Anda di halaman 1dari 30

NITRAT, NITRIT, DAN AMONIAK (NO3 -, NO2-, NH3+ )

ELISAMA TAHALEA NURFADILLAH MUAWANAH

Pendahuluan
Komposisi kimia air laut sangat kompleks, di dalamnya

terdapat bermacam-macam unsur dan senyawa kimia yang bermanfaat bagi kehidupan biota laut. Zat hara yang dibutuhkan sebagai nutrisi bagi biota laut merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat dalam air laut seperti nitrogen senyawa nitrogen dalam air laut terdapat dalam dua bentuk, yaitu nitrogen-organik dan nitrogen anorganik. Senyawa nitrogen anorganik di air laut terdapat dalam tiga bentuk yaitu ammonnia, nitrit dan nitrat.

Keberadaan nitrogen dalam bentuk persenyawaannya

selain memiliki dampak positif juga cukup berperan dalam proses memperburuk kualitas perairan, sebab dalam batas-batas konsentrasi dan bentuk tertentu senyawa ini dapat bersifat racun bagi organisme perairan.
Pencemaran perairan adalah suatu perubahan fisika, kimia

dan biologi yang tidak dikehendaki pada ekosistem perairan yang akan menimbulkan kerugian pada sumber kehidupan, kondisi kehidupan dan proses industri. yang disebabkan secara langsung oleh pembuangan bahanbahan atau limbah ke dalam perairan yang berasal dari kegiatan manusia

Siklus Nitrogen

SIKLUS NITROGEN
Nitrogen memiliki beberapa bentuk yaitu amonia(NH3), nitrit(NO2-), nitrat(NO3-), Amina(NH2), amonium(NH4+), dan nitrogen diatomik (N2). Amonia dilepaskan langsung keudara melalui mekanisme penguapan gas diubah menjadi materi penyusun biomasa tanaman (Norganik) dioksidasi menjadi nitrit kemudian menjadi nitrat oleh bakteri nitrifikasi. N-organik berasal dari jaringan organisme yang sudah mati, kotoran/zatsisa, dan sisa pakan yang ditransformasi menjadi amonia melalui proses dekomposisi/ Mineralisasi oleh bakteri pengurai proteolitik.

Proses dalam siklus nitrogen


Amonifikasi

Nitrifikasi

Siklus nitrogen

Denitrifikasi

Asimilasi

Fiksasi

AMONIAK ( NH3 )
Amonia berada dalam dua bentuk yaitu amonia (NH3) dan amonium (NH4+) secara setimbang
berubah pada laju yang tergantung pada PH

NH3 + H2O NH4+ + OHPada pH < 7.0, amonia berada pada bentuk terionisasinya, kesetimbangan bergeser ke kanan (ion amonium); Pada pH > 7.0 sebagian besar amonia dalam bentuk tak terionisasinya, kesetimbangan bergeser ke kiri (amonia)

Keberadaan Ammonia (NH3) diair laut


- hasil reduksi senyawa nitrat (NO3) dan nitrit (NO2) oleh

mikroorganisme. - dari hasil ekskresi fitoplankton terutama pada saat timbulnya ledakan populasi fitoplankton dan hasil degradasi zat organic seperti protein - dari pemecahan nitrogen organik (protein dan urea) dan nitrogen anorganik yang terdapat dalam tanah dan air
- dari dekomposisi bahan organik (tumbuhan dan

biota

akuatik yang telah mati oleh mikroba dan jamur. - Tinja dan ekskresi biota akuatik

Presentase ammonia bebas meningkat dengan meningkatnya pH dan suhu perairan. . Kehidupan air terpengaruh oleh ammoniak pada konsentrasi 1 mg/L dan menyebabkan ikan mati lemas karena dapat mengurangi kapasitas oksigen dalam air laut. Dalam air laut yang masih alami: kadar amoniak sangat rendah: < 0,2 g NH3 /L. Dalam air laut: NH4+ & NH3 kesetimbangan

Distribusi vertikal kadar amonia semakin tinggi dengan pertambahan kedalaman air dan sejalan dengan semakin rendahnya oksigen, sedangkan distribusi horizontal kadar amonia semakin tinggi menuju ke arah perairan pantai atau muara sungai.

