Anda di halaman 1dari 32

Nikita Rizky Arimami FK TRISAKTI Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah RSUD Budhi Asih

Insidens karsinoma kolon di Indonesia cukup tinggi, demikian pula angka kematiannya. Insidens pada pria sebanding dengan wanita, dan lebih banyak pada orang muda. Sekitar 75% ditemukan di rektosigmoid. Di negara Barat, perbandingan insidens lelaki dan wanita 3:1. Kurang dari 50% karsinoma kolon dan rektum ditemukan di rektosigmoid, dan merupakan penyakit usia lanjut. Pemeriksaan colok dubur merupakan penentu karsinoma rektum.(5) Setidaknya 50% dari populasi Barat menderita tumor kolorektal pada usia 70 tahun. 10 % dari orang-orang ini, tumor berkembang menjadi keganasan. Pada orang dewasa, kanker kolorektal adalah kanker terkemuka kedua yang menyebabkan kematian di seluruh dunia.(3)

Lingkungan dan diet Keturunan IBD

Usia

Faktor Resiko

Faktor Resiko lain

Mengabsorbsi air dan elektrolit

Definisi Tumor adalah massa yang tidak normal akibat proliferasi sel-sel yang beradaptasi tanpa memiliki keuntungan dan tujuan

Jinak Tumor Ganas

Polip nonneoplastik

Polip Neoplastik
Karsinoma Kolon

Limfoma

Dukes

Dalamnya Infiltrasi

Prognosis Hidup
Setelah 5 Tahun

A B C

Terbatas di dinding usus Menembus lapisan muskularis mukosa Metastasis ke kelenjar limfe C1 Beberapa kelenjar

97% 80%

65%

limfe dekat tumor


primer C2 D Metastasis jauh Kelenjar limfe jauh 35% <5%

Stadium

Kedalaman

Status Kelenjar Getah Bening

Metastasis Jauh

I II III
Keterangan TNM:

T1, T2 T3,sT4 Setiap T Setiap T

N0 N0

M0 M0 M0 M1

Setiap N (kecuali
N0) Setiap N

IV

Tumor Primer (T) Tis : Karsinoma In situ : intra epitel atau invasi dari lamina propia (intra mucosal) T1 : Tumor yang menyerang sub mukosa T2 : Tumor yang menyerang lapisan otot T3 : Tumor yang menyerang mulai lapisan otot sampai sub serosa atau sampai sekitar kolon non peritoneum T4 : Tumor secara langsung menyerang organ-organ lain/jaringan-jaringan lain dan perforasi sampai peritoneum visceral N (node), kelenjar getah bening regional N0 : Tidak ada metastasis kelenjar limfonodi regional N1 : Metastasis 1-3 kelenjar limfonodi regional N2 : Metastasis 4 atau lebih kelenjar limfonodi regional Metastasis Jauh (M) M0 : Tidak ada metastasis jauh M1 : Metastasis jauh

Faktor yang menentukan gejala


Kolon kanan Tipe tumor Polipoid Kolon kiri Skirus, Rektum Ulseratif

Diameter
Isi viskus Fungsi utama

Lebar
Setengah cair Absorpsi

ulceratif
Sempit Setengah

Lebar
Padat Defekasi

padat
Penyimpanan

Kolon kanan
Obstruksi Feses Defekasi Darah pada feses Nyeri Anemia Jarang Normal atau diare Diare berkala Occult blood Ulu hati dan di atas umbilicus Hampir selalu atau

Kolon kiri
Hampir selalu Normal

Rektum
Tidak jarang Perubahan bentuk Tenesmus Makroskopik atau Perut Panggul dasar daerah anus bawah, dalam, panggul,

diare Konstipasi progresif Occult

makroskopik
Perut bawah Lambat

Lambat

Gejala Lokal

Gejala Sistemik

Gejala Metastasis

Perubahan pola defekasi


Tenesmus Diameter feses yang mengecil (seperti kotoran kambing) Feses bercampur darah / lendir Muntah, nyeri, kembung Teraba massa

Kehilangan BB cepat
Pusing, mual, kelelahan

Hepar
Vesica Urinaria Paru

Anamnesis
Perubahan pola dan frekuensi defekasi, konsistensi tinja

Nyeri perut
BAB berdarah Mual, muntah, cepat lelah Penurunan BB yang cepat

Pemeriksaan Fisik
Teraba massa pada abdomen Tanda-tanda anemia Rectal Toucher: teraba masa, terdapat darah/lendir pada sarung tangan

Pemeriksaan Penunjang
Endoskopi Radiologis Laboratorium

Barium Enema / Colon in loop

CT Scan Abdomen MRI USG

Darah Lengkap

FOT

Tumor marker

Ca Colon

Divertikulitis

Tumor Ovarium

Colitis ulserativa

Diagnosis Banding

Hemorroid

Appendicitis Infiltrat

Polip Terapi Kuratif

Terapi Paliatif
Perawatan Adjuvan

FOT tahunan untuk orang dengan usia 50 tahun Sigmoidoscopy

Obstruksi usus diikuti dengan

Primer

penyempitan lumen akibat lesi


Perforasi dari dinding usus oleh tumor, diikuti kontaminasi organ peritoneal Perluasan langsung ke organ-organ yang berdekatan

Setelah Pembedahan

Komplikasi segera: Kardiorespirasi, Kebocoran anastomosis, Infeksi luka, Retensi urine, Impoten Komplikasi lambat meliputi : Kekambuhan, Sistemik, Lokal

Prognosis tergantung dari ada tidaknya metastasis jauh, yaitu k1asifikasi tumor dan tingkat keganasan sel tumor. Tumor yang terbatas pada dinding usus tanpa penyebaran, angka kelangsungan hidup lima tahun adalah 80% menembus dinding tanpa penyebaran 75% dengan penyebaran kelenjar 32% dengan metastasis jauh 1% Bila disertai diferensiasi sel tumor buruk, prognosisnya sangat buruk.

Lindseth GN. Gangguan Usus Besar. Dalam : Price SA, Wilson LM. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. 6thed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2006. John Hopkins Medicine Colorectal Cancer. Basic Anatomy. Available at : http://www.hopkinscoloncancercenter.org/CMS/CMS_Page.aspx? CurrentUDV=59&CMS_Page_ID=B6ACAEF5-52D3-4CC1-88CCCEB21F5ABBCD. Accessed October 3rd 2012. Bi X, Lin Q, Foo TW, et al. Proteomic analysis of colorectal cancer reveals alterations in metabolic pathways: mechanism of tumorigenesis. Mol Cell Proteomics. Jun 2006;5(6):1119-30. Bullard KM, Rothenberger DA. Colon, Rectum, and Anus. In: Brunicardi FC, Andersen DK, Billiar TR, Hunter JG, Pollock RE, editors. Schwartzs Manual of Surgery. New York: McGraw Hill. 2006.

Sjamsuhidajat R, Karnadiharja W, Prasetyono TOH, Rudiman R, editors. Buku Ajar Ilmu Bedah. 3rded. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2010. Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Matton KL. Sabistons Textbook of Surgery. 17th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders. 2004. p1443-65. Norton JA, Bollinger R, Chang AE, Lowry S, Mulvihill SJ, Pass HI et al, editors. Surgery Basic Science and Clinical Evidence. New York: Springer. 2000. p701-731. Mayer, Robert J : Harrisons Principles Of Internal Medicine ed.15th. New York : Mc. Graw-Hill, 2001. 90:581-586. Fleshman, James W : Schwartzs Principles of Surgery ed. 7th. New York : Mc. Graw-Hill, 1999. 26:1373-1374.