Anda di halaman 1dari 44

1. LATAR BELAKANG 2. RUMUSAN MASALAH 3.

TUJUAN MAKALAH

Usaha manusia untuk memenuhi dorongan rasa tahu makhluk hidup terhadap dunia sekitarnya itulah yang melahirkan adanya penelitian. Usaha untuk memenuhi dorongan ingin tahu atau mendapat jawaban atau penyelesaian terhadap masalah tersebut ditempuh dengan mengikuti metode-metode secara formal dan sistematis.

Penelitian bukanlah hanya milik orang-orang yang menekuni bidang ilmu murni saja, akan tetapi setiap bidang ilmu dapat melakukan penelitian, bahkan setiap orang hendaknya dibiasakan untuk melakukan penelitian. Suatu ilmu akan dapat berkembang secara ilmiah melalui penelitian.

Tanpa adanya penelitian, pengetahuan tidak akan bertambah maju. Padahal pengetahuan adalah dasar semua tindakan dan usaha. Jadi penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan, harus diadakan agar meningkat pula pencapaian usaha manusia.

Secara umum metode penelitian dibagi menjadi lima metode penelitian, yaitu : 1. Metode penelitian sejarah 2. Metode penelitian deskriptif 3. Metode penelitian eksperimen 4. Metode penelitian ex post facto 5. Metode penelitian partisipatori

Adapun rumusan masalah dari makalh ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah yang dimaksud dengan penelitian deskriptif? 2. Apakah jenis-jenis dari penelitian deskriptif? 3. Bagaimanakah penelitian desktiptif dapat dilakukan?

4. Apakah yang dimaksud dengan penelitian Ex Post Facto? 5. Apakah jenis-jenis dari penelitian Ex Post Facto? 6. Bagaimanakah penelitian Ex Post Facto dapat dilakukan?

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui arti dari penelitian deskriptif Untuk mengetahui jenis-jenis dari penelitian deskriptif Untuk mengetahui cara pelaksanaan penelitian desktiptif

Untuk mengetahui arti dari penelitian Ex Post Facto Untuk mengetahui jenis-jenis dari penelitian Ex Post Facto Untuk mengetahui cara pelaksanaan penelitian Ex Post Facto

A. PENELITIAN DESKRIPTIF
1. PENGERTIAN PENELITIAN DESKRIPTIF 2. JENIS-JENIS PENELITIAN DESKRIPTIF 3. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF

B. PENELITIAN EX POST FACTO


1. PENGERTIAN PENELITIAN EX POST FACTO 2. JENIS-JENIS PENELITIAN EX POST FACTO 3. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN EX POST FACTO

Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Penelitian ini juga sering disebut non eksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan manipulasi variabel penelitian.

Penelitian deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadaan dan kejadian sekarang.

Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti mendekati kebenaranya.

Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan komparasi antarvariabel.

Penelitian deskriptif terbagi atas lima jenis peneltian, yaitu : 1. Survei 2. Studi kasus 3. Studi perbandingan 4. Studi prediksi 5. Studi evaluasi

Survei adalah Suatu cara penelitian Deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu. Tujuan Survei adalah untuk membuat Penilaian terhadap suatu Kondisi dan Penyelenggaraan suatu program di masa sekarang dan hasilnya digunakan untuk menyusun perencanaan perbaikan program tersebut.

Case Study (Studi Kasus) merupakan penelitian / penyelidikan yang mendalam ( indepth study ) tentang suatu aspek lingkungan social termasuk manusia didalamnya yg dilakukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisasikan dengan baik dan lengkap. Case Study dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal.

Penelitian dengan menggunakan Metode Studi Perbandingan (Comparative Study) dilakukan dengan cara membandingkan persamaan dan perbedaan sebagai fenomena untuk mencari faktor-faktor apa / situasi bagaimana yang dapat menyebabkan timbulnya suatu peristiwa tertentu. Study ini dimulai dengan mengadakan pengumpulan fakta tentang faktor faktor yang menyebabkan timbulnya suatu gejala tertentu,kemudian dibandingkan.

Studi Prediksi ini digunakan untuk memperkirakan tentang kemungkinan munculnya suatu gejala berdasarkan gejala lain yang sudah muncul dan diketahui sebelumnya.

