Anda di halaman 1dari 24

Gaya-gaya Sentral

Persamaan Gerak dalam komponen-komponen


radial dan transversal
Tinjau partikel pada posisi r dan u, dalam koordinat polar
x
y
O
r
F
u
E
r
F E
u
( )
2
r r
F ma m r ru E = =
( )
2 F ma m r r
u u
u u E = = +
Persamaan gerak partikel:
dengan
,
dr
r
dt
-
=
2
2
d r
r
dt
--
=
,
d
dt
u
u
-
=
2
2
d
dt
u
u
--
=
Jika gaya yang ditinjau hanya gaya yang berarah menuju
atau keluar pusat titik asal O, maka disebut gaya sentral
Gaya-gaya sentral secara umum dituliskan

Dengan f(r) menyatakan besar/magnitudo gaya sebagai
fungsi posisi r.
Contoh: Gaya Coulomb


Gaya gravitasi
( ) ( )

f = F r r r
x
O
y
m
( )
F r
2

( )
GMm
r
= F r r
2

( )
kQq
r
= F r r
Sifat-sifat umum gaya sentral
1. Gaya sentral terkungkung pada bidang
Jika adalah momentum linear dari partikel bermassa m,
maka torka yang dirasakan partikel adalah:
p
t
konstan = = L r p
Konsekuensi
Jika momentum sudut L dari massa konstan, maka besar dan
arah L tetap dalam ruang. Jadi, vektor-vektor r dan p pasti akan
berada pada bidang yang tegak lurus dengan L.
Gerak partikel dalam gaya sentral akan terkungkung pada
suatu bidang yang tegak lurus terhadap L.
Note: Massa benda
biasanya
dikaitkan dengan
massa tereduksi
untuk sistem
banyak partikel
2. Momentum sudut dan energy konstan

Momentum sudut partikel bermassa pada jarak r dari pusat
gaya:

( )
konstan E K V = + = r
( )
2 2
2
1
2
E r r V u
- -
| |
= + +
|
\ .
r
2
/ L r u
-
=
( )
2 2
2
1
konstan
2
L
E r V
r

-
| |
= + + =
|
\ .
r
Selama tidak ada disipasi sistem
dan gaya-gaya sentral adalah
konservatif, maka energi total
konstan
Tinjau partikel bermassa pada jarak r() pada waktu t dari
pusat gaya O:
3. Luas area sama
Substiusi
menghasilkan
Luasan:
Gaya-gaya konservatif
Gaya-gaya dikatakan konservatif jika usaha yang dilakukan pada
obyek tidak bergatung pada lintasan, tetapi hanya bergantung
pada posisi awal dan posisi akhir.
Contoh: gaya gravitasi, gaya pegas
Gaya-gaya non-konservatif: Gaya gesek statis dan kinetis,
gaya dorong roket, gesekan udara
x
0
0
d
d
-d
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)
0
0
( )
g f i f i
U U U mg y y A = =
2 2
1
( )
2
f i
W k x x =
Syarat yang harus dipenuhi agar gaya menjadi konservatif

1. F hanya bergantung pada posisi partikel (tidak ditentukan
oleh kecepatan v, waktu t, atau variabel lain) ; yaitu F = F(r).
2. Untuk dua titik 1 dan 2, usaha W(1 2) yang dikerjakan
oleh F sama untuk semua lintasan antara 1 dan 2.
Note: Usaha yang dilakukan gaya-gaya konservatif pada lintasan
tertutup adalah nol.
0 W W
ba.2 ab.1
= +
0 s d F s d F
a
b
b
a
= +

} }
a
b
1
2
0
}
= s d F

Lintasan 1 Lintasan 2
a
b
2
1

= =
} } }
s d F s d F s d F
b
a
a
b
b
a
Lintasan 1
Lintasan 2 Lintasan 2

=
} }
s d F s d F
b
a
b
a
Energi Potensial
Definisi

Ketika usaha dikerjakan pada sistem dengan gaya konservatif,
energi potential berubah dari keadaan awal U
i
ke keadaan akhir
U
f
.
Didefinisikan perubahan energi potensial dikaitkan dengan
gaya-gaya konservatif sebagai:


Contoh:
Gaya gravitasi bumi
}
= = = s d F W U U U
i f

y
2
y
1
mg
) ( ) ( ) ( ) (
1 2
2
1
1 2
y y mg dy mg y U y U U
y
y
= = = A
}
Besaran yang penting secara fisis adalah AU,
bukan U(y
1
) atau U(y
2
)
0 ) 0 (
1
= = y U
mgy y U = ) (
Jika di-set
maka
(Titik referensi nol untuk U adalah O)
Energi potential dari gaya pegas

Jika energi potensial nol didefinisikan saat pegas dalam keadaan
relak (U
0
= 0 saat posisi relak bebas), maka
tenaga potensialnya:
o
x
panjang saat relak
} }
= =
x
kx)dx ( Fdx U(x)
0
0
2
2
1
) ( kx x U =
Titik referensi potensial adalah pada saat di x=0.
Beberapa catatan penting:

i.Besaran yang penting adalah AU = U
x1
U
x0



ii.Lokasi titik referensi untuk energi potensialbebas dipilih
sesuai kepentingan
iii.Energi potensial adalah milik dari sistem (seperti sistem
bola dan bumi), bukan milik obyek individu
iv.Kebalikan dari pernyataan energi potensial


dapat digunakan untuk menghitung gaya, dari
energi potensialnya


Energi potensial merupakan fungsi posisi, yang memiliki
negatif turunannya berupa gaya
}
= =
x
x
Fdx U U U
0
0
dx
x dU
x F
x
) (
) ( =
Hukum kekekalan energi mekanik
Jika tidak ada gaya-gaya non-konservatif, jumlahan total dari
perubahan energi kinetik dan energi potensial adalah nol
perubahan energi kinetic and potential energy sama tapi
berbeda tanda.
Dari sini bisa didefinisikan energi mekanik total:
E = K + U
dan kekekalan energi mekanik diperoleh dari kaitan:

atau
Sehingga atau
( )
f i
U U U W F x dx = = =
}
K U A = 0 = A + A K U
0 ) ( ) ( = +
i f i f
K K U U
f f i i
U K U K + = +
Ilustrasi kekekalan energi mekanik
Jika melibatkan gaya-gaya non-
konservatif:

AE = AK + AU = W
non-konsf
Ekuivalen dengan

K
f
+ U
f
= K
i
+ U
i
+ W
non-konsf

Gaya-gaya non-konservatif
menambah atau mengurangi
energi
Momentum
IMPULS
PERUBAHAN
MOMENTUM
TUMBUKAN
LENTING SEMPURNA
TIDAK LENTING
SAMASEKALI
LENTING SEBAGIAN
Berlaku hukum kelestarian
Momentum dan energi kinetik
Berlaku Hukum:
1. Kekekalan Momentum
(ada energi yang dibebaskan setelah
tumbukan)
Berlaku hukum kelestarian momentum.
Setelah tumbukan kedua benda menyatu
SATU DIMENSI
DUA DIMENSI
v p m
x x
mv p =
y y
mv p =
z z
mv p =
Hukum Newton II :
dt
dp
F =
Laju perubahan momentum
Bagaimanakah momentum benda yang terisolasi, yaitu
tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut ?
dt d F p =
Impuls
Momentum Linear :
}
= = A
f
i
t
t
i f
dt F p p p
Impuls :
p F I A =
}
f
i
t
t
dt
Impuls suatu gaya F sama dengan
perubahan momentum benda.
Teorema Impuls-Momentum
F
t
t
i
t
f

}
A

f
i
t
t
dt
t
F F
1
Gaya rata-rata :
Untuk F konstan :
t A = A = F p I
t A = A = F p I
KEKEKALAN MOMENTUM LINIER
UNTUK SISTEM DUA PARTIKEL
m
1

p
1
= m
1
v
1

m
2

p
2
= m
2
v
2

p
1

p
2

F
21
F
12
dt
d
1
12
p
F =
dt
d
2
21
p
F =
0
21 12
= +F F
21 12
F F =
Hukum Newton III
0
2 1
= +
dt
d
dt
d p p
0 ) (
2 1
= +p p
dt
d
konstan
2 1
= + = p p P
fx ix
P P =
fy iy
P P =
fz iz
P P =
2 1
p p P + =
Momentum partikel di dalam
suatu sistem tertutup selalu tetap
Hukum kekekalan momentum
f f i i
m m m m
2 2 1 1 2 2 1 1
v v v v + = +
f f i i 2 1 2 1
p p p p + = +
TUMBUKAN
+
++
F
12
F
21
p
He
4

