Anda di halaman 1dari 54

KESEIMBANGAN ASAM BASA

MALANG, SEPTEMBER 2007

III. REGULASI PH CAIRAN TUBUH


1. MEKANISME KIMIA REGULASI ASAM BASA UTAMA DILAKUKAN DI CAIRAN EKSTRASELULER(CES). TUBUH BERUSAHA MEMPERTAHANKAN KESEIMBANGAN HCO03 - DAN H2CO3 UNTUK MEMPERTAHANKAN PH 7,35 - 7,45 KADAR HCO3 DIDALAM CES : 24 MEG / L H2CO3 : 1,2 MEG / L RUMUS PERSAMAAN HASSELBACH PH = PK + LOG (HCO3-) a. SISTEM DAPAR BICARBONAT - ASAM CARBONAT

LOG (H2CO3-)
KETERANGAN PK : 6,1

PERSAMAAN HASELBACH
PH = 6,1 + log (24)

log (1,2)
= 6,2 + (1,3) (1) = 6,1 + 1,3 PH = 7,4 Asam Karbonat (H2CO3) didapat dari reaksi hidrolisa CO2 = H2O H2CO3 H + HCO3

2. Mekanisme Pernafasan Mekanisme ini berperan pernting dalam keseimbangan asam basa dengan cara mengendalikan tekanan persial dari karbondioksida (CO2) didalam darah arteri. CO2 selama proses seluler, sebagian besar diambil oleh sel darah merah paru-paru. Ingat bahwa kelebihan CO2 mengakibatkan penumpukan hidrogen lebih banyak

CO2 + H2O

H2CO3

H+

+ HCO3-

Makin banyak ion hidrogen yang terdapat dalam cairan tubuh, akan makin rendah PH Sistim pernafasan dapat menjadi penyebab ketidak seimbangan PH juga dapat pula memperbaiki ketidak seimbangan PH yang disebabkan oleh hal lain

KOMPENSASI PERNAFASAN

Jika, ketidak seimbangan PH disebabkan suatu hal yang selain gangguan pernafasan, maka gangguan AB disebabkan oleh masalah metabolik. Perubahan PH nya akan merangsang perubahan pernafasan yang dapat membantu memulihkan PH cairan tubuh (CES) kembali normal
Asidosis contoh : PH ion hidrogen mekanisme pernafasan :

RR

kedalam

Mengeluarkan CO2

H PH

Alkalosis : PH Kompensasinya : RR

Fungsi menahan CO2


PCO2 H+ PH / normal

Terapi kemampuan Kompensasai ini tidak sempurna, karena keterbatasan CO2 yang dihembuskan / ditahan

Efektif 75% saja

Mekanisme kimia lain : 2. Sistim dapas Phospat - terdapat di sel darah merah bentuk : Na2 HPO5, NaH2PO2

- sel tubuh ginjal : memungkinkan ginjal mengeluarkan ion hidrogen


Reaksinya terhadap asam HCL + Na2 HPO4 reaksinya tidak basa NaOH + NaH2PO5 Na2HPO5 + H2O NaCL + NaH2PO5

3. Sistem dapas Protein terdapat di sel-sel, jaringan, plasma 4. Sistem dapas Hemoglobin

HB : Asam lemak + HCO3 PO5 CO2 yang dibentuk selam aproses metabolisme jaringan akan berdefusi ke daam jaringan, plasma dan SDM didalam SDM :

CO2 + H2O KA H2CO2


HT + H6 HHb

segera terurai H+ +HCO3-

HCO3- + K + KHCO3- (di SDM), lebihnya HCO3 KHCO3 K+ +HCO3 masuk kedalam plasma, (bentuk bebas)

RANGKUMAN
1. RUMUS PERSAMAAN : HASELBACH : PH = PK + Log (HCO3-) Log (H2CO3)

2. MENENTUKAN KETIDAKSEIMBANGAN
PH PH PH PH PCO2 PCO2 PCO2 PCO2 HCO3 HCO3 HCO3 HCO3 TERJADI KOMPENSASI GANGGUAN METABOLIK GANGGUAN RESPIRASI

PCO2

HCO3

KETIDAKSEIMBANGAN

KESEIMBANGAN ASAM BASA


1. KESEIMBANGAN ASAM BASA NORMAL Semua sel hidup pada tubuh manusia dikelilingi oleh lingakaran cair yang disebut Cairan Ekstraseluler (CES) komposisi CES memeberikan lingkungan optimal untuk mempertahankan fungsi sel normal.

