Anda di halaman 1dari 29

Latar Belakang

Indeks tingkat keandalan jaringan distribusi PT. PLN Area Palu Kualitas tenaga listrik yang didistribusikan ke konsumen

Rumusan masalah

Bagaimana pengaruh penggunaan sistem SCADA terhadap keandalan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik. Bagaimana memaksimalkan kelebihan sistem SCADA dalam meningkatkan keandalan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik.

Batasan masalah

Keandalan Jaringan Distribusi yang akan dianalisis pada skripsi ini berada di wilayah kota palu dengan pengambilan data pada Feeder Elang Gardu Induk (GI) Talise.

Tujuan penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem SCADA terhadap keandalan Jaringan Distribusi PT.PLN Wilayah VII Sulutenggo Cabang Palu, dengan pengambilan data pada Feeder Elang Gardu Induk (GI) Talise.

Manfaat penelitian

Manfaat secara akademik yaitu sebagai referensi mata kuliah SCADA untuk bahan ajar dan praktikum mahasiswa. Sedangkan secara praktisi manfaat dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan jaringan distribusi yang belum menggunakan sistem SCADA .

Tinjauan Pustaka

Fardiana (2003), penelitian yang dilakukan membahas mengenai sistem operasi jaringan distribusi loop yang menggunakan teknologi SCADA di PT.PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tanggerang. Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh saudari Fardiana dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis terletak pada pola jaringan distribusi yang di teliti, yakni saudari Fardiana melakukan penelitian pada jaringan distribusi dengan pola loop di PT.PLN (Persero) Area Pendistribusian Jakarta Raya dan Tanggerang, sedangkan penulis akan melakukan penelitian pada jaringan distribusi dengan pola spindel di PT.PLN (Persero) Cabang Palu Sedangkan persamaan penelitian yang dilakukan oleh saudari Fardiana dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis terletak pada jaringan distribusi yang di teliti, yakni masing-masing telah terintegrasi dengan sistem SCADA.

Tinjauan Pustaka

Penelitian mengenai analisa keandalan sistem distribusi PT.PLN (Persero) Wilayah Kudus pada Feeder KDS 2, KDS 4, KDS 8, PTI 3 dan PTI 5. Menggunakan metode Section Technique dan running keandalan pada Software ETAP oleh Wicaksono (2012). Persamaan penelitian yang dilakukan saudara Wicaksono dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis mempunyai kesamaan pada analisa yang dilakukan yakni menganalisa keandalan jaringan distribusi tenaga listrik PT.PLN (Persero). Sedangkan perbedaannya adalah pada metode yang digunakan dalam masing-masing penelitian, yakni penulis menganalisa keandalan jaringan distribusi dengan cara membandingkan tingkat SAIDI dan SAIFI sebelum dan sesudah menggunakan sistem SCADA, sedangkan saudara Wicaksono menganalisa keandalan jaringan distribusi dengan cara mengunakan metode Section Technique yang disimulasikan pada software ETAP.

Tinjauan Pustaka

Penelitian yang dilakukan oleh Wildawati (2011), Analisis Dampak Pemasangan SCADA Terhadap Penyelamatan Energi dan Kulitas Pelayanan di Jaringan Distribusi PT. PLN (persero) APJ Yogyakarta.. Persamaan penelitian yang dilakukan oleh saudari Wildawati dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis terletak pada analisa yang dilakukan, yakni menganalisa pengaruh penggunaan SCADA terhadap keandalan jaringan distribusi tenaga listrik. Adapun perbedaannya adalah saudari Wildawati lebih mengkosentrasikan pada dampak penggunaan SCADA terhadap usaha penyelamatan energi listrik dan kualitas pelayanan ke konsumen, sedangkan penulis lebih berorientasi pada pengaruh penggunaan SCADA terhadap keandalan jaringan distribusi secara umum.

