Anda di halaman 1dari 73

Dr IB Kusuma Putra, SpS Lab/SMF Saraf FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar

TUMOR SUSUNAN SARAF PUSAT


A. Tumor Otak 1. Tumor Primer 2. Tumor Sekunder B. Tumor Medula Spinalis 1. Ektra Dural 2. Intra Dural a. Ektra medullar b. Intra Medullar

TUMOR OTAK
Neoplasma :

- Korteks serebri - Meningen - Vaskular - Hipofise - Epifise - Saraf otak

Kranium
1. Jaringan otak/parenkim 2. Darah dan pembuluh darah 3. Likuor serebrospinalis
TUMOR Perubahan/tekanan TIK meningkat

LIKUOR SEREBROSPINALIS
Pendesakan subaraknoid melalui :

1. Foramen magnum 2. Foramen optikum di orbita

Papil edema

DARAH
1 Vena - Gangguan sirkulasi - Penurunan permeabilitas dinding vena
Edema otak

TIK meningkat

DARAH
2. Arteri

dilatasi pembuluh darah

Aliran darah ke otak berkurang

Hipertensi dan bradikardi

Jaringan Otak
1.Tentorium serebeli - Memisahkan fossa krani anterior dan media / supratentorial dengan fossa kranii posterior 2. Falx serebri - Fosa kranii anterior dan media kiri dan kanan

Herniasi

ETIOLOGI
1. Bawaan 2. Bangunan Embrional yang tertinggal 3. Radiasi 4. Virus 5. Zat-zat karsinogenik

Kelainan Bawaan
1. Fakomatosis : A. Penyakit Bourneville B. Penyakit V. Hippel-Lindau C. Penyakit Von Recklinghausen 2. Meningioma/astrositoma

Faktor herediter?

Bangunan Embrional
1. Kraniofaringioma - Sel-sel yang tertinggal dari suku rathke 2. Khordoma - Sel-sel yang tertinggal dari Khorda Dorsalis 3. Kiste Dermoid, kiste epidermoid, Teratoma serebri - Sel-sel yang tertinggal dari bangunan embrional

RADIASI
RADIASI SUB-TERAPEUTIK

SEL-SEL MESEMKHIMAL

TUMOR

VIRUS
Epstein-Barr : - Burkitts Lymphoma - Karsinoma anaplastik nasofaring

Zat-Zat Karsinogenik
Methylchlolanthrene Nitroso-ethyl-urea

Buah CHICA dari guam

SOL/MIKROSKOPIS

GLIOSIS NEOPLASMA

GRANULOMA

PRIMER

SEKUNDER

GLIOMA

NON GLIOMA

TUMOR METASTASE

PATOLOGI

GLIOMA
Astrositoma
Ependimoma Oligodendroglioma

Meduloblastoma

NON GLIOMA
Meningioma Adenoma hipofise

Neurilemoma
Khordoma

Neoplasma Metastatik Intrakranial


Karsinoma Bronkus
Karsinoma Mama Karsinoma Ginjal
HEMATOGEN PERCONTINUTATUM

Karsinoma Lambung
Karsinoma Prostat Karsinoma Tiroid

METASTASE KE OTAK

ASTROSITOMA
Neoplasma dari sel glia/astrosit Terdiri dari 4 derajat : 1. derajat 1 dan 2 termasuk yang benigna 2. Derajat 3 dan 4 , menunjukkan keganasan Mikroskopis : 1. Besarnya sel berbeda-beda 2. Nukleusnya hiperkhromatik 3. Kadang-kadang tampak giant sel berinti banyak 4. Proliferasi endotel pembuluih darah trombosis 5. Jaringa nekrotik Usia tua lebih sering usia diatas 60 tahun Lokasi : Lobus frontalis, temporalis, parietalis, ganglia basalis; oksipitalis

EPENDIMOMA
Berasal dari sel ependim
Tumbuhnya perlahan-lahan dan dapat menyumbat

ventrikel Usia anak-anak dan dewasa muda Lokasi : - Ventrikel - Kanalis sentralis - Fossa kranii posterior

OLIGODENDROGLIOMA
Berasal dari oligodendrogli8a
Tumor yang jarang Usia 40-50 tahun terutama dewasa

Lokasi : supratentorial, subtansia alba lob.

