Anda di halaman 1dari 18

Analisis Faktor Faktor Human Capital yang Mempengaruhi Prestasi Bandung Karate Club (BKC) Cabang Garut

ASEP FAUZAN GHOZALI 2402308116

Latar LatarBelakang BelakangPenelitian Penelitian


Persaingan di Era Globalisasi Kebutuhan Manajemen SDM yang efektif Pengembangan Human Capital sebagai sumber inovasi dan strategi Perkembangan Prestasi BKC Cabang Garut

Perumusan PerumusanMasalah Masalah


Bagaimana Pengaruh kemampuan individu terhadap prestasi BKC Cabang Garut ? Bagaimana Pengaruh motivasi individu terhadap prestasi BKC Cabang Garut ? Bagaimana Pengaruh kepemimpinan terhadap prestasi BKC Cabang Garut ? Bagaimana Pengaruh budaya organisasi terhadap prestasi BKC Cabang Garut ? Bagaimana Pengaruh kerja sama tim yang efektif terhadap prestasi BKC Cabang Garut ?

Tujuan TujuanPenelitian Penelitian


Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan individu terhadap prestasi BKC Cabang Garut Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan individu terhadap prestasi BKC Cabang Garut Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan individu terhadap prestasi BKC Cabang Garut Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan individu terhadap prestasi BKC Cabang Garut

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan individu terhadap prestasi BKC Cabang Garut

Kegunaan KegunaanPenelitian Penelitian


Bagi BKC Cabang Garut, agar dapat menentukan kebijakan yang berhubungan dengan prestasi karate, khususnya yang berhubungan dengan Human Capital.

Sebagai bahan masukan atau referensi bagi pihak pihak yang berkepentingan terhadap penelitian, yaitu prestasi BKC Cabang Garut.

Kerangka KerangkaPemikiran Pemikiran


Kemampuan Individu Motivasi Individu

Human Capital

Kepemimpinan Budaya Organisasi Kerjasama Tim yang Efektif

Prestasi Kerja

Definisi

Kerangka Pemikiran

Human Capital merupakan dasar penggerak yang memiliki pengetahuan, ide dan inovasi didalam organisasi (Mayo : 2000). Human Capital merupakan kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, inovasi dan kemampuan seseorang untuk menjalankan tugasnya sehingga dapt menciptakan suatu nilai untuk mencapai tujuan (Malhotra dan Bontis : 2004) Human Capital Sebagai kombinasi dari tiga faktor, yaitu karakter atau sifat, kemampuan seseorang untuk belajar dan motivasi untuk berbagai informasi dan pengetahuan.

Komponen Human Capital


1.Kemampu an Individu
1. intelektual dan wawasan yang luas dibidangnya. 2. Kemampuan untuk bersikap profesional. 3. Pengalaman 4. memiliki jaringan dan kontak sosial 5. memiliki kestabilan emosi, ramah dan dapat bersosialisasi 1. Memiliki tanggung jawab yang tinggi 2. Memiliki program kerja 3. Memiliki kemauan untuk mengambil keputusan dan berani mengambil resiko 4. Memiliki kemauan menyelesaikan tugas 5. Memiliki keinginan untuk berprestasi

2.Motivasi Individu

Komponen Human Capital


3.Kepemimpi nan
1. Kemmpuan mempengaruhi anggota 2. Kemampuan menguasai bidang khusus

4.Budaya Organisasi 5.Kerjasama Tim

1. Kemampuan bekerja sesuai dengan tuntunan ajaran jalaksana 2. Kemampuan berperilaku sesuai tuntunan ajaran jalaksana 1. Tingkat Koordinasi 2. Kemampuan untuk menerima kritikan dari bawahan 3. Tingkat kesediaan untuk membantu anggota organisasi

Prestasi Kerja
Menurut Mangkunegara (2007:67) mendefinisikan prestasi kerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanaakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Prestasi Kerja
1. Kualitas 2. Kuantitas

