Anda di halaman 1dari 21

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Oleh : Dr. H. Ahmad Nuri Sp.A

DEMAM BERDARAH DENGUE


Penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue ditandai dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan syok dan kematian

Cara penularan
Tiga faktor yang berperan - Manusia - Virus : Den 1, Den 2, Den 3, Den 4 - Vektor : Nyamuk Aedes Agypti

Epidemiologi

Di Indonesia th 1968 dilaporkan adanya DBD di Surabaya dan Jakarta Saat ini DBD telah ditemukan di semua propinsi Faktor yang mempengaruhi penyebaran DBD: - Pertumbuhan penduduk yang tinggi - Urbanisasi yang tidak terkendali - Tidak adanya kontrol vektor nyamuk yang efektif di daerah endemi - Peningkatan sarana transportasi Di Jawa umumnya DBD terjadi pada awal Januari terbanyak sekitar April, Mei setiap tahun (tergantung musim hujan)

Secondary heterologous dengue infection Replikasi virus kompleks virus antibodi Aktivasi komplemen Anamnestic antibody response komplemen Histamin dlm urin

Anifilatoksin (C3a,C5a)
permeabilitas kapiler meningkat >30 % pd kasus Syok 24-28 jam perembesan plasma Hipovolemia syok Anoksia Meninggal Asidosis

Ht meningkat Natrium menurun cairan dlm rongga serosa ( efusi pleura, asites)

Gambar 1. Patogenesis terjadinya syok pada DBD Sumber : Suvatte, 1997

Secondary heterologous dengue infection Replikasi virus Anamnestic antibody response Kompleks virus antibody Agregasi trombosit Aktivasi koagulasi Aktivasi komlemen plasma

Penghancuran Pengeluaran Aktivasi faktor hageman Trombosit oleh RES platelet faktor III Anafilaktosin
Trombositopenia
Gangguan Funsi trombosit

Koagulopati konsumtif (DIC)


Penurunan faktor pembekuan

Sistem kinin
Kinin Peningkatan permeabilitas kapiler

FDP meningkat Perdarahan masif Gambar 2: Patogenesis Perdarahan Pada DBD Syok

Spektrum Klinis
Infeksi virus dengue

Asimtomatik
Demam tidak Spesifik Perdarahan (-) DD

Simtomatik
Demam dengue

Perdarahan (+)

Syok (-) DBD

Syok (+) (SSD)

DBD dibedakan dari Demam Dengue dgn adanya kebocoran plasma Perembesan plasma biasanya terjadi pada saat peralihan dari fase demam ke penurunan suhu yang biasanya terjadi pada hari ke 3-5 periode kritis, perlu kewaspadaan klinis dan laboratoris.

Skema Perjalanan Penyakit


Masa Inkubasi 5-9 hari 41 S u h u Masa Akut 1-3 hari Masa Kritis 1-3 hari Masa Penyembuhan 1-2 hari

40 39 38 37 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Hari

Kriteria Diagnosis DBD


Kriteria WHO Klinis - Demam tinggi mendadak 2-7 hari - Manifestasi perdarahan # Uji Torniquet positip # Perdarahan spontan - Hepatomegali

- Tanpa atau dengan gejala syok


# Nadi lemah, cepat, kecil sampai tak teraba # Tekanan darah # Tekanan nadi < 20 mmHg # Kulit akral dingin # Sianosis, gelisah

Laboratorium - Trombositopeni <100.000/mm3 - Hemokonsentrasi/ HCT > 20% nilai baku

Derajat penyakit WHO


Derajat I Demam + Uji Torniquet positif Derajat II Derajat I + Perdarahan spontan Derajat III Didapatkan kegagalan sirkulasi : Nadi cepat, lembut, Tek. nadi <20 mmHg. Hipotensi, kulit dingin dan lembab, anak gelisah Derajat IV Syok berat (Tek. darah-denyut nadi tidak terdeteksi)

Diagnosis Serologis

Haemoglobulin Inhibition Test - Gold standard WHO - Menetapkan titer Ab anti dengue - Membutuhkan sepasang serum dengan interval 7 hari - Untuk membedakan infeksi primer dan skunder berdasarkan titer Ab Tabel interpretasi uji HI(WHO,1997)
Interval serum I-II 7 hari Spesimen apapun < 7 hari Spesimen apapun 7 hari < 7 hari Spesimen tunggal Titer konvalesen 1: 1280 1: 2560 1:1280 1: 2560 1:1280 1:1280 1:1280 Interpretasi Infeksi flavivirus akut,primer Infeksi flavivirus akut, sekunder Infeksi flavivirus akut, primer atau sekunder Infeksi flavivirus baru, sekunder Bukan dengue Tdk dpt diinterpretasi Tdk dapat diinterpretasi

Kenaikan titer 4 kali 4 kali 4 kali Tdk ada kenaikan Tdk ada kenaikan Tdk ada kenaikan Tdk diketahui

Uji Elisa - Mendeteksi Ig M dan Ig G anti dengue contoh interpretasi uji ELISA Dengue (Panbio, Catalogue No. E-DEN02G)
Rasio Hasil Interpretasi

Ig M < 0,9
Ig M 0,9-1,1

negatif
ekuivokal

Tidak ada infeksi dengue


Perlu tes ulang

Ig M > 1,1
Ig G < 1,8 Ig G 1,8-2,2 Ig G > 2,2

positif
negatif ekuivokal positif

Dg infeksi baru dengue


Tdk ada infeksi sekunder Perlu tes ulang Dugaan infeksi sekunder aktif

Complement Fixation Test (CF) - Tidak banyak dipakai - Didasarkan pada prinsip bahwa komplemen dikonsumsi selama reaksi antigen-antibodi Netralization Test - Tidak digunakan pada kebanyakan lab - Didasarkan pada fakta bahwa virus efek Sitopatik denetralisasi oleh Ab spesifik yang ada