Konsentrasi ion yang paling tepat keteraturannya dalam CES adalah ION HIDROGEn (H-)
ION HIDROGEN dproduksi dari : Hasil metabolisme glukosa, asam lemak, dan asam amino. Penyimpangan dari konsentrasi ion hidrogen dapat menggangu reaksi normal metabolisme seluler dengan mengubah keefektifan enzim, hormon, pengaturan kimiawi fungsi sel lain. Penyimpangan ini juga memperngaruhi distribusi ion-ion normal (seperti natrium dan kalium) diantara CIS dan CES dengan demikian mengganggu berbagai sel dan jaringan yang fungsinya tergantung pada ion, seperti konduksi, kontraksi, dan sekresi (CES) sehinga konsentrasi ini dilakukan oleh

Tipe dari jumlah asam dan basayang ada dan pengaturannya yang secar umum disebut Keseimbagan Asam Basa. Kelebihan ion hidrogen dalam CES disebut ASIDOSIS Kekurangan ion dalam CES disebut ALKALOSIS

KONSEP DASAR A. Electrolit : Substansi yang berdisosiasi dan membentuk ion-ion bila bercampur denagan air, proses ini disebut ionisasi Electrolit terbagi 2 1. Kation : Electrolit bermuatan positif, misal Na +,K+ 2. Anion : Electrolit bermuatan negatif, misal C1-, PO3-, Pospat, Sulfat, Cratium, Protein, Asam Lactat, Ketaicil B. Asam : Zat yang memberikan ion hidrogen misal : H2CO3 C. Basa : Zat yang dapat menerima / mengikat ion hidrogen misal : HCO3D. Acidemia : Darah yang menjadi asam secara abnormal Nilai PH < 7,0

D. GAS DARAH ARTERI

Ventilasi alveoli ditentukan oleh PH dan CO2 mekanismenya : Bila PH atau pCO2

Pusat pengendalian nafas terpacu

Hiperventilasi

Untuk mengeluarkan CO2

PCO2

3. Mekanisme di ginjal Peran ginjal dalam mempertahankan PH CES adalah : - Menghemat simpanan HCO3 dan mengexkresikan H+ (ion hidrogen) bila darah terlalu asam, sehingga urine bersifat asam - Meningkatkan sekresi HCO3- dan menghemat H+ bila darah terlalu basa sehingga urine basa - Dalam hasl ini mekanisme di ginjal lebih lambat dari pada di paru, memerlukan waktu beberapa jam sampai hari, sehingga urine bersifat basa

KETIDAK SEIMBANGAN ASAM BASA


I. ASIDOSIS

- Bila terjadi peningkatan konsentrasi H+ diatas normal, atau

- Bila konsentrasi asam karbonat meningkat


Maka perbandingan bocarbonat dan asam karbonat berkurang denga PH menjadi lebih kecil dari normal

- Ada 2 jenis Asidosis


1. Asidosis Respiratorik 2. Asidosis Metabolik

1. ASIDOSIS RESPIRATORIK
A. PENYEBAB Mekanisme di ginjal 1. Reabsorbsi ion HCO3 Tublus urine

Normal : ion HCO3 disaring glomelurus direabsorbsi di tubulus relaris dengan cara bentukan ion H+ yang dihasilkan oleh tublus reralis ion Na+ di tublus urine
2. Asidefikasi dari garam dapur di tubulus ginjal memnugkinkan H+ keluar dari tubuh H+ bohkat dengan phospat H+ masuk tubulus urine H+ +NaH2A4 keluar lewat urine 3. Sekresi Amoniak NH3 + HCL - NH4CL

