Anda di halaman 1dari 25

Glaukoma Primer Sudut Terbuka

Oleh:

Rizkiani Juleshodia W 105103003432


Pembimbing:

dr. Siti Asfani, Sp.M

Aqueous Humor
Aqueous humor adalah cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata dan terus menerus dibentuk yang mengandung zat gizi untuk kornea dan lensa. Volumenya adalah sekitar 250 L Kecepatan pembentukannya yang bervariasi diurnal, adalah 1,5-2 L/menit.

Glaukoma
American Academy of Ophtalmology, glaukoma adalah penyakit mata yang memiliki karakteristik berupa neuropati optik yang berhubungan dengan hilangnya lapang pandang dengan faktor risiko terbanyak karena adanya peningkatan tekanan intraokular. Glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil saraf optik dan menciutnya lapang pandang.8

Klasifikasi Glakukoma

Glaukoma Primer Sudut Terbuka (Definisi & Epidemiologi)


Adalah glaukoma primer (glaukoma yang penyebabnya tidak diketahui) yang ditandai dengan sudut bilik mata terbuka. Sinonimnya adalah glaukoma kronik atau chronic simple glaucoma. Glaukoma primer sudut terbuka adalah bentuk glaukoma yang tersering dijumpai (kurang lebih sekitar 90%).

Glaukoma Primer Sudut Terbuka (Etiologi & Faktor Risiko)


Penyebab tidak diketahui Faktor risiko:
Usia lebih dari 40 tahun Keturunan (ada keluarga yang menderita glaukoma) Miopia Diabetes mellitus Penyakit kardiovaskular Faktor pembuluh darah seperti hipotensi, hipertensi, migrain Obesitas Ras

Glaukoma Primer Sudut Terbuka (Patogenesis)


Hambatan pada glaukoma primer sudut terbuka terletak di dalam jaringan trabekulum itu sendiri. Aqueous humor dengan leluasa mencapai lubanglubang trabekulum, tetapi sampai di dalam terbentur oleh celah-celah trabekulum yang sempit, sehingga aqueous humor tidak dapat keluar dari bola mata dengan bebas. Akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan intraokular.

Gambaran Klinis
Pasien biasanya datang hanya untuk ganti kaca mata Tekanan bola mata lebih dari 24 mmHg dan tidak terlalu tinggi seperti pada glaukoma kronik Pada funduskopi ditemukan ekskavasi apabila glaukoma sudah berlangsung lama Pemeriksaan lapang pandang, terjadi penciutan lapang pandang Pada gonioskopi akan ditemukan sudut bilik mata depan yang lebar.

Pemeriksaan
Pemeriksaan tekanan intraokular Gonioskopi Oftalmoskopi Pemeriksaan Lapang pandang

Funduskopi

Penatalaksanaan
Miotik
Pilokarpin 2-4%, 3-6 kali 1 tetes sehari Eserin 1/4-1%, 3-6 kali 1 tetes sehari

Simpatomimetik Epinefrin 0,5-2%, 1-2 kali 1 tetes Beta-blocker Timolol maleate 0,25-0,50%, 1-2 kali tetes sehari Carbonic anhidrase inhibitor Asetazolamid 250 mg, 4 kali 1 tablet

KASUS

Identitas Pasien
Nama Jenis kelamin Umur Suku/Bangsa Alamat Agama Pekerjaan Pendidikan Masuk Poli Mata : Ny. HS : Perempuan : 57 tahun : Jawa/Indonesia : Depok Utara : Islam : Pensiunan : S1 : 19 Mei 2009

Anamnesis (1)
Keluhan Utama Mata kanan terasa pandangan menyempit sejak bulan Oktober 2006. Keluhan Tambahan Mata kanan terasa pegal.

Anamnesis (2)
Riwayat Penyakit Sekarang (1) Pasien datang ke Poli Mata RSUP Fatmawati dengan keluhan mata kanan terasa pandangan menyempit sejak bulan Oktober 2006. Keluhan disertai rasa pegal pada mata kanan sejak bulan Oktober 2006. Pasien mengatakan penglihatannya terasa semakin menurun secara perlahan-lahan. Setiap pagi pasien memiliki kebiasaan membaca koran. Biasanya pasien bisa membaca koran dalam waktu yang lama dan sejak bulan Januari 2007, pasien sudah mulai tidak bisa membaca koran lama-lama karena pandangannya terasa menyempit. Sehingga setelah membaca koran pasien biasanya tiduran sebentar dan saat bangun, pandangan pasien mulai membaik kembali. Pasien sebelumnya sudah pernah berobat di RS. Angkatan Laut pada tahun 2007. Dokter mengatakan bahwa pasien menderita penyakit mata yaitu glaukoma karena tekanan bola mata pasien saat itu sebesar 30. Pasien diberi obat tetes berupa timol yang digunakannya setiap pagi. Dan pasien merasa penyakitnya tidak membaik sehingga pasien memutuskan untuk berobat ke RSUP Fatmawati.

Anamnesis (3)
Riwayat Penyakit Sekarang (2) Pasien sebelumnya sudah mengunakan kacamata baca yaitu untuk mata kanan + 0,50 dan mata kiri + 1,50 sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengaku memiliki penyakit migrain, asam urat dan kolesterol tinggi. Pasien menyangkal jika berjalan sering menabrak. Pasien juga menyangkal adanya gigi yang berlubang, sinusitis, hipertensi, diabetes melitus dan penyakit jantung.

Anamnesis (4)
Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengaku adanya keluhan seperti sekarang sebelumnya. Pasien menyangkal adanya hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, miopia, riwayat mata merah berulang, operasi mata, dan mata terbentur atau trauma kepala. Riwayat penyakit keluarga Pasien menyangkal adanya anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien atau memiliki penyakit glaukoma dan hipertensi. Ibu pasien menderita diabetes mellitus.

Pemeriksaan Fisik
Status generalis dalam batas normal Status oftalmologi dalam batas normal, kecuali pada mata kiri dan kanan ditemukan:

OD
Visus 4/60

OS
4/60

Kamera okuli anterior


Pupil Funduskopi Reflek fundus: Papil: Warna Bentuk Batas C/D ratio A/V ratio Retina Maluka lutea Refleks makula

Dalam
5 mm, anisokor

Dalam
3 mm, anisokor

Menurun Orange Bulat Tegas 0,7 2/3 Normal Normal

(+) Normal Merah orange Bulat Tegas 0,5 2/3 Normal Normal

Normal
Cupping (+) Defek superior, temporal

Normal
Cupping (+) Defek superior

Uji konfrontasi

kanan dan kiri

Diagnosis
Diagnosis Kerja Glaukoma primer sudut terbuka ODS

Diagnosis Banding -

Rencana Pemeriksaan
Kampimetri Gonioskopi

Penatalaksanaan
Timolol maleate 0,50%, 2 kali (pagi dan sore dengan selang waktu 12 jam) 1 tetes sehari dipakai pada mata kanan dan kiri.

Prognosis
Ad vitam Ad visam Ad sanactionam : Bonam : Malam : Dubia ad malam