Anda di halaman 1dari 16

Pemberian Nutrisi Enteral dan Parenteral

Disampaikan oleh Nisofa 12 Januari 2007

Pendahuluan
Kebutuhan Energi Total ( TEE )
TEE = BEE x Faktor Stress x FaktorAktifitas ( rata rata = 25 30 kalori/kgbb/hari BEE = Basal Energi Expanditure = Kebutuhan energi basal Wanita = 0,9/kgbb/hari Pria = 1 /kgbb/hari Bayi/anak anak lebih besar Kebutuhan kalori pada anak dan bayi per hari 10 kg I = 100 kal/kgbb 10 kg II = 50 kal/kgbb Sisanya 20 kal/kg Neonatus BBLR/prematur = 150 kal/kgbb/hari Bayi aterm = 100 120 kal/kgbb/hari

Kebutuhan Makronutrient ( Karbohidrat, protein dan lemak )


Karbohidrat

50 60 % dari total kebutuhan kalori Lemak 50 40 % dari total kebutuhan kalori Protein 0,7 1,5 gram/kgbb/hari Protein tidak dipakai sebagai energi, tetapi sebagai bahan anabolisme. Perbandingan protein dan eneri non protein penting untuk mencegah terjadinya protein sparring effect

PROTEIN SPARRING EFFECT Pemecahan protein dipakai ebagai energi( gluconeogenesis ), hal ini disebabkan karena kekurangan karbohidrat dan lemak sebagai energi
Perbandingan Protein dan Kalori non protein ( N : NPC ) N = adalah nitrogen, nitrogen merupakan unsur pembentuk massa otot. Didalam 6,25 gram protein terkandung 1 gram nitrogen

Pada pasien Stabil N: NPC = 1 :150, artinya tiapm6,25 gram protein harus dilindungi oleh 24 kalori non protein Pada pasien yang sedang mengalami stress metabolik N : NPC = 1 : 80, artinya tiap 6,25 gram protein harus dilindungi oleh 16 kalori non protein

Stress Metabolik

Merupakan kondisi dimanaterjadi ketidakseimbangan metabolisme akibat stress fisik yang disebabkan oleh trauma, luka bakar, pembedahan dan anestesi. Dimana stress fisik ini mengakibatkan peningkatan hormon stress, kehilangan protein karena perdarahan, keluarnya eksudat, skuesterisasi, perlunya banyak energi untuk penyembuhan luka hiperpireksia dan daya tahan tubuh yang turun. Penilaiann stress metabolik ini bisa dilakukan dengan memantau intake protein dan output protein Penilaian stress Metabolik Rumus : CI = Urinary Urea Nitrogen ( gram ) Dietery nitrogen ( Gram ) + 3 : tidak ada stress metabolik stress metabolik sedang stress metabolik berat

Keterangan CI < 0 CI 0 5 CI > 5

Pembagian Fase stress metabolik


Tanda tanda stress metabolik 1. Ada fokus infeksi 2. Suhu meningkat pada 24 jam terakhir 3. Kadart leukosit meningkat > 16. 000 atau turun < 5000 4. Kultur positif 5. Nadi meningkat

Fase Ebb
Fase ebb (1-2 Hari ) Merupakan fase stress, pada fase inipenderita mengalami peningkatan kadar hormon stress, sel sel resisten terhadap insulin dan kadar meningkat Ciri ciri : Hipovolemia Pengunaan energi tidak begitu banyak Ektrimitas dingin dan pucat Penurunan cardiac output Hipotermia Ada proses glikolisis Kadar gula darah meningkat Katekolamin meningkat Glukagon meningkat insulin turun konsumsi oksigen tidak begitu banyak

Tindakan yang bisa dilakukan 1. Pertahankan suhu tubuh pasien 2. Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit 3. Nutrisi bisa diberikan dektrose saja 4. Pertahankan kadar albumin 5. Berikan analgesik dan sedasi untuk mengurangi sress dan nyeri 6. Pada fase ini belum diperlukan pemberian nutrisi yang terlalu banyak

Fase Flow
Merupakan fase pemulian atau fase anabolisme Ciri ciri : Menurunnya kadar kortisol, katekolamin, dan glukagon Perlu pemberian energi yang cukup Ektrimitas hangat Peningkatan cardiac output Temperatur meningkat Kadar gula darah normal/ meningkat Konsumsi oksigen meningkat Tindakan yang bisa dilakukan : 1. Pertahankan tekanan oncotik 2. Bila kadar gula darah < 200 mg/dl merupakan syarat aman untuk pemberian nutrisi

Cadangan energi didalam tubuh manusia dewasa dengan berat badan normal
Karbohidrat Tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam hati, otot dan gula darah Jumlahnya 200 gram dan akan habis dalam 12 jam Protein Tersimpan dalam plasma, hati dan otot, yang akan habis dalam 10 12 hari Jumlahnya 6000 gram Lemak Tersimpan dalam jaringan lemak, jumlahnya 15000 gram, yang akan habis dalam 20 25 hari

Dukungan Nutrisi Enteral


Pengertian 1. Merupakan suatu metode pemberian nutrisi atau makanan dalam bentuk cair melalui saluran penceenaan dengan tujuan meningkatkan efektifitas penyerapan zat gizi 2. Sudah ada konsensus nutrisi enteral yang disusun hasil kerjasama sejaat dari berbagai disiplin ilmu kedokteran yang dilaksanakan tanggal 1-3 agustus 2003. Konsensus ini deselengarakan oleh working group on metabolisme and critical nutrision 3. Sehingga sudah terbentuk satu persepsi konsep dari prinsip nutrisi enteral, sehingga diharapkan menjadi stansar praktek nutrisi enteral di Indonesia

Indikasi pemberian Nurisi enteral


Prinsip Diberikan pada pasien yang tidak memungkinkan makan melalui oral Contoh : Gangguan kesadaran Disfagia berat Trpasang endotrakeal tube Terdapat kelainan di orofaring, oshopagus dan gaster Anoreksia nefrosa Depresi berat

Tujuan pemberian nutrisi enteral


Memudahkan memenuhi kebutuhan optimal nutrisi Mencegah atropi usus Mempertahankan fungsi barier usus Menghambat absorbsi toksin Mencegah translokasi bakteri usus Mmpertahankan dan memperbaiki imunitas usus Mengurangi infeksi Menurunkan permiabilitas mukosa usus Meningkatkan aliran darah splanikus Lebih fisiologis dan ekonomis

Faktor yang perlu diperhatikan


Keadaan dan jenis penyakit pasien Jenis makanan Penempatan ujung kateternya. Untuk nutrisi enteraljangka panjang biasanya digunakan rute gastrotomi dengan pembedahan atau perkutan endoscopi Bahan pipa sonde dan ukurannya Prinsip : Bahan poliuretran, mudah diinsersikan, nyaman dan kuat Diameter lebih kecil lebih nyaman, sebaiknya ukuran 12 14 fr Diameter lebih kecil akan mengurangi resiko aspirasi Bersifat radiopague Tidak elergenik Lama pemberian , menentukan letak dan cara pemasangan NGT Metode pemberian Bahaya dan potensial komplikasi Informed consent

Pemilihan Formula Nutrisi Enteral


Ada 2 jenis 1. Cair/blenderized dari olahan dapur rumah sakit 2. Formula komersial Keuntungan : Densitas kalori tinggi 91-2 kqalori/1 ml) Mudah lwat pipa yang kecil Kontaminasi sedikit Ditoleransi dengan baik

Formula komersial

1.
2. 3.

Dikelompokan : Polimerikemi elemental semielemental Formula khusus untuk penyakit tertentu

Formuls komersial
Polimerik

mengandung