Kegagalan sistim pernafasan untuk membuang CO2 ddari tubuh secepatnya setelah diproduksi kegagalan ini menyebabkan peningkatan CO2 dan penurunan PH Contoh : - Penyakit paru obstraktif

- Depresi trauma : cidera kepala


- Akibat penyakit neumocular. GBS, Miastenia grafis - Abat-obat sedatif / opiat

B. PATOFISIOLOGI Asidosis respiratorik

Hipoventilasi

Hipercapnea (PaCO2 ) > 1,2 meg/L/ >40 mmhg

CO2 + H+ H2CO3

PH

Kompensasinya

PH CSF

Ginjal (48 - 72 jam)

Kemoteseptor di HCO3pusat nafas terpacu

H + diereksikan

tetensi

Hiperventilasi

PH normal

CO2 diekpirasikan

Kompensasi tidak bisa komplet

PCO2

C. KARAKTERISTIK KELAINANNYA

D. GEJALA KLINIK :
- Letargi berkembang menjadi koma - Kemerahan dan vasosilatasi - Bradicardia dan disrtimia - Hipotensi, sianosis - Mual, muntah E. TERAPI

- Koreksi penyebab dengan memperbaiki ventilasi, difusi, perfusi

1. Aktifitas : - Kelelaha, kehilangan koordinasi Stimulasi : - Hipotensi - Tachicardia - Disritmia - Warna kulit kemerahan, hangat akibat vasodilatasi

- Dila Hipokmia : Diaporosis, pucat


Mencemaan : Mual / muntah Neurotensi : - Rasa perih pada kepal (akibat vasodilatasi) - Pusing - Gangguan penglihatan

- Kekacauan mental, takut, gelisah, somnonan, koma


- Tremor

Pernapasan : - Dipnea - Pernapasan cuping hidung - RR

Px Diagnosa :
PH : < 7,35 Bicarbonat : N PCO3 : mengecil SPO2 : PO2 : K : N/ Ca : CL : A Lactat :

Tindakan Perawatan :

Mandiri :
- Pantau pola nafas - Auskultas nafas - Pantau level kesadaran - Warna dan kelembapan kulit Kolaborasi - Pantau GDA

- Pantau electrolit
- Beri O2 sesuai indikasi - Medikasi : -Naloxosi - IVFO : RL untuk mempertahankan status hidrasi

2. ASIDOSIS METABOLIK
A. PENYEBAB - Penumpukan asam yang tidak menguap, asam lemak, dan hilangnya HCO3-, hal ini bisa terjadi pada : - Shock yang lama - Gagal jantung - Penurunan perfusi dan sirkulasi kejaringan - Fungsi ginjal yang jelek

- Penumpukan asam lactat, obat-obatan, toksin atau infeksi bakteri


- Keteosidosis diabetikum - Koma hiperosmolaritas - Diare, mual / muntah yang mengakibatkan hilangnya elektrolit basa dari saluran cerna

B. PATOFISIOLOGI Kehilangan basa/ produksi asam yang berlebihan misal : HCO3-

PH

Kompensasinya : beberapa jam

PH CSF

Bufer Ginjal

Kemoreseptor di

Hiperventilasi

eksresi H+

Reaksi HCO3-

CO2 diekspresikan

PH normal

PCO2

PH Normal Bila Kompensasi benar

Paru tidak bisa mengeluarkan CO2 yang cukup

Contoh lain : DIARE Bicarbonat Kalium (K) Na

Hilang lewat feses

Akibatnya

CL

Hidrogen

Acidosis Metabolik

B. KARAKTERISTIK KETIDAKSEIMBANGAN

C. GEJALA KLINIK - Letargi sampai koma - Hipotensi - Tachicardia - Disritmia - Perubahan EKG tergantung pada perubahan elektrolitnya

