Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS Combustio grade II A 17,5 %

Nadya Riesky Raharjanti


Pembimbing :
dr. H.Lili. K. Djoewaeny Sp.B

IDENTITAS PASIEN
Nama
Jenis kelamin Umur Alamat Medrec

: an.M
: laki-laki : 10 bulan : Cianjur : 483043

Tanggal masuk RS

Tanggal pemeriksaan :

ANAMNESIS aloanamnesis

Keluhan Utama :
Tersiram air panas

RPS
Os terkena air panas, disebagian bagian atas tubuhnya dan segera dibawa ke ugd,tanpa pertolongan apa-apa, jarak rumah os-rsud kurang lebih stngah jam,os rewel

RPD Riwayat kejang demam (-), TB paru (-),

R.imunisasi : imunisasi dasar lengkap


R.kelahiran : os lahir normal spontan dibantu oleh dukun, bb : 3 kg tb : ibu os lupa R.makanan : asi 0-6 bulan, makanan tambahan setelah 6 bulan ( bubur + nasi tim) R.tumbang : merangkak (+) bubbling, miring kanan-kiri

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum Kesadaran Keadaan Umum BB : Compos mentis/os tampak rewel : Sakit sedang : 8 kg

TB
Tanda vital TD Nadi Respirasi Suhu

: cm

:: 92 x/menit : 24 /menit : 37,50C

Status Generalis

Kepala
Mata

: normochepal
: anemis (-/-), ikterik (-/-)

Hidung : tidak ada deformitas, epitaksis (-/-), pernafasan cuping hidung (-)
Leher : tidak teraba pembesaran KGB pembesaran thyroid (-) Thorax : Bentuk dan gerak simetris normal,retraksi (-)

Cor : Iktus cordis tidak terlihat,Bj I & II tunggal, Murmur (-), gallop (-)

Pulmo : Bentuk dan gerak simetris normal, pada perkusi Sonor, VBS kiri = kanan, ronkhi -/-, wheezing -/Abdomen : Datar lembut, hepar & lien tidak teraba, BU (+) normal, Nyeri lepas (-), distensi abdomen (-) Genital Ekstremitas : Tidak ada kelainan :

Ekstr. Atas Akral hangat , RCT< 2 detik, edema (-), sianosis () Ekstr. Bawah Akral hangat , RCT< 2 detik, edema (-), sianosis (-)

Lanj

RESUME

Keadaan umum tampak sakit sedang, tanda vital dalam batas normal, status gizi baik. Status Lokalis : a/r frontalis

Lanjut

Tampak combustio dengan ukuran 3x2 cm dasar luka kulitKesadaran


a/r fasialis

Kulit terlihat kemerahan, bulla a/r antebrachii sinistra

Kulit terlihat kemerahan, bulla a/r manus dextra

Tampak combustio yang tersebar pada dorsum manus dan digiti, dasar luka tampak kulit, bulla + a/r femoris posterior sinistra

Tampak combustio dengan dasar kulit 15x10cm, bulla + a/r genue dextra dan sinistra

Tampak combustio dengan dasr kulit 8x5 cm, bulla + a/r cruris sinistra

DIAGNOSA KERJA
Combustio grade II b 17,5%

Pemeriksaan yang dianjurkan


Lab darah
- hitung jenis - kimia darah - analisa gas darah dengan carboxyhemoglobin - pemeriksaan faktor pembekuan darah (BT,CT)

Radiologi
- foto thoraks

PENATALAKSANAAN
Cek ABC diikuti dgn survey sekunder

beri O 1-2 lt
resusitasi cairan dengan formula parkland

Kompres dengan kasa lembab (yg sudah diberi NaCl 0,9%)


Beri salep antibiotik

balut dengan cutisob dan tutup dengan perban

PENATALAKSANAAN
Konservatif
Tirah baring Rawat luka Diet bebas

Obat-obatan : -Inf. RL = 20 x 50 x 4 =4000 ml dlm 24 jam pertama 2000 ml diberikan dlm 8 jam 2000 ml selanjutnya dlm 16 jam berikutnya -ceftriaxone 1x1 gr -Farmadol 2x500 mg -Formuno tab 1x1 -Mebo salep -Cutimed gel

Observasi Pasien

PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam

Quo ad functionam : ad bonam

Tinjauan pustaka

Definisi
Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api secara langsung maupun tidak langsung, pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik, maupun bahan kimia, air, dll) atau zat-zat yang bersifat membakar (asam kuat, basa kuat) .