-Nitrit (NO2-)
senyawa antara hasil reduksi dari nitrat dan hasil oksidasi dari ammonia oleh mikroorganisme. Nitrit merupakan bentuk peralihan antara amonia dan nitrat (nitrifikasi), antara nitrat dan gas nitrogen (denitrifikasi). berasal dari hasil ekskresi fitoplankton, terutama pada saat

timbulnya ledakan populasi fitoplankton

Distribusi vertical kadar nitrit semakin tinggi sejalan dengan pertambahan kedalaman laut dan semakin rendahnya kadar oksigen. Distribusi horizontal kadar nitrit semakin menuju kearah perairan pantai dan muara sungai kadarnya semakin tinggi Meningkatnya kadar nitrit dilaut berkaitan erat dengan masuknya bahan organic yang mudah teruraisalah satu indicator pencemaran. Kadar nitrit pada perairan relatif kecil karena segera dioksidasi menjadi nitrat Kadar nitrit pada perairan relatif kecil karena segera dioksidasi Dalam air laut yang masih alami: kadar nittrit sangat rendah: < 0,1 g NO2- /L. Dalam air laut: NH4+ & NH3 kesetimbangan

- Nitrat (NO3-)
-Nitrat ditemukan di alam dalam bentuk garam sebagai hasil

siklus nitrogen. Nitrat terbentuk dari proses nitrifikasi, yaitu oksidasi amoniak dengan bantuan bakteri dalam tanah.
--Nitrat dihasilkan dari proses oksidasi sempurna senyawa

nitrogen dan amonia di perairan


--berasal dari permukaan air selama produktivitas

primer, ketika tumbuhan mati, terdekomposisi kemudian nitrat teregenerasi kekolom air.

Peningkatan kadar nitrat dilaut disebabkan oleh masuknya limbah domestic atau pertanian (pemupukan) yang umumnya mengandung banyak nitrat. distribusi vertical kadar nitrat dilaut bahwa kadar nitrat semakin tinggi bila kedalaman laut bertambah, sedangkan kadar nitrat diperairan sungai tergantung dari beberapa factor seperti pasang surut, turbulensi dan kedalaman.
Distribusi horizontal kadar NO3- semakin tinggi menuju ke arah pantai, kadar tertinggi di perairan muara. Peningkatan kadar NO3- di laut disebabkan: masuknya limbah domestik atau pertanian (pemupukan) yang banyak mengandung NO3-.

Prinsip metode kualitatif dan kuantitatif

1. Analisa kualitatif

a Ammonia
Analisa senyawa ammonia dapat diketahui dengan metode Phenate (Cleseri et al, 1989), dalam suasana basa (pH = 8 11,5) , ammonia bereaksi dengan natrium hipoklorit membentuk senyawa monokloramin (quinon kloramin). Dengan adanya senyawa fenol dan hipoklorit yang berlebih akan dihasilkan senyawa indofenol
yang berwarna biru.

HOCl + NH3

NH2Cl + H2O (Monokloramin)

b. Nitrit
Pemeriksaan kualitatif nitrit dapat diketahui dengan beberapa cara yaitu menggunakan asam sulfanilat dan larutan NED, serbuk antipirin, dan serbuk kalium iodida. Larutan yang mengandung nitrit bila ditambahkan beberapa tetes larutan asam sulfanilat dan larutan NED, dibiarkan selama beberapa menit akan memberikan hasil warna ungu merah

2. Analisa kuantitatif a. Ammonia


Senyawa fenol dan hipoklorit yang berlebih akan dihasilkan senyawa indofenol yang berwarna biru yang dapat mengabsorbsi cahaya maksimum pada panjang gelombang 640 nm. Sampel yang telah diberi larutan indicator menunjukkan perubahan warna hijau sampai biru diukurkan dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 640 nm. Kemudian membandingkan dengan absorbansi larutan standar, dan kadarnya dapat dihitung.

c. Nitrat
Analisis senyawa nitrat dengan menggunakan metode Grennberg et al,(1992) reaksi menjadi nitrit oleh butiran cadmium yang dilapisi dengan tembaga dalam suatu kolom. Nitrit total yang terbentuk bereaksi dengan sulfanilamide dalam suasana asam menghasilkan senyawa diazonium. Senyawa nitrit yang terbentuk kemudian direaksikan dengan amina aromatic membentuk senyawa diazo yang berwarna merah muda.

