Anda di halaman 1dari 21

Noviantie Yohana

Bicara adalah bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan maksud. Karena bicara merupakan bentuk komunikasi paling efektif, penggunaanya paling luas dan paling penting. Bicara merupakan ketrampilan mental-motorik. Berbicara tidak hanya melibatkan koordinasi kumpulan otot mekanisme suara yang berbeda, tetapi juga mempunyai aspek mental yakni kemampuan mengaitkan arti dengan bunyi yang dihasilkan.

1. bicara : alat berkomunikasi


komunikasi berarti pertukaran pikiran dan perasaan.pertukaran tersebut dapat dilaksanakan dengan setiap bentuk bahasa seperti: isyarat, ungkapan emosional, bicara, bahasa tulisan, tetapi komunikasi yang umum dan efektif dengan bicara. Unsur penting komunikasi pada anak. Pertama anak harus menggunakan bentuk bahasa yang bermakna bagi orang yang mereka ajak berkomunikasi. Kedua, dalam komunikasi anak harus memahami bahasa yang digunakan orang lain.

2. bentuk komunikasi pra-bicara


belajar bicara adalah proses yang panjang dan rumit. Sebagaian besar anak belum mengucapkan sepatah katapun sebelum mereka berumur 12-15 bulan. Komunikasi mereka dalam bentuk persiapan bicara.

bentuk komunikasi pra-bicara yakni:


tangisan, merupakan salah satu cara pertama yang dilakukan bayi untuk berkomunikasi. Tangisan ini memberitahukan kebutuhannya pada seseorang untuk menghilangkan rasa lapar, pedih, lelah, dan keadaan tubuh yang tidak menyenangkan lainnya Variasi tangisan: banyak sedikitnya tangisan bayi bebeda-beda menurut cepat dan memadainya pemenuhan kebutuhan dan keingginan mereka, juga bervariasi menurut saat harinya. Reaksi tangisan terhadap tangisan mempengaruhi jumlah tangis bayi. Menurunnya tangisan, dua minggu pertama kehidupan tangisan terjadi dalam jarak yang tidak tetap. Pada minggu ketiga tangis bayi mulai berkurang, dan waktu bayi berumur 3-4 bulan tangis dan bangun malam menurun. Bayi yang sehat dan normal menurun tangisnya pada umur 6 bulan karena keingginan dan kebutuhan cepat terpenuhi.

teori pada perkembangan bahasa anak:


Pandangan Nativisme Nativisme berpendapat bahwa selama proses pemerolehan bahasa pertama, kanak-kanak (manusia) sedikit demi sedikit membuka kemampuan kemampuan lingualnya yang secara genetik telah diprogramkan. Pandangan ini tidak menganggap lingkungan mempunyai pengaruh dalam pemerolehan bahasa, melainkan menganggap bahwa bahasa merupakan pemberian biologis, sejalan dengan yang disebut hipotesis pemberian alam. Menurut Chomsky bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia. Binatang tidak mungkin dapat menguasai bahasa manusia. Pendapat ini didasarkan pada asumsi. Pertama, perilaku berbahasa adalah sesuatu yang diturunkan (genetik); pola perkembangan bahasa adalah sama pada semua macam bahasa dan budaya (merpakan sesuatu yang universal); dan lingkungan hanya memiliki peran kecil dalam proses pematangan bahasa. Kedua, bahasa dapat dikuasai dalam waktu waktu singkat. Ketiga, lingkungan bahasa si anak tidak dapat menyediakan data secukpnya bagi penguasaan tata bahasa yang rumit dari orang dewasa.

Pandangan Behaviorisme Menurut kaum behavioris kemampuan berbicara dan memahami bahasa oleh anak diperoleh melalui rangsangan dari lingkungannya ana dianggap sebagai penerima pasif dari tekanan lingkungannya, tidak memiliki peranan yang aktif di dalam proses perkembagan perilaku verbalnya.Menurut Skinner (1969) kaidah gramatial atau kaidah bahasa adalah perilaku verbal yang memungkinkan seseorang dapat menjawab atau berbicara, bukanlah karena peguasaan kaidah (rule-governed) sebab anak tidak dapat mengungkapkan kaidah bahasa, melainkan dibentuk secara langsung oleh faktor diluar dirinya. Pandangan kognitivisme Jean Piaget (1954) menyatakan bahwa bahasa itu bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkan salah satu diantara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif. Bahasa distukturi oleh nalar; maka perkembangan bahasa harus berlandas padaperubahan yang lebih mendasar dah lebih umum didalam kognisi. Jadi, urut-urutan perkembangan kognitif merupakan urutan perkembangan bahasa.

