Anda di halaman 1dari 24

Rubella

( Campak Jerman / Campak 3 hari )

Dr. B. Gebyar Tri B., SpA

Rubella: Tujuan Pembelajaran


Menentukan definisi rubella dan tahu epidemiologinya Memahami bahwa rubella merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia Melakukan identifikasi faktor risiko dan gejala rubella Melakukan pemeriksaan fisik untuk mengenali tanda-tanda rubella Menduga virus penyebab rubella Menggunakan uji laboratorium yang tepat untuk diagnosis rubella Memutuskan perawatan spesifik yang sesuai dan mendukung.

Epidemiologi
Manusia satu-satunya pejamu alamiah Penyebaran: droplet dan trans plasenta Insiden: 5-14 tahun, remaja, dewasa muda Antibodi dari ibu: perlindungan 6 bulan pertama Tidak dibedakan jenis kelamin Penyebaran virus: keluarga, institusi Penampakan infeksi lebih banyak subklinis Banyak terjadi pada musim semi Penegakan diagnosis cukup sulit

Meninggalkan kekebalan seumur hidup Epidemi setiap 6-9 tahun Risiko malformasi dari ibu hamil: 100% minggu I, 40% bulan ke II, 10% bulan III, 4% pada trimester II dan III Bayi akan menjadi penular bagi anak, dewasa muda dan ibu hamil Antibodi terlihat 20-100% dari orang dewasa yang diperiksa

Definisi
Penyakit menular pada anak-anak Gejala konstitusi ringan: ruam kulit mirip rubeola, skarlantina Pembesaran dan rasa nyeri kel limfa post oksipitalis, retroaurikuler, servikal posterior Lebih berat pada anak lebih besar dan dewasa melibatkan persendian, purpura Anomali kongenital neonatus: menular, melibatkan berbagai sistem, gambaran klinis luas

Etiologi
Virus rubella, famili togaviridae, genus Rubivirus Virus pleomorfis, RNA Dapat diisolasi: biakan nasofaring, tinja, darah, air seni, LCS, organ lain Virus ditemukan: 7 hari sebelum dan 7-8 hari setelah terjadi eksantem Infeksi asimptomatis, subklinis, klinis

Patofisiologi
Virus epitel nasofaring ( berkembang biak ) viremia primer RES ( berkembang biak ) viremia sekunder kulit, organ Bagi yang menderita rubela kongenital dapat menyimpan virus dalam : nasofaring, air kemih, cairan serebrospinal, tinja, mata, sumsum tulang dan lekosit perifer ( jangka lama )

Manifestasi klinis
Masa inkubasi: 14-21 hari Fase prodromal: gejala kataral ringan kadang tidak diketahui, tidak fotofobia, khas: adenopati (retroaurikuler, servikal posterior, postoksipital) Enantem: bercak merah muda/semu pada langit lunak terbentang diatas fausium Limfadenopati: 24 jam sebelum sampai 1 minggu setelah ruam Eksantem agak gatal terlihat lebih bervariasi dibanding campak, mulai wajah, menyebar ke badan, menghilang hari ke 3, meninggalkan pigmentasi, kadang pengelupasan kulit

Laboratorium darah
Tidak khas Jumlah leukosit normal atau menurun Trombositopenia dengan atau tidak ada purpura

Diagnosis
Secara klinis sulit didiagnosis, kecuali dalam suatu epidemi Riwayat pernah infeksi dan imunisasi sulit dipercaya Diagnosis pasti : Metode virologi / serologik: netralisasi, fiksasi komplemen, hemaglutinasi, Ig M. Isolasi virus dari : tenggorokan, air kemih, cairan serebrospinal, swab konjungtiva

Diagnosa banding
Morbili Exantema subitum Drug rashes Mononukleosis infeksiosa

Komplikasi
Neuritis Poliartritis dan artralgia (pembengkakan, nyeri, efusi) Encephalitis Limfadenopati Sindroma rubela kongenital

Terapi
Simptomatik Tidak ada kemoterapi spesifik untuk virus rubella

Sindroma Rubela kongenital


Sering pada infeksi intrauterin subklinis Bayi kadang nampak normal + pembawa virus Paling umum : retardasi pertumbuhan intrauterin Tanda umum lain : katarak ( bilateral / unilateral yang berkaitan dengan mikroftalmia Lazim : miokarditis, defek struktur jantung ( duktus arteriosus paten / stenosis arteri pulmonalis ) Lesi kulit ( blueberry muffin )

Hilang pendengaran ( akibat ketulian sensorineural) Meningoensefalitis aktif ( saat lahir ) Sekuele lambat ( retardasi motorik dan mental ) Infeksi yang menetap ( pneumonia, hepatitis, lusensi tulang, purpura trombositopeni dan anemia )

Bayi terinfeksi kongenital : mempertahankan kadar antibodi Ig G terhadap rubella yang tinggi, kadar Ig M total yang meningkat Diagnosis pasti : ditemukan antibodi Ig M yang spesifik untuk rubella Demam

Prognosis
Buruk : bayi dengan sindroma rubella spektrum komplit Baik : hanya sedikit stigmata sindroma

Pencegahan
Paling mudah dari sindroma rubella kongenital : imunisasi menyeluruh terhadap semua anak kecil menggunakan vaksin rubella Pasif : imun serum globulin dalam 7-8 hari (im) setelah kontak Aktif : imunisasi MMr (sc) mulai umur 15 bulan