Anda di halaman 1dari 31

PENCEMARAN FISIK DAN KESEHATAN

DEPARTEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS INDONESIA

Agen-agen Pencemar Fisik di Lingkungan

Lingkup Bahasan Kebisingan Panas Getaran Radiasi Pengion Radiasi Non Pengion

1. KEBISINGAN
Definisi Semua bunyi yang dapat mengalihkan perhatian, mengganggu, atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari

Suatu bentuk suara yang tidak diinginkan atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya dan suara tersebut tidak diinginkan karena mengganggu pembicaraan dan telinga manusia Suara yang merugikan manusia dan lingkungannya, termasuk ternak dan satwa liar (KLH, 1989) Semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat proses produksi dan atau alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (Kep.Men.Naker No.KEP/51/MEN/1999)

Istilah yang perlu diperhatikan dalam kebisingan: - Frekuensi : panjang gelombang suara atau getaran per detik, dinyatakan dengan satuan HERTZ (Hz) - Intensitas : tekanan suara, yaitu besarnya tekanan yang dipindahkan oleh bunyi, dinyatakan dengan satuan DECIBELL (dB) - Lama pajanan Bunyi terlemah yang dapat didengar oleh telinga adalah 0 dB, sedangkan bunyi terkuat adalah 130 dB
Ketulian dapat terjadi pada frekuensi bising 30006000 Hz Sumber bising: 1. Bergerak: transportasi 2. Tidak bergerak: industri, tempat hiburan, tempat umum Alat untuk mengukur kebisingan: Sound Level Meter, Portable Narrow Band Analyzer

Jenis Kebisingan Kebisingan kontinu dengan spektrum frekuensi yang luas (steady state, wide band noise), misalnya: suara kipas angin, suara mesin, pembangkit tenaga listrik Kebisingan kontinu dengan spektrum yang sempit (steady state, narrow band noise), misalnya: bunyi gergaji, katup gas Kebisingan impulsif (impact or impulsive noise), misalnya: pukulan palu, tembakan meriam, ledakan bom, senapan Kebisingan impulsive berulang, misalnya: pemasangan mesin tempa pada pemancangan tiang beton Kebisingan terputus-putus (intermittent), misalnya: lalu lintas kendaraan bermotor, kereta api, suara pesawat terbang di lapangan udara

Berbagai Intensitas Kebisingan di Industri

85-100 dB: pabrik tekstik, gergaji mekanis, bor listrik, mesin penggilingan

100-115 dB: pabrik pengalengan, ruang ketel


115-130 dB: mesin-mesin diesel besar, mesin turbin, pesawat terbang dengan mesin turbo, kompresor, sirene 130-160 dB: mesin jet, roket, peledakan

ZONA KEBISINGAN
IATA (International Air Transportation Association) menentukan intensitas kebisingan:

Zona A: intensitas > 150 dB daerah berbahaya dan harus dihindari Zona B: intensitas 135-150 dB individu yang terpapar perlu memakai pelindung telinga (earmuff dan earplug)

Zona C: 115-135 dB perlu memakai earmuff


Zona D: 100-115 dB perlu memakai earplug

ZONA KEBISINGAN
Departemen Kesehatan menetapkan zona kebisingan:

Zona A: intensitas maksimal 35-45 dB berlaku untuk rumah sakit, tempat perawatan, tempat sosial Zona B: intensitas maksimal 45-55 dB perumahan, lokasi pendidikan, tempat rekreasi Zona C: intensitas maksimal 50-60 dB perkantoran, pertokoan, perdagangan, pasar Zona D: intensitas maksimal 60-70 dB industri, stasiun kereta api, terminal

Faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan karena kebisingan


Intensitas bising, NAB (nilai ambang batas) = 85 dB Frekuensi bising Sifat kebisingan Kepekaan individu Lamanya pemaparan Umur tenaga kerja Pada pekerja industri Lamanya masa kerja

1. 2. 3. 4.

5.
6. 7.