Landasan teori
Jaringan Distribusi Merupakan jaringan pangkal yang barada paling dekat dengan beban Berdasarkan tegangan kerjanya, jaringan distribusi di klasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu; Jaringan Distribusi Primer (20 KV) Jaringan Distribusi Sekunder (380/220 V) Sedangkan berdasarkan pola penyalurannya, jaringan distribusi di bagi menjadi beberapa jenis, yaitu; Pola Radial Pola Spindel Pola Loop Pola Cluster

Landasan teori
Jaringan Distribusi Primer

Landasan teori
Jaringan Distribusi Sekunder

Landasan teori
Jaringan Distribusi Pola Radial

Pada sistem ini terdapat beberapa feeder yang menyuplai beberapa trafo distribusi tetapi feeder ini tidak saling berhubungan. Kerugian tipe jaringan ini apabila jalur utama pasokan terputus maka seluruh feeder akan padam. Kerugian lain mutu tegangan pada gardu distribusi yang paling akhir kurang baik, hal ini dikarenakan besarnya rugi-rugi pada saluran.

Landasan teori
Jaringan Distribusi Pola Spindel

Jaringan Distribusi Pola spindle biasanya terdiri dari beberapa feeder aktif dan sebuah feeder cadangan (express) yang dihubungkan melalui gardu hubung. Pola ini lebih baik dibandingkan dengan pola raidial, karena ada feeder backup yang menjaga pasokan listrik apabila terjadi pemadaman pada feeder lainnya.

Landasan teori
Jaringan Distribusi Pola Loop

Pada sistem ini terdapat feeder yang terkoneksi membentuk loop atau rangkaian tertutup untuk menyuplai trafo distribusi . Kelebihan pada pola loop yaitu pasokan daya lebih terjamin dan memiliki keandalan yang cukup.

Landasan teori
Jaringan Distribusi Pola Cluster

Pada sistem ini terdapat saklar pemutus beban dan feeder cadangan, dimana feeder ini berfungsi bila ada gangguan yang terjadi pada salah satu feeder konsumen maka feeder cadangan inilah yang menggantikan fungsi supply ke konsumen, pola ini memiliki keandalan yang tinggi dibandingkan dengan pola-pola lainnya.

Landasan teori

Gangguan Pada Jaringan Distribusi


Jaringan distribusi merupakan jaringan pangkal yang berada paling dekat dengan pengguna beban atau konsumen, pada jaringan ini sangat rentan terhadap gangguan-gangguan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar sistem yang bersifat permanen maupun temporer, dan berdampak pada kontinyunitas dan kualitas tenaga listrik yang di salurkan

Landasan teori

Sistem SCADA
SCADA (Supervisory Control and Data Aquisition) merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk memantau, mengontrol, dan mengkonfigurasi sistem lain yang telah terintegrasi dengan SCADA itu sendiri , secara real time (setiap saat) dan remote control (kontrol jarak jauh) dibawah kendali dispatcher (operator SCADA)

Landasan teori

Arsitektur SCADA

Landasan teori

Komponen komponen Penting Dalam Sistem SCADA RTU (Remote Terminal Unit) Media Telekomunikasi Master Station

Landasan teori

RTU (Remote Terminal Unit) Merupakan sistem yang berfungsi untuk menerima informasi/data dari peralatan listrik yang telah terintegrasi dengan RTU itu sendiri. Data yang diterima baik berupa status pelatatan (Open/Close CB atau LBS), ataupun pembacaan metering (Nilai tegangan,arus,frekuensi,daya reaktif/aktif) serta data lain sesuai dengan settingan RTU yang di inginkan.

Landasan teori

Media Telekomunikasi Merupakan media yang digunakan untuk mengirimkan informasi/data dari RTU menuju ke Master Station (pusat Kontrol). Media telekomunikasi ini ada beberapa macam yang telah di gunakan oleh PT.PLN antara lain, Jaringan Fiber Optik, Radio Link, Power Line Carrier, dan media lainnya, disesuaikan dengan kebutuhan transfer data dan sebarapa kompleks sistem yang dikontrolnya.

Landasan teori

Master Station Merupakan pusat kontrol dari semua peralatan yang telah terintegrasi dengan sistem SCADA, dimana pada Master Station ini data-data yang yang telah dikirimkan dari RTU akan diolah oleh CPU atau pengolah data, dan dikontrol oleh operator SCADA (dispatcher). Dari master station ini juga bisa dilakukan pengontrolan jarak jauh misalnya membuka/tutup CB atau LBS.

