Anda di halaman 1dari 57

ANALISIS RESEP

Seni Astri Patria Ardhi Mawardi Ihsan Resta Satiti Melysa Afdila Ramdhan F. Whisda Mustika Rida Rufaidah Imay Adiyati Maryam Sofiah

260112120044 260112120046 260112120048 260112120050 260112120052 260112120104 260112120106 260112120108 260112120110 260112120112

SKRINING RESEP

Item

Pamareter Pemeriksaan

Kriteria Pemeriksaan Ada Ada Ada

Check List

DRP/ Medication Error

Keabsahan Resep; 1. Nama Dokter Resep Persyaratan Administratif 2. SIP 3. Alamat Dokter

4. Tanggal
Penulisan Resep 5. Tanda Tangan/Paraf

Ada

Tidak Ada

Dokter Penulis
Resep 6. Nama, Alamat, Umur, Jenis Nama: Ada Umur: Ada

Kelamin, dan
Berat Badan Pasien

Jenis kelamin: Ada


Berat badan: Tidak Ada

Item

Pamareter
Pemeriksaan

Kriteria
Pemeriksaan 7. Nama obat, Potensi, Dosis,

Check
List Nama obat: Ada.

DRP/
Medication Error

Resep

Potensi: Jumlah yang Diminta Amlodipine dan theophylline ada; salbutamol dan beclometason tidak ada

Dosis: Semua ada


Jumlah yang diminta: Semua ada

8. Cara Pemakaian
Yang Jelas 9. Informasi lainnya

Ada

Tidak ada

Item

Pamareter Pemeriksaan

Kriteria Pemeriksaan 1. Bentuk Sediaan

Check List Salbutamol dan beclometason ada, amlodipine dan theophylline tidak ada

DRP/ Medication Error

Resep Kesesuaian farmasetik

2. Dosis Obat 3. Potensi Obat

Semua ada Amlodipine dan theophylline ada, salbutamol dan beclometasone tidak ada

4. Stabilitas 5. Inkompatibilitas 6. Cara dan Lama Pemberian

Stabil Tidak ada Cara pemberian: amlodipine dan theophylline diminum, salbutamol dan beclometason dihisap Lama pemberian: tidak ada

Pertimbangan 1. Adanya Alergi Klinis 2. Efek Samping 3. Interaksi

Tidak ada Semua ada Theophylline berinteraksi dengan salbutamol dan beclometason

4. Kesesuaian (Dosis, Durasi, Jumlah Obat, dll)

Dosis: Amlopidine, salbutamol, dan beclometasone tidak melebihi dosis maks sehari, theophylline berlebih Durasi: tidak ada Jumlah obat: Ada

PERSYARATAN ADMINISTRATIF
Nama dokter No SIP dokter Alamat dokter Tanggal penulisan resep dr. James Sebastian SPTP. 4.3.1178/4.60.02/04.05.2 Jl. Lengkong 26 November 2012

Tanda tangan/paraf dokter


penulis resep Nama Pasien Alamat Pasien Umur Pasien Jenis Kelamin Pasien Berat badan pasien

Ny. W 53 tahun Perempuan -

KESESUAIAN FARMASETIK
Nama Obat Amlodipine Salbutamol inhaler Potensi 10 mg Dosis 10 mg/ hari Jumlah yang Diminta 10 tablet

Tidak 2 semprot jika 1 fls disebutkan diperlukan 1 fls 10 tablet

Beclometasone Tidak 400 g/ hari inhaler disebutkan Theophylline 300 mg 600 mg/ hari

Bentuk Potensi Sediaan Amlodipine Tidak 10 mg disebutkan Salbutamol Inhaler Tidak disebutkan Beclometasone Inhaler 200g
Theophylline

Nama Obat

Cara Pemberian Oral


Inhalasi Inhalasi

Tidak Tidak Oral disebutkan disebutkan

CARA PEMAKAIAN
Amlodipine 10 mg, diminum sehari satu kali satu tablet: Cara pemakaian jelas tetapi tidak disebutkan obat diminum sebelum atau sesudah makan. Salbutamol inhaler (sehari satu kali 2 semprot, bila diperlukan): Cara pemakaian jelas, dan disebutkan diberikan hanya bila diperlukan