Penelitian Evaluasi dilakukan untuk menilai suatu program yang sedang atau sudah dilakukan.

Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.

Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data, dan menganalisis data.

Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang relevan. Membuat laporan penelitian

Istilah penelitian ini adalah penelitian sesudah kegiatan (PSK), ada pula yang menyebutnya penelitian Kausal Komparatif . Penelitian ini bertujuan membandingkan dua atau tiga peristiwa yang sudah terjadi melalui hubungan sebab akibat dengan cara mencari sebab-sebab terjadinya peristiwa berdasarkan pengamatan akibat-akibat yang mungkin tampak dan teramati.

Menurut Gay sebagaimana yang dikutip Consueo G. Sevilla dan kawan-kawan dalam buknunya yang berjudul Pengantar Metode Penelitian, Ex post facto berarti setelah kejadian. Secara sederhana dalam penelitian ex post facto, penelitian menyelidiki permasalahan dengan mempelajari atau meninjau variabel-variabel terikat. Variabel terikat dalam penelitian seperti ini segera dapat diamati.

Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi.

Penelitian Ex post facto dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu correlational study dan criterion group study. Jenis pertama, correlational study juga popular disebut causal research dan yang kedua disebut causal compararative research, yaitu penelitian yang berusaha mencari informasi tentang mengapa terjadi hubungan sebab akibat.

Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian.

Penelitian korelasi mencangkup pengumpulan data guna menentukan adakah hubungan antar variabel dalm subjek atau objek yang menjadi perhatian untuk diteliti. Penelitian korelasi, lebih tepat jika peneliti memfokuskan usahanya dalam mencapai informasi yang dapat menerangkan adanya fenomena yang kompleks melalui hubungan antar variabel.

Di bidang pendidikan, studi korelasi biasanya digunakan untuk melakukan penelitian terhadap jumlah variabel yang diperkirakan mempunyai peranan signifikan dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran.

Causal compararative research, yaitu penelitian yang berusaha mencari informasi tentang mengapa terjadi hubungan sebab akibat. Pada penelitian kausal komparatif, variabel penyebab dan variabel yang dipengaruhi telah terjadi dan diselidiki lagi dengan cara menurun kembali.

Pendekatan dasar kausal komparatif melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, kemudian dia berusaha mencari kemungkinan variabel penyebabnya

Perumusan masalah. Masalah yang ditetapkan harus mengandung sebab atau kausa bagi munculnya variabel dependen, yang dapat diketahui berdasarkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan atau penafsiran peneliti terhadap hasil observasi terhadap fenomena yang sedang diteliti.

Setelah masalah dirumuskan, peneliti harus mampu mengidentifikasi hipotesis tandingan atau alternative yang mungkin dapat menerangkan hubungan antar variabel independent dan dependen. Penentuan kelompok subyek yang akan dibandingkan. Pertama-tama, kelompok yang dipilih harus memiliki karakteristik yang menjadi konsen penelitian.

Pengumpulan data. Hanya data yang diperlukan yang dikumpulkan, baik yang berkenaan dengan variabel dependen maupun berkenaan dengan factor yang dimungkinkan memunculkan hipotesis tandingan.

1. Simpulan 2. Saran

1. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. 2. Jenis-jenis dari penelitian deskriptif adalah :
Survei Studi Kasus Studi Perbandingan Studi Prediksi Studi Evaluasi

3. Cara pelaksanaan penelitian desktiptif adalah :


Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.

Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data, dan menganalisis data. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang relevan.

4. Penelitian ex post facto merupakan penelitian di mana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. 5. Jenis-jenis dari penelitian Ex Post Facto adalah :
Penelitian Korelasi Penelitian Kausal Komparatif

6. Cara pelaksanaan penelitian Ex Post Facto adalah :


Perumusan masalah Setelah masalah dirumuskan, peneliti harus mampu mengidentifikasi hipotesis tandingan atau alternative yang mungkin dapat menerangkan hubungan antar variabel independent dan dependen. Penentuan kelompok subyek yang akan dibandingkan. Pengumpulan data.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca sekalian dan semoga dapat memberikan sinar pencerahan bagi kita semua yang nantinya akan diwajibkan untuk melakukan penelitian.