Anda di halaman 1dari 21

dr.Djaka Handaja.

MPH

ANTROPOLOGI
 Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari

tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya.  Antropologi adalah istilah kata bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos.  Anthropos berarti manusia dan logos memiliki arti cerita atau kata. 

 Menurut Koentjoroningrat (1990)  Antopologi kesehatan membicarakan masalah konsep sakit.  Antropologi kesehatan mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya.pengobatan tradisional. di antaranya objek yang menjadi kajian disiplin ilmu ini adalah: 1. Suatu keberadaan sakit atau penyakit tidak secara individual. Penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (misfortunes). baik pada tingkat individual maupun tingkat kelompok sosial keseluruhannya. terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia.  Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budaya dari tingkah laku manusia.sehat. dan ekologi budaya dari kesehatan dan kesakitan yang dilihat dari segi-segi fisik. Kelompok healers ditemukan dengan bentuk yang berbeda disetiap kelompok masyarakat. 3. jiwa. yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia. terutama illness dan sickness pada keluarga ataupun masyarakat. dan sosial serta perawatannya masing-masing dan interaksi antara ketiga segi ini dalam kehidupan masyarakat. biobudaya. 2.serta kebiasaan atau perilaku dan pantangan.  Antropologi kesehatan merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosiobudaya. . Definisi Antropologi Kesehatan. Healers mempunyai peranan sebagai penyembuh. 4. dan 5. Dibeberapa masyarakat misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir.

aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalah-masalah kesehatan manusia (Hasan dan Prasad. 1968:1) Menurut Hasan dan Prasad : Antropolgi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memehami kedokteran (medical). yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. Menurut Weaver : Antropolgi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang menangani beberap aspek dari kesehatan dan penyakit ( Weaver. hukum kedokteran (medico-legal). terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya di sepanjang sejarah kehidupan manusia.Foster dan Barbara Gallatin Foster  Antropologi Kesehatan adalah disiplin biobudaya yang memberi     perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia. sejarah kedokteran (medico-historical). 1952: 2122) .M. George.

Scoth memberi judul “Antropologi Kesehatan” dan membicarakan “Ahli Antropologi Kesehatan” dalam suatu artikel mengenai kedokteran dan kesehatan masyarakat. Sejarah pertama tentang timbulnya perhatian Antropologi Kesehatan terdapat pada tulisan yang ditulis berjudul “Applied Anthopology”. maka ilmu yang merumuskan hukum-hukum sebagai dasar struktur sosial. sejumlah besar (3000 judul) dari yang terdaftar dalam bibliografi tersebut tak diragukan lagi menampakan pentingnya sistem medis bagi Antropologi. Sepuluh tahun kemudian. menulis apabila kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehat maupun yang sakit. Sejarah Perkembangan antropologi Kesehatan  Tahun 1984 Rudolf Virchow. . tetapi meskipun telah menimbulkan antusiasme. maka kedokteran dapat ditetapkan sebagai antropologi. tulisan itu tidaklah menciptakan suatu subdisiplin baru.  Tahun 1953. untuk menjadikan efektif hal-hal yang inheren dalam manusia itu sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosial yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit.  Tahun 1963. B.  Pengesahan lebih lanjut atas subdisiplin Antropologi Kesehatan ini adalah dengan munculnya tulisan yang dibuat Pearsal (1963) yang berjudul Medical Behaviour Sciene yang berorientasi antropologi. Tulisan ini merupakan tour the force yang cemerlang . Setelah itu baru ahli-ahli antropologi Amerika benar-benar menghargai implikasi dari penelitian-penelitian tentang kesehatan dan penyakit bagi ilmu antropologi.

Segi biologi manusia . antropologi mengenal cabang-cabang: -Antropologi biologi -Antropologi sosio budaya -Antropologi linguistik -Prasejarah dan arkeologi  Ruang lingkup antropologi ini tercermin pada Antropologi Kesehatan yang juga memiliki – segi biologi (biomedis) segi nonbiologi (sosiobudaya & psikobudaya) .Segi sosio budaya  Berdasarkan segi-segi ini. Ruang lingkup antropologi mencakup : .

Penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (misfortunes) 2. . Antropologi kesehatan membantu mempelajari sosio-kultural dari      semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya. diantaranya: 1. terutama "illness dan sickness" pada keluarga ataupun masyarakat. Kelompok 'healers' ditemukan dengan bentuk yang berbeda di setiap kelompok masyarakat 4. Adapun perhatian terhadap suatu keberadaan 'sakit' atau 'penyakit' tidak secara individual. Healers mempunyai peranan sebagai penyembuh 5. Di beberapa masyarakat misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir 3.

agama. pakaian. bahasa. dan bagaimana berhubungan dengan orang lain. latar belakang budaya mempunyai pengaruh yang penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia (kepercayaan. persepsi. Di sisi lain. dan ritual yang dilakukan dalam perwujudn kehidupan sehari-hari. dll). Selanjutnya. Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan     budaya. kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan alamnya. sikap terhadap sakit. struktur keluarga. Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana cara memandang dunia. perilaku. diet. hal-hal tersebut tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang ada di masyarakattersebut . seni. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya dengan cara menggunakan simbol. bagaimana mengungkapkan emosionalnya. bahasa. ritual. emosi.

Dari perilaku serta interaksi tersebut sangat berpengaruh terhadap status kesehatan individu.  Bagi penduduk pedalaman Papua melahirkan adalah hal yang kotor sehingga seorang ibu yang akan melahirkan harus di bawa ketepi hutan di temani oleh ibu atau suaminya sampai proses melahirkan selesai. .Karena kaitannya dengan perilaku manusia.tetapi mengenai hubungannya dengan kesehatan dan keperawatan secara khusus.kedua ilmu tersebut tidak bisa di pisahkan sendiri sendiri.serta budaya yang di miliki dan interaksi oleh suatu keluarga/masyarakat tersebut.interaksi yang di hasilkan.  Seorang yang merasa sakit nya ringan tidak perlu berobat ke petugas kesehatan karena dia merasa sakitnya dapat sembuh dengan sendirinya atau hanya minum jamu saja.(Koentjoroningrat 1990) Contoh :  Sebagian besar penduduk di Asia masih menggunakan jamu atau obat obatan tradisional untuk menyelesaikan sebagian keluhan sakit mereka dan ini merupakan hasil temuan nenekmoyang mereka sejak ratusan tahun lalu. keluarga dan atau masyarakat yang berkaitan. Sosiologi dan antropologi merupakan dua disiplin ilmu yang berbeda.

Artifacts : merupakan karya manusia yang dapat di lihat di raba di foto karena kongkret dan bersifat fisik .mereka akan melakukan olah raga secara rutin. 3. Misal : aktifitas masyarakat jawa dalam mempertahankan kesehatannya melalui minum jamu secara rutin atau bagai mana masyarakat perkotaan yang telah mengerti arti olah raga. BUDAYA :  Budaya asal kata “ Budayah “ dari sansekerta yaitu arti budi dan akal atau Culture ( inggris ) asal kata Colere ( latin ) Menurut Koentjaraningrat 91990) adalah keseluruhan sistem gagasan . Activities atau tiandakan : masyarakat berupa sistem sosial atau aktifitas masyarakat berupa interaksi bergaul.tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang di jadikan milik diri mausia dengan belajar  Bentuk kebudayaan: 1. berhubungan selama bertahun tahun menurut tata hubungan adat istiadat serta norma norna. Ideas : merupakan wujud ideal dari kebudayaan sifatnya abstrak 2.

3. Bahasa Sistem pengetahuan Organisasi sosial masyarakat Sistem peralatan hidup dan teknologi Sistem pencaharian hidup Sistem religi : agama dan kepercayaan Kesenian yang di kembangkan masing masing masyarakat . 4. 5. Unsur undur kebudayaan 1. 6. 7. 2.

tetapi juga kondisi mental seseorang. (Sudarti. Dengan demikian jelas bahwa kondisi sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. 1981:38 ). Konsep sehat yang dikemukakan oleh World Health Organization (WHO) berarti : Sehat itu adalah : “ a state of complete physical. Seperi yang dikutip dari Djekky ( 2001: 15) sebagai berikut :  Umumnya masyarakat tradisional memandang seseorang sebagai sakit. and not merely the absence of disease or infirmity” (WHO. jika orang itu kehilangan nafsu makannya atau gairah kerjanya.  Konsep sakit. tidak dapat lagi menjalankan tugasnya sehari-hari secara optimal atau kehilangan kekuatannya sehingga harus tinggal ditempat tidur.  Sakit dapat diinterpretasikan secara berbeda berdasarkan pengetahuan secara ilmiah dan dapat dilihat berdasarkan pengetahuan secara budaya dari masing-masing penyandang kebudayaannya. and social well being. 1988) “ . mental.