Frontalis Pertumbuhan lambat Tampak kalsifikasi, kista, perdarahan

MEDULOBLASTOMA
Usia anak-anak
Lokasi : garis tengah serebellum, hemisfer

serebelli Sel kecil lonjong dan hiperkromatik Konsistensinya lunak/cystous Sering menyumbat foramen Luschka dan magendi menimbulkan hidrosefalus Dapat bermetastase ke medula spinalis dan permukaan otak

Meningioma
Wanita lebih sering dari laki-laki Usia 50-60 tahun, bersifat herediter Predileksi : supratentorial, infratentorial, medula

spinalis Pertumbuhannya lambat Melekat pada selaput otak dan adanya kapsel/bungkusan Secara mikroskjopis dibagi 3 : 1. Meningioma meningotelial 2. Meningioma psamomateus 3. Meningima fibroblastik

SIMPTOMATOLOGI
Gejala umum Tanda-tanda fisik diagnostik

Gejala fokal
Tanda lokasisatorik yang menyesatkan Gangguan kesadaran akibat tekanan intrakranial

meningkat

GEJALA UMUM
Nyeri kepala

- Berdenyut/penuh - Pagi hari, baru bangun tidur - Bertambah keras bila mengedan, batuk, bersin - Bisa seluruh kepala atau unilateral Muntah - Pagi hari sewaktu bangun tidur - Tidak disertai dengan mual - Sifatnya proyektil/tidak

GEJALA UMUM
Kejang

- Kejang fokal, dapat juga kejang umum - Pada usia muda > 25 tahun - Kejang pertama kali Gangguan Mental - Bradifreni . Apatis . Ngantuk . Tidak dapat memusatkan pikiran

Tanda Fisik Diagnostik


Papiledema-------Funduskopi : Diastase sutura kranii --- pada anak-anak

- pada perkusi terdengar bunyi kendi rengat/TIK Tekanan darah meningkat, bradikardi, pernafasan cepat Destruksi/penipisan atau penebalan tulang

Tanda Lokasisatorik Yang Menyesatkan


Kelumpuhan Nervus VI Kelumpuhan Nerevus III

Babinski positif kedua sisi


Gangguan mental Gangguan endokrin

Ensefalomasi ----- infark

Gejala Fokal

Gejala Fokal
LOBUS FRONTALIS - Gangguan mental - Fungsi intelektual yang menurun - Konfabulasi - Witzelsucht - Bangkitan epilepsi - Reflek primitif + - Epilepsi - Hemiparesis kontralateral - Afasia motorik

Rolando-Parietal
Kejang fokal, motorik dan sensorik
Hemiparesis kontralateral Hemianestesi

Lobus Parietalis
Bangkitan Jackson sensorik
Asterognosis Nyeri thalamus

Lobus Temporalis
Uncinate Fits
Epilepsi Psikomotor Hemianopsi

Hemiparesis kontralateral
Afasi sensorik

Lobus Oksipitalis
Rasa nyeri dibelakang kepala
Hemianopsi homonim Agnosia visual

Aleksia

Girus Angularis
Sindrom Gerstman : - Agrafi - Akalkuli - Agnosia jari kontralateral - Disorientasi sisi kanan - kiri

Korpus Kalosum
Dementia
Kejang fokal atau umum Sindrom koneksi

Serebellum
Nyeri kepala sub oksiput
Nistagmus Ataksia serebeller

Batang otak
Hemiparesis alternans
Sidroma Batang otak/mesensefalon, pons,

medula oblongata

Sudut serebello-Pontin
Tinitus
Nyeri kepala Muntah-muntah

Nyeri tekan suboksipital


Tuli persepsi Nistagmus Hipestesi wajah ipsilateral Paresis nervus VII Atakisia hemiserebeller

Hipofise
Hemianopsi bitemporal
Gangguan endokrin Gigantismus

Akromegali

Gangguan Kesadaran akibat TIK


A. Sindroma kompresi sentral rostokaudal terhadap batang otak B. Sindroma herniasi unkus C. Sindroma herniasi serebellum di foramen magnum D. Sindroma herniasi serebellum ke atas pinggir bebas dari tentorium serebelli E. Herniasi girus singuli di kolong falks serebri

Herniasi sentral
Ada 4 tahap:

1. Tahap diensefalon 2. Tahap Mesensefalon 3. Tahap Pontin 4. Tahap medula oblongata

Herniasi Unkus
Ada 5 tahap :

1. Tahap I : Kompresi nervus III dini 2. Tahap II : Kompresi nervus III Lanjut 3. Tahap III : Kompresi mesensefalon dan pon 4. Tahap IV dan V : Kompresi pon dan MO