Beclometasone inhaler (satu kali dua semprot200 g): Cara pemakaian jelas, tetapi tidak diberitahukan waktu pemberiannya. Theophylline diminum sehari satu kali tablet: Cara pemakaian jelas, tetapi disebutkan apakah pagi atau malam, dan disebutkan obat digunakan sebelum sesudah makan. dua tidak tidak atau

PERTIMBANGAN KLINIS
Amlodipin dapat dikombinasikan dengan obat hipertensi lain. Amlodipine dapat menurunkan tekanan sfincter esofagus sehingga dapat memperburuk penyakit GORD. Perhatian pada pasien lanjut usia dan kelainan fungsi hati.

Salbutamol Perhatian pada penderita hipertensi, jantung iskemik. Hati-hati pada pemberian bersama derivat xantin

Beclometasone kontraindikasi hipersensitif, meningkatkan kadar golongan xantin Theophylline; kontraindikasi: hipersensitif, tukak peptikum, gastritis, gangguan hati dan ginjal. Amlodipine dapat menurunkan tekanan sfincter esofagus sehingga dapat memperburuk penyakit GORD. Perhatian: kehamilan, menyusui, anak-anak, usia lanjut, penderita kerusakan hati, penyakit paru kronis.

Salbutamol harus diberikan secara hatihati jika digunakan bersama derivat xantin (dalam hal ini adalah theophylline) karena kemungkinan bisa terjadi interaksi.
Beclomethasone dapat meningkatkan kadar golongan xantin maka pemberian teophylline harus diperhatikan jangan sampai melebihi dosis

DRUG RELATED PROBLEM

1. Kondisi yang tidak diobati -> GORD dan terapi H. Pylori -> membuat nafas sesak akibat terganggunya esofagus dan saluran nafas Jenis obat yang dapat digunakan: - Antasid - Obat penekan asam lambung - Obat prokinetik - Bedah Salah satu yang dapat diberikan adalah omeperazol (golongan obat penekan asam lambung)

2. Kondisi yang tidak diobati -> Obesitas -> meningkatkan tekanan pembuluh perifer sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner bersama dengan hipertensi. Obesitas juga dapat menekan paru-paru sehingga dapat memperburuk penyakit asma pasien. Solusi: Berikan obat yang dapat membantu menyembuhkan obesitas seperti orlistat

3. Ketidaktepatan Pemilihan Obat -> amlodipine dan teofilin karena kedua obat tersebut dapat menurunkan tekanan sfingter esofagus sehingga memperparah penyakit GORD Solusi: Amlodipin diganti dengan bendrofluazide Teofilin diganti dengan salmeterol

PENYIAPAN OBAT
Bendrofluazide 2,5 mg Siapkan tablet bendrofluazide 2,5 mg sebanyak 10 tablet Masukkan ke dalam plastik dan beri etiket berwarna putih dan label
Etiket:
APOTEK Sehat Sejahtera Jl. Raya Cibiru No. 34 Bandung (telp : 022-7638827) Apoteker : Gustavo, S.Farm., Apt SIPA : KP.01.01.V.5.2.3784 No. 001 Nama :Ny. W Tgl. 30-11-2012

Label:
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Bendrofluazid 2,5 mg Sehari satu kali satu tablet pada pagi hari
Semoga Lekas Sembuh

CONT
Salbutamol 100 mcg inhaler Siapkan salbutamol inhaler sebanyak 1 buah Masukkan ke dalam plastik, beri etiket berwarna biru, dan label Etiket:
APOTEK Sehat Sejahtera Jl. Raya Cibiru No. 34 Bandung (telp : 022-7638827) Apoteker : Gustavo, S.Farm., Apt SIPA : KP.01.01.V.5.2. 3784 No. 002 Nama :Ny. W Tgl. 30-11-2012 Salbutamol inhaler 100 mcg OBAT LUAR 2 semprot, bila diperlukan
Semoga Lekas Sembuh

Label:
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

CONT
Beclometasone 200 mcg inhaler Siapkan beclometasone inhaler sebanyak 1 buah Masukkan ke dalam plastik,beri etiket berwarna biru dan label Etiket:
APOTEK Sehat Sejahtera Jl. Raya Cibiru No. 34 Bandung (telp : 022-7638827) Apoteker : Gustavo, S.Farm., Apt SIPA : KP.01.01.V.5.2. 3784 No. 003 Nama :Ny. W Tgl. 30-11-2012

Label:
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Beclometasone inhaler 200 mcg OBAT LUAR Sehari dua kali 2 isap
Semoga Lekas Sembuh

CONT
Salmeterol inhaler 100 mcg Siapkan salmeterol inhaler 100 mcg sebanyak 1 buah Masukkan ke dalam plastik,beri etiket berwarna biru dan label Etiket:
APOTEK Sehat Sejahtera Jl. Raya Cibiru No. 34 Bandung (telp : 022-7638827) Apoteker : Gustavo, S.Farm., Apt SIPA : KP.01.01.V.5.2. 3784 No. 004 Nama :Ny. W Tgl. 30-11-2012

Label:
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Salmeterol inhaler 100 mcg OBAT LUAR Sehari dua kali 2 isap
Semoga Lekas Sembuh

CONT
Omeprazole 20 mg Siapkan tablet omeprazole 20 mg sebanyak 10 tablet Masukkan ke dalam plastik dan beri etiket berwarna putih dan label Etiket:
APOTEK Sehat Sejahtera Jl. Raya Cibiru No. 34 Bandung (telp : 022-7638827) Apoteker : Gustavo, S.Farm., Apt SIPA : KP.01.01.V.5.2. 3784 No. 005 Nama :Ny. W Tgl. 30-11-2012

Label:
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Omeprazole 20 mg Sehari satu kali satu tablet pagi hari satu jam sebelum makan
Semoga Lekas Sembuh

CONT
Orlistat 120 mg Siapkan kapsul orlistat 120 mg sebanyak 30 kapsul Masukkan ke dalam plastik dan beri etiket berwarna putih dan label Etiket:
APOTEK Sehat Sejahtera Jl. Raya Cibiru No. 34 Bandung (telp : 022-7638827) Apoteker : Gustavo, S.Farm., Apt SIPA : KP.01.01.V.5.2. 3784 No. 006 Nama :Ny. W Tgl. 30-11-2012

Label:
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Orlistat 120 mg Sehari tiga kali satu kapsul ketika makan


Semoga Lekas Sembuh

PENGEMASAN OBAT
Obat hendaknya dikemas dengan rapi dalam kemasan yang cocok sehingga terjaga kualitasnya

PENYERAHAN OBAT
Sebelum obat diserahkan pada pasien dilakukan pemeriksaan akhir terhadap kesesuaian antara obat dengan resep. Penyerahan obat dilakukan oleh apoteker disertai pemberian informasi obat dan konseling kepada pasien dan tenaga kesehatan

Bendrofluazi d

Orlistat

Salbutamol Inhaler

PIO dan KIE


Omeprazol Beclometason Inhaler

Salmeterol inhaler

BENDROFLUAZID
Cara pemakaian obat
Obat diminum 1 kali sehari 1 tablet 2,5 mg; diminum pada pagi hari

Cara penyimpanan obat


Simpan pada suhu ruangan 15 C 30C

Jangka waktu pengobatan


Pengobatan seumur hidup dengan pengontrolan setiap minggunya.

Aktivitas serta makanan dan minuman yang harus dihindari dan diikuti selama terapi
Hindari konsumsi makanan tinggi kadar natrium seperti garam, dll. Perbanyak konsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang, dll.

SALBUTAMOL INHEALER
Penggunaan salbutaol inhealer sebanyak 2 kali semprotan jika diperlukan Informasikan kepada pasien tentang cara penggunaan inhalasi, pembersihan/perawatan dan penyimpanan inhaler dan spacer (bila pasien menggunakan spacer). Lakukan test semprotan ke udara pertama kali sebelum digunakan. Bila inhaler tidak digunakan dalam waktu >2 minggu, lakukan 4 kali semprotan dulu ke udara sebelum digunakan

BEKLOMETASON
Penggunaan beklometason inhealer sehari 2 kali masing-masing penggunaannya 2 semprot

Menginformasikan teknik pemakaian inhaler pasien agar pasien sudah benar-benar mengerti mengenai cara penggunaannya, sehingga obat dapat dihantarkan dengan baik

SALMETEROL
Cara pemakaian obat: Digunakan sebanyak 2 kali dosis hisap, dan digunakan pada pagi dan sore hari

Cara penyimpanan obat: Simpan pada suhu ruang sekitar 200-250C, ditempat yang kering dan terhindar dari panas dan cahaya matahari langsung

Aktivitas serta makanan dan minuman yang harus dihindari dan diikuti selama terapi: Hindari konsumsi laktosa yang seperti terkandung pada susu, khususnya bagi pasien yang memiliki alergi terhadap laktosa. Perbanyak konsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang, dll.

Omeprazole

Cara pemakaian obat:


Obat diminum pada pagi hari sebanyak 1 tablet 20 mg sebelum makan untuk setiap harinya.

Cara penyimpanan obat:


Simpan pada suhu 150 300C.

Jangka waktu pengobatan:


Obat dapat dikonsumsi selama 10 hari.

Aktivitas serta makanan dan minuman yang harus dihindari selama terapi:
Hindari konsumsi obat bersama makanan, minuman beralkohol dan St. John Wort.

KIE & PIO

KONSELING, INFORMASI DAN EDUKASI (1/1)


Pasien diminta untuk berhenti merokok dengan mengubah perilaku ataupun dengan terapi obat-obatan seperti : Nicotine Replacement Therapy , Pemberian obat-obatan bukan nikotin , Metode Akupuntur, Metode Hipnotis Pasien diminta untuk berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol (untuk mengurangi factor resiko dari hipertensi dan obesitas) Menurunkan berat badan dengan cara berolahraga dengan teratur, mengatur pola makan dengan mengurangi porsi makan dan

mengkonsumsi makanan rendah kalori yang tinggi serat

KONSELING, INFORMASI DAN EDUKASI (2/2)


Untuk menurunkan tekanan darah pasien sebaiknya menurunkan asupan calcium, magnesium seperti mengurangi konsumsi garam, tablet

evervesent, pisang, dan lain-lain yang dapat meningkatkan tekanan darah Tinggikan posisi kepala saat tidur untuk mencegah terjadinya refluks cairan lambung ke esophagus

Hindari factor pemicu asma seperti allergen (debu, udara dingin, serangga,
dll).

Hindari penggunaan pakaian yang ketat karena dapat menekan perut dan

sfingter esofagus bagian bawah sehingga mempermudah terjadinya refluks

Cara Penggunaan Inhaler (1/2)


1. Duduk tegak atau berdiri dengan dagu terangkat. 2. Buka tutup inhaler dan kocok inhaler dengan teratur. 3. Jika baru pertama kali menggunakan inhaler selama seminggu atau lebih, maka untuk penggunaan pertama sebelum digunakan, semprotkan inhaler ke udara untuk mengecek apakah inhaler berfungsi dengan baik. 4. Tarik nafas dalam-dalam dan buang perlahan. Lalu letakkan bagian mulut inhaler pada mulut (diantara gigi atas dan bawah), kemudian tutup mulut dengan merapatkan bibir (jangan digigit). 5. Mulai dengan bernapas perlahan dan dalam melalui mulut inhaler, sambil bernapas secara berbarengan tekan bagian tombol inhaler untuk melepaskan obatnya. Satu kali tekan merupakan satu kali semprotan obat.

Cara Penggunaan Inhaler


6. Lanjutkan untuk bernapas dalam untuk memastikan obat dapat mencapai paru-paru. 7. Tahan napas selama kurang lebih 10 detik (atau selama kondisi senyaman yang terasa) lalu buang napas perlahan. 8. Jika membutuhkan semprotan berikutnya, tunggu sampai 30 detik, dan kocok kembali inhaler, ulangi langkah 4 sampai 7. 9. Tutup kembali mulut inhaler dan simpan inhaler di tempat yang kering.

Pemberian Informasi Obat


LOSARTAN Indikasi Dosis Lama penggunaan Cara pakai Efek samping Penyimpanan : hipertensi : sehari 1 kali sesudah makan : 5 hari : oral (diminum menggunakan air mineral) : sakit kepala, pusing, lelah : simpan pada suhu 30o C, lindungi dari cahaya matahari langsung dan kelembapan

Pemberian Informasi Obat


SALBUTAMOL INHALER Indikasi Dosis Cara Pakai : asma bronchial, bronchitis kronis : sehari 2 spray bila diperlukan (bila ada serangan) : Kocok tabung spray dengan baik, kemudian bernapaslah sepenuhnya, masukkan ke dalam mulut dan tutup dengan bibir, setelah itu tarik napas dalam perlahan-lahan sambil mendorong di atas tabung.Tahan nafas selama 10 detik, kemudian bernapas secara perlahan. Karena penggunaan 2 kali spay maka ditunggu selama minimal 1 menit kemudian kocok kembali sebelum menggunakan inhalasi kedua : gemetar, takhikardia, iritasi mulut dan tenggorokan : simpan dibawah suhu 30o C dan hindari dari sinar matahari langsung

Efek samping Penyimpanan

Pemberian Informasi Obat


ORLISTAT
Indikasi : obesitas, kelebihan berat badan jangka panjang, mengurangi penyerapan lemak di usus Dosis : sehari 1 tablet Cara pakai : oral (diminum segera sebelum makan atau saat makan atau sampai 1 jam setelah makan) Efek samping : kotoran berminyak dan berlemak, meningkatkan defekasi, Penyimpanan : hindari dari sinar matahari langsung

Pemberian Informasi Obat


BECLOMETASON INHALER
Indikasi : mengobati inflamasi pada saluran pernafasan, memberikan kontrol untuk jangka waktu lama, dan digunakan untuk membantu mencegah timbulnya serangan asma : sehari 2 kali, 2 semprotan (200 g) : sama seperti penggunaan salbutamol inhaler Sebaiknya digunakan pagi dan malam hari. Penggunaan malam untuk mencegah terjadinya kambuh saat tidur. : candidiasis (infeksi karena jamur candida) di sekitar mulut, dysphonia (kesulitan berbicara), sakit tenggorokan, iritasi tenggorokan, dan batuk. Efek samping ini dapat dihindari dengan berkumur setelah menggunakan sediaan inhalasi : simpan dibawah suhu 30o C dan hindari dari sinar matahari langsung

Dosis Cara pakai

Efek samping

Penyimpanan

KONSELING

CARA PENGGUNAAN INHALER


1. Duduk tegak atau berdiri dengan dagu terangkat. 2. Buka tutup inhaler dan kocok inhaler dengan teratur. 3. Jika baru pertama kali menggunakan inhaler selama seminggu atau lebih, maka untuk penggunaan pertama sebelum digunakan, semprotkan inhaler ke udara untuk mengecek apakah inhaler berfungsi dengan baik. 4. Tarik nafas dalam-dalam dan buang perlahan. Lalu letakkan bagian mulut inhaler pada mulut (diantara gigi atas dan bawah), kemudian tutup mulut dengan merapatkan bibir (jangan digigit). 5. Mulai dengan bernapas perlahan dan dalam melalui mulut inhaler, sambil bernapas secara berbarengan tekan bagian tombol inhaler untuk melepaskan obatnya. Satu kali tekan merupakan satu kali semprotan obat.

CARA PENGGUNAAN INHALER


6. Lanjutkan untuk bernapas dalam untuk memastikan obat dapat mencapai paru-paru. 7. Tahan napas selama kurang lebih 10 detik (atau selama kondisi senyaman yang terasa) lalu buang napas perlahan. 8. Jika membutuhkan semprotan berikutnya, tunggu sampai 30 detik, dan kocok kembali inhaler, ulangi langkah 4 sampai 7. 9. Tutup kembali mulut inhaler dan simpan inhaler di tempat yang kering.

