Anda di halaman 1dari 57

TOPIK HARI INI

1. POLA DAN TEKANAN UDARA 2. ANGIN a. Ragam Angin b. Fungsi Angin c. Kecepatan dan pengukuran angin 3. TURBULENSI ATMOSFER 4. POLA ARAH ANGIN DI INDONESIA 5. PENGARUH ANGIN a. Terhadap Tanaman b. Terhadap Hama dan Penyakit Tanaman

1. POLA DAN TEKANAN UDARA

Tekanan udara : adalah gaya berat kolom


udara dan permukaan tanah sampai puncak atmosfer per satuan luas. Mengapa sampai terjadi gaya tersebut ? Adanya percepatan ke bawah oleh gravitasi (g) Adanya massa udara (m) Hasil perkalian antara percepatan gravitasi dengan massa udara disebut berat (W)

Tekanan udara pada setiap titik (P) merupakan berat total udara di atas titik tersebut per satuan luas (A)
Tekanan = Gaya Berat

Luas

TEKANAN UDARA NORMAL : tekanan


kolom udara setinggi lapisan atmosfer bumi pada garis lintang 45o dan suhu 0 0C. Besarnya tekanan udara dinyatakan dalam atmosfer (atm). Tekanan udara diukur berdasarkan tekanan gaya pada permukaan dengan luas tertentu (1 cm2, 1 m2, dll.)

Tekanan 1 atm setara dengan tekanan yang diberikan oleh kolom air raksa setinggi 760 mm.

1 atm = 760 mm Hg = 14.7 psi = 1.013 mbar Psi (pound per square inchi)

Pengukuran Tekanan Udara


Alat Pengukur Tekanan udara = Barometer

Tekanan udara berkurang dengan naiknya ketinggian tempat (elevasi atau altitude)
Persamaan Laplace

h = k (1 + t)log [o/ h)
h K t = ketinggian tempat = konstanta (18.400) = koefisien pemuaian udara (0.000367) = suhu rata-rata antara permukaan laut sampai pada ketinggian h o = Tekanan udara pada permukaan laut Tekanan udara pada permukaan ketinggian h

Hubungan Ketinggian dengan Tekanan Udara

Hubungan antara tekanan udara dengan ketinggian tempat dipakai untuk merancang alat untuk pengukuran tinggi tempat = ALTIMETER Tekanan udara umumnya menurun untuk setiap bertambah ketinggian 100 m

Tekanan Udara di Daerah TROPIS


Tekanan udara dipengaruhi oleh suhu. Daerah tropis, dengan fluktuasi suhu musiman yang kecil, membuat tekanan udara relatif konstan. Tekanan udara yang tidak berfluktuasi secara nyata membuat kecepatan angin di kawasan dekat equator umumnya rendah. Daerah dengan tekanan udara

Pola Tekanan Udara


Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh :

1. Garis edar matahari, menyebabkan fluktuasi suhu


musiman. Suhu mempengaruhi pemuaian dan penyusutan volume udara. Jika udara memuai maka volume udara renggang sehingga tekanannya menurun, sebaliknya, jika volume udara menyusut maka maka kerapatan udara menjadi tinggi akibatnya tekanannya meningkat.

2. Bentangan Laut, sebagai pemasok uap air ke udara


(evaporasi). Penambahan uap air ke udara menyebabkan tekanan udara meningkat. Terjadi fenomena angin laut (siang) dan angin darat (malam)

3. Ketinggian tempat

Garis edar matahari


Musim yang berlangsung di Bagian Selatan merupakan kebalikan dari musim di Bagian Utara. Contoh : pada bulan Desember di Australia sedang terjadi musim panas, di Kanada musim dingin. Pada musim panas, siang di sebuah tempat akan lebih panjang daripada malam. Contohnya di Eropa Utara, panjang siang bisa lebih dari 15 jam, sedangkan malam cuma 9 jam. Di Denmark, pada musim panas Matahari masih tampak terang padahal sudah jam 9 malam. Semakin

Garis edar Matahari pada musim panas dan musim dingin. Garis putus-putus adalah garis

Pada bulan Juni, Bumi bagian Utara mendapat cahaya Matahari lebih banyak. Pada bulan Desember Bumi bagian Selatan mendapat cahaya Matahari lebih banyak.