maka kemungkinan akan mengalami kekurangan gizi terutama zat-zat yang terkandung dalam ikan. selain akan menularkan penyakit kepada bayinya melalui mulut ibunya. Aspek Sosial Budaya yang mempengaruhi Status Gizi. Sehingga kemungkinan pada masyarakat yang kurang mengkonsumsi ikan. bila tidak dikompenisasi makanan lain yang setara dengan nilai gizi yang terkandung dalam ikan. sementara ikan sangat dibutuhkan ibu maupun bayi yang sedang menyusui. karena kandungan kalsium yang tinggi untuk pertumbuhan tulang.  Masalah kurang gizi dapat diketahui dari kebiasaan suatu masyarakat mengkonsumsi makanan tertentu serta bagaimana masyarakat tersebut menilai makanan menurut persepsinya masing-masing. 2. Tindakan seperti ini dapat mengakibatkan ketegangan pada usus bayi yang belum siap menerima makanan padat meskipun telah dilumatkan oleh ibunya. . Misalnya 1. Pada wanita yang baru melahirkan tidak boleh makan makanan yang amis seperti ikan. Sementara ada masyarakat yang percaya bahwa bayi baru lahir juga membutuhkan makanan seperti orangtua. sehingga makanan itu dikunyah terlebih dahulu oleh ibunya kemudian diberikan kepada bayinya .

pantangan dan upacara-upacara yang mencegah orang memanfaatkan sebaik-baiknya makanan yang tersedia bagi mereka. melalui normanorma keluarga. 4. 7. kepercayaan terhadap apa yang bisa dimakan atau tidak. Kepercayaan. Kepercayaan yang keliru tentang hubungan antara makanan dan kesehatan. Kebiasaan makan ini telah ditanamkan sejak dini. 6. berdampak kepada obesitas/timbulnya penyakit seperti diabetes mellitus dan hipertensi. Kebiasaan makanan yang buruk seperti makanan yang disuka atau tidak. 5. mengakibatkan masyarakat kelebihan atau kekurangan gizi. hal ini masih banyak terjadi didaerah pedesaan. .3. Selain factor ekonomi yang tidak kalah pentingnya. Untuk daerah perkotaan kebiasaan makanan cepat saji yang merupakan pola/gaya hidup baru bagi penduduk kota.

ari.bagai mana masyarakat di tepi kali yang sudah terbiasa dengan fasilitas tersebut untuk membuang hajatnya dan akan menemui kesulitan ketika mereka “ di paksa” untuk menggunakan WC yang tertutup dan ruang kecil maksudnya tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Seorang dukun bayi juga sering di minta untuk melakukan acara acara ritual yang tidak mereka dapatkan pada pelayanan kesehatan ( dokter/bidan ) seperti misalnya upacara menanam ari. Penyebaran penyakit menular sangat jelas dapat di lihat dari bagai mana budaya suatu masyarakat di sana mengingat penyakit menular juga sangat di pengaruhi oleh lingkungan.Lingkungan hidup di sini dapat di artikan lingkungan fisik maupun lingkungan sosial budaya .Bagai mana masyarakat menggunakan daun sebagai alas makan yang terlebih dahulu tidak di bersihkan .pijat. . misal bagai mana kebersihan masyarakat terhadap kebersihan tangan ketika akan makan . Pelayanan Kesehatan  Pelayanan kesehatan yang di pilih masyarakat juga sangat di     pengaruhi oleh latar belakang sosial budaya pasien misal mengapa dukun bayi masih di percaya oleh sebagian masyarakat kita untuk menolong persalinan keluarganya dari pada bidan atau dokter.serta jamujamuan yang dapat membuat ibu bayi nyaman dan bayi tenang.Antara lain hal ini di karenakan adanya kedekatan sosial antara pasien dan dukun tadi selain faktor ekonomi dan faktor geografis .

