Anda di halaman 1dari 24

CEDERA KEPALA

Patologi akibat cedera kepala : - CEDERA PRIMER yang terjadi akibat langsung dari trauma - Kulit : vulnus, lasrasi, hematom subcutan - Tulang : fraktur linier, fr basis cranii, fr impresi

- Otak : cedera otak primer : - robekan dura - contusio - laserasi (robek) CEDERA SEKUNDER Cedera yg disebabkan krn komplikasi, spt : - Edema otak - gangg sal nafas - Hipoksia otak - hipotensi / shock - Kelainan metabolik

KOMPLIKASI - Hematoma intrakranial (epidural, subdural,Intraserebral) - Kebocoran LCS - Kejang / epilepsi - Infeksi - pneumosefalus

PERTOLONGAN PERTAMA - Periksa cepat, kelainan A B C segera lakukan resusitasi A (air way) - Bebaskan (buka mulut bersihkan muntahan, lendir, benda asing) - Perhatikan tulang leher, imobilisasi, cegah hiperekstensi, hiperfleksi, rotasi) - Semua pxn tidak sadar dianggap cedera leher +

B (breathing / pernafasan) - Suara nafas bersih, hembusan nafas baik gerakan dada baik, jelek beri nafas buatan - Beri masker oksigen / nasal. C (circulation / peredaran darah) - Denyut jantung - / cardiak arrest lakukan resusitasi jantung. - Hentikan perdarah dari luka terbuka

- Bila shock (Tensi < 90, nadi >100) lakukan resusutasi dengan inf RL / Asering - Cedera kepala tidak pernah sbbkan shock - Bila tensi < 90, nadi < 90 terjadi spinal shock (batasi cairan) D (disability / neurologi) - Periksa kesadaran (GCS) - Pupil bentuk/besar, reflek cahaya - Periksa bagian tbh lain (head to toe)

PERHATIAN : - Kelainan ABC yang tidak teratasi dapat memperjelek cedera kepala yg sudah ada POSISI TIDUR - Cegah head down, sebabkan bendungan vena di kepala dan menaikkan TIK - Posisi yg baik, miring kecuali bila ada fr cervical

PEMERIKSAAN KHUSUS - Untuk menentukan kelainan bedah saraf Anamnesis, cari informasi ttg : - Kejadian - Sadar segera setelah kejadian - Mabuk / minum alkohol - Peny lain, epilepsi, DM, pernah jatuh

Pemeriksaan - Tingkat kesadaran (GCS) - Pupil (bentuk, simetris, reflek cahaya) - Motorik, parese/plegi lengan/tungkai, rangs nyeri - Periksa teliti wajah, kepala, leher dan punggung

GLASGOW COMA SCALE (GCS) - Adalah skala penentuan tingkat kesadaran seseorang - Ada 3 macam yg dinilai : 1. Reaksi buka mata (Eye / 4) 2. Reaksi bicara (Voice / 5) 3. Reaksi gerak lengan/tungkai (Mtr / 6)

MEMBUKA MATA (E) 4 = buka spontan 3 = buka mata krn rangsang suara 2 = buka mata krn rangsang nyeri 1 = tidak buka mata BERBICARA (V) 5 = komunikasi baik, jawaban tepat 4 = disorientasi tempat, waktu, orang 3 = dirangsang keluar kata, tak btk kalimat 2 = dirangsang keluar suara tdk btk kata 1 = tidak ada suara

GERAKAN LENGAN / TUNGKAI (M) 6 = ikuti perintah 5 = ketahui tempat rangsang nyeri 4 = rangs nyeri,menarik bagian tubuhnya 3 = rangs nyeri timbul fleksi abnormal 2 = rangs nyeri timbul ekstensi abnormal 1 = tidak ada gerakan

Cara penulisan E V M (4 5 6) Bila salah satu reaksi tidak bisa dinilai nilai X

Kriteria tidak perlu rawat di RS 1. Orientasi (w,t,o) baik 2. Tidak ada gejala neurologis 3. Tidak muntah atau sakit kepala 4. Tidak ada fr tulang kepala 5. Ada yg mengawasi dirumah 6. Tempat tinggal dlm kota / dekat RS

Pengawasan dirumah dikerjakan secara aktif tiap 2 jam (menanyakan/membangunkan)

PERHATIAN Saat pulang harus diberi penjelasan, bila Timbul gejala spt bawah ini harus ke RS : - Muntah makin sering - Nyeri kepala/vertigo memberat - Gelisah / kesadaran menurun - Kejang

CEDERA KEPALA HARUS MONDOK RS 1. Penurunan kesadaran (GCS <15) 2. Ada gejala neurologis (kejang, hemiparesis, anisokor) 3. Nyeri kepala/vertigo yg menetap 4. Fr tulang kepala / basis kranii 5. Tidak ada yg mengawasi di rumah 6. Tempat tinggal luar kota / jauh RS 7. Mabuk / epilepsi 8. Disertai kelainan lain (DM, post trepanasi)

INDIKASI FOTO KEPALA 1. Jejas > 5 cm (hematoma, vulnus) 2. Luka tusuk, tembak 3. Corpus alienum (peluru dll) 4. Fraktur terbuka 5. Deformitas kepala 6. Nyeri kepala menetap 7. Gejala neurologis + 8. Penurunan kesadaran (GCS < 15)

INDIKASI CT SCAN KEPALA 1. Nyeri kepala/muntah menetap 2. Kejang 3. Luka tusuk / tembak 4. Penurunan GCS > 1 point 5. Lateralisasi : - pupil anisokor - hemiparese 6. GCS < 15, tx konservatif tdk membaik 7. Bradikardi yg menyertai salah satu gejala diatas

PERAWATAN DI RUMAH SAKIT Penderita dengan GCS < 13 : - Beri masker / nasal O2 - Atasi hipotensi - Inf D5 Nacl 0,45 (1500 ml/24 jam) - Posisi baring / miring dg head up 20* - Imobilisasi leher dg colar brace - Observasi ketat tiap 15 mnt pada 6 jam l dan tiap 30 mnt pada 6 jam berikutnya

Daftar observasi meliputi : - Jam - Vital sign (T N R S) - GCS - Pupil - Balance cairan

Cegah gerakan kepala berlebihan krn dapat Merangsang muntah

INDIKASI MERUJUK : - Fraktur impresi terbuka - Fraktur impresi tertutup yg perlu pembedahan (impresi melebihi tebal tlng) - Fraktur linier yg disertai penurunan kesadaran, kejang /kel neurologi - Luka tusuk, tembak / tembus - Bradikardi yg sertai penurunan kesadaran - Nyeri kepala / muntah menetap

CEDERA TULANG BELAKANG

- Penderita dengan cedera tulang belakang memerlukan penanganan khusus sejak dari tempat kejadian Gejala : Tulang belakang : - Nyeri saat diam / gerak / ditekan - Jejas, hematom, luka / lecet Kelainan neurologi : - Parese / plegi lengan atau tungkai