Anda di halaman 1dari 15

Oleh : DEDE ILHAM MAULANA HAFIDZ AHMAD MIRJA

Hipoglikemi adalah kondisi ketidaknormalan kadar glokosa serum yang rendah. Keadaan ini dapat didefinisikan sebagai kadar glukosa dibawah 40 mg/dL setelah kelahiran berlaku untuk seluruh bayi baru lahir, atau pembacaan strip reagen oxidasi glukosa darah. Pada hipoglikemia berat gejala menyarupai asfiksia. Pada bai baru lahir dengan kejang atau jitteriness hendaknya dilakukan pemeriksaan Dextrostix berulang

Dosis suntikan insulin terlalu banyak. Lupa makan atau makan terlalu sedikit. Penderita diabetes sebaiknya mengkonsumsi obat insulin dengan kerja lambat dua kali sehari dan obat yang kerja cepat sesaat sebelum makan. Kadar insulin dalam darah harus seimbang dengan makanan yang dikonsumsi. Jika makanan yang anda konsumsi kurang maka keseimbangan ini terganggu dan terjadilah hipoglikemia.

Olah raga atau aktifitas berat lainnya Saat anda berolah raga, anda akan menggunakan glukosa darah yang banyak sehingga kadar glukosa darah akan menurun. Minum alkohol tanpa disertai makan. Alkohol menganggu pengeluaran glukosa dari hati sehingga kadar glukosa darah akan menurun.

Gangguan hormonal. Orang dengan diabetes terkadang mengalami gangguan hormon glukagon. Hormon ini berguna untuk meningkatkan kadar gula darah. Tanpa hormon ini maka pengendalian kadar gula darah menjadi terganggu Gangguan hormonal. Orang dengan diabetes terkadang mengalami gangguan hormon glukagon. Hormon ini berguna untuk meningkatkan kadar gula darah. Tanpa hormon ini maka pengendalian kadar gula darah menjadi terganggu

PATOFISIOLOGI

Hipoglikemi sering terjadi pada BBLR, karena cadangan glukosa rendah.Pada ibu DM terjadi transfer glukosa yang berlebihan pada janin sehingga respon insulin juga meningkat pada janin. Saat lahir di mana jalur plasenta terputus maka transfer glukosa berhenti sedangkan respon insulin masih tinggi (transient hiperinsulinism) sehingga terjadi hipoglikemi.

1.

Transisi dini neonatus ukuran bayi yang besar ataupun normal yang mengalami kerusakan sistem produksi pankreas sehingga terjadi hiperinsulin. 2. Hipoglikemi klasik sementara tarjadi jika bayi mengalami malnutrisi sehingga mengalami kekurangan cadangan lemak dan glikogen. 3. Sekunder : sebagai suatu respon stress dari neonatus sehingga terjadi peningkatan metabolisme yang memerlukan banyak cadangan glikogen. 4. Berulang ( Recurrent) : disebabkan oleh adanya kerusakan enzimatis, atau metabolisme insulin terganggu.

Pembacaan glukometer memberikan metode screening cepat untuk menentukan kadar glukosa darah Pengujian laboratorium memastikan diagnosis dengan menunjukkan penurunan nilai glukosa darah. Nilai berikut ini mengindikasikan hipoglikemia :
Neonates jangka penuh : kurang dari 50mg/dl sebelum atau setelah diberi makan

Neonates preterm : kurang dari 50mg/dl sebelum atau setelah diberi makan Anak anak dan dewasa : kurang dari 40mg/dl sebelum makan, dan kurang dari 50 mg/dl setelah makan

Uji toleransi glukosa selama 5 jam bisa dilakukan untuk memancing hipoglikemia reaktif. Setelah berpuasa selama 12 jam, pengujian laboratorium untuk mendeteksi insulin plasma dan kadar glukosa plasma bisa mengidentifikasi hipoglikemia puasa

2 Diagnosa I Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d Kurangnya asupan glukosa Kriteria hasil a. Mempertahankan massa tubuh dan berat badan dalam batas normal b. Nilai glukosa dalam tubuh dalam batas normal c. Individu melaporkan keadekuatan tingkat energy

Intervensi
a. Berikan asupan diet makanan dan cairan yang seimbang melalui oral b. Berikan terapi cairan sesuai dengan indikasi, normal salin atau setengah normal sali dengan atau tanpa dekstrosa c. Pantau kandungan nutrisi dan kalori pada catatan asupan d. Berikan informasi yang tepat kepada keluarga tentang kebutuhan nutrisi dan bagaimana memenuhinya f. Pantau tekanan darah g. Evaluasi : pupil, keadaan pupil, catat ukuran pupil, ketajaman pnglihatan dan penglihatan kabur h. Pantau suhu lingkungan i. Pantau intake, output, turgor j. tinggikan kepala 15-45 derajat k. Berikan oksigen sesuai indikasi l. Berikan obat sesuai

5 RASIONAL a. meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai kebutuhan nutrisi pasien sesuai dengan peyakitnya b. mengembalikan asupan glukosa dalam tubuh c. mengembalikan cairan dengan adekuatmemastikan dan memantau perkembangan nutrisi pasien