Anda di halaman 1dari 11

PEMICU 4

DOK, JANGAN DIBUANG SEMUA GIGI KU YA...

By : 1. Nidya Prettysia S, drg 2. Mourent Miftahullaila, drg 3. Ari Onasis, drg

SKENARIO KASUS
Seorang perempuan, berusia 55 tahun, datang ke klinik prostodonsia dengan keluhan gigitiruan penuh rahang atasnya yang dibuat beberapa tahun yang lalu terasa semakin longgar dan apabila makan terasa sakit di daerah depan. Dagunya juga terasa semakin maju. Pasien ingin dibuatkan gigitiruan penuh rahang atas yang baru yang lebih cekat dan dagunya tidak terlihat maju ke depan. Pasien bermohon agar gigi geligi aslinya di rahang bawah tidak dicabut.

SKENARIO KASUS
Dari hasil pemeriksaan terlihat: Kondisi gigitiruan penuh rahang atasyang sedang dipakai pasien: Pasien memakai GTP RA dari bahan akrilik Retensi dan stabilisasi GTP RA tidak baik Kondisi rongga mulutnya: 1. Rahang atas Linggir alveolus RA sudah tidak bergigi lagi Tuberositas maksilaris RA pada kedua sisi terlihat membesar Terdapat jaringan flabby dan inflamasi di daerah anterior RA 2. Rahang bawah Linggir alveolus RB masih mempunyai gigi-geligi asli di daerah anterior Linggir alveolus didaerah posterior edentulous 3. Hubungan RA dan RB terlihat seperti hubungan rahang klas III Kondisi umu pasien baik

PRODUK

1. Jelaskan faktor dan mekanisme penyebab terjadinya keluhan pasien tersebut. 2. Jelaskan konsep dan tahap pelaksanaan pembuatan gigitiruan yang baru

faktor dan mekanisme penyebab terjadinya keluhan pasien tersebut.


Faktor penyebab timbulnya keluhan pasien

GTP RA longgar

Makan sakit didaerah depan


Adanya iritasi atau trauma akibat tekanan oklusal yang berlebih di regio anterior

Dagu semakin maju

Terdapat jaringan flabby pada linggir anterior rahang atas

merupakan respon dari resorbsi tulang alveolar yang terus menerus mendapat tekanan yang berlebih akibat kontak dengan gigi asli anterior RB

Adanya kekuatan mengunyah yang besar didaerah anterior resopsi linggir mencari penyesuaian kontak yang salah pseudoappropriate occlusal contact

Mekanisme terjadinya keluhan pasien


GTP RA dengan gigi asli anterior RB Pasien cenderung mengunyah didaerah anterior, karena dapat menghasilkan daya kunyah maximal Fungsi anterior berlebihan menekan linggir RA terjadi resopsi linggir

Memebesar dan menurunnya tuberositas tekanan berlebih pada linggir posterior RB dataran oklusal di anterior lebih keatas drpd posterior

Karena linggir anterior RA resorpsi menyebabkan gigitiruan RA bergerak turun pada regio posterior tuberositas maksilaris menjadi besar

tebentuk jaringan ikat hiperplastik yang flabby tidak dapat mendukung GTP RA

Kontak gigi anterior RB berkurang pasien mencari penyesuaian kontak dengan cenderung memajukan RB kedpn

2. Konsep dan tahap penatalaksanaan pembuatan gigi tiruan yang baru


Konsep pembuatan gigi tiruan yang baru

Dibuatkan GTP RA dan GTKL with lingualplate RB

Pemilihan gigi : semi anatomical acrylc teeth

Bilateral balanced occlusion with no contact in anterior area

To provide posterior occlusal support and to minimaze occlusal pressures in the anterior maxilla

Tahap penatalaksanaan pembuatan gigi tiruan yang baru


No
Prosthodontic procedures

RA

RB

Preprosthetic

Tuberositas yang Flabby ridge anterior membesar


Dilakukan preprosthetic surgery eksisi tuber, agar GTSL RB dapat diperluas ke retromolar pad dan buccal shelf surgery
Eksisi flabby jika jar. Flabby sudah mendekati dataran oklusal mengganggu penyusunan gigi
Nonsurgery

Tissue conditioning Abused tissues were treated by removing dentures for periods of 48 - 72 hours

Splinting gigi anterior RB agar memberi dukungan oklusal, rigiditas dan stabilisasi GTSL RB nantinya

Tahap penatalaksanaan pembuatan gigi tiruan yang baru


No 2 Prosthodontic procedures Pencetakan RA Selective pressure impression technique with elastomer impression material RB -pada daerah edentulus: mukofungsional dgn elastomer - pada daerah bergigi: mukostatis dengan alginate

4 5

Pemilihan anasir gigi Penyusunan gigi

Semi-anatomical Acrylic teeth -anterior : * no contact in anterior area in centric occlusion the vertical overlap should be zero * Pseudoklas III : diusahakan penempatan gigi anterior rahang atas dalam hubungan klas I dengan gigi anterior rahang bawah - Posterior : Bilateral balanced oclusion

Daftar pustaka
Loney R. Complete denture manual. Dalhouse University 2009. Tolstunov L. Combination syndrome : classification and case report. Journal of Oral Implantology 2007. Vol XXXIIII (3). Seol H, et al. Full mouth rehabilitation of partially and fully edentulous patient with crown lengthening procedure: a case report. J Adv Prosthodont 2010;2:50-3 Jyoti N, et al. Prosthodonrtics rehabilitation of patients with combination syndrome. International Journal of Dental Clinic 2010. 2(3); 37-44 Allen F. Management of flabby ridge in complete denture construction. Dent update 2005; 32; 524-8. Okuma K, et al. Occlusal pressure pattern analysis of complete denture for evaluation of occlusal adjustment. J Med Dent Sci 2004: 51;197-203. F Ahmad, N. Yunus, F McCord. A New Presentation Of Combination Syndrome. Annal Dent Univ Malaya 2008;15(2):94-99 Nallaswamy D. Textbook of prosthodontics. Jaypee 2003.