Anda di halaman 1dari 27

REAKSI KUSTA

RSUP NTB FK UNRAM

OUTLINE
Patofisiologi Kusta Reaksi Kusta Reaksi Kusta Tipe I Reaksi Kusta Tipe II Fenomena Lucio (Meksiko dan Karibia)

PATOFISIOLOGI KUSTA

PATOFISIOLOGI KUSTA
Respon imun:
Dua kutub imunitas seluler dan imunitas humoral

Spektrum imunologi kusta tipe tuberkuloid dan lepromatosa tetap berada pada kedua kutub masing-masing Tipe borderline (BT, BB, BL) spektrum imunologinya bersifat dinamik yang bergerak di antara 2 kutub

TIPE TUBERKULOID
Cell-mediated immunity tinggi imunitas seluler Th1 IFN-, IL-2, lymphotoxin- pada lesi aktifitas fagositik granuloma Sel T pada granuloma menghasilkan protein antimikroba granulysin

TIPE LEPROMATOSA
Cell-mediated immunity rendah imunitas humoral Th2 IL-4, IL-5 dan IL-10 granuloma sedikit Foamy makrofag

REAKSI KUSTA

REAKSI KUSTA
Suatu episode akut dlm perjalanan kronis kusta respons seluler atau respon humoral Khas
Kerusakan jaringan Proses inflamasi Diduga terkait imunitas kerusakan jaringan

morbiditas penyakit Dibutuhkan pegalaman u/ perawatan maksimal


Subspesialisasi klinis

Dapat terjadi sebelum terapi, atau setelah terapi

REAKSI KUSTA TIPE I


DELAYED TYPE HYPERSENSITIVITY REACTION

DELAYED-TYPE HYPERSENSITIVITY
Peningkatan respon kekebalan seluler secara cepat thd kuman kusta di kulit dan saraf terurainya M. leprae yg mati hipersensitifitas tipe IV (lambat) Antigen + limfosit T perubahan imunitas seluler (ketidakseimbangan antara imunitas seluler & basil) ekspresi sitokin pro-inflamasi TNF-, IL-1b, IL-6, IFN- dan IL-12; sitokin immunoregulatory TGF- dan IL-10 Infiltrasi limfosit pada kulit dan saraf, edema, inflamasi (nyeri) serta kerusakan jaringan yang cepat

CONT
Biasa BL; tidak jarang LL, BB, BT Upgrade reversal downgrade Klinis:
Perubahan plak menjadi lebih bengkak (torpid tumid) Muncul lesi baru dengan/tanpa neuritis Warna keunguan (kadang tidak terlihat) Iritis dan limfedema (elephantiasis graecorum) Neuritis (ringan-berat) bencana jika banyak saraf kena Variasi morfologis (anular, konsentris, ekzematosa) Lesi soliter (BT TT) Multipel/myriad (BL/LL BT)

CONT
Kemunculannya:
7 tahun atau lebih sejak terapi dimulai Tepat setelah terapi selesai

Diagnosis:
Klinis yang utama Histologis edema Perubahan mikroskopis lain epiteloid (perubahan makrofag), giant-cell (gabungan Langhans & benda asing), serta penebalan epidermis

BL DTH (BENGKAK, KEUNGUAN, BATAS TEGAS + DROPFOOT IRREVERSIBLE)

REAKSI KUSTA TIPE II


ERYTHEMA NODOSUM LEPROSUM

ERYTHEMA NODOSUM LEPROSUM


Pengendapan kompleks antigen - antibodi pada pembuluh darah dan organ (hipersensitifitas tipe III) aktivasi sistem komplemen destruksi jaringan Peningkatan ekspresi sitokin IL-4, IL-5, IL 13 dan IL-10 (respon tipeTh-2) serta peningkatan, IFN- danTNF. IL-4, IL-5, IFN-,TNF- bertanggung jawab terhadap kenaikan suhu dan kerusakan jaringan Cenderung kronis & rekuren

CONT
Sering (75%) LL; tidak jarang BL Sebelum selama setelah terapi
1th sejak terapi dimulai

Klinis:
Nodul dermal & subkutan nyeri, warna pink cerah pada kulit yang normal Demam, anoreksia dan malaise Bentukan lesi targetoid, vesikular, pustular, ulserasi ataupun nekrotik Keterlibatan organ lain atralgia dan artritis Presentasi awal (jarang) neuritis, adenitis, orchitis/epididimitis atau iritis

CONT
Klinis lain
Utama ekstremitas; facial 50% hematokrit (5g/dl) (bukan karena dapson) Dapat dipicu oleh kehamilan atau infeksi piogen

Terapi
Thalidomide (keadaan membaik pada 90% kasus) Anti-inflamasi selama 5 tahun

CONT
Diagnosis
Klinis Histopatologi neutrofil (banyak, sedikit atau tidak ada), limfosit, penebalan epidermis, panikulitis lobular, infiltrat bottom-heavy pada dermis bagian dalam dan subkutis Respon pada pemberian thalidomide

LL ENL (WARNA PINK CERAH, EDEMATOSA DENGAN FORMASI PUSTUL, SANGAT NYERI)

TERAPI

MANAJEMEN REAKSI KUSTA

KESIMPULAN

SUMBER
Rea TH, Modlin RL. Chapter 186: leprosy. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, editors. Fitzpatricks dermatology in general medicine. 7th ed. New York: Mc Graw-Hill Medical; 2008. p. 1791-2. repository.usu.ac.id

TERIMA KASIH