Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

CARPAL TUNNEL SYNDROME

Pembimbing : DR. dr. RR. Suzy Indharty, M.Kes, Sp.BS


Disusun Oleh : Fadillah Akbar S 080100063 R.D. Tiopan N 080100085 Harry Haryanto 080100122 Erwin 080100246 Erekson Marbun 080100360

Kepanitraan Klinik Senior Departemen Ilmu Bedah Saraf Fakultas Kedokteran USU / RSUP HAM Medan 2013

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan neuropati akibat terhadap nervus medianus di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan, tepatnya di bawah fleksor retinakulum

dikenali sebagai suatu sindroma klinik oleh Sir James Paget pada kasus stadium lanjut fraktur radius bagian distal (1854)

(1) Herediter (nuropati herediter yang cenderung menjadi pressure palsy), (2) Trauma (dislokasi,fraktur colles atau hematom pada lengan bawah, sprain pergelangan tangan, trauma langsung pada pergelangan tangan, pekerjaan dengan gerakan mengetuk atau flexi dan ekstensi pergelangan tangan yang berulang).

(3) Infeksi (tenosinovitis, tuberculosis), (4) Metabolik (amiloidesis, gout), (5) Endokrin(terapi estrogen dan androgen, diabetes mellitus, kahamilan).

(6) Neoplasma (Kista ganglion, lipoma,infiltrsi metastase, mieloma) (7) Penyakit kolagen vaskuler ( artitis rematoid, polimialgia reumatika), (8)Degenerasi (osteoartitis), (9) Tumor

Perempuan > Pria, 3:1 Tangan yang lebih dominan Gangguan metabolik, seperti Diabetes Melitus Prevalensi pada wanita hamil tinggi.

Penebalan ligamen karpalia transversal, Nodul Etiologi yang lain

Peningkatan tekanan terowongan karpal Kompresi n. medianus

Iskemia pada n. medianus Gangguan konduksi saraf Parestesia Nyeri.

fungsi neurologis reversibel dengan gejala hilang timbul

demielinasi segmental konstan terhadap gejala yang berat kelemahan

pemanjanga n episode Peningkatan frekuensi penekanan

Pemanjangan iskemi n,median Cedera axonal Disfungsi saraf ireversibel

Awalnya hanya menunjukan gejala umum berupa gangguan sensorik saja sepert: Parestesia ( menonjol pada malam hari) Numbness dan bila semakin memberat akan muncul gejala motorik berupa: Keterampilan jari tangan berkurang (cth: tidak dapat memujngut benda kecil) Kelemahan pada tangan (cth: adany kesulitan ketika penderita mencoba memutar tutup botol atau menggenggam)

Pemeriksaan Fisik
Flicks Sign Thenar wasting Menilai kekuatan dan keterampilan otot Wrist extension test Phalens Test

Torniquet Test

Pemeriksaan Neurofisiologis
EMG

adanya fibrilasi, polifasik gelombang positif dan berkurangnya jumlah motor unit pada otot-otot thenar.

Pemeriksaan radiologis
Untuk membantu melihat apakah terdapat penyebab lain

1. Cervical radiculopathy. Biasanya keluhannya berkurang hila leher diistirahatkan dan bertambah hila leher bergerak. Oistribusi gangguan sensorik sesuai dermatomnya. 2. lnoracic outlet syndrome. Dijumpai atrofi otot-otot tangan lainnya selain otot-otot thenar. Gangguan sensorik dijumpai pada sisi ulnaris dari tangan dan lengan bawah.

3. Pronator teres syndrome. Keluhannya lebih menonjol pada rasa nyeri di telapak tangan daripada CPS karena cabang nervus medianus ke kulit telapak tangan tidak melalui terowongan karpal. 4. de Quervain's syndrome. Tenosinovitis dari tendon muskulus abduktor pollicis longus dan ekstensor pollicis brevis, biasanya akibat gerakan tangan yang repetitif. Gejalanya adalah rasa nyeri dan nyeri tekan pada pergelangan tangan di dekat ibu jari. KHS normal.

1. Terapi langsung terhadap CTS Terapi Konservatif Terapi Operatif 2. Terapi terhadap keadaan atau penyakit yang mendasari CTS

Terapi Konservatif 1. Istirahatkan pergelangan tangan, 2. NSAID, 3. Pemasangan bidai pada posisi netral pergelangan tangan, 4. Injeksi Steroid, 5. Kontrol cairan, 6. Vitamin B6 7. Fisioterapi

Terapi Operatif 1. Operasi secara terbuka dengan anestesi lokal, 2. Operasi secara endoskopik

KOMPLIKASI
Kelemahan dan hilangnya sensibilitas yang persisten di daerah distribusi nervus medianus. Komplikasi yang paling sympathetic dystrophy nyeri hebat, hiperalgesia, disestesia dan ganggaun trofik. berat adalah reflek

PROGNOSIS
Pada umumnya prognosis baik.