D. TERAPI - Atasi penyebab asidosis - Perbaiki perfusi dan oksigenasi

- Cegah hipokalemia, pantau kadar kalium


- Bila perlu berikan ventilator mekanik, lanjutkan dengan hiperventilasi untuk membantu mengkompensasi asidosis - terapi natrium bicarbonat (Nabic) dengan hati-hati

ALKALOSIS - Mengacu pada penurunan konsentrasi H+ cairan tubuh, atau kelebihan HCO3- , sehingga meningkatkan PH cairan tubuh, penyebab pengurangan ion hidrogen adalah eliminasi CO2 akibat pola nafas yang hiperventilasi

- Atau kelebihan metabolik bikarbonat atau konsentrasi asam karbonat berkutrang, sehingga perbandingan bicarbonat dan asam carbonat akan meningkat dan PH menjadi lebih besar dari nilai normal
ada dua jenis kelainan alkalosis

1. Alkalosis respiratorik
2. Alkalosis metabolik

1. ALKALOSIS RESPIRATORIK (PH , PCO2 )


A. PENYEBAB : Kekurangan karbondioksida dari paru-paru pada kecepatan yang lebih cepat dari produksinya didalam jaringan, hal ini menimbulkan penurunan PCO2, dengan peningkatan PH. Hal ini bisa terjadi pada pasien yang mengalami hiperventilasi Contoh : - Pada posisi ketinggian yang sangat tinggi - Kecemasan - Demam

- Meningitis
- Keracunan aspirin - Pneumonia - Emboli paru

B. PATOFISIOLOGI Hiperventilasi

Hipocapnea (PCO2 ) PH

Kompensasinya Ginjal (48 - 72 jam)

PH CSF

Kemoreseptor di pusat nafas terpacu Menyimpan H+ HCO3

Mengeluarkan

Hiperventilasi

CO2 diekspirasikan

PCO2 PH normal (kompensasi komplet) (kompensasi komplet)

PH normal

D. GEJALA KLINIK

- cemas

- gelisah
- tachipnea - iritabilita neuromussuler - tachikakdia dan disritmia - tremos - vasokonstruksi - pucat

E. PENATALAKSANAAN

- Mengatasi penyebab hiperventilasi


1. Kurangi stimulasi sistim saraf simpatik 2. tingkatkan curah jantung 3. koreksi shock 4. kendalikan nyeri beri analgesik 5. Kurangi kecemasan

berikan sedasi
berikan kepastian 6. Koreksi asidosis metabolik / hipotermia perbaiki perfusi jaringan

2. ALKALOSIS METABOLIK (PH ,HCO3 )


A. PENYEBAB - Hilangnya ion hidrogen melalui ginjal atau gastrointestinal bagian atas misal : gastric section

gastric suction
H+ , HCL

H+

PH - penambahan basa pada cairan tubuh

- kejadian ini terjadi akibta mencerna sejumlah besar basa seperti soda

- pemakaian obat diuretik, ACTH, AHD sehingga mengakibatkan kehilangan K+ K+ banyak hilang kompensasinya ginjal berusaha menyimpan K H+ dibuang PH alkalosis

CES K + keluar dari sel H+ dalam CES PH Alkalosis

B. PATOFISOLOGI

Kelebihan basa / kehilangan asam HCO2-

PH

Kompensasi

Hipoventilasi

Ginjal

PCO2 HCO3-

retensi hidrogen

exkresi

Tidak bisa komplet karena :

Hipoventilasi

PCO2

max SD - 60 mm hj

akibatnya hipoksia

stimulasi lain untuk meningkatkan RR merubah mm hg meg / L

contoh : pCO2 40 mm hg
40 x 00,3 = 1,2 meg / L kandungan CO2 ; 25,2 meg / L HCO3- : 24 meg / L

C. KARAKTERISTIK KETIDAKSEIMBANGAN

E. GEJALA KLINIK - apatis, bingung, stupor, atau koma - kelemahan otot - iritabilitas neuromucular diikuti dengan penurunan reflek karena pernurunan kalium lebih lanjut - penurunan motilitas gastrointestinal - disritmia