Pusat Tekanan Udara


Pusat tekanan udara dipengaruhi oleh unsur-unsur yang mempengaruhi perbedaan tekanan udara (garis edar matahari, bentangan laut dan ketinggian). Pusat-pusat tekanan udara bersifat temporer. Pusat tekanan rendah disebut siklon, depresi atau low. Pusat tekanan tinggi disebut antisiklon atau high. Pusat tekanan rendah yang memanjang disebut palung atau rough. Pusat tekanan tinggi yang memanjang disebut ridge (punggung bukit/mountain).

2. ANGIN

Angin = massa udara yang bergerak Angin bergerak secara vertikal dan horisontal dengan kecepatan yang dinamis dan fluktuatif. Pendorong bergeraknya massa udara adalah perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat Angin selalu bertiup dari tempat yang lain. dengan tekanan udara tinggi ke tempat dengan tekanan udara yang lebih rendah. Pengaruh perputaran bumi terhadap angin disebut dengan pengaruh Cariolis (Cariolis

Cariolis Effect, angin bergerak searah jarum jam mengitari daerah bertekanan rendah di belahan bumi selatan, sebaliknya bergerak berlawanan jarum jam mengitari daerah bertekanan rendah di bumi utara.

Ragam Angin Angin yang mengikuti pola umum sirkulasi udara = prevailing wind Prevailing wind pada daerah : tropis disebut : trade wind, beriklim sedang : westerlies wind, daerah kutub : polar wind

Angin musiman (seasonal wind) Angin monsoon, angin berubah sesuai musim.
Angin bertiup dari arah timur laut selama periode 6 bulan dan dari arah barat daya selama 6 bulan berikutnya

Angin di dekat permukaan bumi, kecepatannya lebih rendah dibandingkan dengan lapisan udara yang lebih tinggi. Terjadi karena hambatan akibat geseran dengan permukaan bumi.

Arah Angin pada ketinggian lapisan udara yang tinggi juga lebih bervariasi.
Pada ketinggian 6 12 km, dapat dijumpai angin dengan kecepatan sampai 300 km/jam yang umumnya berhembus dari barat, disebut jet stream.

Angin darat dan angin laut Terjadi akibat perbedaan suhu udara di atas laut (atau danau) dengan udara di atas wilayah daratan. Siang hari, diatas daratan lebih panas dibanding lautan sehingga angin berhembus dari arah laut ke daratan, ANGIN LAUT. Malam hari, daratan lebih dingin sehingga tekanan udaranya lebih tinggi, menyebabkan angin berhembus dari daratan ke arah lautan, ANGIN DARAT

Angin gunung dan angin lembah


Siang hari, bagian pun cak gunung menerima radiasi matahari lebih banyak sehingga suhunya lebih tinggi, angin berhembus dari lembah ke puncak gunung, ANGIN LEMBAH.

Malam hari, angin akan bergerak dari puncak ke arah lembah karena udara di puncak lebih dingin dibanding lembah akibat kehilangan panas melalui radiasi gelombang panjang ke atmosfer. Angin dari arah puncak pada malam hari disebut ANGIN GUNUNG.

Angin lokal Angin foehn, angin yang melintasi pegunungan, mengalami tekanan karena turun dari elevasi tinggi ke ke levasi rendah. Angin bersifat kering dan panas. Angin chinook yang berhembus di lereng timur pegunungan Rocky (USA) dan Santa Ana di California Selatan, dapat merusak tanaman pertanian. Angin Bohorok (Sumut), angin kumbang (Cirebon), angin gending (Jawa Timur).

Fungsi Angin
1.

2.

3.

Tiga sifat Angin: Angin menyebabkan tekanan terhadap permukaan yang menentang arah angin tersebut Angin mempercepat pendinginan dari benda yang panas Kecepatan angin sangat beragam dari tempat ke tempat lain dan dari waktu ke waktu.

