Anda di halaman 1dari 17

UU RI No.

37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN & PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG

UU No. 37 Tahun 2004 Pasal 2 (1) Kepailitan Debitur 2 Kreditor (jatuh tempo & 1 utang Tidak dilunasi)

Permohonan Debitor

Permohonan Kejaksaan

Permohonan Kreditor Putusan Pengadilan Pailit

Kepailitan adalah Sita umum atas semua kekayaan dibitor

Semua kekayaan Dibitor Pailit disita

diurus Kurator & diawasi Hakim diberesi Pengawas kurator (Walaupun masih kasasi/PK)

Catatan : - Apabila putusan pailit dibatalkan (kasasi/PK), perbuatan yang dilakukan kurator sebelum pebatalan pailit tetap sah (pasal 16 (2))

Permohonan Pernyataan Pailit


Bank BI Perusahaan efek, bursa efek, lembaga kliring & Penjaminan, lembaga penyimpanan & penyelesaian Bapepam Debitor Perusahaan asuransi, dana pensiun, BUMN Menteri Keuangan Lainnya Pengadilan

Pengurusan Harta Kepailitan


Hakim Pengawas 1.Kurator atau Balai Harta Peninggalan (BHP) Kurator Kurator adalah BHP atau orang yang diangkat oleh pengadilan untuk mengurus & membereskan harta dibitor pailit. Tugas Pengurusan & pemberesan harta pailit yaitu penyelamatan, pengelolaan, penjaminan & penjualan harta pailit.

Penyelamatan Harta Pailit Mengambil & menyimpan surat-surat , uang, barang berharga, surat berharga. Penyegelan harta pailit.

Syarat Kurator Lulus ujian yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kurator & Pengurus Indonesia (AKPI) Terdaftar di Menteri Hukum & HAM.
Imbalan Kurator a. Pailit berakhir dengan perdamaian 1,5% s/d 6% dari (harta pailit utang) b. Pailit berakhir dengan pemberesan 2,5% s/d 10% dari (harta pailit utang) c. Pembatalan pailit (kasasi/PK) imbalan kurator ditetapkan oleh Hakim maksimal 2% dari harta debitor & dibebankan kepada Debitor & permohonan pailit.

Risiko kurator Bertanggungjawab terhadap kesalahan/kelalaian yang menyebabkan kerugian terhadap harta pailit (pasal 72 UUK 2004)

Contoh : PT Putra Sejahtera Pioneerindo Tbk (PSP) mengeluarkan Promissory Note. Note tersebut dipegang PT Nikko Securities Indonesia (NSI). Putusan Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 3 Mei 1999 menolak permohonan pailit di ajukan pemohon yaitu PT NSI, karena pembayaran Note tersebut disetujui diangsur. Putusan Kasasi MA RI 28 Juni 1999 mengabulkan kasasi dari pemohon PT NSI & membatalkan putusan pengadilan Niaga tanggl 3 Mei 1999. karena jika Note telah jatuh tempo & masih sanggup membayar harus diganti dengan Note yang baru. Menyatakan PT PSP dalam keadaan Pailit.

PK MA RI 7 September 1999 mengabulkan PK dari pemohon PT PSP & membatalkan putusan MA 28 Juni 1999 & menolak permohonan Pailit dari pemohon PT NSI. Alasan. Telah terjadi kesepakatan penjadwalan kembali pembayaran utang atas Note tersebut.

Akibat Kepailitan Kreditor pemegang gadai, jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotek atau hak agunan atas kebendaan lainnya dapat megeksekusi haknya paling lambat 90 hari setelah tanggal putusan pailit (melalui kurator) pasal 55 & 56 UUK 2004.

Berakhirnya Kepailitan
Ditolak Hakim Kreditor atau Debitor Pailit

Debitor Pailit Semua Kreditor

Damai

Kasasi ke MA
Disahkan Hakim Pengawas Kepailitan Berakhir

Kreditor yang Menolak Kreditor setuju sebagian haknya dibayar & sebagian yang lain bebas Damai

Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PK PU) UU No. 37 Tahun 2004 (Pasal 222-294) Tujuan : Debitor kesulitan bayar utang, ingin Going Concern & terhindar dari pailit.

Debitor
PKPU Pasal 222 (1) Pengadilan Niaga Kreditor

menunjuk Hakim Pengawas dan Pengurus

Mengabulkan kewajiban (PKPU) sementara

Contoh : Putusan Pengadilan Niaga Jakarta 28 Januari 2000 kasus PT Tirtamas Comexindo vs BPPN Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPUS) Tanggal 13 Maret 2000 mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Tetap (PKPUT) untuk 6 bulan yang akan datang. Jika permohonan PKPU Tetap ditolak pengadilan Debitor tidak dapat kasasi. Jika permohonan PKPU Tetap dikabulkan pengadilan Kreditor tidak dapat kasasi. Debitor setiap saat dapat memohon ke pengadilan agar PKPU dicabut karena harta debitor mampu bayar hutang.

Akibat PKPU : Debitur tidak boleh memindahkan hak atas hartanya (kecuali diberi wewenang pengurus) Debitur tidak boleh dipaksa untuk bayar utangutangnya Perjanjian sewa menyewa & penyerahan barang dapat diputus oleh pengurus. Berakhirnya PKPU : Permintaan hakim pengawas Permintaan kreditor (melalui pengurus) Pengadilan (pasal 255)

Alasan permintaan Kreditor adalah:


-

Jika harta debitur menyusut, debitor punya iktikat tidak baik & merugikan kreditur.

Jika PKPU berakhir atas putusan pengadilan maka pengadilan memutuskan juga debitur dinyatakan pailit. Putusan pengadilan yang menyatakan pailit ini tidak Terbuka upaya Hukum, kecuali upaya hukum kasasi yang diajukan oleh Jaksa Agung demi kepentingan umum.

Prosedur Mengajukan Permohonan Kepailitan


Permohonan PernyataanPailit diajukan kepadaKetua Pengadilan NiagaMelalui Panitera Pengadilan Niaga Panitera menyampaikan Permohonan pernyataan pailit Kepada Ketua Pengadilan Niaga Paling lambat 2 (dua) hari setelah pendaftaran Pengadilan mempelajari Permohonan pailit dan Menetapkan hari sidang paling lambat 3 (tiga) hari sejak

didaftarkan

Berdasarkan alasan yang cukup sidang dapat ditunda oleh Pengadilan paling lambat 25 hari Sejak didaftarkan.

Sidang dilaksanakan paling lambat 20 hari setelah tanggal Permohonan pendaftaran.

Pemanggilan sidang paling Lambat 7 hari sebelum sidang Pertama

Putusan permohonan pailit paling lambat 60 hari sejak Didaftarkan.

Penyampaian salinan putusan Kepada pihak yang berkepentingan (3 hari setelah putusan)

2 + 3 + 7 + 20 + 25 + 60 + 3 = 120 hari

Putusan Pernyataan Pailit

Putusan pernyataan pailit harus diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dan bersifat Serta Merta (uit voerbaar bij vooraad) dimana putusan tersebut dapat dilaksanakan terlebih dahulu, meskipun terhadap putusan tersebut diajukan upaya hukum (Pasal 8 ayat 7) Segala tindakan dan perbuatan Kurator tetap sah meskipun putusan pernyataan pailit dibatalkan sebagai akibat adanya Kasasi atau PK (Pasal 16 ayat 2)

Anda mungkin juga menyukai