F
12 F
21
m
1

m
2

Interaksi antar partikel yang berlangsung
dalam selang waktu yang sangat singkat
Gaya impulsif
Diasumsikan jauh lebih besar
dari gaya luar yang ada Kontak langsung
Proses hamburan
F
t
F
12
F
21
}
= A
2
1
21 2
t
t
dt F p
dt
dp
F =
}
= A
2
1
12 1
t
t
dt F p
21 12
F F =
Hukum Newton III
2 1
p p A = A
0
2 1
= A + A p p
0 ) (
2 1
= + A p p konstan
2 1
= + = p p P
Pada setiap tumbukan jumlah momentum sistem
sesaat sebelum tumbukan adalah sama dengan
jumlah momentumnya sesaat setelah tumbukan
Hukum kekekalan momentum berlaku pada setiap tumbukan
Klasifikasi Tumbukan
Tumbukan Lenting Sempurna
Berlaku hukum kekekalan momentum
dan kekekalan energi
Tumbukan Lenting Sebagian
Energi mekanik berkurang
(tak berlaku hukum kekekalan energi mekanik)
Tumbukan Tak Lenting sama sekali
Setelah tumbukan kedua partikel menyatu
v
1i
v
2i
m
1

m
2

Sebelum tumbukan
v
f
m
1
+ m
2
Setelah tumbukan
Hukum kekekalan momentum :
Untuk tumbukan tak lenting sama sekali dalam satu dimensi
f i i
v m m v m v m ) (
2 1 2 2 1 1
+ = +
2 1
2 2 1 1
m m
v m v m
v
i i
f
+
+
=
Untuk tumbukan lenting sempurna dalam satu dimensi
v
1i
v
2i
m
1

m
2

Sebelum tumbukan
v
1f
m
1
Setelah tumbukan
m
2

v
2f

Hukum kekekalan momentum :
f f i i
v m v m v m v m
2 2 1 1 2 2 1 1
+ = +
2
2 2
2
1
2
1 1
2
1
2
2 2
2
1
2
1 1
2
1
f f i i
v m v m v m v m + = +
) ( ) (
2
2
2
2 2
2
1
2
1 1 i f f i
v v m v v m =
) )( ( ) )( (
2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 i f i f f i f i
v v v v m v v v v m + = +
) ( ) (
2 2 2 1 1 1 i f f i
v v m v v m =
i f f i
v v v v
2 2 1 1
+ = +
) (
2 1 2 1 f f i i
v v v v =
|
|
.
|

\
|
+

+
|
|
.
|

\
|
+
=
2 1
1 2
1
2 1
1
2
2
m m
m m
v
m m
m
v
i f
|
|
.
|

\
|
+
+
|
|
.
|

\
|
+

=
2 1
2
1
2 1
2 1
1
2
m m
m
v
m m
m m
v
i f
TUMBUKAN DALAM DUA DIMENSI
v
1i
m
1

m
2

Sebelum tumbukan
Setelah tumbukan
v
1f
v
2f
m
1

m
2

u
|
v
1f
sin u
v
1f
cos u
v
2f
cos |
-v
2f
sin |
Komponen ke arah x : | u cos cos
2 2 1 1 1 1 f f i
v m v m v m + =
| u sin sin 0
2 2 1 1 f f
v m v m =
Jika tumbukan lenting sempurna :
2
2 2
2
1
2
1 1
2
1
2
1 1
2
1
f f i
v m v m v m + =
Sebuah partikel (bermassa 20 kg) bergerak sepanjang sumbu-x
dibawah pengaruh gaya F = 100t N dengan t dinyatakan dalam
detik. Kecepatan partkel saat t = 2 adalah v(t=2) = 3 m/detik.
Tentukan:
a) Impuls yang diterima partikel dalam selang waktu 2<t<10
b) Perubahan momentum partikel untuk selang waktu dlm
soal a)
c) Usaha yang dilakukan oleh gaya pada partikel untuk selang
waktu pada soal a)
d) Perubahan tenaga kinetik
Sebuah granat bergerak mendatar dengan kelajuan 8 km/detik
dan akhirnya meledak menjadi tiga bagian yang sama. Bagian
pertama bergerak mendatar dengan kelajuan 16 km/detik,
bagian kedua bergerak ke arah 45 di atas mendatar, dan
bagian ketiga bergerak ke arah 45 di bawah mendatar.

Hitunglah kelajuan bagian yang kedua dan bagian yang ketiga!

Anda mungkin juga menyukai