Kecepatan dan Pengukuran Angin

Kecepatan angin: kecepatan angin horisontal pada ketinggian 2 m dari permukaan tanahnyang ditanami rumput. Alat pengukur = ANEMOMETER Kecepatan angin ditentukan oleh perbedaan tekanan udara antara tempat asal dan tujuan angin dan resistensi medan yang dilaluinya. u = [u*/kk].Ln[Z + ZM d)/ ZM )]
Dimana u = kecepatan angin (m/det) u* = velositas friksi (m/det) Kk = konstanta von Karman (0.4) Z = ketinggian dari permukaan tanah ZM = parameter kekasaran momentum (momentum rougness parameter) d = keringgian alihan permukaan (zero plane displacement) Untuk tanaman/vegetasi yang seragam, d = 0.4 h , Zm = 0.13 h,

3. TURBULENSI ATMOSFER

Angin dalam pergerakannya tidak mengikuti garis lurus tetapi berkelok-kelok sesuai dengan medan yang dilewatinya. Angin akan menghindar (berbelok ke arah lain) jika kekuatan dorongnya lebih rendah dari hambatan yang dimiliki oleh struktur fisik benda yang diterpanya. Kecepatan angin juga tidak stabil, pergerakan angin akan lebih cepat jika hambatan/resistensi media yang dilaluinya rendah. Fenomena arah dan kecepatan angin yang berubah-ubah disebut TURBULENSI.

Variasi arah dan kecepatan angin yang disebabkan oleh kekasaran permukaan : Turbulensi Mekanis. Turbulensi yang terjadi disebabkan perbedaan suhu lapisan atmosfer : turbulensi termal/ turbulensi konvektif. Turbulensi termal, terjadi pada saat udara panas pada permukaan bergerak ke atas secara vertikal karena resistensi dari lapisan udara diatasnya. Kecepatan angin turbulensi mekanis fluktuasinya lebih kecil tetapi frekuensinya lebih tinggi dibandingkan fluktuasi akibat turbulensi termal.

4. POLA ARAH ANGIN DI INDONESIA


Di daerah tropis akan terjadi angin dari daerah maksimum subtropis ke daerah minimum equator. Angin ini disebut angin passat timur laut di belahan bumi utara dan angin passat tenggara di belahan bumi selatan Angin passat banyak membawa uap air karena berhembus di laut lepas.

Di Indonesia yang secara geografis terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera serta letak matahari yang berubah setiap enam bulan berada di utara dan enam bulan berada di selatan khatulistiwa, maka angin passat tersebut mengalami perubahan menjadi angin muson (angin musim) barat dan angin muson timur.

Angin Pasat Tenggara berhembus secara normal sepanjang tahun. Angin Pasat mengakibatkan massa air yang hangat di bagian Timur Samudera Pasifik bergerak menuju perairan Timur Indonesia. Hal ini mengakibatkan daerah Kepulauan Indonesia yang terletak antara samudera hindia bagian Timur dengan Samudera Pasifik bagian Barat menyumbangkan tempat penyimpanan bahang (heat) terbesar dalam lautan dunia.

Di dalam dan sekeliling Indonesia ini didapatkan suhu permukaan laut yang tinggi (>28 C). Suhu yang tinggi tersebut akan mem-pengaruhi pertukaran bahang dan mengatur interaksi antara atmosfer dan lautan yang akan berakibat besar tehadap cuaca lokal Kepulauan Indonesia dan dunia.

Pola angin yang sangat berperan di Indonesia adalah Angin Muson, hal ini disebakan karena Indonesia teletak diantara Benua Asia dan Australia diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Keadaan musim di Indonesia terbagi menjadi tiga golongan :
1. Musim barat (Desember April) 2. Musim Timur (April - Oktober)

3. Musim Peralihan (Maret Mei dan September No

5. PENGARUH : Terhadap tanaman ANGIN


Angin bersifat meratakan tekanan udara, artinya angin akan bergerak dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Semakin tinggi perbedaan tekanan udara di dua tempat, akan menyebabkan kecepatan pergerakan angin akan semakin besar

Kecepatan angin mencapai nol pada permukaan tanah, dan naik dengan ketinggian dari permukaan tanah Perbedaan kecepatan angin menyebabkan suatu bentuk kecepatan angin vertikal. Profil kecepatan angin merupakan pola kecepatan angin menurut ketinggian di atas permukaan tanah

