CEDERA KEPALA BERAT

Mike Yulia fandri Pembimbing : Dr.R.A.Neilan Amroisa Sp.S.M.Kes

A. Cedera kepala dapat mengenai daerah kulit kepala. . emosi. DEFINISI Cedera kepala adalah bentuk trauma yang dapat mengubah kemampuan otak dalam menghasilkan keseimbangan aktivitas fisik. tulang tengkorak atau otak yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung pada kepala. intelektual. sosial atau sebagai gangguan traumatik yang dapat menimbulkan perubahan pada fungsi otak.

ETIOLOGI Penyebab yang sering adalah kecelakaan lalu lintas dan terjatuh. Mekanisme 1. Akselerasi. Deselerasi. . 2. ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam.B. Contoh : kepala membentur aspal. Contoh : akibat pukulan atau lemparan. Cedera kepala melibatkan kelompok usia produktif yaitu antara 1540 tahun dengan usia ratarata 30 tahun dan lebih didominasi oleh kaum laki-laki Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada : Lokasi Kekuatan Fraktur infeksi/ kompresi Rotasi Delarasi dan deselarasi cedera kepala 1. 5. 3. 4. 2.

KLASIFIKASI CEDERA KEPALA A.jatuh. Cedera kepala tembus (penetrasi). Berdasarkan mekanisme : 1. Cedera kepala tumpul. Berdasarkan beratnya . B. atau pukulan benda tumpul. ◦ Cedera kepala ringan ( CKR ) ◦ Cedera kepala sedang ◦ Cedera kepala berat 2. disebabkan luka tembak atau pukulan benda tumpul. dapat disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor.C.

Komosio ringan ◦ 2. Depressed atau nondepressed ◦ 3. Dengan atau tanpa paresis N VII 2. Dengan atau tanpa kebocoran CNS ◦ 2. Terbuka atau tertutup  b. Komosio klasik ◦ 3. Epidural ◦ 2.C. Dasar tengkorak ◦ 1. Linear atau stelata ◦ 2. Lesi intrakranial a. Cedera aksonal difusa   .  Berdasarkan morfologi Fraktura tengkorak a. Fokal ◦ 1. Kalvaria ◦ 1. Difusa ◦ 1. Subdural ◦ 3. Intraserebral b. 1.

  iskemik dan perdarahan.”diffuse 4. axonal injury”. 2.CEDERA KEPALA BERAT Cedera kepala berat merupakan proses dari cedera kepala primer yang berkembang menjadi cedera kepala sekunder bila tidak mendapat penanganan yang memadai.  kenaikan tekanan intra kranial. kontusi otak. . 3. Empat mekanisme utama pada cedera kepala yaitu:  1.

kehilangan kesadaran. inkontenensia kandung kemih / khusus mengalami gangguan fungsi. sukar bicara. kehilangan pendengaran. perubahan tekanan darah atau normal. amnesia. trauma baru karena kecelakaan konfusi. perubahan tingkah laku atau kepribadian. tinnitus. muntah. mual. lelah. dan mengalami perubahan selera makan / minum. lesu. gangguan pengecapan. hilang keseimbangan.   . sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda. Gejala Merasa lemah. perubahan penglihatan. dan kelemahan pada salah satu sisi tubuh. vertigo. syncope.TANDA dan GEJALA A.

TANDA B. Tanda CEdera - kepala berat mempunyai tanda yang variabel yaitu: Perubahan kesadaran Depresi Latergi Muntah (mungkin proyektif) Ataksia atau cara berjalan tidak tetap Cemas Kehilangan tonus otot bingung .

akson) yang meluas. hiperkapnea. atau hipotensi siskemik. hipertensi intrakranial.docx . hipoksia.  patofisiologi : C:\Users\user\Documents\pato. Trauma Trauma Sekunder ◦ Terjadi akibat dari trauma saraf (melalui.ETIOLOGI Menurut CEDERA KEPALA BERAT Hudak dan Gallo (1996: 108) mendeskripsikan bahwa penyebab cidera kepala adalah karena adanya trauma rudapaksa yang dibedakan menjadi 2 faktor yaitu: Primer ◦ Terjadi karena benturan langsung atau tidak langsung (akselarasi dan deselerasi).

Komplikasi   Kebocoran pada CKB : cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal. epileptikus Insipidus pada CKB : Kejang Status Diabetes Penatalaksanaan ◦ ABCDE ◦ Primaty Survey dan resusitasi ◦ Secondary Survey ◦ Terapi medikamentosa .

Terima kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful