Anda di halaman 1dari 24

Dermatitis Kontak Iritan

Oleh: Ni Luh Putu Julita Yanti Pembimbing: Dr.Gunawan Hostiadi, Sp.KK

PENDAHULUAN
DERMATITIS KONTAK IRITAN

DERMATITIS

DERMATITIS KONTAK

EPIDEMIOLOGI EPIDEMIOLOGI

Dermatitis Dermatitiskontak kontakiritan iritan dapat semua dapatdiderita dideritaoleh oleh semua orang berbagai orangdari dari berbagai golongan umur, golongan umur,ras, ras,dan dan jenis jeniskelamin kelamin

.epidemiologi
Departemen Tenaga Kerja (1997) 97% penyakit kulit akibat kerja Dermatitis Kontak RSUD Tanggerang (Okt96 Okt97) 51 kasus 41,7% DKI 5,88% akibat kerja RSUPN dr.Cipto Mangunkusumo DKIK ok deterjen 9,09% - 20,59% dari seluruh Dermatitis Kontak RSUD Kardinah Januari Desember 2011 Laki-laki: 36,7%, Perempuan: 63,3%

PATOGENESIS
Hilangnya substansi daya ikat air dan lemak permukaan Jejas pada membran sel Denaturasi keratin epidermis Efek sitotoksik langsung

.patogenesis

MANIFESTASI KLINIS
DKI AKUT LAMBAT
eritema
vesikel bula sebatas daerah yang terkena berbatas tegas

DKI KRONIS

DKI AKUT

Kulit tersa pedih

Kelainan kulit baru terlihat setelah 12-24 jam atau lebih

kulit kering

eritema
skuama lambat laun kulit tebal ( hiperkeratosis ) dan likenifikasi fisura

batas kelaianan tidak tegas

HISTO-PA
Gambaran histtopatologik DKI tidak karakteristik. DKI akut dlmdermis terjadi vasodilatasi dan sebukan sel mononuklear di sekitar pembuluh darah dermis bagian atas. Eksositosis di epidermis diikuti spongiosis dan edema intrasel dan akhirnya menjadi nekrosis epidermal. Pada keadaan berat kerusakan epidermis dapat menimbulkan vesikel atau bila. Di dalam vesikel atau bula ditemukan limfosit atau neutrofil. DKI kronis hiperkeratosis dengan area parakeratosis, akantosis dan perpanjangan rete ridges.

DIAGNOSIS BANDING
DERMATITIS ATOPI

DKI
DKA
DERMATOFITOSIS

DIAGNOSIS
ANAMNESIS

KLINIS

P.PENUNJANG

PENATALAKSANAAN
NONMEDIKAMENTOSA

SISTEMIK

TOPIKAL

KOMPLIKASI
INFEKSI SEKUNDER

NEURODERMATITIS SEKUNDER

HIPO/HIPERPIGMENTASI

JARINGAN PARUT

RESIKO SENSITISASI TX TOPICAL

PROGNOSIS

IRITAN

ATOPI BURUK

IDENTITAS PASIEN
Nama JK Umur Status Suku Agama Alamat Pekerjaan : IB : Laki-laki : 22 tahun : Belum menikah : Jawa : Islam : Jl. Jawa II No. 9 Jember : Mahasiswa

ANAMNESIS
Keluhan utama: Kulit telapak tangan dan kaki mengelupas. Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang dengan keluhan kulit mengelupas di ujung jari-jari hingga telapak kedua tangan dan telapak kaki. Keluhan ini pertama timbul 1 th yll. Awalnya kulit dikatakan terlihat kemerahan dan bintik-bintik merah, kemudian kulit pasien seperti bersisik dan mengelupas. Keluhan ini dikatakan muncul setelah pasien sering mencuci pakaian sendiri dengan detergen. Keluhan sempat berkurang ketika saat itu px ruting kontrol ke poli kulit. sejak 1 bulan yll, px mengeluh timbul keluhan yang sama pada kedua telapak tangan dan kakinya. Kadang

.anamnesis
Riwayat Penyakit Dahulu:
DKI (+) DM (-)

Riwayat Pengobatan:
(+) pengobatan di poli kulit RSD d.Soebandi 1 tahun yang lalu.

Riwayat Alergi:
Tidak ada

Riwayat Keluarga:
Tidak ada keluarga yang menderita keluhan yang sama.

Riwayat Sosial:
Pasien seorang mahasiswa yang ngekost dan sehari-hari mencuci pakaian dan perabotan dengan tangan menggunakan detergen.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Dermatologis : Lokasi : jari-jari hingga telapak kedua tangan dan kaki Efloresensi: tampak makula eritematous, batas tidak tegas, dengan skuama kasar barwarna putih di atasnya, erosi (+), dan pada telapak kaki terdapat fisura.

DIAGNOSIS

DKI DKA

PENATALAKSANAAN
NON-MEDKAMENTOSA

Hindari bahan iritan Melakukan proteksi Melakukan substitusi bahan

MEDIKAMENTOSA

Cefadroxil 3x1 Methyl Prdnisolon 1x1 Interhistin 3x1 Krim Hydrocortison 1%


Page 22

Free Powerpoint Templates

PROGNOSIS

BONAM