Anda di halaman 1dari 12

Oleh : Arif Sangjaya, S.

Ked

Pembimbing : Dr. Laila Sylvia Sari, Sp.KJ BAGIAN ILMU KESEHATAN JIWA R S JIWA JAMBI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2010

Gangguan waham adalah keyakinan salah, didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal, tidak sejalan dengan intelegensia pasien dan latar belakang cultural yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan

Waham yang sistematik Waham yang non sistematik

Klien tampak tidak mempunyai orang lain Curiga

Bermusuhan
Merusak (diri, orang lain, lingkungan) Takut, sangat waspada

Tidak tepat menilai lingkungan/ realitas


Ekspresi wajah tegang Mudah tersinggung

Pedoman diagnostik gangguan waham (F22.0)


Waham-waham merupakan satu-satunya ciri khas

klinis atau gejala yang paling mencolok. Wahamwaham tersebut (baik tunggal maupun sebagai suatu system waham) harus sudah ada sedikitnya 3 bulan lamanya, dan harus bersifat khas pribadi (personal) dan bukan budaya setempat

Gejala-gejala

depresif atau bahkan suatu episode depresif yang lengkap mungkin terjadi secara intermitten, dengan syarat bahwa waham-waham tersebut menetap pada saat-saat tidak terdapat gangguan afektif itu Tidak boleh ada bukti-bukti tentang adanya penyakit otak

Tidak

boleh ada halusinasi auditorik atau hanya kadangkadang saja ada dan bersifat sementara Tidak ada riwayat gejala-gejala skizofrenia (waham dikendalikan, siar pikiran, penumpulan afek, dsb)

Penyakit fisik dan neurologic sering disertai

dengan waham (ganglia basalis, system limbic) Delirium Demensia Penyalahgunaan alcohol Malingering Skizofrenia Gangguan mood

50% sembuh dengan pengobatan 20% pengurangan gejala 30% tidak ada perbaikan

Psikofarmaka: haloperidol, pimozide,

lithium, carbamazepin, valproate, risperidon, clozail


Psikoterapi

Delfa : waham sistematis dan

nonsistematis??? Roya : terapi psikoterapi untuk gangguan waham?? Rully : maksud tidak bisa dikoreksi??? Bagaimana depresi bisa menyebabkan waham??