Diagnosis Banding
Infeksi bakteri atau virus spt ISPA, Demam tifoid, Campak, Demam chikungunya, Exantema subitum Penyakit darah spt ITP, Anemia aplastik, Leukemia

Komplikasi
DSS DIC Infeksi (Pneumonia, Sepsis) Overhidrasi Encefalopati

Gejala klinis: Demam 2-7 hr Uji tourniquet positip atau perdarahan spontan Laboratorium: Ht tidak meningkat Trombositopenia (ringan)

Tatalaksana Kasus Tersangka DBD

Penderita masih dapat minum

Beri minum banyak 1-2 L/hr atau 1 sdm tiap 5 menit Jenis minuman: Air putih, teh manis, sirup, jus Buah, susu, oralit Bila suhu > 38,5 0C beri parasetamol Bila kejang beri obat antikonvulsi

Pasien muntah terus menerus

Penderita tdk dapat minum

Monitor gejala klinis dan laboratorium

Pasang infus NaCl 0,9 %: Dekstrosa 5 % Tetesan rumatan sesuai berat badan Periksa Hb, Ht, tiap 6 jam trombosit tiap 12 jam

Perhatikan tanda syok. Palpasi hati setiap hari. Ukur diuresis setiap hari Awasi perdarahan. Periksa Hb,Ht, tiap 6 jam, trombosit tiap 12 jam Perbaikan klinis dan laboratorium Pulang

Ht naik dan atau tombosit turun Infus ganti ringer laktat tetesan disesuaikan (lihat bagan 4)

Bagan 4. Tatalaksana kasus DBD


Cairan Awal RL/NaCl 0,9% atau RLD5/NaCl 0,9% + D5 6-7 ml/kgBB/jam Monitor tanda vital/nilai Ht dan trombosit tiap 6 jam Perbaikan Tidak ada perbaikan Tidak gelisah Gelisah Nadi kuat Disters pernafasan Tekanan darah stabil Frekuensi nadi naik Diuresis cukup Ht tetap tinggi atau naik (1ml/kgBB/jam) Fek.nadi<20mmHg Ht turun Tanda vital memburuk Diuresis kurang/tdk ada (2 kali pemeriksaan) Ht meningkat Tetesan dikurangi Tetesan dinaikkan 10 ml/kgBB/jam Tidak ada perbaikan Perbaikan Perbaikan Sesuaikan tetesan 15 ml/kgBB/jam Tanda vital tidak stabil Diuresis kurang 3 ml/kgBB/jam Tanda-tanda syok Distres pernafasan Ht turn IVFD stop pada 24-28 jam Ht naik Bila tanda vital/Ht stabil koloid transfusi darah segar Diuresis cukup Segar 20-30 kgBB 10 ml/kgBB (maksimal 1.500 ml/kali) Perbaikan

Bagan 5. Tatalaksana Kasus Sindrom Syok Dengue (SSD) SSD Oksigenasi(berikan O2 2-4 L/menit)Pengganti volume plasma segera (cairan kristaloid isotonis) ringer laktat/NaCl 0,9% 20 ml/kgBB secepatnya (bolus dalam 30 menit) Evaluasi 30 menit, apakah syok teratasi? Pantau tanda vital tiap 10 menit Catat keseimbangan cairan selama pemberian cairan lntra vena Syok teratasi Syok tidak teratasi Kesadaran membaik, Nadi teraba kuat Kesadaran menurun Tekanan nadi > 20 mmHg Nadi lembut tidak teraba Tidak sesak nafas/sianosis Tekanan nadi < 20 mmHg Ekstremitas hangat Disters pernafasan/sianosis Diuretis cukup 1 ml/kg/jam Kulit dingin dan lembab Cairan dan tetesan disesuaikan Ekstemis dingin. Periksa kadar 10 ml.kgBB/jam gula darah Evaluasi ketat Lanjutkan cairan Tanda vital, tanda perdarahan, 15-20 ml/kgBB/jam Diuresis, Hb, Ht, trombosit Tambahkan koloid/plasma Stabil dalam 24 jam Dekstran/FPP 10-20 (maks 30) ml/kgBB/jam Tetesan 5 ml/kgBB/jam Koreksi asidosis Tetesan 3 ml/kgBB/jam Evaluasi 1 jam Syok belum teratasi Ht turun Infus stop tidak melebihi 48 jam Syok teratasi Setelah syok teratasi Transfusi darah segar10 ml/kgBB Ht tetap tinggi naik beri dapat diulang sesuai kebutuhan koloid 20 ml/kgBB/jam

Yang Perlu diperhatikan Pada Penggantian Volume Plasma : Untuk resusitasi syok dipergunakan cairan RL atau RA Jika dengan cairan kristaloid syok tidak ada perbaikan berikan cairan koloid (Dekstran 40 atau Plasma) Dekstran tidak diberikan pada saat terjadi perdarahan Apabila cairan tetap diberikan pada fase penyembuhan, saat terjadi reabsorbsi CEV ke CIV Hipervolemi (edem paru, gagal jantung) Pemberian darah segar pada keadaan perdarahan yang nyata atau penurunan Hct Plasma segar dan suspensi trombosit diberikan pada DIC dan perdarahan masif Trombosit diberikan jika T < 50.000 disertai perdarahan

Kriteria pasien pulang


Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik Nafsu makan membaik Tampak perbaikan klinis Tiga hari setelah syok teratasi Tidak dijumpai distres pernafasan Haematokist stabil Trombosit > 50.000 / mm3