KONSELING
Menurunkan berat badan dengan cara berolahraga dengan teratur, mengkonsumsi makanan rendah kalori yang tinggi serat Mengatur pola makan dengan cara mengurangi porsi makan dan meningkatkan frekuensi makan untuk mengurangi produksi asam lambung Hindari konsumsi makanan yang pedas, asam, cokelat, minuman yang mengandung kafein karena akan mengurangi kekuatan otot sfingter

esofagus bagian bawah.


Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol untuk menghindari refluks cairan lambung ke esophagus, selain itu untuk mengurangi factor

resiko dari hipertensi dan obesitas

KONSELING
Untuk menurunkan tekanan darah pasien sebaiknya menurunkan asupan calcium, magnesium seperti mengurangi konsumsi garam, tablet

evervesent, pisang, dan lain-lain yang dapat meningkatkan tekanan darah Tinggikan posisi kepala saat tidur untuk mencegah terjadinya refluks cairan lambung ke esophagus

Hindari factor pemicu asma seperti allergen (debu, udara dingin, serangga,
dll).

Hindari penggunaan pakaian yang ketat karena dapat menekan perut dan

sfingter esofagus bagian bawah sehingga mempermudah terjadinya refluks

PMR
(PATIENTS MEDICAL RECORD)

Patient Medication Record


Suatu sistem yang digunakan untuk mencatat seluruh pemberian obat kepada pasien di apotek.

Catatan tentang riwayat penyakit pasien, riwayat

alergi, riwayat pengobatan yang telah dilakukan


oleh pasien, sehingga bisa dilihat ada tidaknya interaksi obat, efek samping dan hal-hal apa saja yang perlu dimonitoring dari pasien.

Catatan penggunaan obat pasien atau PMR meliputi:

Nama pasien, alamat, nomor telepon, dan tanggal lahir pasien

Nama, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi dalam keadaan emergensi

Tinggi, berat badan, dan jenis kelamin pasien

Hasil diagnosa

Hasil uji laboratorium

Riwayat penyakit pasien

Riwayat alergi, keanehan, atau kondisi kronis yang mungkin berhubungan dengan penggunaan obat. Jika tidak ada data pasien yang alergi, apoteker harus menunjukkan tidak ada atau NKA (no known allergi) pada PMR

Profil pengobatan pasien yang lengkap (obat keras dan otc), imunisasi, obat tradisional

Nama dokter, alamat, nomor telepon dll

Rencana pelayanan dan daftar masalah yang terkait obat, jika ada

Tujuan pengobatan dan perkiraan lama pengobatan

Indikator keberhasilan pelayanan kefarmasin di rumah

(Depkes RI, 2008)

CATATAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN (PATIENT MEDICATION RECORD)

Data Pasien Nama Pasien Alamat No.Telp / HP Pekerjaan Jenis Kelamin Umur Tinggi/ BB Gol. Darah : Ny. W : Jln. Lengkong besar no. 20 : 022645429 / 081220007866 : Ibu Rumah Tangga : Wanita : 53 tahun : 160/90 :O

No

Tangg al 26/11 /12

Jam Pelayanan 15.00 20.00 Nama dr. James Sebastian

Data dokter Spesialis Alamat Jl. Lengkong Telp. (022) 2042220 Kasus Asma Hiperten si GORD dan Duodena l Ulcer Tanggal R/ 26/11/ 12

Terapi yang diberikan Nama obat Cara Pemberian

Catatan Pelayanan Apoteker

1.

Amlodip Satu kali sehari ine mg Salbuta mol inhaler Beclome tasone 10 satu tablet setiap pagi Dua kali semprot bila diperlukan Dua kali sehari tiap pagi dan malam masingmasing 200 g

inhaler
200 g Theophy lline 300

Dua kali sehari


satu tablet tiap pagi dan malam

mg

PMR

Catatan Masalah Terkait Obat yang dijumpai dan penyelesainnya (1/2)


Amlodipine merupakan obat hipertensi yang termasuk golongan CCB. Namun, golongan ini dapat menyebabkan penurunan oesophagal spincter tone yang dapat menyebabkan reflux

asam lambung sehingga dapat memperparah GORD dan duodenal ulcer.


