Anda di halaman 1dari 9

Manifestasi Oral Pada Pasien Diabetes Mellitus

Oleh : Lisna K. Rezky Profesi Kedokteran Gigi

DATA PASIEN

Nama : Wagiyem Jenis kelamin : Perempuan Usia : 50 tahun Alamat : Sedayu,Bantul, Yogyakarta

PROBLEM

Seorang perempuan berusia 50 tahun, mengeluhkan gigi geligi anterior regio rahang atas mengalami luksasi atau kegoyahan gigi dan terkadang

terasa sakit yang tajam dan tiba-tiba pada gigi tersebut hingga ke kepala. Hal ini dirasakan sejak 1 tahun terakhir namun tidak pernah mengkonsumsi obat untuk mengurangi sakit tersebut. Pasien hanya berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan sakitnya. Pasien juga mengeluhkan bau mulut dan gusi mudah berdarah saat menyikat gigi. Pasien belum pernah datang ke dokter gigi dan sudah jarang menyikat gigi, paling banyak 2 kali sehari.

MEDICAL HISTORY

Vital Sign : TD : 190/120 mmHg GDS : 138 Alergi obat : tidak ada
Data hasil anamnesa, pasien didiagnosa menderita DM tipe II sejak tahun yang lalu. kondisi DM tidak dikontrol secara teratur. Pasien hanya melakukan perawatan rutin selama 1 tahun setelah didiagnosa sakit Diabetes Melitus PEMERIKSAAN INTRA ORAL

Pada pemeriksaan intraoral didapatkan : 1. Gigi yang masih ada adalah gigi anterior rahang atas dan bawah. Gigi posterior yang ada tinggal akar. 2. Adanya traumatik oklusi antara gigi anterior atas dengan bawah. 3. Data status oral hygiene sedang (adanya plak dan kalkulus pada semua regio terutama lingual regio rahang bawah), 4. Derajat luksasi gigi 1-2 5. Tidak dilakukan pengukuran probing.

MEKANISME

Pada jurnal Osteoporosis in diabetes mellitus: Possible cellular and molecular mechanisms

LEARNING ISSUE

Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolik dengan etiologi multifaktorial dengan adanya hiperglikemia kronis dan kelainan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Secara umum diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi 2. Yaitu : DM tipe I , insulin dependent diabetes mellitus ( IDDM). DM tipe I terjadi akibat adanya kerusakan sel pankreas. Biasanya sebab utama akibat kerusakan sel pankreas karena adanya infeksi virus atau kelainan autoimun, dan factor herediter. Gejala utama pada penderita DM tipe I adalah naiknya kadar glukosa darah, peningkatan penggunaan lemak sebagai sumber energi dan untuk pembentukan kolesterol di hati, dan Berkurangnya protein dalam jaringan. DM tipe II, non-insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM). Pada DM tipe II terjadi penurunan sensitivitas jaringan terhadap insulin, sehingga menimbulkan adanya mekanisme kompensasi dari sel pankreas. Penurunan sensitivitas jaringan terhadap insulin akan menyebabkan terganggunya metabolisme karbohidrat sehungga meningkatkan kadar glukosa dalam darah dan merangsang peningkatan sekresi insulin sebagai upaya kompensasi. Etiologi dari pasien DM tipe II adalah faktor genetik, usia, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik

Inflamasi Gingiva Poket gingiva

Karang gigi (pemicu halitosis)

Plak

Kalkulus

Gingivitis Periodontitis Halitosis

Treatment yang seharusnya diberikan kepada pasien tersebut dengan pencabutan radix dentis, scalling, root planning , dan menyarankan pasien agar melakukan pengobatan dan kontrol kadar gula darah. Namun, saat ini hanya dilakukan edukasi kepada pasien tentang perawatan gigi dan mulut (penyikatan gigi), mengurangi makanan yang a lot.

Terimakasih ^_^ Wassalamualaikum wr.wb..