Kecepatan angin akan berkurang dengan pengurangan jarak dari permukaan. Udara yang mengalir di atas permukaan, akan mendapat gaya gesek dari permukaan tersebut

Profil angin logaritmik di atas kanopi

ANGIN : Unsur iklim dan salah satu unsur iklim mikro

Angin mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui pertukaran CO2 dan uap air, antara tanaman dan lingkungannya

1 2 3
h

5 6
t
x

Profil Kecepatan Angin di Atas Tanaman Jagung

Besarnya pengurangan kecepatan angin bergantung kepada besarnya gaya gesek; gaya gesek tersebut berbeda menurut :

1. Sifat permukaan 2. Kerapatan tanaman 3. Jenis tanaman Apa manfaat dari mengetahui Profil Angin ?

Profil angin yang diukur merupakan kerapatan momentum yang penting untuk mengetahui perpindahan uap air dan CO2 yang disebabkan peristiwa aerodinamik

Profil angin dapat digunakan untuk menduga kecepatan angin pada ketinggian tertentu

Pencatatan data profil angin dapat digunakan untuk penerapan irigasi sprinkel yang penyebaran air nya ditentukan oleh arah dan kecepatan angin

Region II

crop height zero plane Z0


H d

Region I

Profil Angin pada Pertanaman Jagung (Lemon, 1963)

Profil angin di atas tajuk tanaman berbeda-beda tergantung dengan tinggi tanaman tersebut Perbedaan tersebut disebabkan karena berpindahnya nilai (d) karena perbedaan kekasaran permukaan tajuk tanaman (Z0) Karena perpindahan nilai zero plane (d), maka persamaan profil angin menjadi :
= 1/k [ ] ln Z-d Z0
; dimana Z > H > Z0 + d

Kecepatan angin Karakteristik kecepatan angin pada lapisan boundary layer Jarak perpindahan zero plane (zero plane displacement)/ jarak pemindahan efektif terhadap angin

Pengaruh angin terhadap pertumbuhan tanaman : Exposure evander (tidak berpengaruh) ; kelompok ini termasuk jenis rumput yang pendek sehingga kerusakan yang ditimbulkan akibat angin dengan kecepatan tinggi hampir tidak terjadi.

Exposure tolerant (toleran terhadap kerusakan) ; salah satu jenis tanaman ini diantaranya adalah barley. Penurunan produksi akan terjadi jika kecepatan angin bertambah besar.

Exposure sensitive (sensitif terhadap kecepatan angin) ; Penurunan produksi akan terjadi dengan cepat jika kecepatan angin bertambah dengan drastis.

5. PENGARUH : Terhadap hama & penyakit tanaman ANGIN Penyebaran inokulum penyakit tumbuhan merupakan hal yang paling penting, karena inokulum dapat menyebar, tumbuh, dan berkembang ke daerahdaerah yang jauh tempatnya dari sumber inokulum.

Inokulum dapat menyebar secara aktif dan pasif. Penyebaran secara aktif terjadi karena adanya aktivitas individu, sedangkan secara pasif ini tergantung pada pembawanya. Salah satu agen pembawa sehingga terjadi penyebaran secara pasif adalah angin.

Kebanyakan penyakit tanaman yang menyebar secara cepat dan diasumsikan mempunyai proporsi epidemik yang besar yang disebabkan oleh patogen jamur, bakteri, dan virus disebabkan oleh angin (langsung atau tidak langsung) melalui vektor terbawa oleh angin. Angin juga dapat

menyebabkan permukaan tanaman terluka karena


hembusan kerasnya atau karena saling bersinggungan antar tanaman atau melalui pasir yang diterbangkan dan hal ini memungkinkan terjadinya infeksi

Banyak jamur parasit yang penyebarannya terutama dilakukan oleh angin, karena jamur membentuk dan

membebaskan spora ke udara dalam jumlah yang tidak terhitung,


mempunyai ukuran yang kecil dan ringan sekali, sehingga mudah diangkut oleh angin dalam jarak jauh.