Hipotesis
Hipotesis 1 (H1) : terdapat pengaruh antara kemampuan individu terhadap prestasi Bandung Karate Club (BKC) Cabang Garut. Hipoteis 2 (H2) : terdapat pengaruh antara motivasi individu terhadap prestasi Bandung Karate Club (BKC) Cabang Garut. Hipotesis 3 (H3) : terdapat pengaruh antara kepemimpinan terhadap prestasi Bandung Karate Club (BKC) Cabang Garut. Hipotesis 4 (H4) : terdapat pengaruh antara budaya organisasi terhadap prestasi Bandung Karate Club (BKC) Cabang Garut. Hipotesis 5 (H5) : terdapat pengaruh antara kerjasama tim terhadap prestasi Bandung Karate Club (BKC) Cabang Garut. Hipotesis 6 (H6) : terdapat pengaruh antara faktor faktor human capital (kemampuan individu, motivasi individu, kepemimpinan, budaya organisasi dan kerjasama tim) kerja terhadap prestasi Bandung Karate Club (BKC) Cabang Garut.

Metodologi Penelitian
Metode dalam penelitian ini bersifat asosiatif. Jenis penelitian asosiatif merupakan jenis penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Jenis hubungan tersebut dapat bersifat hubungan simetris, hubungan kausal maupun hubungan timbal balik. (Sugiyono ;2010;57). Penelitian ini mengambil bentuk hubungan kausal, yaitu pola hubungan yang bersifat sebab akibat, yang artinya ada variabel independen yang mempengaruhi dan ada variabel dependen yang dipengaruhi.

Operasionalisasi Variabel
Variabel Komponen komponen Konsep Variabel Dimensi Andrew Mayo (2000) human capital memiliki lima komponen, yaitu kemampuan individu, motivasi individu, kepemimpinan, budaya organisasi, dan kerjasama tim. Indikator Skala

1. Kemampuan individu Human capital

Tingkat wawasan yang luas dari pengurus Tingkat profesionalisme pengurus Tingkat pengalaman pengurus dalam berorganisasi Luasnya jaringan/kontak sosial yang dimiliki pengurus Interval

Tingkat stabilitas emosi, keramahan, ketegasan dan kemampuan sosialisasi dari pengurus

2. Motivasi individu

Tingkat tanggung jawab pengurus

Tingkat kemampuan pengurus dalam menyusun rencana program kerja yang realistik Tingkat kemauan pengurus untuk mengambil keputusan dan resiko yang dihadapi Tingkat kemauan pengurus untuk menyelesaikan tugas secara maksimal Tingkat keinginan pengurus untuk berprestasi

3. Kepemimpinan

Tingkat kemampuan untuk mempengaruhi anggota dalam mengembangkan organisasi

Tingkat kemampuan menguasai bidang khusus yang dibutuhkan organisasi

4. Budaya organisasi

Tingkat kemampuan pengurus dalam bekerja yang sesuai dengan Tuntunan Ajaran Jalaksana

Tingkat kemampuan pengurus dalam berperilaku yang sesuai dengan Tuntunan Ajaran Jalaksana Tingkat koordinasi antara pengurus dengan anggota didalam organisasi. 5. Kefektifan Kerja Tim Tingkatan kemampuan pengurus untuk menerima kritikan dari anggota didalam organisasi.

Tingkatan kesediaan pengurus untuk membantu anggota didalam organisasi.

Prestasi

Mangkunegara (2007:67) mendefinisikan prestasi kerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanaakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Tingkat pencapaian Prestasi Kejuaraan lokal, Regional dan Nasional

1.

Kualitas Tingkat pencapaian target banyaknya Dojo/ Unit Cabang Tingkat pencapaian target banyaknya Anggota Majelis Sabuk Hitam Tingkat pencapaian target banyaknya Anggota Kyu (Sabuk putih cokelat) Tingkat pencapaian target banyaknya Wasit Interval

2.

Kuantitas

Teknik Penarikan Sampel


Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah Anggota BKC Cab. Garut Minimal sabuk Hijau.

Ukuran sampel dengan pendekatan statistik parameter Slovin = 92 orang, pembulatan 100 responden

Pengambilan Sampel:probability sampling

Pengukuran data menggunakan kuesioner

Tehnik Pengolahan Data


1. Validitas
Validitas menunjukan sejauh mana suatu alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang ingin diukur.

2. Reliabilitas
Uji Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukan sejauhmana alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan.

3. Transformasi Data
Dalam hal ini penulis mengintervalisasikan (menstransformasikan data ordinal menjadi interval) dengan menggunakan Method Successive Interval (MSI),