Pengobatan tradisioanl atas dasar kepercayaan b.Jamu jamu b. Pengobatan tradisional dengan ramuan obat India 2. Pengobatan tradisional dengan ramuan obat cina c.. Pengobatan tradisional atas dasar agama c. Pengobatan Tradisional  Definisi :  Pengobatan tradisional adalah suatu upaya kesehatan dengan cara lain dari ilmu kedokteran dan berdasarkan pengetahuan yang di turunkan secara lisan maupun tulisan yang berdasarkan dari Indonesia atau luar Indonesia  Jenis jenis pengobatan Tradisional 1. Pengobatan tradisional spiritual / kebatinan a. Pengobatan dengan dasar getaran magnetis . Pengobatan tradisional dengan raamuan asli Indonesia.Pengobatan tradisional dengan ramuan obat a.

a.3. Dukun beranak atau dukun bayi:biasanya para dukun bayi dalam memberikan pertolaongan persalinan untuk persalinan normal yang telah mendapatkan pembinaan dari Dinkes Kota/Kabupaten. Akupungtur pengobatan atas dasar ilmu pengobatan tradisional cina yang menggunakan penusukan jarum ( akupungtur) dan penghangatan moxa b. Pengonatan tradisiaoal urut pijat c. Pengobatan tradisional patah tulang d. . Pengobatan tradisional dengan peralatan ( tajam/keras) pengobatan tradisional dengan peralatan benda tumpulmisalnya batu Giok 4. Pengobatan tradisional yang telah mendapatkan pengarahan dan pengaturan pemerintah a. Pengobatan tradisional dengan memakai peralatan.

sehingga dengan adanya teori baru/cara-cara yang baru maka akan tertarik untuk mencoba inovasi/pembaruan karena ada harapan. masyarakat serta system kepribadian individu. biasanya karena telah bosan dengan teori/cara yang selama ini dilakukan tetapi belum mendapatkan perubahan mengenai masalah kesehatannya. Jadi keputusan seseorang akan mencari pengobatan tertentu dalam penyembuhan penyakitnya. biasanya dilakukan untuk menarik perhatian ketika progam pelayan kesehatan untuk pertama kali dibuka.  . sangat dipengaruhi oleh bagaimana keluarga dan masyarakat mensuportnya atau membenarkannya. dengan pendidikan kesehatan yang sesuai. 3. 2. Teori adopsi inovasi (Regers). kemudian terjadi internalisasi. Lingkungan yang membesarkan dan tipe kepribadian seseorang biasanya merupakan cerminan dari perilaku seseorang. potongan harga atau pemberian hadiah. Teori Parsons. Dapat karena biaya yang murah. akan mengambil sikap lebih mantap. Teori pertentangan kekuatan (Lewin) dalam diri individu ada kekuatan yang bertentangan karena info yang masuk tidak seimbang. pendidikan kesehatan dengan cara menyampaikan ide-ide baru. dapat mengurangi factor penghambat. 4.TEORI DAN PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA DALAM KESEHATAN DALAM MENGHADAPI MASALAH PERUBAHAN SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN 1. Teori perubahan sikap (Kelman) pertama patuh karena imbalan. perilaku manusia dipengaruhi oleh system social budaya dari keluarga.

pendekatan emik adalah memahami mengapa atau penjelasan mengapa dia melakukan atau menolak melakukan sesuatu. Pendekatan Emik Yaitu menganalisa perilaku seseorang dengan mendapatkan informasi dari pelaku sendiri. . bersifat naratif. subjektif dan sukar digeneralisir (Pelto. Menurut Foster 1978. Pendekatan social dalam kesehatan menurut Sarwono.  Dalam program kesehatan sering kita mendapat kasus yang menggunakan pendekatan emik untuk mengetahui latar belakang seseorang. misalnya ketika kita berhadapan dengan seseorang yang tidak mau diberikan Imunsasi. 1993 adalah sebagai berikut: a. 1970). Bila kita mengetahui alasannya dalam waktu yang akan datang kita sudah dapat mengantisipasi dengan memberikan alternative jalan keluar yang lebih baik.Pendekatan Sosial dalam Kesehatan.

agar bisa dibandingkan. Pendekatan Etik  Yaitu menganalisa perilaku/gejala social dari sudut pandang orang luar dan dibandingkan dengan budaya lain. Misalnya bagaimana prsepsi penduduk pinggir kali tentang air bersih. Biasanya juga dilakukan penelitian tentang budaya dua daerah tentang presepsi dan perilaku dalam membuang sampah. . b. Sifatnya objektif dan mempunyai indicator/ukuran. yang melatarbelakangi pemakaian air sungai oleh penduduk sekitar daerah tersebut.

TERIMAKASIH .