Tahap Perkembangan Kata dan Kalimat


Kemampuan bervokebal dilanjutkan dengan keampuan mengucapkan kata,lalu mengucapkan kalimat sederhana, dan kalimat yang lebih sempurna. Kata Pertama Kemampuan mengucapkan kata pertama sangat ditentukan oleh penguasaan artikulasi, dan oleh kemampuan mengaitkan kata dengan benda yang menjadi rujukannya (de Vilers, 1979 dalam purwa 1989) Kalimat Satu Kata Kata pertama yang berhasil diucapkan anak akan disusul oleh kata kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. keistimewaan kata-kata yang diucapkan anak biasanya dapat ditafsirkan sebagai sebuah kalimat yang bermakna. Jadi, bicara anak yang pertam kalinya mengandung makna adalah terdiri atas kalimat satu kata.

Kalimat Dua Kata Yang dimaksud kalimat dua kata adalah kalimat yang hanya terdiridari dua buah kata, sebagai kelanjutan dari kalimat satu kata. Kemampuan untuk menggabungkan dua kata ini dalam bentuk sebuah kalimat dikuasai anak menjelang usia 18 bulan. Kalimat Lebih Lanjut Setelah kalimat dua kata mencapai tahap tertentu, maka berkambanglah penyusunan kalimat yang terdiri dari tiga buah kata, menurut Brown (1973) kontruksi kalimat tiga kata ini sebenarnya merupakan hasil dari penggabungan atau perluasan dari kontruksi dua kata sebelumnya yang digabungkan. Menjelang usia dua tahun anak rata-rata sudah dapat menyusun kalimat empat kata, yakni dengan perluasan, meskipun kalimat dua kata masih mendominasi korpus bicaranya.

Berikut ini tahapan perkembangan bicara dan bahasa yang dialami anak yaitu:
Usia 0-6 bulan Perkembangan bicara dan bahasa: Cooing (suara yang tidak beraturan) Menoleh ke sumber bunyi atau berhenti menangis kalau mendengar suara Adanya kontak mata untuk mengikuti gerakan benda Stimulasi yang bisa diberikan: Berbicara pada bayi dengan penuh atensi Menggunakan intonasi yang menarik Berkomunikasi misalnya bermain cilukba atau bernyanyi saat melakukan aktivitas bersama seperti pada waktu makan, mandi atau ganti popok.

Usia 6-12 bulan Perkembangan bicara dan bahasa:

Babbling atau pengulangan suku kata yang sama seperti mamama atau bababa Meningkatnya pemahaman atas kegiatan sehari-hari Ada echolalia (membeo) mulai dari 3-5 kata
Stimulasi yang bisa diberikan: Memberikan respons pada ocehan yang dikeluarkan si kecil Menggunakan kalimat pendek dengan tempo lambat dan 1 bahasa

Usia 12 bulan Perkembangan bicara dan bahasa: Mengenali nama sendiri Memahami instruksi sederhana seperti kiss bye atau dagh-dagh Kata pertama sebanyak 5-6 kata Stimulasi yang bisa diberikan: Memberikan tanda pada setiap tindakan

Usia 18 bulan

Perkembangan bicara dan bahasa:


Memahami 10-20 kata termasuk nama-nama orang Menyebutkan nama obyek dari foto atau gambar Mulai menggunakan kalimat yang terdiri dari 2 kata Mulai mengungkapkan keinginannya seperti 'minta' atau 'permen' Mampu bertanya dengan kalimat sederhana seperti 'mana bola?' Menggunakan bahasa non-verbal seperti menunjuk, bersenandung atau bernyanyi Stimulasi yang bisa diberikan: Memberikan lagu sederhana atau kata yang berulang-ulang Menjelaskan apa yang sedang ditonton si kecil Memberikan pujian

Usia 24 bulan Perkembangan bicara dan bahasa: Memahami pertanyaan dan perintah sederhana Memahami instruksi yang lebih luas Lebih banyak menggunakan penggabungan dua kata dan menggunakan kalimat yang lebih panjang (3 kata) Anak menunjuk dirinya sendiri dengan nama Mulai menggunakan kata negatif seperti 'tidak pergi' atau 'jangan' Memahami minimal 50 kata Bertahan mengikuti aktivitas selama 6-7 menit Stimulasi yang bisa diberikan: Memperluas penggunaan kata baru Memperjelas arti suatu kata dengan menggunakan bahasa tubuh dan intonasi Menggunakan percakapan sederhana Merangsang anak dengan pertanyaan sederhana lalu tunggu respons dari anak selama 10 detik Membaca buku dengan kalimat yang berulang-ulang dan sederhana Memberikan permainan dengan istruksi seperti 'Pegang hidung' atau anggota tubuh lainnya

Usia 30 bulan Perkembangan bicara dan bahasa: Memahami 400-800 kosa kata Mampu menyebutkan nama depan Bisa menggabungkan antara kata kerja dan kata benda Mampu menyebut 7 anggota tubuh Mulai bisa membedakan barang berdasarkan bagian atau fungsinya seperti 'mana yang punya roda' atau 'yang mana yang bisa dipakai untuk makan' Bisa memahami konsep besar dan kecil Stimulasi yang bisa diberikan: Membaca cerita dan menjawab pertanyaan sederhana

Usia 3 tahun Perkembangan bicara dan bahasa: Paling sedikit mampu menyebutkan 1 warna Sering berbicara waktu bermain atau saat sedang sendiri Bisa menceritakan sebuah cerita sederhana Bisa menggunakan 3-4 kalimat Memahami kalimat seperti 'Coba tunjuk yang mana bintang' Memahami 900-1.500 kosa kata Menggunakan kata tanya seperti mengapa dan apa Stimulasi yang bisa diberikan: Mulai menggunakan kalimat yang terdiri dari 3-4 kata Membicarakan kegiatan sehari-hari Bermain dengan teman sebayanya

Usia 4 tahun Perkembangan bicara dan bahasa: Mamahami 1.500-2.000 kosa kata Memahami kata jika, karena atau siapa Menggunakan 4-5 kata dalam satu kalimat Mulai menggunakan struktur bahasa yang rapi Memberikan artikulasi yang lebih jelas Mampu mengikuti perintah 2-3 langkah Stimulasi yang bisa diberikan:

Mengunjungi kebun binatang atau sebuah pertunjukkan Berbicara dengan kalimat atau membacakan cerita yang lebih panjang

Usia 5 Tahun Perkembangan bicara dan bahasa: Memahami 2.500-2.800 kosa kata Mendefinisikan obyek berdasarkan fungsinya Terkadang masih bingung antara kemarin, dulu atau besok Mampu bertukar informasi, bisa menjawab telepon dan menghubungkan cerita Menggunakan 5-6 kata dalam satu kalimat

Stimulasi yang bisa diberikan:


Mendengarkan apa yang diucapkan anak Memberi kesempatan bagi anak untuk mengutarakan perasaannya

Jika anak belum mencapai tahapan tersebut ada kemungkinan anak mengalami gangguan bicara. Namun ada beberapa faktor yang terkait dengan gangguan perkembangan bicara dan bahasa pada anak seperti: Gangguan pendengaran Gangguan pemrosesan sensorik Kelainan organ bicara Bingung bahasa (bilingual) Selective autism Perkembangan otak yang kurang optimal Indikasi adanya gangguan yang lebih serius seperti keterbelakangan mental atau gangguan spektrum autis. Untuk mengetahui apakah ada gangguan tersebut atau tidak, orangtua bisa melakukan beberapa pemeriksaan seperti ke dokter THT dan pemeriksaan tumbuh kembang dengan ahli terapis wicara, psikolog, psikiater, dokter anak.

Meski demikian ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua dan guru yaitu:
Memperbanyak waktu untuk bermain bersama Mengikuti minat dan masuk ke dalam dunia anak, baru secara perlahan mengarahkan anak Menggunakan 1 bahasa terlebih dahulu sehingga anak tidak bingung Menggunakan tempo bicara yang sedang Menggunakan kalimat pendek seperti 1-2 kata Memperbanyak ekspresi yang seru seperti 'Wow ! Oh-oo' Meminta respons timbal balik dari anak mulai dari hal yang bisa dilakukannya seperti tos, cium atau mengangguk Memberikan jeda 5 detik antar kalimat pengulang Menggunakan alat bantu visual