Penyelesaian: penggantian obat dengan golongan lain yaitu golongan ARB, obat yang dapat digunakan yaitu losartan dengan dosis 50 mg 1x sehari, diminum setelah makan Teophylline merupakan obat untuk penderita asma namun memiliki indeks terapi sempit. Selain itu, teophylline dapat menurunkan katup esophagus yang dapat menyebabkan GORD. Penyelesaian: Sebaiknya teophylline tidak diberikan karena salbutamol inhaler dan beclometason inhaler sudah cukup untuk mengobati asma pasien

Pasien memiliki nilai BMI 35 maka termasuk penderita obesitas kelas II


Penyelesaian: Sebaiknya pasien diberikan terapi orlistat dengan dosis harian yang digunakan yaitu 360 mg. Selain itu, pasien dianjurkan melakukan terapi non-farmakologi seperti: olahraga, menjaga pola makan, dan menghentikan kebiasaan merokok

Catatan Masalah Terkait Obat yang dijumpai dan penyelesainnya (2/2)


Pasien menderita GORD (Gastrointestinal Acid Related Disorder) dan ulcer duodenum. Pasien tercatat pernah mengalami kegagalan terapi terhadap bakteri H.pylory yang merupakan penyebab duodenal ulcer. Penyelesaian: Pasien dapat diberikan protocol pengobatan untuk ulkus yaitu: Terapi tiga regimen yang direkomendasikan NICE sebagai baris pertama. Ini terdiri dari: 2 antibiotik yang diberikan sehari dua kali selama tujuh hari pengobatan Misalnya : metronidazol 400mg dan 250mg klaritromisin, atau amoksisilin 1g dan klaritromisin 500 mg 1 dosis penuh Pompa Proton Inhibitor (PPI) misalnya lansoprazole, pantoprazole. FDA yang merekomendasikan terapi tripel regimen sepuluh hari dengan kombinasi omeprazol, klaritromisin, dan amoksisilin. Dosis oral yang dianjurkan adalah omeprazol 20 mg BID, klaritromisin 500 mg BID dan amoksisilin 1 g BID selama 10 hari. Pada pasien dengan ulkus duodenum aktif, omeprazol dilanjutkan dengan dosis 20 mg sehari selama 18 hari.

FORMAT PMR

CATATAN MASALAH TERKAIT OBAT


PENYAKIT Hipertensi Asma OBAT YANG OBAT YANG DIRESEPKAN DISARANKAN Amlodipine Salbutamol Beklometason Teofilin GERD & UP --Tgl Obesitas Nama Obat --Dosis Jml Bendrofluazid Salbutamol Beklometason Salmeterol Omeprazol Orlistat Aturan Pakai Nama Dokter Ket

26
Nov

Bendrofluazid
Salbutamol inhaler

2,5 mg

XX

S 1 dd 1 tab
S 2 spray prn S 2 dd 200 g S bid 2 inh dr. James ---

100 g 1 fls 1 fls 1 fls

2012 Beclometason Inhaler 200 g Salmeterol Inhaler 100 g

Omeprazol
Orlistat

20 mg
120 mg

S 1 dd 1 ac om

XXX S tid 1 cap dc

DAFTAR PUSTAKA
Aditama. 2001. Masalah Rokok dan Penggulangannya. YP IDI. Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. 2006. Pharmaceutical care untuk penyakit hipertensi. Jakarta: Departemen Kesehatan. Field, S.K. 1998. Does Medical Antireflux Therapy Improve Asthma in Asthmatic with Gastroesophageal Reflux. A critical review of literature. Chest. McEvoy. 2004. AHFS Drug Information. Bethesda: American Society of Health System Pharmacists. Medicatherapy. 2012. Amlodipin. Avaiable at: http://medicatherapy.com/index.php/content/printversion/20 (Diakses 27 November 2012). Medicatherapy. 2012. Salbutamol. Avaiable at: http://medicatherapy.com/index.php/content/printversion/196 (Diakses 27 November 2012). MIMS Indonesia. 2011. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. BIP: Jakarta. Nursalam. 2001. Pendekatan Metodologi Riset Keperawatan. Cv. Sagung seto: Jakarta.