Tingkat kebisingan (intensitas) maksimal menurut lamanya pemaparan dalam sehari


Intensitas 85 dB 92 dB 95 dB 97 dB 100 dB 105 dB 110 dB 115 dB Lama pemaparan 8 jam 6 jam 4 jam 3 jam 2 jam 1 jam jam jam

Gangguan Kesehatan Akibat Kebisingan


Gangguan pendengaran

Ketulian sementara: pendengaran kembali pulih dalam waktu cepat setelah dihentikannya sumber kebisingan Ketulian permanen: ketulian yang berlangsung lama dan dapat menetap, karena terjadinya kerusakan pada telinga (sel saraf telinga, gendang telinga, atau telinga luar) Noise induced hearing loss: disebabkan kebisingan melebihi 80 dB yang terjadi dalam waktu lama, bersifat sementara tetapi dapat menetap Tuli perseptif (sensorineural hearing loss): disebabkan adanya kerusakan pada saraf pendengaran

Keluhan lain

Tinitus, suara berdenging di satu atau kedua telinga Vertigo, rasa pusing berputar Otalgia, rasa nyeri di bagian dalam telinga Otore, keluarnya cairan dari dalam telinga

Pengendalian Kebisingan

Pengendalian pada sumbernya: engineering control, modifikasi tata letak peralatan, peredam, penggantian dengan alat baru Pengendalian pada jarak: memperpanjang jarak antara sumber dan penerima, atau dibuat penghalang Pengendalian pada penerima: pemakaian alat pelindung pada individu (pekerja industri), yaitu: - Earplug (sumbat telinga): mampu menurunkan intensitas bising sebesar 25-30 dB - Earmuff (penutup telinga): mampu menurunkan intensitas bising sebesar 30-40 dB - Helm type protector: helm penutup kepala (kecuali bagian muka) yang dilengkapi dengan earmuff dan earphone cushion

2. PANAS
Terdapat 2 pengertian panas: 1. Panas sebagai bentuk energi, dalam bentuk aliran energi panas Alat ukur: kalorimeter atau bomb calorimeter Satuan: kalori 2. Panas sebagai derajat, yaitu temperatur/suhu suatu objek Alat ukur: termometer Satuan: derajat

Sumber Panas
1. Alam: cahaya matahari, panas bumi 2. Buatan manusia: - panas dari proses mekanik - panas dari magnet - panas dari bunyi - panas dari gelombang mikro - panas dari listrik - panas dari radiasi nuklir - panas dari cahaya lampu

Dampak Panas :
Menimbulkan Heat burn / Luka Bakar

3. GETARAN

Yang dimaksud dengan getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan keseimbangannya. Getaran terjadi saat mesin atau alat dijalankan dengan motor, sehingga pengaruhnya bersifat mekanis. Getaran mekanis dibedakan berdasarkan jenis pajanannya. Terdapat 2 bentuk yaitu: 1) Getaran seluruh badan (whole body vibration) Akibat goncangan dari mesin, kendaraan atau traktor. 2) Getaran alat-lengan (tool-hand vibration) atau getaran pada tangan dan lengan (hand and arm vibration).

Alat untuk mengukur getaran adalah: Vibrasi Meter.

3. GETARAN
Pengaruh getaran pada tenaga kerja dapat di bedakan: 1)Gangguan kenikmatan dalam bekerja 2)Mempercepat terjadinya kelelahan. 3)Gangguan kesehatan Getaran seluruh badan dapat memicu terjadinya: 1)Penglihatan kabur, sakit kepala, gemetaran (shakeness) 2)Kerusakan organ pada bagian dalam. Getaran pada lengan dan tangan dapat mengakibatkan: 1)Sakit kepala, dan sakit pada persendian dan otot lengan. 2)Indera perasa pada jari-jari menurun fungsinya. 3)Terbentuk noda putih pada punggung jari/telapak tangan (white finger syndrom).