Derajat Luka Bakar

1. Luka bakar grade I


Disebut juga luka bakar superficial Mengenai lapisan luar epidermis, tetapi tidak sampai mengenai daerah dermis. Sering disebut sebagai epidermal burn Kulit tampak kemerahan, sedikit oedem, dan terasa nyeri.

Pada hari ke empat akan terjadi deskuamasi epitel (peeling).

Lanj
2. Luka bakar grade II Superficial partial thickness: o Luka bakar meliputi epidermis dan lapisan atas dari dermis o Kulit tampak kemerahan, oedem dan rasa nyeri lebih berat daripada luka bakar grade I o Ditandai dengan bula yang muncul beberapa jam setelah terkena luka

o Bila bula disingkirkan akan terlihat luka bewarna merah muda yang basah

o Luka sangat sensitive dan akan menjadi lebih pucat bila terkena tekanan

o Akan sembuh dengan sendirinya dalam 3 minggu ( bila tidak terkena infeksi ), tapi warna kulit tidak akan sama seperti sebelumnya.

Deep partial thickness

o Luka bakar meliputi epidermis dan lapisan dalam dari dermis

o disertai juga dengan bula

o permukaan luka berbecak merah muda dan putih karena variasi dari vaskularisasi pembuluh darah( bagian yang putih punya hanya sedikit pembuluh darah dan yang merah muda mempunyai beberapa aliran darah

o luka akan sembuh dalam 3-9 minggu.

Lanj
3. Luka bakar grade III
Menyebabkan kerusakan jaringan yang permanen Rasa sakit kadang tidak terlalu terasa karena ujungujung saraf dan pembuluh darah sudah hancur. Luka bakar meliputi kulit, lemak subkutis sampai mengenai otot dan tulang 1

4. Luka Bakar grade IV


Berwarna hitam.

Lanj
1. Palmar surface
Luas permukaan pada telapak tangan pasien (termasuk jari-jari)secara kasar adalah 0,8% dari seluruh luas permukaan tubuh. Permukaan telapak tangan dapat digunakan untuk mengukur luka bakar yang kecil (<15%>85% luas permukaan tubuh). Untuk luka bakar dengan ukuran sedang, pengukuran dengan cara ini tidak akurat.

Luas Luka Bakar


2. Wallace rule of nines

Lanj
3. Lund and Bowder chart

Sebab-sebab luka bakar


Api Luka bakar kontak (terkena rokok, solder atau alat-alat memasak) air panas uap panas gas panas

listrik
semburan panas ter 4

Pemeriksaan Penunjang
Terutama untuk luka bakar yang berat

Lab darah
Hitung jenis Kimia darah Analisa gas darah dengan carboxyhemoglobin

Analisis urin
Creatinin Phosphokinase dan myoglobin urin ( Luka bakar akibat listrik) Pemeriksaan factor pembekuan darah ( BT, CT)

Radiologi
Foto thoraks : untuk mengetahui apakah ada kerusakan akibat luka bakar inhalasi atau adanya trauma dan indikasi pemasangan intubasi CT scan : mengetahui adanya trauma

Tes lain : dengan fiberoptic bronchoscopy untuk pasien dengan luka bakar inhalasi.

Efek dari luka bakar


Efek lokal Kerusakan jaringan Inflamasi

Infeksi

Efek regional

Sirkulasi

Efek sistemik

Kehilangan cairan

Multiple organ failure dan Sepsis

Luka bakar inhalasi

Komplikasi sistemik

Pertolongan pertama pada luka bakar


Segera hindari sumber api dan mematikan api pada tubuh, misalnya dengan menyelimuti dan menutup bagian yang terbakar untuk menghentikan pasokan oksigen pada api yang menyala Singkirkan baju, perhiasan dan benda-benda lain yang membuat efek Torniket, karena jaringan yang terkena luka bakar akan segera menjadi oedem Setelah sumber panas dihilangkan rendam daerah luka bakar dalam air atau menyiramnya dengan air mengalir selama sekurang-kurangnya lima belas menit. Akan tetapi cara ini tidak dapat dipakai untuk luka bakar yang lebih luas karena bahaya terjadinya hipotermi. Evaluasi awal Prinsip penanganan pada luka bakar sama seperti penanganan pada luka akibat trauma yang lain, yaitu dengan ABC (Airway Breathing Circulation) yang diikuti dengan pendekatan khusus pada komponen spesifik luka bakar pada survey sekunder

Penatalaksanaan

Lanj
pemberian sel darah merah dalam 48 jam pertama tidak dianjurkan, kecuali terdapat kehilangan darah yang banyak dari tempat luka
Perhatikan asupan makronutrien dan mikronutrien

Pilihan penutupan luka sesuai dengan derajat luka bakar.