Herniasi Serebellum kebawah


Nyeri kepala berat di suboksiput Kaku kuduk dan spasme otot leher

Distonia ---- tonsilar tilt

Herniasi Serebellum ke atas


Kesadaran menurun Gejala kompresi batang otak

Sindrome parinaud

Herniasi Singulum
Dementia Refleks memegang positif

Refleks menetek positif


Kuadriparesis

DIAGNOSIS
Anamnesis ------ kronik progresif Pemeriksaan neurologis sesuai dengan lokasi

tumornya Pemeriksaan penunjang Biopsi

Diagnosis Banding
Granuloma
Abscess serebri Atriovenous Malformation

Neurosistiserkosis

Pemerikisaan Penunjang
Photo kepala EEG CT scan kepala/MRI Arteriografi Biopsi

Penatalaksanaan
Pengobatan Umum

- Breath - Blood - Brain - Bowel - Bladder Pengobatan khusus - Operasi - Khemoterapi - Radioterapi

EDEMA OTAK
Pengobatannya di bagi 3 : 1. Pengobatan medisinal 2. Pengobatan penunjang 3. Tindakan bedah

Pengobatan Medisinal
1. Kortikosteroid : - Memperbaiki blood brain barrier - Memperbaiki permeabilitas membran sel - Memperbaiki sodium pump - Mencegah aktivitas enzim lisosomal - Melindungi sel otak terhadap anoksia
Dosis 4 x 10 mg IV selama 1 minggu kemudian ditappering off

Manitol
Menaikkan tekanan osmotik darah sehingga

cairan otak diserap --- edema otak berkurang Sarat : 1. Pembuluh darah dan BBB baik 2. Kenaikan tekanan intrakranial secara cepat 3. Tidak diperlukan pengobatan jangka panjang 4. Tidak ada gangguan fungsi ginjal hati dan paru Dosis : 4X 150 cc/hari

Pengobatan Penunjang
1. Hipothermi - Mengurangi kebutuhan metabolik - Suhu tubuh tidak boleh kurang 32 c - Tidak boleh lebih dari 6 hari

2. Hiperventilasi
Vasokontriksi pembuluh darah
Mengurangi aliran darah ke otak Harus tersedia pemeriksaan AGD untuk

memepertahankan pCO2 20-25 mmHg


3. Head up 20-30 derajat

Tidakan Bedah
Pengambilan tumor/dekompresi Pemasangan shunt pada hidrosefalus/edema

hidrostatik

Prognosis
Tergantung dari :

- Umur - Jenis tumor/histologinya - Lokasi tumor - Besarnya tumor - Derajatnya/derajat keganasan

TUMOR MEDULA SPINALIS


1. Tumor intradural A. Intramedullar B. Ektramedullar 2. Tumor Ektradural

Intramedullar

Ektramedullar

Duramater spinalis

Potongan melintang melalui vertebra servikalis

Duramater spinalis

Intamedullar

Ektramedullar

Sindrom Tumor Ektramedullar di bagian ventral

TUMOR EKSTRADURAL
Sarkoma atau karsinoma vertebra
Fibroma Lipoma

Angiolipoma
Neurinoma

Tumor Intramedullar

- Glioma - Ependimoma - Angioma


Tumor Ektramedullar

- Meningioma - Neurinoma - Ependimoma ektopik

Sindrom tumor intra medullar

TUMOR INTRADULAR EKTRAMEDULAR

- Meningioma - Neurinoma - Ependimoma


TUMOR INTRADURAL INTRAMEDULAR

- Glioma - Ependimoma - Angioma

Sindrom Tumor Ektramedullar di bagian dorsal

Gejala klinis
Paraparesis/monoparesis/tetraparesis kronik

progresif Gangguan sensibilitas dapat berupa : - Raba,nyeri, suhu - Propioseptif, diskriminasi dua titik Gangguan miksi, defekasi, fungsi genetalia

TUMOR/GEJALA

INTRAMEDULAR

EKTRAMEDULAR

Neri radikuler Gangguan sensorik Gangguan otonom Atrofi otot Spastisitas Pertumbuhan rtumor

Jarang Disosiasi dini Gangguan rektum dan kencing dini Lebih sering Jarang Longitudinal

Sering Semua kualitas Lanjut Jarang Sering/berat Transversal

Pemeriksaan Penunjang
Lumbal Pungsi ----- Sindrom Froin Photo kolumna vertebralis

EEG
Myelografi CT scan/MRI

Biopsi

PENATALAKSANAAN
Operasi
Kemotherapi Radiotherapi

Prognosis
Tergantung :

- Lokasi : Intramedullar < ektramedullar - Tipe histologinya - Derajat malignancynya Neurinoma dan meningioma --- lebih baik Astrositoma --- Jelek Dermoid, epidermoid, lipoma, teratoma --- baik Ependimoma survival rate 50%

SUKSME