Landasan teori

Pengaruh Penggunaan SCADA Pada Sistem Distribusi Dengan diterapkannya SCADA yang terintegrasi dengan sistem distribusi tenaga listrik, mampu meningkatkan keandalan dari suatu sistem tersebut. Jika dibandingkan dengan sistem pendistribusian tenaga listrik yang masih konvensional , sistem SCADA mempunyai banyak kelebihan diantaranya, kemampuan kontrol jarak jauh, akurasi data yang tinggi (dalam hal ini pembacaan metering), serta kemampuan manuver beban saat terjadi gangguan

METODE PENELITIAN
Bahan dan Alat Penelitian Bahan Penelitian Single line jaringan distribusi kota palu sebelum dan sesudah menggunakan SCADA Data lokasi pemasangan peralatan SCADA Data gangguan jaringan distribusi kota palu tahun 2012-2013 (spesifik pada Feeder Elang GI Talise) Alat Penelitian Notebook Acer intel atom CPU N450 1.67GHz, OS Windows 7 Ultimate RAM 1 GB, Hard Drive 250 GB Software MATLAB 7.0.1

METODE PENELITIAN
Cara Penelitian Perkiraan waktu yang digunakan untuk penelitian ini selama tiga bulan, berlokasi di Gardu Induk Talise dan Area Pengaturan Beban PT.PLN (Persero) Wilayah VII Sulutenggo Cabang Palu. Adapun tahapan-tahapan dalam penelitian ini yaitu: Penulis melakukan studi literarur yang berkaitan dengan pengaruh penggunaan SCADA terhadap keandalan jaringan distribusi tenaga listrik dari berbagai sumber, baik dari materi kuliah dan kepustakaan maupun artikelartikel yang ada di internet. Kemudian setelah studi literatur dianggap cukup, penulis melakukan observasi terhadap objek yang akan penulis teliti (dalam hal ini jaringan distribusi yang menggunakan sistem SCADA pada Feeder Elang Gardu Induk (GI) Talise). Tahap selanjutnya yaitu pengambilan data, adapun data yang akan diambil meliputi jalur jaringan distribusi Feeder Elang, berapa kapasitas beban yang ditanggung oleh Feeder Elang GI Talise, jumlah Load Break Switch (LBS) yang dioperasikan secara remote dan manual, jumlah pelanggan yang di bebani Feeder Elang, jumlah trafo distribusi sepanjang jalur distribusi Feeder Elang, dan data-data gangguan sebelum dan sesudah menggunakan SCADA serta data-data lain penunjang penelitian skripsi ini. Data-data observasi bersumber dari data primer maupun dari data sekunder. Sumber data primer berasal dari wawancara langsung dengan pihak terkait di Gardu Induk (GI) Talise dan Pusat Kontrol Area Pengaturan Beban Sistem Palu. Sedangkan data sekunder bersumber dari arsip-arsip data jaringan distribusi PT.PLN Cabang Palu. Pengolahan data-data hasil observasi. Tujuan dari pengolahan data-data ini adalah untuk membandingkan SAIDI (system average interruption duration index) dan SAIFI (system average interruption frequency index) jaringan distribusi pada Feeder Elang GI Talise, sebelum dan sesudah menggunakan SCADA . Sehingga bisa disimpulkan seberapa besar pengaruh penggunaan SCADA pada keandalan jaringan distribusi tenaga listrik sistem Palu Tahap terakhir yaitu penulisan laporan dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada jaringan distribusi PT. PLN Cabang Palu Feeder Elang Gardu Induk (GI) Talise.

METODE PENELITIAN

Hipotesis Dengan diterapkannya sistem SCADA yang terintegrasi dengan jaringan distribusi tenaga listrik PT.PLN (persero) Cabang Palu, dapat meningkatkan keandalan pendistribusian tenaga listrik, baik dari segi kualitas pelayanan kepada konsumen serta mampu meminimalisir kerugian yang ditanggung oleh PT.PLN (persero) Cabang Palu akibat tingkat SAIDI dan SAIFI yang tinggi.

Demikian

Presentasi

SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI