Anda di halaman 1dari 31

Oleh : I KADEK JAYAWIGUNA (08700280) UMCHUDLOH (08700307)

TELINGA LUAR
Telinga luar meliputi : 1. Daun telinga (pinna) Mengumpulkan getaran udara dan membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga. 2. Liang telinga (meatus auditorius eksternus) Menghantarkan gelombang suara dari daun telinga ke membran timpani. 3. Gendang telinga (membran timpani) Menerima gelombang suara dari telinga luar untuk disalurkan ke telingan tengah.

TELINGA TENGAH
Batas lateral

: membran timpani batas medial : kapsul otik Mengandung tulang terkecil (ossikuli) : malleus, incus, stapes Ossikuli dihubungkan dengan tuba eustachii ke nasofaring. Tuba berfungsi sebagai drainase untuk sekresi dan menyeimbangkan tekanan dalam telinga tengah dengan tekanan atmosfer.

Maleus dan incus berputar pada sumbu anterior posterior yang berjalan melalui : 1. Legamentum yang menghubungkan prosesus anterior malleus dengan dinding anterior kafumtimpani. 2. Prosesus anterior maleus dengan prosesus brevis inkudis 3. Ligamentum yang menghubungkan prosesus bepis inkudis dengan dinding posterior kafum timpani.

TELINGA DALAM
Labirin (telinga dalam) mengandung organ pendengaran dan keseimbangan dan terletak pada pars petrosa os temporal. Labirin terdiri dari:

a. Labirin bagian tulang : kanalis semisirkularis, vestibulum, dan koklea. b. Labirin bagian membran : kanalis semisirkularis, utrikulus, sakulus, sakus dan duktus endolimfatikus, serta koklea.

Mendapatkan darah dari a. auditori interna (a.

labirintin) yang berasal dari a. basilaris yang merupakan suatu end artery dan tidak mempunyai pembuluh darah anastomosis. Aliran vena pada telinga dalam melalui 3 jalur utama : 1. vena auditori interna, mendarahi putaran tengah dan apikal koklea. 2. Vena akuaduktus koklearis, mendarahi putaran basiler koklea, sakulus dan utrikulus dan berakhir pada sinus petrosus inferior. 3. Vena akuaduktus vestibularis, mendarahi kanalis semisirkularis sampai utrikulus.

MEKANISME PENDENGARAN

Gangguan Fisiologi Telinga


Gangguan telinga luar dan telinga tengah tuli

konduktif . Sumbatan tuba eustachius menyebabkan gangguan telinga tengah dan akan terdapat tuli konduktif. Gangguan telinga dalam tuli sensorineural, yang terbagi atas tuli koklea dan tuli retrokoklea.

Tuli dibagi atas : 1. Tuli konduktif : gangguan hantaran suara disebabkan oleh kelainan penyakit di telinga luar atau di telinga tengah. 2. Tuli sensorineural (sensorineural deafness) Kelainan terdapat pada koklea (telinga dalam), nervus VIII atau di pusat pendengaran 3. Tuli campur (mixed deafness) Disebabkan oleh kombinasi tuli konduktif dan tuli sensorineural. Misalnya radang telinga tengah dengan komplikasi ke telinga dalam , tumor nervus VII (tuli saraf) dengan radang telinga tengah (tuli konduktif).

Definisi
Adalah berkurangnya pendengaran atau gangguan pendengaran yang terjadi akibat kerusakan pada telinga bagian dalam, saraf yang berjalan dari telinga ke otak (saraf pendengaran), atau otak.

Tuli sensorineural, dibagi atas 1. Tuli sensorineural koklea 2. Tuli sensorineural retrokoklea

Etiologi
1. Tuli sensorineural koklea, disebabkan : - Aplasia (congenital) - Labirinitis (oleh bakteri/virus) -Intoksikasi obat streptomisin, kanamisin, garamisin, neomisin, kina, asetosal atau alkohol. 2. Tuli sensorineural retrokoklea, disebabkan : - Neuroma akustik - Tumor sudut pons serebelum - Mieloma multipel - Cedera otak, perdarahan otak, dsb.

Tuli sensorineural juga dapat disebabkan oleh : - Tuli mendadak (sudden deafness) - Trauma kapitis - Trauma akustik, dan - Pajanan bising.

Patogenesis

Manifestasi klinik
a) Gangguan pendengaran timbul secara bertahap atau tiba-tiba. - Gangguan pendengaran sangat ringan : kesulitan kecil dalam berkomunikasi. - Gangguan pendengaran berat : ketulian. - Gangguan pendengaran terjadi secara mendadak : trauma, adanya gangguan dari sirkulasi darah. - Gangguan pendengaran dapat terjadi unilateral atau bilateral.

b) Adanya masalah dengan saraf di telinga atau otak : tinitus (telinga berdenging), vertigo (berputar sensasi).
c) Nyeri di telinga akibat infeksi telinga, trauma, dan obstruksi pada kanal. Infeksi telinga juga dapat menyebabkan demam.

Prosedur diagnosa
A. Anamnesis - Keluhan utama - Riwayat Penyakit Sekarang - Riwayat Penyakit Dahulu - Riwayat obat

B. Pemeriksaan audiologi khusus Untuk membedakan tuli koklea dan tuli retrokoklea diperlukan pemeriksaan : 1. Audiometri khusus - Tes SISI (short increment sensitivity index) - Tes ABLB (alternate binaural loudness balans test) - Tes Kelelahan (Tone decay) - Audiometri Tutur (Speech audiometri) - Audiometri Bekesy

2. Audiometri objektif - Audiometri Impedans - Elektrokokleografi - Evoked Response Audiometry - Otoacoustic Emission/OAE 3. Pemeriksaan tuli anorganik - Cara Stenger - Audiometri nada murni - Dengan Impedans. - Dengan BERA.

4. Audiologi anak - Free field test - Audiometri bermain (play audiometry). - BERA (Brainstem Evoke Response Audiometry). - Echocheck dan emisi Otoakustik (Otoacoustic emissions/OAE).

Diagnosa Banding
barotrauma, serebrovaskular hiperlipidemia, efek akibat terapi radiasi, trauma kepala, lupus eritematosus, campak, multiple sclerosis, neoplasma kanal telinga, neuroma, 0titis externa, otitis media dengan pembentukan kolesteatoma.

Penatalaksanaan
Tuli sensorineural tidak dapat diperbaiki dengan

terapi medis atau bedah tetapi dapat distabilkan. Tuli sensorineural alat bantu dengar (amplifikasi) khusus. Tuli sensorineural yang disebabkan oleh penyakit metabolik tertentu (diabetes, hipotiroidisme, hiperlipidemia, dan gagal ginjal) atau gangguan autoimun (poliartritis dan lupus eritematosus) pengobatan medis sesuai penyakit yang mendasarinya.

Tuli sensorineural yang berat, dapat melakukan implantasi bedah perangkat elektronik di belakang telinga yang disebut : implan koklea, yang secara langsung merangsang saraf pendengaran.

Prognosis
Pasien dengan gangguan pendengaran sensorineural yang berat mungkin dapat mendengar suara setelah melakukan implantasi koklea. Tinitus yang disebabkan oleh tumor akustik, otosklerosis, atau kondisi tekanan telinga meningkat dalam hidrolik (sindrom Meniere) operasi untuk mengangkat lesi atau menyamakan

tekanan. Tinitus berkurang atau sembuh sekitar 50% dari kasus yang berat setelah menjalani operasi.

TERIMA KASIH