F. PENATALAKSANAAN :

- atasi penyebab

- koreksi semua kekurangan volume dan penyebab


- pergantian kalium - berikan ozeta zolamid (diamox) untuk mengekresikan bicarbonat

Urea / Ureum 50 mg - dibuang 30 mg

merupakan AA yang lebih diambil amonsia nya didalam hati

No : 20 x - 20 x PO2 60 : 2 x n : 30 - 40 x/ m PO220 : 6 x n : 60 - 80 x / m

Creatinin : metabolisme protein di otot BJ urine : 1010 - 1025

bila urine encer BJ urine < 1010

Pengangkutan : CO2 - bicarbonat - kartoninohenglotin HgbCO2

- CO2 bebas

Pengendalian nafas - sadar (cortox cerobri) - tidak sadar (medula oblongan, ponis)

1. Tidak sadar

- kemoreteptor

A. Kemoreseptor lokasi : - otak (medula oblongata) - peka terhadap PCO2, NT - peka menit - 2 hari (akut)

- badan corotir peka terhadap PO2 - PO2 Nx / ix (n.vagor, geosofang)


- badan aortir informasi dari : - PO 2 medula - PCO 2 - PH (ion hidrogen) PO2 60 mmhg - RR : 2xn PO2 20 mmhg - RR : 66 xn fx RR kedalam

B. Mekanorosptor

PO2

C. Propnoseptor lokasi : otot tulang iga, otot perut, diafragma informasi : gerakan - gerakan otot yang menunjang pernafasan

pusat pengendalian nafas - medula oblongata - irama dasar - pusat insparasi (dorral) exporasi (pental) - pons - apneutik - bagian bawah - memotong inhalan - mencegah berhentinya aktivitas insparasi pneumotaxil - bagian atas - alat pernagsang otomatis pusat syaraf insparasi di Mo

Tabel 9 - 8 compensatory changes related to primary acid-base disturbances IMBALANCE CHANGE Metabolik acidosis (base bicarbonate deficit) Metabolic lakalosis HCO3 decreased increase in PaCO2 for every 1 mEq/L (base bicarbonate excess) Respiratory acidosis (carbonic acid excess) 0,6 mmHg PRIMARY CHANGE HCO3 decreased COMPENSATORY 1,5 (HCO3) + 8 + 2

Acute

PaCO2 increased

1.0

Chronic PaCO2 increased mEq/L increase in HCO3 for every 10 mmHg rise in PaCo2 Respiratory alkalosis (carbonic acid deficit) Acute PaCo2 decreased mEq/L decrease in HCO3 for every 10 mmHg fall in PaCO2 Chronic PaCO2 decreased decrease in HCO3 for every 10 mmHg fall in PaCO 2

3.5

2.0 5.0 mEq/l

Table 9 - 7

Example of combination of mixed adis base disordes


Metabolic acidosis/respiratory acidosis Cardiopulmonary arrest Hypoxemia produces lactic acidosis waith decrease in HCO3

Respiratory arrest causes Co2 retention


Metabolic acidosis/respiratory alkalosis Salicylate intoxication Salycate alters peripheral metabolism and causes overprodction of organic acids with ersultant decrease in HCO3

causes decrease in Co2

Salycate stimulates respiratory center and


Metabolic acidosis/metabolic alkalosis Renal failure with vamiting Renal failure causes retention of acid metabolites with decrease in HCO3

Metabolic alkalosis/respiratory alkalosis Vamiting during pregnancy Vamitingcauses loss of H+ and CI and thus increase in HCO3 Progesterone increase during pregnancy stimulate respirations and casuses decrease in CO2 Metabolic alkalosis/respiratory acidosis Vamiting with COPD increase in HCO3 Vamiting causes loss H+ and CI and thus

Chronic obstructive pulmonary disease is associated with sustained elevation of Cos COPD, Chronic Obstructive Pulmonary Disease