit kepala Nyeri di wajah Sakit gigi Nyeri telinga Sakit tenggorok Nafas berbau Bersin-bersin bertambah sering Demam Tes sitologi nasal (smear) : neutrofil dan bakteri Ultrasound

c. Purulent Post Nasaldrip


d. Nyeri atau rasa tertekan pada wajah e. Batuk f. Kongesti nasal

g. Obstruksi nasal
h. Foto rontgen (Watersradiograph atau air fluid level) : Penebalan lebih 50% dari antrum

i.

Coronal CT Scan : Penebalan atau


opaksifikasi dari mukosa sinus

Kemungkinan terjadinya sinusitis jika terdapat gejala : tanda 2 mayor, 1 mayor dan 2 kriteria minor.

Prognosa sinusitis maksilaris tergantung tepatnya penatalaksanaan yang diberikan kepada pasien. Dengan penatalaksanaan yang tepat berdasar diagnosa yang ditegakkan dengan akurat maka prognosa sinusitis maksilaris dapat dikatakan baik. Prognosa sinusitis maksilaris pula tergantung derajat penyakit, seberapa parah kerusakan yang telah terjadi karena proses infeksi sampai mendapatkan penanganan dari dokter.

Pasien

dengan sinusitis maksilaris terutama sinusitis maksilaris akut yang mengalami demam dan kelemahan hendaknya beristirahat yang cukup.
Minum

bergizi.
Pasien

obat teratur sesuai anjuran dokter serta makan sehat dan

hendaknya menjaga higienitas diri dan lingkungan. Higienitas diri terutama mulut dengan menggosok gigi teratur dan sarana untuk pengeluaran sekret hidung yang bersih, baik tissue ataupun sapu tangan yang bersih
Bila

terapi yang adekuat tidak kunjung sembuh kembali ke dokter.

A. PEMERIKSAAN TRANSLUMINASI

Pada pemeriksaan transluminasi, sinus yang sakit akan tampak suram atau gelap. Hal ini lebih mudah diamati bila sinusitis terjadi pada satu sisi wajah, karena akan nampak perbedaan antara sinus yang sehat dengan sinus yang sakit.

B. PENCITRAAN:
1.

Pemeriksaan foto kepala Pemeriksaan foto kepala untuk mengevaluasi sinus paranasal. cukup melakukan foto kepala AP dan lateral serta Waters Sinusitis akan menunjukkan gambaran berupa : Penebalan mukosa, Opasifikasi sinus ( berkurangnya pneumatisasi) Gambaran air fluid level yang khas akibat akumulasi pus yang dapat dilihat pada foto waters. 2. Pemeriksaan tomogram 3. Pemeriksaan CT-scan

C. LABORATORIUM
1. 2.

D. RONTGEN GIGI E. SINOSCOPI

Tes sedimentasi, leukosit, dan C-reaktif protein dapat membantu diagnosis sinusitis akut Kultur

Hidung tersumbat dan berair, cairan putih kekuningan

Common cold Rinitis Sinusitis Korpus alienum di hidung Adenoitis

Sakit kepala

Tension headache Migraine headache Sinus headache Cluster headache Reffered pain headache

Batuk kronik

Pertusis Bronkitis Tuberkulosis Sinusitis GERD

Simptom Nyeri wajah

Sinusitis akut Ada, berat

Sinusitis kronik Ada, tidak terlalu dominan Lebih dari 12 minggu, biasanya hilang timbul

Rinitis alergi Jarang

Common cold Tidak ada

ISPA bakteri Tidak ada

Migrain Kadang

Waktu

Lebih dari 10-14 hari, <4 minggu

Tidak pasti, 7-10 hari kambuh bila terdapat pajanan alergen

10-14 hari

Bervariasi

Sekret

Kental, putihkuninghijau

Kental, tebal, banyak, putihkuninghijau

Encer, tipis, Agak bening encer, beningputih

Kental, putihkuninghijau

Tidak ada

Post nasal drip


Demam Batuk

Ada karena sekret sangat kental


Ada Kadang Kronik

Jarang
Tidak ada Kadang

Jarang
Kadang Ada

Ada
Ada Ada

Tidak ada
Kadang Tidak ada

Simptom

Sinusitis akut

Sinusitis kronik

Rinitis alergi

Common cold

ISPA bakteri

Migrain

Sakit kepala

Ada, bertambah ketika Tidak ada menunduk, nyeri spesifik sesuai sinus yang meradang, biasanya unilateral dan timbul pada pagi hari. Pada kasus sinusitis akut terasa lebih sakit
Pada sinusitis maksilaris Ada Kadang Ada Tidak ada, yang ada batuk Tidak ada Tidak ada Kadang Kadang

Jarang

Kadang

Nyeri hebat, bisa berpindah ke segala arah, bilateral, diikuti nausea, fotofobia
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Sakit gigi Nafas berbau Hidung tersumbat Bersinbersin

Tidak ada Tidak ada Ada Ada

Tidak ada Kadang Ada Ada

Ciri khas

Gejala pada hidung cenderung bilateral, inflamasis berat pada sinusitis bakteri

Timbul gejala di tempat lain

Gejala pada hidung cenderung unilateral

Sakit kepala hebat, berdenyutdenyut diikuti mual dan muntah

ANALGETIK aspirin atau preparat codein. Kompres hangat pada wajah ANTIBIOTIK Antibiotika yang sesuai selama 10 14 hari walaupun gejala klinik telah hilang. Antibiotik yang sering diberikan adalah amoxicillin, ampicillin, erythromicin plus sulfonamid, sefuroksim dan trimetoprim plus sulfonamide. Sinusitis kronis biasanya disebabkan oleh bakteri anaerob. Antibiotik yang biasanya digunakan adalah metronidazole, co-amoxiclav dan clindamycin. DEKONGESTAN Pemberian dekongestan seperti pseudoefedrin, dan tetes hidung poten seperti fenilefrin dan oksimetazolin IRIGASI ANTRUM DIATERMI GELOMBANG PENDEK MENGHILANGKAN FAKTOR PREDISPOSISI MUKOLITIK PEMBEDAHAN Pembedahan dilakukan apabila pengobatan dengan medikamentosa sudah gagal. Pembedahan radikal : Caldwell Luc Pembedahan tidak radikal : Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF).

A. KOMPLIKASI ORBITA
Terdapat lima tahapan : Peradangan atau reaksi edema yang ringan. Selulitis orbita Abses subperiosteal Abses orbita Trombosis sinus kavernosus

B. MUKOKEL C. KOMPLIKASI INTRA KRANIAL


Meningitis Abses

dura Abses subdural Abses otak

akut

D. OSTEOMIELITIS DAN ABSES SUBPERIOSTEAL

TERIMAKASIH KEPADA :
TUHAN YANG MAHA ESA YTH. DOSEN PEMBIMBING : dr. Abdul Muis, Sp. THT

YANG TERSAYANG : GROUP I Serta, Bantuan dari semua pihak