b. Nitrit
Penentapan kadar nitrit dapat dilakukan dengan spektromteri sinar tampak dan volumetric. dengan pereaksi

asam sulfanilat dan NED (N-(1-naftil) etilen diamin


dihidroklorida, yang membentuk warna ungu merah dan dapat diukur dengan panjang gelombang maksimum 543 nm Metode ini berdasarkan atas reaksi diazotasi dimana senyawa amin primer aromatic dikopling dengan NED. Dengan adanya nitrit maka akan menghasilkan senyawa yang berwarna ungu kemerahan yang dapat diukur secara spektrofotometri sinar tampak.

C.Nitrat
Senyawa nitrit yang terbentuk kemudian direaksikan

dengan amina aromatic membentuk senyawa diazo yang berwarna merah muda. Senyawa Azo ini ekivalen dengan senyawa diazonium yang ekivalen dengan nitrit total. Warna merah diukur diukur absorbansinya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang disekitar 543 nm.. Kadar nitrat diperoleh dengan mengkoreksi hasil total nitrit yang didapat dari hasil reduksi dengan hasil nitrit yang diperoleh tanpa melewati kolom reduksi cadmium.

Pengukuran Nitrat dapat juga dlakukan dengan metode brusin menggunakan pereaksi brusin dan

absorbansinya diukur dengan spektrofotometer pada


panjang gelombang 410 nm.

Faktor faktor yang mempengaruhi kandungan nitrat, nitrit, dan ammonia

a. Faktor fisika

- pasang surut - Arus - suhu


-kekeruhan - kecerahan

b. faktor Kimia - salinitas -DerajatKeasaman -oksigen terlarut (Do)

Aplikasi Analisis kandungan Ammonia, nitrit, dan nitrat Berdasarkan dari hasil penelitian terhadap analisis kandungan amonia, nitrit, dan nitrat dengan jenis sampel, lokasi, dan pengambilan sampel yang berbeda, untuk penentuan kadar dari amonia, nitrit, dan nitrat pada dasarnya menggunakan prinsip metode yang sama yaitu pengukuran absorbansi dengan spektrofotometer pada panjang gelombang yang telah ditentukan. Misalnya untuk penentuan kadar amonia dengan metode phenat dalam suasana basa (PH=8-11,5), ammonia bereaksi dengan natrium hipoklorit membentuk senyawa monokloramin dan menghasilkan senyawa indofenol yang berwarna biru. Panjang gelombang 640 nm.

Pengukuran kadar nitrit dengan metode sulfanilamit pada kondisi asam lemah (pH= 2,0-2,5) bereaksi dengan sulfanilamit dan napthyl etilen diamin dihidroklorida (NED dihidroclorida membentuk senyawa diazonium berwarna pink (merah muda). Panjang gelombang = 543 nm.
Pengukuran kadar nitrat dengan metode brusin Pada metode ini sampel air laut dicampurkan dengan larutan natrium arsenit, brusin, asam sulfat dan setelah itu sampel air didiamkan beberapa saat dan akan berubah menjadi warna kuning. Panjang gelombang = 410 nm.

1. Pengukuran Nutrien Inorganik Terlarut di Zona Eufotik Perairan Teluk Banten (Measurement Of Dissolved Inorganic Nutrient In Euphotic Zone The Banten Bay) oleh Alianto, Enan M Adiwilaga, Ario Damar, dan Ennang Haris (2009)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi dari amonia, nitrit,

dan nitrat dengan metode yang telah ditentukan pada pengujian sampel air laut dengan kedalaman 50%,25%, 10%, 5%, dan 1%, dan letak yang berbeda yaitu bagian muara sungai, bagian pantai dan tengah, bagian luar teluk. Beradasarkan hasil penelitian bahwa perairan teluk Banten lebih didominasi oleh nitrat 1,84%, amonia 0,49%, dan nitrit 0,18%. Hal ini diperoleh dari penentuan konsentrasi unsur-unsur tersebut dalam air laut dihubungkan dengan intensitas kesempurnaan pembentukan dari indikator akhir yang digunakan sebagai ciri dari masing-masing bentuk nutrien terlarut. Indikator yang terbentuk merupakan hasil akhir reaksi dari larutan yang digunakan pada berbagai metode pengukuran amonia, nitrit, nitrat.

2. Analisis Kadar Phosfat dan N-Nitrogen (Amonia, Nitrat, Nitrit)


padaTambak Air Payau akibat Rembesan Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar Phosfat dan N-Nitrogen (Amonia, Nitrit, Nitrat) pada tambak air payau akibat rembesan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Penentuan lokasi dilakukan pada tambak air payau yang tercemar dan tidak tercemar lumpur panas di Sidoarjo. Lokasi berada pada arah utara dan selatan pusat semburan lumpur Lapindo, tepatnyadisepanjang kali Alo dan kali Porong. Pada setiap tambak, diambil 5 sampel air yaitu inlet,outlet dan 3 titik ditengah tambak. Penelitian dilakukan dengan metode yang digunakan mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia) dengan menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis.

3. Penentuan kadar Nitrat, ,nitrit dan amoniak pada Biota laut.


Penetapan kadar nitrit dapat dilakukan dengan beberapa metode antara lain spektrofotometri sinar tampak dan volumetri. Metode spektrofotometri sinar tampak digunakan untuk pemeriksaan kuantitatif nitrit dengan pereaksi asam sulfanilat dan NED yang membentuk warna ungu merah dan dapat diukur dengan panjang gelombang maximum 540 nm b. Metode ini berdasarkan atas reaksi diazotasi dimana senyawa amin primer aromatik dikopling dengan N-(1-naftil) etilen diamin dihidroklorida (NED). Dengan adanya nitrit maka akan menghasilkan senyawa yang berwarna ungu kemerahan yang dapat diukur secara spektrofotometri sinar tampak
a.

Pengujian ammonia Digunakan metode nessler secara spektrofotometri, SNI (1991). Prinsip kerja metode nessler, preaksi Nessler (K2HgI4) bila bereaksi dengan ammonium dalam larutan basa akan membentuk dispersi koloid yang berwarna kuning coklat. Intensitasnya dari warna yang terjadi dari perbandingan lurus dengan konsentrasi ammonium yang ada dalam contoh.

Kesimpulan..
1.

Komposisi kimia air laut sangat kompleks, terdapat bermacammacam unsur dan senyawa kimia yang bermanfaat bagi kehidupan biota laut. Zat hara yang dibutuhkan sebagai nutrisi bagi biota laut merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat dalam air laut seperti nitrogen

2. Senyawa nitrogen diair laut terdapat dalam dua bentuk, yaitu nitrogen-organik dan nitrogen anorganik. Senyawa nitrogen anorganik di air laut terdapat dalam tiga bentuk yaitu ammonnia, nitrit dan nitrat., sedangkan senyawa nitrogen organik berupa asam amino, protein, dan urea, bentuk-bentuk tersebut mengalami transformasi sebagai bagian dari siklus nitrogen 3. Proses yang terjadindalam siklus nitrogen yaitu: nitrifikasi , asimilasi, denitrifikasi dan fiksasi nitrogen amonifikasi,

4 Ammonia, nitrit, dan nitrat berasal dari hasil ekskresi fitoplankton terutama pada saat timbulnya ledakan populasi fitoplankton dan hasil degradasi zat organic seperti protein , dari pemecahan nitrogen organik (protein dan urea) dan nitrogen anorganik yang terdapat dalam tanah dan air , dari dekomposisi bahan organik (tumbuhan dan biota akuatik yang telah mati oleh mikroba dan jamur
5. Peningkatan kadar ammonia, nitrat, nitrit dilaut disebabkan oleh limbah domestik dan pertanian dan dapat diketahui berdasarkan distribusi secara horizontal dan vertikal. 6. Kandungan ammonia, nitrit, dan nitrat dapat dtentukan berdasarkan metode analisis kualitatif dan kuantitatif 7. faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan ammonia,nitrit, dan nitrat adalah faktor fisika (pasang surut, arus, suhu, kekeruhan, dan kecerahan) sedangkan faktor kimia (salinitas, derajat keasaman /pH, dan oksigen terlarut).

SEKIAN Terima Kasih