Luka bakar derajat I, merupakan luka ringan dengan sedikit hilangnya barier pertahanan kulit. Luka seperti ini tidak perlu di balut, cukup dengan pemberian salep antibiotik untuk mengurangi rasa sakit dan melembabkan kulit. Bila perlu dapat diberi NSAID (Ibuprofen, Acetaminophen) untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan Luka bakar derajat II (superfisial ), perlu perawatan luka setiap harinya, pertama-tama luka diolesi dengan salep antibiotik, kemudian dibalut dengan perban katun dan dibalut lagi dengan perban elastik. Pilihan lain luka dapat ditutup dengan penutup luka sementara yang terbuat dari bahan alami (Xenograft (pig skin) atau Allograft (homograft, cadaver skin) ) atau bahan sintetis (opsite, biobrane, transcyte, integra) Luka derajat II ( dalam ) dan luka derajat III, perlu dilakukan eksisi awal dan cangkok kulit (early exicision and grafting )

Kondisi yang berpengaruh dan dapat memperberat kondisi hipermetabolik yang ada adalah:
Umur, jenis kelamin, status gizi penderita, luas permukaan tubuh, massa bebas lemak. Riwayat penyakit sebelumnya seperti DM, penyakit hepar berat, penyakit ginjal dan lain-lain. Luas dan derajat luka bakar

Suhu dan kelembaban ruangan ( mempengaruhi kehilangan panas melalui evaporasi)


Aktivitas fisik dan fisioterapi Penggantian balutan Rasa sakit dan kecemasan Penggunaan obat-obat tertentu dan pembedahan

Lanj
Antimikroba
Contoh antibiotik yang sering dipakai :

Salep : Silver sulfadiazine, Mafenide acetate, Silver nitrate, Povidone-iodine, Bacitracin (biasanya untuk luka bakar grade I), Neomycin, Polymiyxin B, Nysatatin, mupirocin , Mebo.

Lanj
Kontrol rasa sakit
Terapi farmakologi yang digunakan biasanya dari golongan opioid dan NSAID. Preparat anestesi seperti ketamin, N2O (nitrous oxide) digunakan pada prosedur yang dirasakan sangat sakit seperti saat ganti balut. Dapat juga digunakan obat psikotropik sepeti anxiolitik, tranquilizer dan anti depresan. Penggunaan benzodiazepin dbersama opioid dapat menyebabkan ketergantungan dan mengurangi efek dari opioid.

Escharotomy
Dilakukan insisi memanjang yang membuka keropeng sampai penjepitan bebas

Kesimpulan
Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Luka bakar dibagi menjadi 4 grade dan ada 3 cara penentuan derajat luka bakar yaitu Palmar surface, Wallace rules of nine serta Lund and Bowder Chart. Luka bakar dapat disebabkan oleh api, luka bakar kontak (terkena rokok, solder atau alat-alat memasak), air panas, uap panas, gas panas, listrik, semburan panas dan ter. Pemeriksaan penunjang mencakup pemeriksaan darah, radiologi, tes dengan fiberoptic bronchoscopy terutama untuk luka bakar inhalasi. Penanganan luka bakar dapat secara konservatif seperti resusitasi cairan, penggantian darah, perawatan luka bakar, pemberian antimikroba serta analgetik, perbaikan nutrisi sampai tindakan pembedahan seperti Early Exicision and Grafting (E&G), Escharotomy. Prognosis pada luka bakar tergantung dari derajat luka bakar, luas permukaan badan yang terkena luka bakar, adanya komplikasi seperti infeksi dan kecepatan pengobatan medikamentosa.

Komplikasi
Infeksi dan sepsis
Oliguria dan anuria Oedem paru ARDS (Adult Respiratory Distress Syndrome ) Anemia Kontraktur Kematian

Prognosis
Prognosis pada luka bakar tergantung dari derajat luka bakar, luas permukaan badan yang terkena luka bakar, adanya komplikasi seperti infeksi, dan kecepatan pengobatan medikamentosa. - Luka bakar minor dapat sembuh 5-10 hari tanpa adanya jaringan parut.
- Luka bakar moderat dapat sembuh dalam 10-14 hari dan mungkin menimbulkan luka parut. - Luka bakar mayor membutuhkan lebih dari 14 hari untuk sembuh dan akan membentuk jaringan parut.