4. RADIASI
Terdiri atas: Radiasi Pengion Radiasi Non Pengion Pengertian Radiasi: Merupakan photon yang mempunyai karakteristik sebagai partikel dan gelombang Perbedaan dari jenis jenis radiasi yang ada dapat dengan tepat dinyatakan dari spektrum elektromagnetiknya berdasarkan pada panjang gelombang, frekuensi dan energinya

Radiasi Non Pengion


Radiasi jenis ini memiliki panjang gelombang kurang dari 100 nm dan frekuensi lebih dari 3 x 109 megahertz
Radiasi yang mempunyai panjang gelombang yang panjang tidak mempunyai cukup energi untuk memindahkan elektron dari atom atom untuk menjadi ion ion

Kecuali cahaya tampak, radiasi non pengion biasanya tidak dapat terdeteksi oleh sistem sensor manusia setidaknya intensitasnya cukup untuk menghasilkan panas
Yang termasuk kedalam radiasi non pengion adalah: Sumber listrik(SUTT, SUTET), Gelombang radio, gelombang mikro, Infra Red, cahaya tampak dan sebagian UV

a. Medan Magnet dan Listrik Dengan Frekuensi Sangat Rendah (EMFs) Medan listrik yang terkait dengan medan magnet selalu akan terbentuk pada aliran listrik yang mengalir diantara dua titik. Medan yang dihasilkan oleh aliran listrik dengan frekuensi antara 1 3000 Hz disebut Medan Elekromagnet Frekuensi Sangat Rendah (extremely low frequency electromagnetic fields /EMFs) Medan ini sangat kuat di sekitar transmisi voltase tinggi, distributor tegangan rendah, radar, sistem komunikasi dengan frekuensi modulasi rendah (selimut listrik, microwave oven, layar TV, dll) EMFs mempengaruhi aliran ion dan molekul dalam melewati membran sel, merubah respon sel terhadap hormon. Penelitian epidemiologi membuktikan bahwa ada hubungan antara kejadian kanker dan radiasi EMFs, terutama pada anak anak (Leukemia)

b. Ultrasound, Frekuensi Radio, dan Gelombang Mikro

Masih sedikit efek yang diketahui dari radiasi yang mempunyai frekuensi antara 60 Hz sampai beberapa ratus megahertz. Beberapa organisme dapat mendeteksi medan ini dan burung, ikan dan kura-kura menggunakan frekuensi ini untuk navigasi. Gelombang Mikro dihasilkan oleh radar, mikrowave oven, medical diathermy equipment. Efek terhadap kesehatan: terbakar, kerusakan kornea mata, katarak. Ultrasound secara mekanis menghasilkan radiasi akustik, banyak digunakan pada USG.

c. Inframerah dan Radiasi Sinar Tampak

Inframerah memiliki panjang gelombang 0,7 - 1.000 m dapat melepaskan panas yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan : luka bakar kulit atau retina, kerusakan kornea atau katarak. Sinar Tampak, dengan panjang gelombang 400 - 760 nm banyak dihasilkan oleh sumber-sumber optik: spotlights, projector, floodlights. Sinar tampak dapat merusak retina, degradasi warna dan night vision, kerusakan dapat bersifat temporer atau permanen Sinar Laser, termasuk jenis radiasi yang terletak di antara gelombang inframerah dan ultraviolet, merupakan materi yang cukup berbahaya untuk golongan sinar tampak karena dapat merusak kornea, lensa dan retina mata

d. Ultraviolet Sumber utama di alam : Matahari, sehingga setiap hari kita terpajan sinar UV Sinar UV juga dihasilkan dari proses industri dan material, seperti: lampu listrik, proses pengelasan, lampu desinfektan. Berdasarkan panjang gelombang yang dimiliki, sinar UV dibedakan: - UV-A (315 400 nm) ~ Tidak dapat diserap oksigen dan ozon di lapisan Stratosfer, tetapi diserap oleh oksigen dan sejumlah polutan udara yang ada di lapisan Troposfer ~ Energi dari sinar UV-A ini dijadikan sebagai tenaga dalam reaksi kompleks photokimia di permukaan bumi ~ Gangguan kesehatan oleh UV-A : dapat menyebabkan kerusakan pada kornea dan retina mata serta dapat menginduksi kanker kulit

- UV-B (280 315 nm) ~ merupakan stimulator potensial terjadinya pigmentasi kulit, dan penyebab utama sunburn dan skin cancer ~ juga dapat merusak protein pada lensa mata dan pada akhirnya dapat menyebabkan katarak
- UV-C (100 - 280 nm) ~ merupakan jenis sinar yang paling merusak secara biologis dan sering digunakan untuk membunuh kuman penyakit (bakteri) di laboratorium, rumah sakit dan industri ~ Oksigen di lapisan stratosfer menyerap sebagian besar UV-C dari sinar matahari dan kemudian berubah menjadi ozon melalui reaksi fotokimia

RADIASI PENGION

Merupakan radiasi yang berhubungan erat dengan kesehatan masyarakat, bersumber dari sebuah atom Ada 3 sumber utama radiasi pengion yang berasal dari alam: Partikel alpha, . Terdiri dari inti helium, mempunyai panjang gelombang yang cukup panjang Partikel beta, . Terdiri dari elektron, mempunyai panjang gelombang yang sedang Partikel gama, . Terdiri dari photon (mempunyai sifat materi dan gelombang.

Dampak Radiasi Pengion


1. Efek Biologi Efek radiasi ini terbagi menjadi 3 jenis: * Kematian sel, akibat dosis yang tinggi. Secara akut dapat menyebabkan kesakitan dan steril jika jaringan reproduksi terpajan. * Kerusakan Genetis, akibat pajanan pada organ ovarium dan testis * sel-sel somatis mengalami perubahan/transformasi

2. Penyakit Radiasi dan Efek Akut lainnya: Apabila seseorang terpajan radiasi diseluruh tubuhnya dengan dosis sekitar 100 rad (1Gy) pada waktu yang singkat maka gejala penyakit akut akan terjadi. Diantaranya: - kerusakan kulit - kerusakan sumsum tulang belakang - kerusakan SSP - kerusakan saluran pencernaan - kematian

3. Kerusakan pada rahim Jaringan fetal (pada bayi) cukup sensitif terhadap pajanan radiasi, karena terdiri dari sel yang mengalami pembelahan dengan cepat. Ibu hamil yang memeriksakan lebar pinggul dengan menggunakan teknik X-ray pelvimetry, akan mempunyai risiko besar terhadap kejadian leukimia pada bayinya

4. Kanker Pada kejadian bom Hiroshima dan Nagasaki, dengan melalui studi kohort ternyata diketahui bahwa salah satu sifat toksik dari radiasi adalah karsinogenik. Estimasi risiko per unit dose radiasi bervariasi, bergantung kepada model dose-respon dan asumsi tentang grup yang terpajan.
Bahan diskusi para ahli radiasi dan lingkungan mengenai doserespon - risiko terpajan radiasi dosis tinggi dengan dosis rendah - risiko terpajan radiasi akut dan terpajan untuk waktu yg lama Menurut BEIR-V (committee on Biological Effects of Ionizing Radiation) : Untuk pajanan eksternal dosis tunggal 10 rem terhadap seluruh tubuh akan berakibat risiko kematian terhadap seluruh penderita kanker akibat radiasi, yaitu 7,7 x 10-3 pada pria dan 8,1 x 10-3 pada wanita

Sumber radiasi pengion yang ada di lingkungan :

Radiasi alami (sinar cosmic, radon, potasium-40, uranium-238, thorium-232) Alat-alat kedokteran/pengobatan; x-ray terapi, CT Scan, PET Scan, terapi metabolisme kanker

Sterilisasi produk makanan dan obat-obatan biasanya digunakan sinar gamma


Tenaga nuklir; pembangkit listrik, industri Senjata nuklir